Cacantikan2

Cacantikan2 Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Cacantikan2, Digital creator, Jakarta.

Ada yang pernah ngalamin
11/12/2025

Ada yang pernah ngalamin

15/11/2025

Sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan terjadinya salah paham antara seorang orang tua dan seorang pengendara motor di area permukiman. Video tersebut menunjukkan sekelompok anak sedang bermain bola. Dalam permainan itu, salah satu bocah terlihat kehilangan keseimbangan dan terjatuh sendiri, kemudian tubuhnya mengenai sebuah motor yang sedang terparkir dan tidak bergerak.

Dalam rekaman, tampak jelas bahwa jatuhnya anak tersebut terjadi murni akibat terpeleset saat berlari mengejar bola, bukan karena tindakan dari pengendara motor. Namun, tak lama setelah insiden itu, orang tua sang bocah datang dan melihat anak mereka mengalami luka di bagian kepala.

Diduga karena panik dan dikuasai emosi, orang tua itu langsung mengarahkan kemarahan kepada pengendara motor yang saat itu hanya berdiri di dekat kendaraannya. Tanpa mengetahui situasi sebenarnya, mereka melayangkan pukulan dan menganiaya pengendara tersebut, yang terlihat tidak melakukan perlawanan dan berusaha menjelaskan bahwa motor itu sejak awal dalam keadaan diam.

Setelah rekaman CCTV menyebar luas, sejumlah warga memberikan kesaksian bahwa pengendara motor memang tidak terlibat dalam jatuhnya sang anak. Mereka menegaskan bahwa kejadian yang terlihat di dalam video sudah menunjukkan rangkaian peristiwa secara lengkap.

Orang tua bocah tersebut kemudian memberikan klarifikasi. Mereka mengakui bahwa tindakan agresif terjadi karena panik melihat anak mereka terluka, tanpa mengecek fakta terlebih dahulu. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada pengendara motor atas tindakan yang berlebihan.

Pihak lingkungan setempat dikabarkan sedang memfasilitasi mediasi agar permasalahan selesai secara damai serta menghindari kesalahpahaman serupa di kemudian hari.

14/11/2025

Sebuah video yang merekam kondisi atap dan plafon ruang kelas di SDN 156 Kalukubodo, Kabupaten Bulukumba, viral di media sosial. Video tersebut dibuat oleh seorang guru bernama Ahmad Firman DM yang menunjukkan bagian bangunan sekolah roboh dan dinilai membahayakan keselamatan siswa.

Setelah video itu ramai dibagikan, guru tersebut dipanggil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba untuk memberikan klarifikasi. Ia kemudian membuat video permintaan maaf dan menyatakan bahwa unggahannya mengandung informasi yang dinilai tidak sesuai serta berjanji tidak mengulanginya.

Pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa Ahmad Firman tidak berada di bawah tekanan saat membuat klarifikasi dan permintaan maaf. Mereka menyebut ruang kelas yang roboh sebenarnya sudah tidak difungsikan selama sekitar satu tahun karena dinilai berpotensi membahayakan. Ruang tersebut juga diklaim telah diusulkan masuk program revitalisasi, namun belum terlaksana karena persyaratan administrasi yang belum terpenuhi.

Peristiwa ini memicu reaksi dari berbagai aktivis pendidikan. Mereka mengecam tindakan meminta guru tersebut untuk meminta maaf, dan menilai langkah itu sebagai upaya membungkam laporan kondisi nyata di lapangan. Aktivis menilai seorang guru seharusnya tidak dihukum ketika mencoba mengungkapkan kondisi sarana pendidikan yang memerlukan perhatian pemerintah.

Masyarakat kini menyoroti transparansi pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur sekolah serta perlindungan terhadap guru yang menyampaikan laporan terkait keselamatan dan kondisi fasilitas pendidikan. Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran bahwa tenaga pendidik akan enggan melaporkan masalah jika berisiko mendapat tekanan atau teguran.

13/11/2025

Sebuah keluarga di salah satu kawasan permukiman melaporkan adanya gangguan dari dua pria yang kerap datang ke rumah mereka pada waktu larut malam. Menurut keterangan keluarga, salah satu pria tersebut sudah sejak lama dikenal sering meminta makan dan minum, dan selama ini selalu diterima dengan baik tanpa pernah diusir, bahkan ketika ia sempat tidur di halaman rumah.

Belakangan, pria tersebut mulai membawa seorang temannya. Kehadiran keduanya mulai menimbulkan keresahan ketika mereka datang pada jam yang dianggap tidak wajar dan menggedor pintu rumah dengan keras, seolah memaksa untuk dibukakan.

Keluarga menyebutkan bahwa suara gedoran semakin keras ketika tidak ada respons dari penghuni rumah. Situasi memuncak ketika salah satu pria terlihat berada di dekat jendela kamar, sehingga menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan.

Pihak keluarga berharap masyarakat yang mengenal kedua pria tersebut dapat memberikan nasihat atau membantu menenangkan mereka agar perilaku serupa tidak terulang kembali. Keluarga juga mengingatkan bahwa meski mereka tidak keberatan membantu, keamanan dan kenyamanan warga harus tetap menjadi perhatian bersama.

MUA asal Lombok Tengah, NTB, ini ternyata laki-laki! oiWarganet pun menjulukinya 'Sister Hong versi Lombok' setelah tahu...
13/11/2025

MUA asal Lombok Tengah, NTB, ini ternyata laki-laki! oi
Warganet pun menjulukinya 'Sister Hong versi Lombok' setelah tahu sosok asli tersebut. Dia menggunakan jilbab untuk menutupi identitas aslinya. Identitasnya terbongkar setelah akun Diana Arkayanti mengunggah foto pada Kamis (6/11/2025).
Dari penelusuran berbagai sumber, MUA yang akrab disapa Dea Lipa itu diketahui memiliki nama asli Deni dan berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Viralnya unggahan ini membuat sejumlah mantan klien mengaku baru tahu jika Dea laki-laki. Bahkan seorang warganet mengaku adiknya pernah berpacaran dengan Dea!

12/11/2025

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menilai tindakan Gus Elham yang viral karena mencium seorang anak kecil perempuan tidak pantas dilakukan oleh seorang dai. Ia menegaskan, seorang pendakwah seharusnya mampu menjadi teladan bagi umat, baik dalam ucapan maupun perilaku.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas,” tegas Romo Syafi’i saat ditemui di kompleks parlemen, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Sementara itu, Gus Elham melalui akun Instagram menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kehilafan pribadi. Ia juga berkomitmen untuk memperbaiki diri agar peristiwa serupa tidak terulang.

Menanggapi hal itu, Ketua PBNU Alissa Wahid turut menyampaikan penyesalan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai dakwah yang seharusnya menampilkan keteladanan.

“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” ujar Alissa Wahid dalam keterangan tertulisnya.

08/11/2025

Best deh

Kisah pilu datang dari seorang remaja bernama Dek Entis, siswa kelas 2 SMP yang terpaksa menghentikan pendidikannya demi...
26/10/2025

Kisah pilu datang dari seorang remaja bernama Dek Entis, siswa kelas 2 SMP yang terpaksa menghentikan pendidikannya demi merawat sang ibu yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Dek Entis seharusnya masih menikmati masa sekolah dan bermain bersama teman-temannya, namun kenyataan hidup memaksanya menjadi tulang punggung di rumah. Ibunya kerap kali pergi tanpa arah dan lupa jalan pulang, sehingga Entis tidak bisa meninggalkan rumah terlalu lama. Ia harus selalu siaga untuk menjaga dan memastikan ibunya tetap aman.

“Ibu sering keluar tanpa bilang-bilang. Kadang saya harus keliling kampung buat nyari,” ujar Entis lirih.

Meski berat, Entis tidak memiliki pilihan lain. Ayahnya sudah lama tiada, dan kini ia hanya tinggal bersama kakaknya yang bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Pendapatan sang kakak hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, itu pun sering kali tidak mencukupi.

Keadaan ini membuat Entis harus mengubur sementara cita-citanya untuk melanjutkan sekolah. Ia mengaku rindu belajar dan bertemu teman-teman, namun perasaan malu dan ejekan dari sebagian teman sekolah tentang kondisi ibunya membuat semangatnya semakin luntur.

“Saya ingin sekolah lagi, tapi takut ninggalin ibu sendirian,” katanya.

Kisah Dek Entis menjadi potret nyata perjuangan anak-anak dari keluarga tidak mampu yang harus menghadapi beban hidup terlalu dini. Diperlukan perhatian dari masyarakat dan pemerintah agar anak-anak seperti Entis tetap bisa mendapatkan hak pendidikan dan dukungan sosial yang layak

Imb4s dari sk4ndal itu, k4rier Julia Prastini atau dikenal dengan nama Jule sebagai influencer langsung m3rosot tajam😱Se...
24/10/2025

Imb4s dari sk4ndal itu, k4rier Julia Prastini atau dikenal dengan nama Jule sebagai influencer langsung m3rosot tajam😱

Sejumlah brand besar yang seb3lumnya bekerja sama dengannya mulai menarik diri dan memutus kontrak secara sepihak.
Malah dapet opet 🫢

Seorang siswi SMP berusia 15 tahun berinisial LC menjadi kOrban penganiay4*n oleh seorang waria berinisial BPS alias C**...
24/10/2025

Seorang siswi SMP berusia 15 tahun berinisial LC menjadi kOrban penganiay4*n oleh seorang waria berinisial BPS alias C**a (20). Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos di Jalan Piere Tendean, Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, pada Sabtu malam (27/9/2025).
Kapolsek Sumbersari Kompol Suhartanto menjelaskan, insiden itu bermula dari pesta minum4n ker*s yang melibatkan korban, pelaku, dan beberapa teman lainnya.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, terjadi perselisihan yang berujung keributan. C**a kemudian memuk*| kOrban hingga mengalami mem4r di wajah dan sempat setengah tak sadarkan diri. Polisi yang mendapat laporan warga segera mengamankan pelaku dan membawa korban ke puskesmas.
Dari pengakuan pelaku, aksi pemuk*lan dilakukan karena dilatarbelakangi rasa cemburu. C**a mengaku melihat pacarnya berc*mbu dengan korban saat kembali ke kamar. "Karena sakit hati, saya spontan memuk*| kOrban tiga kali di p**i dan pelipis," ujar C**a.
Polisi menduga ada lebih dari satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Namun, sejauh ini baru C**a yang berhasil diamankan. la kini ditahan di Polsek Sumbersari dan dijerat Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

24/10/2025

Sengketa antara pihak waris tanah dan pengembang perumahan kembali memanas. Pihak waris mengaku kecewa dan merasa diperlakukan secara tidak adil setelah pagar pembatas yang menjadi batas lahan warisan mereka dihancurkan secara sepihak oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari pihak developer.

Menurut keterangan warga, saat kejadian sebagian besar ahli waris sedang berada di rumah karena kondisi hujan deras. Mereka kemudian menerima kabar bahwa tembok pembatas lahan telah diratakan, dan sejumlah kendaraan dari pihak pengembang telah berada di lokasi.

Ketika pihak waris datang ke lokasi, mereka mendapati situasi sudah rusak dan suasana memanas. Mereka menuturkan bahwa kelompok dari pihak developer tidak datang untuk bermusyawarah, melainkan bersikap memancing emosi, bahkan ada yang mengejek dan bersikap provokatif di depan warga.

Pihak waris mengaku memiliki dokumen asli dan sah atas kepemilikan tanah yang telah diverifikasi, serta menegaskan bahwa persoalan ini telah berlangsung sejak awal pembangunan perumahan. Mereka menyatakan sudah berulang kali mencoba menghentikan kegiatan pengurugan dan pembangunan di area sengketa, namun tidak pernah mendapat penyelesaian yang adil.

Menurut keterangan mereka, penutupan akses jalan yang sempat dilakukan bukan untuk mengganggu warga, melainkan sebagai bentuk protes terhadap tindakan sepihak dari developer. Jalan yang ditutup disebut berada di dalam tanah yang masih berstatus sengketa seluas sekitar 4,2 hektare.

Warga dan pihak waris berharap agar pihak berwenang turun tangan, memfasilitasi mediasi secara resmi, serta menghentikan segala bentuk tindakan yang dianggap merugikan masyarakat kecil. Mereka juga meminta agar pihak developer menunjukkan itikad baik dan bertanggung jawab atas tindakan yang terjadi di lapangan.

23/10/2025

Suasana di Polresta Jambi sempat dipenuhi kepanikan ketika seorang ibu histeris mencari putranya, Iqbal, berusia enam tahun, yang tidak ditemukan saat hendak dijemput seperti biasanya.

Iqbal, warga Kebun Kopi, diketahui rutin mengaji di masjid Polresta Jambi bersama sepupunya, Sutan. Berdasarkan keterangan Sutan, ia sempat memegang tangan Iqbal saat bermain di lapangan Polresta. Namun, karena sempat berbincang dengan temannya, tanpa disadari Iqbal terlepas dan menghilang dari pandangan.

Ibunda Iqbal, yang bekerja di Marene, panik saat mendapati anaknya tidak berada di tempat biasa. Ia berteriak-teriak mencari sang anak di sekitar lokasi hingga membuat suasana menjadi haru.

Beruntung, Iqbal akhirnya ditemukan warga di bawah pohon beringin depan MAN Model. Diduga, bocah tersebut berjalan kaki ke arah sana karena mengira ibunya tidak datang menjemput.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cacantikan2 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share