Fiska Findyanie

Fiska Findyanie hay aku fiska Findyanie terimakasih telah mengikuti halaman aku ❤️
(3)

10/07/2026
Di sebuah gubuk sederhana tanpa penerangan, seorang kakek lansia bernama Karyadi (82) ditemukan hidup seorang diri dalam...
08/07/2026

Di sebuah gubuk sederhana tanpa penerangan, seorang kakek lansia bernama Karyadi (82) ditemukan hidup seorang diri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Saat ditemukan, beliau menangis sambil meminta pertolongan karena sudah tidak kuat menahan lapar. Meski hidup dalam keterbatasan, kakek Karyadi disebut masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

Semoga kakek Karyadi segera mendapatkan bantuan, perawatan yang layak, serta dipertemukan dengan orang-orang baik yang mau peduli. Aamiin. 🤲

Ditinggal Wafat Sang Ayah, Bocah 12 Th Jadi Pemulung Sambil Gendong AdiknyaMuzdalifah, setiap hari harus berjuang mengai...
07/07/2026

Ditinggal Wafat Sang Ayah, Bocah 12 Th Jadi Pemulung Sambil Gendong Adiknya

Muzdalifah, setiap hari harus berjuang mengais rongsokan untuk bisa makan dan tetap sekolah. Padahal usianya baru 12 tahun.
Tiga tahun lalu ayahnya meninggal dan ibunya pun bekerja serabutan & jarang pulang ke rumah, ia bekerja cukup jauh hingga ia dan adiknya dititipkan ke kakek dan nenek.
Bocah kecil ini tak mau bebani neneknya, ia sepulang sekolah bergegas mencari barang bekas untuk dijual, demi beli beras dan kebutuhan sekolahnya. Pilunya kakek nya pun sudah 5 tahun tak bisa melihat (tunanetra).
Kini, hanya hasil dari rongsokan lah keluarga ini bertahan.
Neneknya pun seorang pemulung, sehari yang didapat pun tak tentu. Terkadang adiknya pun ikut keliling mencari rongsokan, usianya baru 4 tahun.
Musdalifah berharap, seribu dua ribu dari hasil memulungnya ia bisa beli buku, tas dan sepatu baru karena, sepatu dan tasnya sudah robek. Tapi, ia harus bersabar sambil membantu kakek dan neneknya.

Di saat lansia lain menikmati masa tua dengan tenang, kakek Abdul justru tidak. Tepat 5 tahun yang lalu sang istri menin...
06/07/2026

Di saat lansia lain menikmati masa tua dengan tenang, kakek Abdul justru tidak. Tepat 5 tahun yang lalu sang istri meninggal dunia karena sakit. Kini di usia 76 tahun ia harus mengurus anaknya sendirian.
Yuni (42) mengidap downsyndrome sejak lahir sehingga fisiknya tidak tumbuh normal seperti anak lainnya. Dulu, ia bisa bergerak dan bisa ditinggal oleh kakek saat bekerja. Namun, saat ini tidak.

Sehari-hari kakek hanya bekerja sebagai pencari rongsok. Dengan tubuh yang sudah renta, ia mengorek tong-tong sampah di pinggir jalan berharap banyak barang bekas yang bisa diambil dan dijual untuk bertahan hidup.

“Sebenernya kakek sudah ndak kuat nak apalagi dayung sepeda. Tapi, kakek harus kuat demi anak kakek” 😭

PejuangKebaikan, perut Kakek Abdul seringkali merasakan lapar karena tidak ada uang untuk membeli beras.
Ia hanya berharap bisa makan dengan layak dan bisa memenuhi kebutuhan gizi untuk sang anak.

Kakek sebatang kara berjualan milik orang lain dengan upah 5000 demi bisa makan😭
05/07/2026

Kakek sebatang kara berjualan milik orang lain dengan upah 5000 demi bisa makan😭

Berjuang Sendirian, Seorang Ayah Terpaksa Bawa Anaknya ke Tempat Kerja Kuli BangunanPak Asep adalah seorang ayah yang se...
05/07/2026

Berjuang Sendirian, Seorang Ayah Terpaksa Bawa Anaknya ke Tempat Kerja Kuli Bangunan

Pak Asep adalah seorang ayah yang sedang berjuang menghadapi masa paling berat dalam hidupnya. Dengan suara yang penuh kesedihan ia pernah berkata, “Anak saya ingin sembuh, tapi saya merasa tidak bisa berbuat banyak. Saya sudah berusaha semampu saya, tapi rasanya tetap kurang. Kadang saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya ayah yang gagal.” Padahal sebenarnya Pak Asep bukanlah ayah yang gagal, ia hanya seorang ayah yang sudah kehabisan cara.

Anaknya yang masih kecil, Kurniawan Sopandi Putra, baru berusia 5 tahun. Kini tubuhnya hanya terbaring lemah. Napasnya sering tersendat dan ia harus menggunakan bantuan oksigen agar bisa bernapas dengan lebih baik.

Dokter mendiagnosis Kurniawan menderita penyakit yang sangat serius, yaitu TBC Milier. Penyakit ini berbeda dari TBC biasa. Infeksi tersebut menyebar ke seluruh jaringan paru-paru sehingga membuat kondisi Kurniawan semakin lemah dari hari ke hari.

Di tengah kondisi anaknya yang sakit parah, Pak Asep harus berjuang sendirian. Ia tidak hanya merawat Kurniawan, tetapi juga harus mengurus kakaknya yang masih kecil. Tidak ada orang lain yang bisa membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ke mana pun Pak Asep pergi, kedua anaknya selalu ikut bersamanya. Saat bekerja sebagai buruh bangunan, anak-anak itu ikut berada di sekitar tempat kerja. Ketika harus pergi berobat ke rumah sakit, bahkan sampai ke Bandung untuk pengobatan lanjutan, Pak Asep tetap membawa mereka bersama.

Sebagai buruh bangunan, penghasilan Pak Asep sangat terbatas. Jika ada pekerjaan, ia biasanya hanya mendapatkan sekitar lima puluh hingga delapan puluh ribu rupiah dalam sehari. Namun jika tidak ada pekerjaan, ia tidak mendapatkan apa-apa.

Dengan penghasilan yang tidak menentu itu, Pak Asep harus membiayai kebutuhan hidup dan juga pengobatan anaknya yang sedang sakit. Meski sangat berat, ia tetap bertahan dan terus berusaha, karena baginya kesembuhan Kurniawan adalah harapan terbesar dalam hidupnya.

Seorang Ibu Rela Jual Motor Demi Bisa Bawa Anaknya Berobat “Saya terpaksa membawa Arva berjualan karena untuk pengobatan...
04/07/2026

Seorang Ibu Rela Jual Motor Demi Bisa Bawa Anaknya Berobat

“Saya terpaksa membawa Arva berjualan karena untuk pengobatan serta operasi pemasangan selang dikepala anak saya” tutur ibu mei

Arva (1 tahun 5 bulan), yang menderita epilepsi dan hidrosefalus. Dua selang tertanam di tubuh kecil Arva satu di kepala, satu lagi di hidung untuk susu. Setiap hari, Ibu Mei membawa dua anaknya berjualan kue dari pagi hingga sore. Bukan hanya untuk makan, tapi demi bisa membawa Arva berobat.

Namun suatu hari saat sedang jualan, Arva kembali k*j4ng hingga tak sadarkan diri di emperan toko. Uang hasil jualan hanya Rp30 ribu. Padahal obat kejang yang harus dibeli seharga Rp750 ribu.
“Kami bertiga tidur di emperan toko, karena rumah ke rumah sakit jaraknya bisa 8 jam,”cerita Ibu Mei lirih.

Sudah banyak yang dikorbankan: kendaraan, TV, barang berharga… semua habis untuk biaya pengobatan Arva kini hanya tersisa motor satu-satunya yang ia miliki dan sangat terpaksa harus ia jual demi melanjutkan pengobatan sang anak, rasa cinta seorang ibu tak pernah habis. Mereka hanya ingin anaknya sembuh.

Hati orang tua mana yang tak luluh melihat buah hatinya menangis kesakitan, kejang, bahkan kehilangan kesadaran? Jesika (6 tahun) baru saja selesai operasi pemasangan selang di kepalanya akibat hidrosefalus yang dideritanya sejak usia 6 bulan. Ia juga sering mengalami k*j*ng dan s*s4k napas.

Sang ibu, Ibu Siti, harus menempuh perjalanan jauh dari rumah ke rumah sakit dengan motor pinjaman yang sering mogok. Bahkan, tak jarang mereka tiba saat pendaftaran sudah ditutup.
“Jesika rewel banget, kepanasan, saya dorong motor sambil cari bantuan... suami jauh, saya nggak punya saudara di sini,” ujar Ibu Siti, menahan tangis.

Seluruh harta benda sudah dijual: kulkas, TV, HP, bahkan cincin pernikahan. Tapi kebutuhan kontrol rutin dan pengobatan Jesika terus berjalan. Saat motor mogok lagi-lagi di tengah jalan, Ibu Siti hanya bisa berdoa sambil menenangkan Jesika yang terus menangis.

Ditinggal Wafat Ayah Ibunya,  Bocah 6 Th Rela Jadi Penjual Keripik Demi Makan dan SekolahNamanya Jahira, sekarang usiany...
03/07/2026

Ditinggal Wafat Ayah Ibunya, Bocah 6 Th Rela Jadi Penjual Keripik Demi Makan dan Sekolah

Namanya Jahira, sekarang usianya 6 tahun. Namun ia setiap hari harus keliling menjajakan keripik milik tetangganya, ia hanya buruh kecil.

Jahira yang masih kecil harus kehilangan kedua orang tuanya. Sang ibu sudah meninggal sejak Jahira masih berumur 2 tahun karena penyakit yang diderita, pilunya ayahnya 2 tahun meninggal karena kecelakaan.

Jahira harus menjadi yatim piatu.
Kini, Jahira tinggal bersama neneknya, Wirdiana (60) hanya buruh cuci panggilan, dengan upah tak tentu.
Sehari Jahira dapat upah 5 sampai 10 ribu, itupun tak setiap hari yang didapat. Upah nya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat ini Jahira duduk di bangku kelas 1 SD, tapi nasibnya membuat ia setiap hari harus sekolah sambil berjualan membantu neneknya. Ia dan neneknya tinggal di rumah kontrakan.

Tabrak Pedagang Soto Hingga Tewas Saat Mabuk, Pengemudi Mobil di Surabaya Divonis 8 Bulan PenjaraPengadilan Negeri Surab...
02/07/2026

Tabrak Pedagang Soto Hingga Tewas Saat Mabuk, Pengemudi Mobil di Surabaya Divonis 8 Bulan Penjara

Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Kristianto Kurniawan, pengemudi mobil yang menabrak seorang pedagang soto hingga tewas di Jalan HR Muhammad, Surabaya. Peristiwa tragis yang terjadi pada dini hari tersebut bermula ketika terdakwa mengemudikan kendaraan dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras dan kehilangan kendali akibat teralihkan oleh ponsel yang terjatuh di lantai mobil. Vonis hakim ini tercatat satu bulan lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya meminta hukuman 9 bulan penjara.

Dalam persidangan, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah poin yang meringankan hukuman terdakwa, di antaranya sikap sopan selama proses hukum, belum pernah dipidana, serta adanya itikad baik dari terdakwa yang telah berdamai dengan keluarga korban. Selain memberikan santunan sebesar Rp75 juta kepada keluarga almarhum Abdul Samad (67), terdakwa juga telah melunasi ganti rugi atas kerusakan gerobak seorang pedagang tahu tek yang turut tertabrak dalam insiden tersebut. Meski putusan telah dibacakan, pihak jaksa maupun penasihat hukum terdakwa masih menyatakan pikir-pikir terkait langkah hukum selanjutnya.

Di usianya yang sudah lanjut, kakek tinggal seorang diri tanpa siapapun yang bisa membantunya. Setiap hari ia tetap beke...
02/07/2026

Di usianya yang sudah lanjut, kakek tinggal seorang diri tanpa siapapun yang bisa membantunya. Setiap hari ia tetap bekerja keras, berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menjual es itu semuanya hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fiska Findyanie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share