09/01/2026
Guys, Jakarta yang dulu dikenal dengan nama Batavia pernah dijuluki Ratu dari Timur karena keindahannya yang memesona. Tapi pada abad ke-18 kota ini justru dijuluki kuburan orang Belanda karena banyak orang Eropa yang meninggal akibat wabah penyakit yang melanda Batavia.
Menurut sejarawan Leonard Blussé, ahli-ahli kesehatan masa lampau memandang perubahan julukan Batavia terjadi akibat iklim kota yang buruk, parit yang tercemar dan penyakit-penyakit aneh dengan nama seram. Kondisi ini membuat sebagian besar orang Eropa menganggap Batavia tak lagi layak untuk dihuni.
Berbanding terbalik dengan orang-orang Eropa yang dihantui wabah penyakit mematikan, penyebaran penyakit justru tidak banyak terlihat di kalangan penduduk Tionghoa di Batavia. Salah satu penyebabnya karena orang-orang Tionghoa punya kebiasaan menyeduh teh. Hal ini kemudian diikuti oleh orang-orang Eropa. Mereka mulai mengalihkan kebiasaan minum-minuman beralkohol ke menyeduh teh untuk menjaga kesehatan.
Namun hal ini tak banyak memberikan hasil. Sebab, air yang digunakan orang-orang Eropa tidak disaring dan direbus dengan prosedur yang tepat untuk menghilangkan bakteri-bakteri penyebab penyakit. Itulah yang menyebabkan jumlah kematian orang-orang Eropa masih terus meningkat. Sebagai upaya mencegah penyakit, penduduk elit Batavia memilih mengimpor air dari luar negeri hingga pindah ke kawasan di luar benteng Batavia yang dianggap lebih sehat dan belum tercemar.