Dakwah Khalid

Dakwah Khalid Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.
(5)

24/04/2026

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah dengan rahmat Allah Swt. Kita semua insyaallah diberikan peluang yang halal dan berkah. Simak video ini

24/04/2026

RUMAH TANGGA ADALAH BAHTERA PAHALA TERBESAR

Sering kali kita berpikir bahwa pahala besar hanya datang dari ibadah seperti shalat, puasa, atau sedekah. Padahal, ada satu ladang pahala yang kita jalani setiap hari tanpa kita sadari, yaitu rumah tangga kita sendiri.

Dalam Islam, rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, tapi bahtera pahala terbesar. Seperti halnya puasa yang setiap detiknya bernilai pahala selama kita dalam keadaan berpuasa, begitu p**a dengan kehidupan rumah tangga. Sejak akad nikah terucap hingga akhir hayat, setiap perjuangan suami dan istri yang diniatkan karena Allah akan menjadi pahala tanpa henti.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

“Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu — yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR Muslim: 995).

Suami yang bekerja untuk menafkahi keluarga dengan ikhlas, setiap langkah dan keringatnya bernilai ibadah. Begitu juga dengan istri yang menjaga rumah, merawat anak, dan menanti suami p**ang, semua itu berpahala selama diniatkan ibadah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rūm [30]: 21).

Maka, jangan pernah merasa lelah dalam menjalani peran di rumah tangga. Setiap kesabaran, perhatian, dan cinta yang kita berikan adalah bagian dari perjalanan menuju surga. Niatkan semuanya karena Allah, insyaAllah rumah tangga kita benar-benar menjadi bahtera pahala terbesar.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

Masyallah akhirnya bisa kesampain bertemu guru Dr. Zakir Naik
24/04/2026

Masyallah akhirnya bisa kesampain bertemu guru Dr. Zakir Naik

Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
24/04/2026

Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Masyaallah Yaallah 🤲
24/04/2026

Masyaallah Yaallah 🤲

DILEMA HILAL: ANTARA KEYAKINAN PRIBADI DAN KETAATANTerkadang muncul kebingungan di tengah kaum Muslimin yaitu bagaimana ...
24/04/2026

DILEMA HILAL: ANTARA KEYAKINAN PRIBADI DAN KETAATAN

Terkadang muncul kebingungan di tengah kaum Muslimin yaitu bagaimana jika seseorang merasa melihat hilal Ramadhan atau Syawal, namun kesaksiannya tidak diterima oleh pemerintah? Haruskah ia berpuasa atau berlebaran sendiri? Ataukah tetap mengikuti keputusan resmi? Di sinilah muncul dilema antara keyakinan pribadi dan ketaatan demi kebersamaan.

Allah ﷻ berfirman yang artinya:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

“Puasa itu adalah hari kalian semua berpuasa, dan Idul Fitri adalah hari kalian semua berbuka...” (Jami` At-Tirmidzi: 697).

Hadits ini menunjukkan bahwa ibadah puasa dan hari raya terkait dengan keputusan kolektif kaum muslimin. Karena itu, Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa seseorang yang melihat hilal namun tidak diterima kesaksiannya, tidak perlu berpuasa atau berlebaran sendiri. Sebab secara syariat, “hilal” adalah yang diumumkan dan dikenal oleh masyarakat luas.

Tujuannya jelas yaitu menjaga persatuan dan menutup pintu perselisihan. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal menasihatkan agar berpuasa bersama pemimpin dan kaum muslimin di negeri tersebut.

Mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadhan dan Syawal bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari menjaga ukhuwah dan kebersamaan umat. Dalam persatuan ada keberkahan, dan dalam perpecahan ada mudarat. Maka sikap yang paling selamat adalah bersama Al-Jamaah, demi meraih rahmat Allah Ta’ala.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

24/04/2026

🐑🌿 Qurban Lebih Tenang, Siapkan Sejak Sekarang

Idul Adha memang masih beberapa waktu lagi,
namun qurban terbaik tidak dipersiapkan secara mendadak.

Di Adha Farm, hewan qurban dirawat dengan baik,
dipastikan sehat, cukup umur, dan sesuai syariat.

Jangan tunggu mendekati hari H.
Amankan hewan qurban Anda dari sekarang.

24/04/2026

BACALAH DOA INI BAGI MUSAFIR

Saat kita bepergian atau singgah di suatu tempat, sering kali muncul rasa khawatir yaitu entah itu takut bahaya, gangguan, atau hal yang tidak diinginkan. Tapi tenang, Islam sudah mengajarkan doa perlindungan yang sangat kuat.

Khalwah binti Hakim As-Sulamiyyah berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan ‘a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya)’, maka tidak ada sama sekali yang dapat memudhorotkannya sampai ia berpindah dari tempat tersebut.” (HR Muslim: 2708).

Ini adalah janji perlindungan dari Rasulullah ﷺ. Doa ini sederhana, mudah dihafal, tapi luar biasa manfaatnya. Cocok dibaca saat berhenti di rest area, hotel, atau tempat baru lainnya.

Jangan lupa amalkan doa ini setiap kali safar atau singgah di tempat baru. Perlindungan terbaik bukan hanya dari usaha kita, tapi dari Allah ﷻ. Semoga setiap perjalanan kita selalu dalam penjagaan-Nya.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

24/04/2026

BERTAKBIR KETIKA MENANJAK DAN BERTASBIH KETIKA TURUN

Menghidupkan Sunnah dalam aktivitas sehari-hari adalah bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ. Salah satu amalan ringan namun sarat makna adalah berdzikir menyesuaikan medan perjalanan yang kita lalui. Baik saat sedang berjalan kaki, berkendara motor, mobil, hingga saat pesawat sedang take off maupun landing.

Amalan ini sangat fleksibel karena bisa dilakukan kapan saja, bahkan tanpa harus dalam keadaan suci atau memiliki wudhu. Saat menanjak disunnahkan membaca "Allahu Akbar" (Takbir). Saat menurun disunnahkan membaca "Subhanallah" (Tasbih).

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu berkata yang artinya: “Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tentaranya, apabila menapaki jalan bukit maka mereka bertakbir, dan bila turun, mereka bertasbih.” (HR. Abu Daud: 2599)

Mari kita biasakan lisan kita untuk selalu memuji Allah ﷻ di setiap tanjakan dan turunan perjalanan hidup kita. Dengan menghidupkan Sunnah ini, setiap jengkal perjalanan kita bukan hanya sekadar perpindahan tempat, melainkan menjadi ladang pahala yang terus mengalir.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

JADILAH GEN-Z CALON PENGHUNI SURGA!Di tengah derasnya arus distraksi dan gaya hidup serba instan, pernahkah kita bertany...
24/04/2026

JADILAH GEN-Z CALON PENGHUNI SURGA!

Di tengah derasnya arus distraksi dan gaya hidup serba instan, pernahkah kita bertanya: akan menjadi apa kita pada akhir nanti? Islam mengingatkan bahwa tujuan hidup bukan sekadar mengikuti tren, melainkan beribadah kepada Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Aż-Żāriyāt [51]: 56)

Masa muda adalah fase paling berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Rasulullah ﷺ bersabda:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR Hakim: 7846).

Oleh karena itu, jangan sia-siakan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat, karena di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak berguna. Pilihlah lingkungan yang baik, sebab seseorang akan mengikuti kebiasaan teman dekatnya. Dengan demikian, jadilah generasi yang cerdas dalam menentukan arah hidup: gunakan masa muda untuk taat, isi waktu dengan amal saleh, dan arahkan tujuan menuju surga.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita generasi yang istiqamah, mampu memanfaatkan usia dengan kebaikan, dan dikumpulkan sebagai penghuni surga-Nya. Āmīn.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam biṣhawāb.

Address

Jalan Angkasa, RT. 5/RW. 9, Halim Perdanakusuma, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Jakarta
13610

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakwah Khalid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share