29/04/2026
Laporan dari Tiongkok #1: Cara Diam-Diam China Mengguncang Industri Mobil Dunia
Peta industri mobil dunia berubah. Diam-diam. Tapi cepat.
Yang berubah bukan hanya pemain. Tapi cara bermainnya.
Dulu Jepang.
Lalu Eropa.
Sekarang China.
Itu terasa saat saya mengunjungi Beijing Auto Show 2026 atas undangan Chery Motor Indonesia.
Lebih dari 1.450 mobil dipamerkan. Ada 181 world premiere. Bukan sekadar banyak. Tapi cepat. Teknologinya melompat.
Lihat XPeng.
Mereka rilis SUV enam penumpang XPeng GX. Kursi baris ketiga bisa rebah total.
Bahkan ada fitur: kalau pengemudi pingsan, mobil bisa menepi sendiri.
โMobil bisa mendeteksi kondisi darurat dan menghubungi bantuan,โ kata CEO-nya, He Xiaopeng. Itu bukan lagi fitur. Itu sudah kecerdasan.
BYD lain lagi.
Baterai โbladeโ-nya bisa diisi hampir penuh dalam 9 menit. Bahkan diuji di suhu minus 30 derajat. Saat bodi mobil sudah dilapisi es.
CATL lebih ekstrem. Ngecas dari 10% ke 98% hanya 6,5 menit.
Kecepatan inovasi ini yang membuat analis mulai bicara keras.
Tu Le dari Sino Auto Insights bilang: โChina sekarang menentukan kecepatan industri.โ
Chris Liu dari Omdia menambahkan: โChina jadi pasar tercepat dalam mengadopsi teknologi kendaraan.โ
Lalu datang Chery.
Tidak terlalu berisik. Tapi datanya keras.
Ekspor mereka 1,344 juta unit di 2025. Naik dari 1,145 juta di 2024.
943 ribu di 2023.
466 ribu di 2022.
269 ribu di 2021.
114 ribu di 2020.
Dalam 5 tahun: naik lebih dari 10 kali lipat! Ini bukan pertumbuhan. Ini lompatan.
Masuk 2026, lebih gila lagi.
Januari: 120 ribu unit. Naik 48%.
Februari: 125 ribu unit. Naik 42%.
Maret: 149 ribu unit. Naik 72%.
Ini bukan tren kenaikan biasa. Ini hyper growth.
โChery tidak lagi sekadar pemain China. Kami sudah menjadi pemain global,โ tegas pendiri Chery, Yin Tongyao, di Beijing Auto Show 2026.
Kalimat itu tidak berlebihan.
Chery sekarang ada di 130+ negara. Punya lebih dari 5.800 jaringan global.
Pengguna global 6,35 juta. Ini bukan ekspor. Ini ekosistem.
Yang paling penting: struktur pasar berubah.
2024: kontribusi luar China 27%.
2025: jadi 52%.
2026 (Q1): naik lagi jadi 57%.
Mayoritas penjualan sudah di luar China. Ke mana saja? Eropa. Asia Tenggara. Amerika Latin. Termasuk Indonesia.
Ranking mereka juga melonjak.
Pasar Right Hand Drive (setir kanan): dari posisi 25 ke posisi 3.
Pasar Left Hand Drive (setir kiri): dari 6 ke 3.
Eropa: dari 32 ke 24.
Lonjakan seperti ini jarang terjadi di industri otomotif global.
Lalu soal teknologi. Chery tidak memilih satu jalur. Mereka ambil semua.
NEV (kendaraan elektrifikasi) naik dari 50 ribu ke 306 ribu unit di 2025. Naik 512%.
Komposisi 2026:
ICE masih 25%.
PHEV 31%.
BEV/EREV 23%.
HEV 21%.
Total elektrifikasi: 75%.
Dunia masih debat: EV atau hybrid. Chery tidak ikut debat. Mereka ambil semuanya.
Pedro Pacheco dari Gartner bilang: โMereka sadar tidak cukup hanya di China. Harus punya roadmap global.โ
Itu yang dilakukan Chery. Strateginya jelas. Global-first.
Multi-brand: Chery, Omoda, Jaecoo, Exeed, iCar, Jetour.
Adaptasi lokal: RHD untuk ASEAN, standar Eropa untuk EU.
Teknologi fleksibel: tidak memaksa EV.
Jaringan global masif: 5.800 dealer.
Kenapa bisa cepat? Karena mereka tidak menunggu.
Toyota butuh puluhan tahun. Volkswagen juga.
Chery lompat. Di dalam negeri China, situasinya justru berat.
Penjualan mobil turun 23% di kuartal pertama. Sekitar 4 juta unit.
Harga mobil turun 20% dalam dua tahun. Subsidi mulai dikurangi.
Tapi ekspor? Naik 63%. Hampir 2 juta unit hanya dalam satu kuartal.
Total ekspor mobil China tahun lalu 5,8 juta unit.
Naik hampir 20%.
Tahun ini diproyeksi 7,4 juta unit. Produksi luar negeri juga naik.
Dari 1,2 juta unit jadi 3,4 juta unit di 2030. Hampir tiga kali lipat.
Implikasinya ke Indonesia jelas. Indonesia pasar RHD. Infrastruktur EV belum matang. Konsumen sensitif harga.
Di sinilah strategi Chery cocok.
PHEV.
EREV.
Hybrid.
Tidak memaksa listrik penuh. Mereka masuk di celah. Antara mobil lama dan masa depan.
Kesimpulannya sederhana. Chery tidak sekadar tumbuh. Mereka mengubah peta.
Dulu ikut aturan. Sekarang membuat aturan.
Ini bukan lagi sekadar cerita pabrikan mobil China yang ekspor mobil ke negara lain.
Tapi, bagaimana China mengekspor teknologi mereka dan perlahan mulai menguasai pasar dunia.