Tribunnews Update

Tribunnews Update Kanal video Tribunnews.com bagian dari Tribun Network
(2)

Menpora Erick Thohir Paparkan Kinerja Anggaran dan Arah Kebijakan dalam Raker dengan Komisi X DPRMenteri Pemuda dan Olah...
31/08/2026

Menpora Erick Thohir Paparkan Kinerja Anggaran dan Arah Kebijakan dalam Raker dengan Komisi X DPR

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan arah kebijakan, kinerja anggaran, serta target prestasi olahraga nasional dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Erick menyampaikan program kerja Kemenpora diselaraskan dengan Asta Cita dan prioritas nasional melalui tiga pilar utama, yakni kepemudaan, pembudayaan olahraga, dan peningkatan prestasi olahraga.

“Kita ingin kualitas kepemudaan meningkat, pembudayaan olahraga yang inklusif serta penguatan industri olahraga sesuai Desain Besar Olahraga Nasional, dan pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Erick.

Untuk sektor prestasi, Kemenpora menargetkan Indonesia meraih sedikitnya empat medali emas pada Asian Games 2026.

Target tersebut didukung melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan kesiapan cabang olahraga unggulan.

“Kemenpora juga menindaklanjuti arahan Bapak Presiden mengenai akademi olahraga nasional, beasiswa olahragawan, dan Cibubur Sport Science. Lalu ada penguatan sistem pembinaan jangka panjang berkelanjutan untuk 20 cabor unggulan Olimpiade dan satu cabor world stage, serta implementasi manajemen talenta nasional,” kata Erick.

Di sektor kepemudaan, Kemenpora juga menyiapkan berbagai program menjelang satu abad Hari Sumpah Pemuda pada 2028.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain Wirasena Youth Camp, Youth Summit, Wirasena Youth Career Hub, serta Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN).

Sementara itu, dari sisi anggaran, Erick memaparkan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) terkait anggaran belanja dan dana alokasi khusus tahun anggaran 2027. Kemenpora memperoleh pagu anggaran sebesar Rp4,019 triliun.

“Yang terpenting, kita bagaimana menjaga amanah dalam penggunaan dana, masyarakat merasakan program-program yang ada. Seyogianya kita transparan dan akuntabel,” jelas Erick.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati yang memimpin rapat menyatakan Komisi X menyetujui pagu anggaran tersebut untuk selanjutnya dibahas sesuai mekanisme pembahasan anggaran.

“Komisi X menekankan Kemenpora agar menjadikan pandangan dan mas**an dari Anggota Komisi X DPR yang disampaikan dalam laporan singkat agar bisa menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan Kemenpora tahun anggaran 2027,” pungkas Kurniasih.

Gus Kikin jadi Ketum PBNU, Gus Ipul Tepis Isu Paket Pesanan IstanaKetua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama...
31/08/2026

Gus Kikin jadi Ketum PBNU, Gus Ipul Tepis Isu Paket Pesanan Istana

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah tuduhan adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Gus Ipul memastikan seluruh tahapan pemilihan yang menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU berlangsung tanpa campur tangan maupun tekanan dari pihak luar.

“Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini,” ujar Gus Ipul saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam isu yang menyebut adanya keterlibatan pihak Istana Negara dalam mengarahkan paket calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Ipul, kabar yang beredar di media sosial mengenai dinamika pemilihan sering kali berbeda dengan fakta yang terjadi di lokasi muktamar. Ia mencontohkan bahwa kekhawatiran yang sempat muncul sebelum acara tidak terbukti saat pelaksanaan.

“Banyak isu di luar sana. Banyak sekali, dulu tahu sendiri kan isunya kayak apa ini. Tapi, ternyata lihat, semua berjalan lancar,” kata Gus Ipul.

Ia pun meminta publik tidak menelan mentah-mentah perbincangan di platform digital.

“Berita-berita yang selama ini kita lihat di media sosial kadang-kadang itu jauh dari kenyataan. Jadi, saya bisa pastikan bahwa tidak ada itu intervensi,” tegasnya.

Gus Kikin Terpilih Mufakat Lewat AHWA
Proses penentuan Ketua Umum PBNU resmi tuntas pada Senin (31/8/2026) pagi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Pemilihan dilakukan melalui forum musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yakni badan khusus yang terdiri dari para ulama senior untuk menentukan pimpinan tertinggi NU.

Perwakilan AHWA KH Anwar Iskandar membacakan langsung penetapan hasil musyawarah tersebut.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon, maka AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031,” ujar Kiai Anwar.

Dengan hasil ini, susunan kepemimpinan PBNU 2026–2031 resmi terbentuk. KH Miftachul Akhyar menduduki posisi Rais Aam—jabatan tertinggi dalam struktur keulamaan NU—yang telah ditetapkan lebih awal, didampingi Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

Panitia Syukuri Pelaksanaan Muktamar
Gus Ipul bersyukur seluruh agenda Muktamar ke-35 NU dapat diselesaikan sesuai rencana. Ia berharap kepengurusan baru ini segera bekerja melayani umat dan bangsa.

“Mudah-mudahan dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara,” tutup Gus Ipul.

Boyamin Soroti Kinerja Jampidsus Kuntadi, Sita Rp401,6 Miliar dalam Kasus Korupsi Tata Kelola NikelKoordinator Masyaraka...
31/08/2026

Boyamin Soroti Kinerja Jampidsus Kuntadi, Sita Rp401,6 Miliar dalam Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyoroti langkah Kejaksaan Agung mengembalikan uang senilai Rp 401.653.737.469 (Rp 401,6 Miliar), kerugian keuangan negara atas dugaan kasus tindak pidana korupsi tata kelola komoditas nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI).

Menurutnya, keberhasilan ini berkat hasil kerja Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi.

Boyamin menilai gaya Kuntadi yang kalem, minim pernyataan, tapi kerja sistematis dan berorientasi hasil.

Dja menilai gaya itu justru yang dibutuhkan Kejaksaan saat ini untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Setahu saya Pak Kuntadi itu kan memang orangnya kalem dan lebih pada posisi pendiam ya, lebih s**a kerja-kerja yang sifatnya metodis dan sistematis. Jadi ya memang betul lebih berorientasi pada pengembalian kerugian negara dan yang sifatnya lebih terukur,” kata Boyamin kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Boyamin juga menyoroti kesederhanaan pribadi Kuntadi yang menurutnya kontras dengan jabatan strategis yang pernah diemban.

“Beliau ini sosok yang jarang bicara. Sangat sederhana, rumahnya di gang yang sangat sederhana, jauh dari kesan mewah, walaupun beberapa kali memegang jabatan penting di Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Bagi Boyamin, karakter seperti inilah yang dibutuhkan untuk membawa perubahan.

“Harapan baru ini mudah-mudahan tepat pilihan Pak Jaksa Agung untuk membawa perbaikan institusi Kejaksaan yang sangat diharapkan masyarakat," ujarnya.

Boyamin menyoroti gaya kepemimpinan Kuntadi dari hasil kerja.

“Perbedaan signifikannya itu sih. Kalau dalam beberapa menangani perkara termasuk Jampidsus termasuk juga berhasil menyita itu kan langsung gitu kan. Tiba-tiba sudah bisa menyita Rp 401 miliar. Bahwa sekarang lebih berorientasi, iya betul,” ujar Boyamin.

Ia menyebut pendekatan ini sejalan dengan ajaran Alm. Baharuddin Lopa dulu bahwa Kejaksaan tidak boleh sekadar memenjarakan orang.

“Zaman Pak Baharuddin Lopa dulu Jampidsus tidak mau sekadar memenjarakan orang. Kejaksaan Agung harus orientasi mengembalikan kerugian negara yang besar. Bukan hanya kecil mengembalikan. Tidak semata-mata mengejar orang,” jelasnya.

Bagi Boyamin, penyitaan Rp401 miliar sekaligus dengan pendekatan TPPU juga menjawab isu Undang-Undang Perampasan Aset.

“Karena ini juga ada kena-kenaannya TPPU, sementara isu juga Undang-Undang Perampasan Aset. Maka dengan langsung TPPU maka itu termasuk menjawab tentang isu perampasan aset,” katanya.

Selain di ranah nikel, Jampidsus juga menggerakkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Satgas berhasil menguasai kembali 1.111 hektare kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Korporasi di tempat tersebut kini terancam denda Rp1,473 miliar.

Boyamin menilai ini bukti Jampidsus berani masuk ke sektor sumber daya alam yang padat kepentingan.

“Perkara sumber daya alam membutuhkan keberanian dan ketelitian sekaligus. Ada kepentingan ekonomi yang besar di dalamnya. Karena itu, ketika Jampidsus berani masuk dan mengurai persoalan sampai pada dugaan modus, aliran manfaat, serta potensi kerugian negara, itu patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak defensif,” ujarnya.

Boyamin juga mengapresiasi Jampidsus Kuntadi yang tidak terjebak mengejar kuantitas, tapi fokus pada kualitas alat bukti dan substansi perkara.

“Pendekatan substansi itu kan kualitasnya, mutunya. Alat buktinya tidak sekadar saksi dua orang, terus dokumen ada, tapi tidak substansi, tidak berkualitas, ya malah nanti bisa-bisa bebas dan pesannya mengkriminalkan orang,” ujarnya.

Ia menyinggung kasus-kasus sebelumnya yang menimbulkan tuduhan “kriminalisasi” karena konstruksi hukumnya dianggap lemah.

“Banyak tuduhan kemarin gedung bundar itu mengkriminalkan orang, seperti kasusnya Tom Lembong maupun kasusnya Nadiem Makarim. Meskipun saya juga memaklumi, tapi bahwa itu proses hukum harus kita hormati, tapi dugaan kurang kuat, itu kan kurang berkualitasnya,” kata Boyamin.

Menurut Boyamin, tantangan terbesar Kuntadi adalah memulihkan kepercayaan publik kepada Kejaksaan yang sempat tergerus.

“Itu sangat menjadi PR besar bagi Jampidsus sekarang. Dan itu otomatis semuanya: kombinasi antara kecepatan, ketepatan hukum, transparansi sehingga membalikan marwah Kejaksaan Agung. Ini momentum membangun kepercayaan publik dengan kinerja yang progresif dan terukur,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung memamerkan uang ratusan miliar Rupiah di lobi Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Senin (31/8/2026).

Uang dengan pecahan Rp 100 ribu itu dipampang bertumpuk menyerupai kursi penonton di stadion sepakbola.

Sementara di bagian atas terlihat papan berlatar merah dan berlogo Jampidsus dengan tulisan nominal uang serta tempus perkara kasus tersebut yakni tahun 2017-2020.

Dalam hasil penyidikan Kejagung, diketahui pada tahun 2017-2019 Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang milik PT CNI di Sulawesi Tenggara belum memiliki Rancangan Kerja Anggaran Biaya (RKAB) namun telah mengantongi izin ekspor.

PT CNI bekerjasama dengan penyelenggara negara melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar nikel dengan nilai hasil uji kadar kurang dari 1,7 persen untuk memenuhi syarat ekspor yakni diatas 1,7 persen.

Dari hasil penghitungan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa manipulasi dokumen ekspor itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 401 miliar.

Setelah mendapat perhitungan tersebut, penyidik Kejagung pun melakukan tindak lanjut dengan berupa pemulihan kerugian keuangan negara dengan menagih jumlah tersebut kepada PT CNI.

Sebab langkah itu sebagai sebagaimana tujuan dari penegakan hukum tindak pidana korupsi yang bukan semata-mata berorientasi penindakan tidak hanya kepada pemidanaan, melainkan pada pemulihan keuangan negara dan perbaikan tata kelola pasca penindakan.

Setelah melakukan penerimaan dari PT CNI, Kejagung pun langsung melakukan penyitaan yang kemudian dititipkan di Rekening Pemerintah Lainnya atau RPL pada Bank Mandiri Nomor 139 Rekening pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Kendati telah menemukan adanya unsur tindak pidana, namun Kejagung dalam hal ini belum menentukan sosok tersangka dalam perkara tersebut.

Daftar 9 Taman Nasional Rawan Karhutla yang Ditutup Sementara, TNBTS hingga Gunung CiremaiPemerintah menutup sementara a...
31/08/2026

Daftar 9 Taman Nasional Rawan Karhutla yang Ditutup Sementara, TNBTS hingga Gunung Ciremai

Pemerintah menutup sementara aktivitas wisata pendakian di sembilan taman nasional yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan ini diambil untuk meminimalisir risiko keselamatan pengunjung.

Berikut daftar sembilan taman nasional yang ditutup sementara:

Pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru/TNBTS)
Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Gunung Ciremai
Taman Nasional Tambora
Taman Nasional Manusela
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Lorentz (khusus jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba)

Selain kebijakan penutupan di sembilan kawasan tersebut, pemerintah juga memberlakukan skema pembukaan secara terbatas dengan pengawasan ekstra ketat dan pembatasan zonasi aman di empat kawasan konservasi lainnya, di antaranya:

Taman Nasional Gunung Rinjani
Taman Nasional Gunung Merbabu
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro)
Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan ketetapan teknis keputusan penutupan sementara ini akan segera diterbitkan melalui regulasi resmi dalam bentuk surat edaran.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan ada penutupan sementara terhadap 9 Taman Nasional,” kata Raja Antoni usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

Rapat koordinasi lintas sektor melibatkan:

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru
Danrem 044/GAPO
Kejaksaan Tinggi Sumsel
Danlanud SMH Palembang Kolonel Asep Wahyu Wijaya
Danlanal Palembang Kolonel Arry Hendrawan
Perwakilan DPRD Provinsi Sumsel
bupati dan walikota se-Sumsel
Raja Antoni menegaskan bahwa penutupan sementara ini semata-mata mengedepankan aspek keselamatan jiwa para pendaki di tengah tingginya ancaman kebakaran.

Ia berkaca dari kasus kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang membuat sekitar 170 pendaki terjebak.

Sehingga keputusan penutupan sementara dimaksudkan untuk mencegah kejadian berulang yang mengancam keselamatan para pendaki.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi, seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Raja Antoni.

Lebih lanjut pemerintah menyatakan bahwa karhutla yang terjadi di area taman nasional menyulitkan operasi pemadaman terpadu.

Terlebih armada udara pengebom air (water bombing) juga harus memecah fokus antara memadamkan di enam provinsi prioritas atau taman nasional.

"Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” ujarnya.

31/08/2026

Kejagung Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp401,6 Miliar dari Kasus Korupsi Nikel PT CNI

31/08/2026

Percepat Bantuan Logistik, Pekerja China Berjuang Membuka Jalur Vital di Perbatasan Nepal

31/08/2026

Reaksi Gerindra seusai Rais Aam KH Miftachul Akhyar & Ketum PBNU Gus Kikin Disebut 'Paket Istana'

31/08/2026

Praperadilan Jilid V Berlanjut, Roy Suryo Sebut Bakal Ada ‘Data-Data Detail’ untuk Hadapi Perkara

31/08/2026

Blak-blakan Hercules Turun Langsung Bubarkan Massa Demo di Slipi Tengah Malam, Klaim Sasar Perusuh

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas merespons terpilihnya Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai K...
31/08/2026

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas merespons terpilihnya Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua PBNU dan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

Anwar mengatakan duet kedua pemimpin itu dinilai bisa membawa NU tampil sebagai organisasi yang sejuk, berkemajuan, sekaligus memiliki perhatian kuat terhadap ekonomi umat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Anwar Abbas pada Senin (31/8/2026).

Menurut Anwar, Miftachul Akhyar memiliki prinsip dakwah yang mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis.

Anwar menyebut sosok Miftachul Akhyar merupakan sosok yang sejuk dan jauh dari kekerasan dan cercaan.

"Ini artinya sosok dakwah yang akan lebih ditampilkan lagi ke depan oleh sang kiai (Kiai Mif) seperti yang sudah beliau lakukan sebelum-sebelumnya tentu saja sosok dakwah yang sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan," kata Anwar Abbas.

Selain itu Miftachul Akhyar juga dinilai memperhatikan soal penguatan ekonomi.

Anwar menilai terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dapat menjadi pasangan yang saling melengkapi.

Sebab sosok Gus Kikin merupakan tokoh yang sudah banyak berpengalaman di bidang ekonomi dan bisnis.

Anwar berharap pengalaman Gus Kikin bisa diterjemahkan menjadi program nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdliyin. (Tribun-Video.com)

Address

Palmerah
Jakarta
11480

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribunnews Update posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share