MFF Syndicate

MFF Syndicate —Mercusuar Informasi—
Kelompok kajian politik dan kebijakan publik �

Menganalisa & Mengupas Fakta
� kolaborasi? please inbox or [email protected]

“Malam Minggu, 3 Tokoh, Satu Meja Membahas Nasib 4 Pulau”(Sebuah Dialog Imaginer)Takbir idul adha selepas ba’da salat is...
07/06/2025

“Malam Minggu, 3 Tokoh, Satu Meja Membahas Nasib 4 Pulau”
(Sebuah Dialog Imaginer)

Takbir idul adha selepas ba’da salat isya baru saja berhenti bergema. B**g Hatta mengundang B**g Karno dan Wali Hasan Tiro untuk bersilaturahmi. Setelah selesai menyantap makan malam dengan menu rendang dan sayur lodeh, B**g Hatta menawarkan para tamunya minuman untuk menghangatkan diskusi yang menjadi agenda pokok disetiap silaturahmi.

*Hatta: B**g mau minum apa?

*Soekarno: Saya kopi tubruk saja seperti biasa.

*Hatta: Kalau wali? Saya punya teh talua, lezat dan nikmat rasanya. Apakah wali mau coba?

*Hasan Tiro: Terimakasih Uda, kalau tersedia saya mau Coca Cola saja.

*Soekarno: Aih! Wali ini bagaimana, kenapa s**a sekali dengan minuman produk kapitalis itu..!?

*Hatta: Sudah b**g, tidak usah diperpanjang. Kebetulan saya sudah siapkan Coca Cola karena tahu Wali akan kemari.

*Soekarno (mengeluarkan selembar peta yang sejak awal dibawanya, kemudian menatap peta yang telah dia bentangkan di meja):

Saudara-saudara! Saya ikuti polemik empat p**au yang berada di perairan Singkil. Walau persoalan ini masih berada dibawah NKRI, tapi sedikit saja salah pemerintah ambil kebijakan, persatuan Indonesia bisa kembali terkoyak. Bila Aceh merasa haknya dilucuti, maka luka sejarah akan kembali berdarah. Apakah kita ingin itu terjadi?

*Hatta (menarik napas pelan, menyesap teh talua):
B**g Karno, mari kita lihat secara hukum. Kalau administratifnya Aceh, dan masyarakat di sana merasa bagian dari Aceh—kenapa mesti diubah sepihak? Apakah ini tidak mencederai prinsip otonomi dan keadilan pemerintahan daerah?

*Hasan Tiro:
Terlambat, B**g Hatta. Dari dulu Aceh sudah merasa disayat-sayat oleh republik ini. Hari ini p**au, besok tanah adat, lusa entah apa lagi. Kami ini bukan en sämre spelare, bukan anak bawang. Kami punya sejarah sebagai bangsa merdeka. Ini bukan soal otonomi, ini soal identitas kami yang terus dihapus secara halus.

*Soekarno (berdiri, menunjuk peta):
Tetapi Wali, bukankah dahulu kita sepakat bahwa Indonesia adalah rumah besar tempat semua bangsa di Nusantara tinggal bersama? Janganlah Aceh menarik diri dari mimpi bersama itu!

*Hasan Tiro:
Aceh tidak pernah ikut mimpi Indonesia, B**g. Aceh punya realitas sendiri. Kalau rumah besar itu tiap kali menindas, mengatur, dan membagi warisan kami ses**anya, maka kami berhak menolak jadi penghuninya.

*Hatta:
Saya memahami emosi Wali. Tapi kalau kita ingin solusi, harus tetap dalam kerangka hukum. Mendagri tidak bisa asal menetapkan wilayah. Ada peta, sejarah, kesaksian rakyat, dan prinsip pemerintahan yang baik. Harus dibuka kembali, siapa yang dulu mengelola? Siapa yang membayar pajak? Siapa yang memilih kepala desa, dan rakyat disana saat pemilu masuk ke daerah pemilihan yang mana?

*Soekarno (menenangkan):
Tetapi jangan p**a kita biarkan persoalan ini memecah belah rakyat. Empat p**au ini harus menjadi simbol persatuan, bukan batu perpecahan. Seharusnya pemerintah pusat mengundang kedua provinsi, membuka dokumen sejarah, bahkan bertanya pada rakyat di Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek: siapa yang mereka anggap rumah? Rakyat disana jangan sampai op drift!

*Hatta:
Kalau begitu, mari kita mulai dari mendengar. Bukan memutuskan dari atas. Bukan mengatur dari meja kementerian. Tapi duduk di tanah, di p**au-p**au itu, dan bertanya: “Kamu ingin berada di bawah siapa?”

*Soekarno (menepuk meja):
Itu baru demokrasi! Demokrasi yang hidup dari bawah. Bukan dari peta yang digambar ulang oleh kekuasaan.

*Hasan Tiro (berdiri):
Jika republik ini sungguh mau mendengar, maka dengarlah dengan adil. Jangan pakai telinga kekuasaan birokrasi, tapi pakailah telinga nurani.

*Soekarno:
Lalu, kepada siapa Wali tugaskan untuk membela persoalan empat p**au itu?!

*Hasan Tiro:
Tentu saja kepada Muzakir. Kalau dia tak cakap, cukur habis saja jambangnya!!

*semuanya tertawa

(Bersamb**g)

Dikutip dari status Facebook M Fauzan Febriansyah

Aceh Bersih Bersih
09/07/2023

Aceh Bersih Bersih

Selamat HUT POLRI yang ke-77. Semoga semangat Bhayangkara terus membara dalam menjaga kedamaian, keamanan dan persatuan ...
01/07/2023

Selamat HUT POLRI yang ke-77. Semoga semangat Bhayangkara terus membara dalam menjaga kedamaian, keamanan dan persatuan bangsa.

POLRI PRESISI UNTUK NEGERI, SALAM PRESISI 🇮🇩

Kami Keluarga Besar Ganjarist mengucapkan*Selamat Ulang Tahun untuk Bhayangkara yang ke-77*. Semoga semangat Bhayangkara...
01/07/2023

Kami Keluarga Besar Ganjarist mengucapkan

*Selamat Ulang Tahun untuk Bhayangkara yang ke-77*. Semoga semangat Bhayangkara terus membara dalam menjaga kedamaian dan keamanan.

POLRI PRESISI UNTUK NEGERI, SALAM PRESISI





Selamat Pak  untuk tugas dan amanah baru. 🇮🇩
26/06/2023

Selamat Pak untuk tugas dan amanah baru. 🇮🇩

Selamat ulang tahun Presiden Joko WidodoPresiden kebanggaan, Presiden paling bernyali! Sehat selalu presidenku. 🇮🇩
21/06/2023

Selamat ulang tahun Presiden Joko Widodo

Presiden kebanggaan, Presiden paling bernyali! Sehat selalu presidenku. 🇮🇩

Dalam mengukur kinerja kepemimpinan tentu objektivitas menjadi kunci utama dalam mengambil kesimp**an. Seluruh pihak har...
16/06/2023

Dalam mengukur kinerja kepemimpinan tentu objektivitas menjadi kunci utama dalam mengambil kesimp**an. Seluruh pihak harus terbiasa untuk mengukur kinerja berdasarkan data rill agar menjadi gambaran yang sehat dalam mengawal berjalannya roda pemerintahan.

Menurut data BPS Provinsi Aceh Dalam Angka 2023, dapat dilihat bagaimana capaian kinerja PJ Gubernur Aceh secara objektif dan terukur, diantaranya capaian positif dalam beberapa sektor seperti angka kemiskinan, angka pengangguran, angka harapan hidup, angka stunting, dan indeks pembangunan manusia Aceh.

Budaya kritis berdasarkan fakta yang objektif akan dapat memperbaiki iklim demokrasi semakin membaik dan dan memberikan dorongan positif terhadap pemerintah untuk melaksanakan arah pembangunan lebih terarah.




Dalam mengukur kinerja kepemimpinan tentu objektivitas menjadi kunci utama dalam mengambil kesimp**an. Seluruh pihak har...
16/06/2023

Dalam mengukur kinerja kepemimpinan tentu objektivitas menjadi kunci utama dalam mengambil kesimp**an. Seluruh pihak harus terbiasa untuk mengukur kinerja berdasarkan data rill agar menjadi gambaran yang sehat dalam mengawal berjalannya roda pemerintahan.

Menurut data BPS Provinsi Aceh Dalam Angka 2023, dapat dilihat bagaimana capaian kinerja PJ Gubernur Aceh secara objektif dan terukur, diantaranya capaian positif dalam beberapa sektor seperti angka kemiskinan, angka pengangguran, angka harapan hidup, angka stunting, dan indeks pembangunan manusia Aceh.

Budaya kritis berdasarkan fakta yang objektif akan dapat memperbaiki iklim demokrasi semakin membaik dan dan memberikan dorongan positif terhadap pemerintah untuk melaksanakan arah pembangunan lebih terarah.




🇮🇩
31/05/2023

🇮🇩

Barakallah fii umrik Chief  yang ke-53 tahun ❤️🫡🇮🇩
30/05/2023

Barakallah fii umrik Chief yang ke-53 tahun ❤️

🫡🇮🇩

15/02/2022

menjadi salah satu transformasi dan terobosan dari Menteri BUMN untuk pengusaha lokal dan UMKM. Menjadi Mall-nya UMKM seluruh Indonesia. 🇮🇩

Btw, musik backsoundnya keren gak? 🎧🤭

Erick Thohir

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MFF Syndicate posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to MFF Syndicate:

Share