Yusri

Yusri ✨ Emotional & spiritual healing
🤍 Spreading positive thoughts and peace
🌿 Learning to love yourself slowly

29/06/2026

Saat itulah aku sadar...
Bukan karena aku tidak bisa menjelaskan.
Bukan karena aku tidak punya alasan.
Tapi karena sebagian orang tidak datang untuk memahami.
Mereka datang hanya untuk membenarkan penilaian mereka sendiri.
Dan sekeras apa pun kamu berusaha menjelaskan, telinga yang sudah tertutup tidak akan pernah benar-benar mendengar.
Dulu aku mengira kedamaian akan datang ketika akhirnya mereka mengerti.
Sekarang aku tahu...
Kedamaian justru datang ketika aku berhenti memaksa diriku untuk dimengerti oleh semua orang.
Aku berhenti menghabiskan energi untuk membela diri.
Aku berhenti mengejar pengakuan.
Aku berhenti menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran nilai diriku.
Bukan karena aku menyerah.
Tapi karena aku akhirnya memilih menjaga hatiku.
Kalau hari ini kamu sedang lelah menjelaskan dirimu...
Lelah selalu dianggap salah...
Lelah merasa tidak pernah didengar...
Aku ingin kamu tahu satu hal.
Kamu tidak harus mengorbankan ketenanganmu demi meyakinkan orang yang memang tidak ingin memahami.
Tidak semua orang akan melihat hatimu.
Tidak semua orang akan mengerti perjalananmu.
Dan itu tidak apa-apa.
Yang terpenting, jangan sampai karena terlalu sibuk menjelaskan kepada orang lain, kamu lupa mendengarkan dirimu sendiri.
🤍 Jika tulisan ini terasa seperti isi hatimu, simpan sebagai pengingat bahwa kamu tidak perlu membuktikan nilai dirimu kepada siapa pun.
Bagikan kepada perempuan lain yang mungkin sedang lelah berjuang sendirian.
Follow akun ini. Di sini kita belajar pulih, menetapkan batas yang sehat, dan memilih hidup yang lebih damai bukan karena semua orang mengerti kita, tetapi karena kita mulai menghargai diri sendiri.

23/06/2026

Kamu meminta maaf.
Untuk menjaga suasana tetap tenang.
Untuk menghindari pertengkaran.
Untuk mencegah orang lain marah.
Untuk bertahan.

Dan tanpa sadar...
Kamu mulai kehilangan dirimu sendiri.
Kamu mulai mempertanyakan setiap keputusan.
Kamu mulai takut berkata tidak.
Kamu mulai merasa tidak pantas membela diri.
Kamu mulai percaya bahwa semua masalah memang berasal darimu.
Padahal belum tentu.

Aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin perlu kamu dengar hari ini.
Tidak semua konflik adalah salahmu.
Tidak semua kemarahan orang lain adalah tanggung jawabmu.
Tidak semua kekecewaan mereka harus kamu tanggung.
Dan tidak semua hal membutuhkan permintaan maaf darimu.
Kadang yang perlu kamu lakukan bukan meminta maaf. Tapi berhenti menyalahkan diri sendiri atas luka yang bukan kamu penyebabnya.

Aku tahu rasanya.
Karena perempuan yang terlalu lama hidup dalam tekanan sering tumbuh menjadi perempuan yang selalu merasa bersalah.
Bahkan ketika hatinya yang sedang terluka.

Kalau hari ini kamu masih sering mengucapkan "maaf" untuk hal-hal yang bukan kesalahanmu...
Peluk dirimu sebentar.
Mungkin selama ini kamu hanya sedang berusaha bertahan dengan cara yang kamu tahu.

Tapi sekarang saatnya belajar sesuatu yang baru.
Bahwa kamu boleh punya suara.
Bahwa kamu boleh membela dirimu.
Bahwa kamu tidak harus memikul semua kesalahan yang bukan milikmu.

Dan yang paling penting...
Kamu tidak harus terus meminta maaf hanya untuk membuat orang lain nyaman.

⚠️Kalau tulisan ini terasa seperti menceritakan hidupmu, simpan sebagai pengingat.
Dan bagikan ke perempuan lain yang mungkin sudah terlalu lama meminta maaf atas hal-hal yang bahkan bukan kesalahannya.

Follow akun ini untuk perjalanan pulih, bertumbuh, dan belajar mencintai diri sendiri tanpa rasa bersalah. 🤎

23/06/2026

Aku pernah hidup terlalu lama di lingkungan yang membuatku harus waspada setiap saat.

Memperhatikan nada bicara.
Memperhatikan ekspresi wajah.
Memperhatikan langkah kaki.
Memperhatikan suara pintu.
Karena aku tidak pernah tahu kapan suasana akan berubah menjadi buruk.
Dan perlahan aku sadar...
Yang lelah bukan hanya hatiku.
Tubuhku juga lelah.
Lelah hidup dalam mode bertahan.
Lelah merasa tidak aman.
Lelah menunggu badai yang bisa datang kapan saja.

Kalau hari ini kamu masih mudah kaget karena suara keras...
Masih cemas saat seseorang meninggikan suara...
Masih merasa jantung berdebar ketika ada orang marah...
Mungkin itu bukan karena kamu terlalu sensitif.
Mungkin tubuhmu sedang membawa luka yang belum sempat sembuh.

Dan jika itu yang kamu rasakan, aku ingin kamu tahu...
Kamu tidak sendirian.
Ada banyak perempuan di luar sana yang tersenyum setiap hari, tetapi diam-diam sedang berusaha menenangkan tubuh yang sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan.
Pelan-pelan ya.
Kamu tidak harus sembuh hari ini.
Tapi kamu berhak hidup tanpa terus-menerus merasa takut.

Kalau tulisan ini mewakili perasaanmu, simpan sebagai pengingat bahwa apa yang kamu rasakan itu nyata.
Dan follow akun ini untuk menemani perjalanan pulihmu, satu langkah kecil setiap harinya. 🌿

23/06/2026

Yang membuat lelah adalah rasa waspada yang tidak pernah berhenti.
Tubuhmu ada di rumah.
Tapi pikiranmu terus berjaga.
Hati-hati. Jangan salah bicara. Jangan salah bersikap. Jangan membuat suasana memburuk.
Dan itu terjadi setiap hari.
Sampai akhirnya kamu lupa rasanya hidup dengan tenang.
Aku pernah berada di fase itu.
Dan aku baru sadar...
Tidak semua luka datang dari pukulan.
Ada luka yang lahir dari hidup terlalu lama dalam ketakutan.
Ada luka yang terbentuk karena setiap hari harus berjalan di atas kulit telur agar tidak membuat orang lain marah.
Kalau kamu sedang menjalani itu, aku ingin kamu tahu satu hal:
Kamu tidak berlebihan. Kamu tidak terlalu sensitif. Dan kamu tidak lemah.
Siapa pun akan lelah jika harus hidup dalam ketidakpastian emosi setiap hari.
Kedamaian bukan kemewahan.
Kedamaian adalah kebutuhan.
Dan setiap perempuan berhak memilikinya. 🤍
Kalau tulisan ini mewakili apa yang pernah atau sedang kamu rasakan, simpan dan bagikan kepada perempuan lain yang mungkin sedang berjuang dalam diam.
Follow akun ini untuk perjalanan pulih, bertumbuh, dan menemukan kembali ketenangan yang sempat hilang. 🌿

20/06/2026

Aku pergi karena untuk pertama kalinya, aku memilih diriku sendiri.
Aku lelah menangis diam-diam. Lelah mempertanyakan apa kurangku. Lelah terus merasa tidak cukup hanya agar diterima oleh seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar menghargai keberadaanku.
Dan hari itu aku belajar...
Meninggalkan bukan berarti kalah. Melepaskan bukan berarti gagal.
Kadang, itu adalah bentuk cinta paling besar yang bisa kita berikan kepada diri sendiri.
Proses sembuh memang tidak indah. Ada hari-hari ketika luka terasa terbuka lagi. Ada malam ketika kenangan datang tanpa diundang. Ada saat-saat ketika ingin kembali hanya karena rindu, bukan karena hubungan itu sehat.
Tapi aku terus memilih berjalan.
Sedikit demi sedikit, aku belajar tersenyum tanpa bergantung pada validasi siapa pun. Belajar bahwa bahagiaku tidak boleh dititipkan pada orang lain. Belajar bahwa aku layak dicintai tanpa harus kehilangan diriku sendiri.
Kalau hari ini kamu sedang berada di titik yang sama... Percayalah.
Kamu tidak egois karena memilih pergi. Kamu tidak jahat karena berhenti bertahan. Kamu tidak lemah karena memilih sembuh.
Kamu sedang menyelamatkan satu orang yang paling berharga dalam hidupmu.
Yaitu... dirimu sendiri.
Dan suatu hari nanti, kamu akan berterima kasih pada versi dirimu yang berani memilih pulang kepada dirinya sendiri. 🤍

20/06/2026

Aku memilih keluar dari lingkungan yang terus melukai batinku bukanlah aku menyerah.

Itu adalah hari pertama aku memilih menyelamatkan diriku.

Karena aku percaya...

Setiap perempuan berhak memiliki hidup yang tenang. Berhak tersenyum tanpa rasa takut. Berhak pulang ke rumah yang membuat hatinya merasa aman.

Kalau hari ini kamu sedang berada di fase itu, aku ingin kamu tahu...

Kamu tidak sendiri.

Kalau tulisan ini mewakili isi hatimu, simpan dan bagikan kepada perempuan lain yang mungkin sedang berjuang diam-diam.

Follow akun ini. Di sini kita belajar bersama bahwa memilih pulih bukanlah tanda lemah, melainkan bentuk keberanian terbesar untuk mencintai diri sendiri. 🤎

17/06/2026

Kalau hari ini kamu masih berjuang memulihkan rasa percaya dirimu, ingatlah satu hal:
Apa yang pernah dikatakan orang tentangmu, bukanlah siapa dirimu yang sebenarnya.

Kamu berhak sembuh. Kamu berhak dihargai. Dan kamu berhak menemukan kembali versi dirimu yang pernah hilang.
Kalau kamu pernah mengalami hal seperti ini, kamu tidak sendiri.

17/06/2026

Kalau hari ini kamu masih berjuang memulihkan rasa percaya dirimu, ingatlah satu hal:
Apa yang pernah dikatakan orang tentangmu, bukanlah siapa dirimu yang sebenarnya.
Kamu berhak sembuh.
Kamu berhak dihargai.
Dan kamu berhak menemukan kembali versi dirimu yang pernah hilang.

11/06/2026

Ada luka yang tak terlihat, ada tangis yang hanya Allah yang tahu. Berkali-kali aku bertanya, "Mengapa harus seberat ini?" Namun seiring waktu, aku belajar bahwa tidak semua rasa sakit hadir untuk menghancurkan. Beberapa datang untuk menguatkan, mengajarkan, dan mengantarkanku pada versi diriku yang lebih baik.

10/06/2026

Ketika Allah menghadirkan seseorang yang tepat, kamu tidak lagi merasa harus mengejar, membuktikan, atau memohon untuk dicintai. Kamu hanya merasa aman, dihargai, dan diterima apa adanya.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yusri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share