RLI Insider

RLI Insider 👥 Part Dari: Republik Lucu Indonesia 🎭

🔮 Where Brain Meet Non-sense 🧠

14/06/2026

Kalian pernah denger istilah ini? Atau malah kedengeran Cringe waktu tau? 🤔

Kuy share pendapat klean di kolom komentar!

14/06/2026

Kalian familiar ga sama meme yang satu ini? Atau malah ga pernah ngeliatnya sama sekali? Kuy beri pendapat klean di kolom komentar!

22/05/2026

Nasi goreng merupakan salah satu makanan asal indonesia yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak nomor 2 di dunia.

Tapi disamping itu, makanan ini memiliki ciri khasnya tersendiri yaitu selalu dijual di malam hari

Gimana nih kalo menurut kalian?

⚠ Catatan: Konten Ini Mengandung Suara & Illustrasi Yang Menggunakan Bantuan AI Untuk Mempermudah Pembuatan Konten & Meningkatkan Estetika 🤖.

19/05/2026

Eliyu Simiyu Wakesa, merupakan seorang pendeta yang pernah menuai kontroversi karena ia pernah mengaku sebagai Yesus Kristus dengan jumlah pengikut yang cukup banyak di Kenya.

Gimana nih menurut kalian?

⚠ Catatan: Konten Ini Mengandung Suara & Illustrasi Yang Menggunakan Bantuan AI Untuk Mempermudah Pembuatan Konten & Meningkatkan Estetika 🤖.

Orang Indonesia memiliki kebiasaan unik yang menganggap seseorang belum benar-benar makan jika belum mengonsumsi nasi.Wa...
18/05/2026

Orang Indonesia memiliki kebiasaan unik yang menganggap seseorang belum benar-benar makan jika belum mengonsumsi nasi.

Walaupun sudah makan makanan berat seperti pizza, burger, ramen, steak, atau fried chicken dalam jumlah banyak, banyak orang Indonesia masih merasa itu hanya sekadar camilan atau pengganjal perut. Dalam budaya Indonesia, nasi bukan hanya pelengkap, tetapi dianggap sebagai inti dari sebuah makan utama. Karena itu, muncul pola pikir bahwa “kalau belum makan nasi, berarti belum makan.”

Kebiasaan ini sudah sangat melekat di masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, mulai dari anak kos, pekerja kantoran, hingga keluarga kaya. Fenomena ini juga sering membuat orang asing heran karena di banyak negara lain roti, kentang, atau pasta sudah dianggap cukup sebagai makanan utama tanpa perlu nasi lagi.

Sumber Referensi: Kompas.com & Okezone Health

Fenomena seseorang berlatih argumen atau berdebat sendiri saat mandi ternyata cukup umum dan berkaitan dengan cara kerja...
17/05/2026

Fenomena seseorang berlatih argumen atau berdebat sendiri saat mandi ternyata cukup umum dan berkaitan dengan cara kerja otak manusia dalam memproses pikiran serta emosi. Saat mandi, otak berada dalam kondisi lebih rileks sehingga pikiran lebih mudah mengembara, memunculkan percakapan imajiner, mengulang debat lama, atau membayangkan jawaban yang seharusnya diucapkan.

Kebiasaan ini dianggap sebagai bentuk “inner speech” atau dialog batin yang membantu seseorang melampiaskan emosi, mempersiapkan percakapan penting, hingga meningkatkan rasa percaya diri. Karena dilakukan di dalam imajinasi sendiri, banyak orang juga bercanda bahwa mereka selalu “menang debat” dalam skenario tersebut. Fenomena ini sering dikaitkan dengan shower thoughts dan dianggap sebagai hal normal dalam proses psikologis manusia.

Sumber Referensi: Scientific American & Frontiers In Psychology

Penelitian mengenai kebiasaan membuka banyak tab browser menunjukkan bahwa banyak orang merasa dirinya lebih produktif s...
16/05/2026

Penelitian mengenai kebiasaan membuka banyak tab browser menunjukkan bahwa banyak orang merasa dirinya lebih produktif saat melihat banyak halaman terbuka sekaligus, walaupun sebagian besar tab tersebut sebenarnya jarang dipakai. Fenomena ini dikenal sebagai “tab overload”, yaitu kondisi ketika otak menganggap tab yang tetap terbuka sebagai pengingat visual untuk pekerjaan, ide, atau informasi yang belum selesai.

Banyak orang juga enggan menutup tab karena takut lupa atau kesulitan menemukan informasi tersebut di kemudian hari. Namun, berbagai studi produktivitas menemukan bahwa terlalu banyak tab justru dapat meningkatkan beban mental, membuat fokus lebih mudah terpecah, serta menurunkan efisiensi kerja karena otak harus memproses terlalu banyak informasi dalam satu waktu.

Sumber Referensi: Microsoft Research & Science Alert

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak orang cenderung berbicara lebih sopan kepada AI, chatbot, atau robot diband...
15/05/2026

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak orang cenderung berbicara lebih sopan kepada AI, chatbot, atau robot dibanding kepada manusia biasa. Fenomena ini terjadi karena manusia sering secara tidak sadar menganggap teknologi yang dapat berbicara dan merespons layaknya makhluk sosial. Banyak pengguna tetap mengucapkan kata seperti “tolong” dan “terima kasih” kepada AI meskipun sadar bahwa AI tidak memiliki perasaan.

Peneliti menyebut hal ini sebagai “anthropomorphism”, yaitu kecenderungan manusia memberi sifat manusia pada benda atau teknologi. Bahkan dalam beberapa eksperimen, ada orang yang merasa tidak nyaman atau bersalah ketika harus bersikap kasar atau mematikan robot yang terlihat “memohon”, menunjukkan bahwa manusia sangat mudah membangun respons emosional terhadap teknologi interaktif.

Sumber Referensi: Research Gate & LifeWire

Peneliti di Jepang pernah melakukan penelitian unik untuk mengetahui apakah musik atau suara tertentu bisa memengaruhi r...
14/05/2026

Peneliti di Jepang pernah melakukan penelitian unik untuk mengetahui apakah musik atau suara tertentu bisa memengaruhi rasa makanan, termasuk pisang. Dalam eksperimen tersebut, para peserta diminta memakan makanan yang sama sambil mendengarkan berbagai jenis audio dengan nada dan suasana berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara ternyata dapat memengaruhi cara otak manusia merasakan makanan.

Nada tinggi misalnya cenderung membuat rasa terasa lebih manis, sedangkan suara bernada rendah bisa memberi kesan rasa yang lebih kuat atau sedikit pahit. Fenomena ini dikenal sebagai crossmodal perception, yaitu ketika satu indra memengaruhi cara kerja indra lainnya.

Walaupun terdengar konyol karena seolah musik bisa mengubah rasa pisang, penelitian ini sebenarnya cukup serius dan membantu ilmuwan memahami hubungan antara suara, suasana, dan pengalaman makan manusia.

Sumber Referensi: Science Direct & CiNii Research

Beberapa survei dan penelitian menunjukkan bahwa banyak orang merasa lebih panik kehilangan ponsel dibanding kehilangan ...
13/05/2026

Beberapa survei dan penelitian menunjukkan bahwa banyak orang merasa lebih panik kehilangan ponsel dibanding kehilangan dompet. Penyebab utamanya adalah karena smartphone saat ini tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga menyimpan banyak hal penting seperti media sosial, foto pribadi, chat, email, akun bank, data pekerjaan, hingga identitas digital sehari-hari.

Karena itu, kehilangan ponsel sering memunculkan rasa takut terhadap kebocoran privasi dan hilangnya akses ke berbagai akun penting.
Fenomena ini juga dikenal dengan istilah “nomophobia”, yaitu rasa cemas berlebihan ketika seseorang jauh dari ponsel, kehilangan sinyal, atau tidak bisa mengakses perangkatnya. Beberapa penelitian menemukan bahwa banyak orang sudah memiliki keterikatan emosional dengan smartphone karena perangkat tersebut digunakan hampir di setiap aktivitas harian.

Bahkan dalam sejumlah survei, banyak responden mengaku rela kembali jauh ke tempat tertentu hanya demi mengambil ponsel yang tertinggal, menunjukkan betapa pentingnya peran smartphone dalam kehidupan modern saat ini.

Sumber Referensi: MDPI & PubMed

Address

Jalan Jend. Sudirman
Jakarta
12190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RLI Insider posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share