15/07/2026
🚨🇨🇵William Saliba sebenarnya sudah menahan rasa sakit ini sejak lama?
Pada Juni 2026, dalam sebuah wawancara, Saliba mengungkapkan bahwa punggungnya sudah bermasalah selama berbulan-bulan.
🗣️ "Saya sudah merasakan sedikit ketidaknyamanan selama beberapa bulan. Saya memaksakan diri untuk terus bermain karena ada Liga Premier dan Liga Champions."
Piala Dunia hanya datang empat tahun sekali, dan adrenalin membantu Anda melupakan rasa sakit itu."
Saat membaca pernyataan itu, pikiran saya langsung kembali ke musim 2024/25. Saat Saliba absen karena cedera, Arsenal kehilangan keseimbangannya. Tim yang biasanya begitu kokoh mendadak terlihat rapuh.
Banyak yang menyebut Gabriel Magalhães sebagai pilar utama pertahanan Arsenal. Dan itu benar. Tapi Saliba adalah sosok yang membuat pilar itu berdiri tegak dan berfungsi dengan sempurna.
Sejujurnya, saya sudah siap menghadapi kenyataan bahwa Arsenal akan kehilangan beberapa pemain penting di awal musim 2026/27. Namun saya tidak pernah membayangkan momen itu datang secepat ini.
Melihat Saliba terjatuh di tengah lapangan pagi tadi, lalu terdengar kalimat, "My back is gone," rasanya seperti menyaksikan seseorang yang sudah terlalu lama memaksa dirinya tetap berdiri hingga akhirnya tubuhnya menyerah.
Selama ini punggungnya bukan hanya menopang beban untuk Arsenal, tetapi juga untuk tim nasional Prancis. Ia terus bermain, terus bertarung, terus memaksakan diri demi tim yang ia bela.
Dan pada akhirnya, tubuhnya berkata cukup.
Setelah ini, operasi mungkin menjadi jalan yang harus ditempuh untuk benar-benar menyelesaikan masalah pada punggungnya.
Kadang saya berpikir, ketika seseorang terus memaksa dirinya melampaui batas, hidup punya cara sendiri untuk menghentikannya. Entah melalui cedera, sakit, atau hal-hal yang tidak pernah direncanakan.
Mungkin ini saatnya bagi Saliba untuk berhenti sejenak, memulihkan diri, dan mendengarkan tubuhnya.