08/10/2025
Informasi Terkini Batubara per 8 Oktober 2025
Berikut ringkasan informasi terbaru terkait industri batubara, termasuk harga, permintaan global, berita utama, dan perkembangan di Indonesia, berdasarkan data dari IEA, Trading Economics, Kementerian ESDM RI, dan laporan pasar terkini.
1. Harga Batubara Terkini
Harga batubara acuan (HBA) Indonesia untuk periode 1-14 Oktober 2025 naik menjadi US$106,94 per ton, setara Rp1,77 juta (kurs Rp16.584 per dolar AS), naik 3,33% dari September 2025 (US$103,50 per ton). Semua jenis batubara acuan (HBA I, II, III) menguat, didorong permintaan global yang solid meski ada tekanan transisi energi.
- Harga global (benchmark API 2): US$105 per ton per 3 Oktober 2025, naik 0,14% harian, turun 1,87% bulanan, dan 29,81% YoY. Di AS, harga US$140 per ton (Juni 2025), dengan tren melunak.
- Proyeksi 2025-2026: Futures rata-rata US$115 per ton untuk 2025-2027, stabilisasi setelah koreksi awal. IEA prediksi permintaan global plateau, naik tipis 2025, turun marginal 2026.
2. Permintaan dan Produksi Global
- Permintaan global: Rekor 8,8 miliar ton pada 2024 (+1,5% YoY), didorong China, India, Indonesia. Semester I 2025, permintaan turun di China dan India karena renewables, naik 10% di AS akibat permintaan listrik tinggi dan harga gas naik. Permintaan stabil 2025-2026, renewables lampaui batubara sebagai sumber listrik terbesar global.
- Produksi: China (51% global), India (11%), Indonesia peringkat 3 (775 juta ton/tahun). Proyeksi produksi global turun 2025-2027 karena shift energi bersih.
- Berita utama:
- AS: Penjualan lisensi batubara di Alabama hasilkan US$46 juta (akses 53 juta ton met coal). DOE investasi US$625 juta revitalisasi industri batubara. Ekspor AS ke India (23%), China (12%).
- China: Impor batubara melemah, produksi harian tinggi (14,27 juta ton/Nov 2024). PMI baja turun ke 47,7 (Sep 2025), sinyal off-season.
- India: Tambah 8 GW kapasitas PLTU baru (2024), tapi lambat. Distribusi listrik tandatangani kontrak jangka panjang dengan PLTU batubara.
- Indonesia: Pemerintah perpendek kuota produksi tambang jadi 1 tahun (dari 3 tahun) per 3 Oktober 2025, kendalikan output batubara dan nikel untuk dukung harga.
- Eropa: Harga batubara rendah (terendah sejak April), diprediksi pulih musim dingin karena gangguan pasokan Kolombia.
3. Perkembangan Lainnya
- Transisi energi: Renewables (solar dan angin) lampaui batubara sebagai sumber listrik global pada H1 2025, berkat pertumbuhan di China dan India. Di AS, solar diprediksi lewati angin (2025) dan batubara (2028).
- India (CIL): Produksi Q1 FY2025 capai 189,3 juta ton (+8% YoY), suplai ke PLTU naik 4%. Target 838 juta ton untuk FY2025.
- Diskusi di X (Twitter): Topik batubara di Indonesia lebih banyak soal reforma agraria di Kab. Batubara (Sumut) dan penanaman jagung untuk swasembada pangan. Global, diskusi fokus renewables vs. batubara dan proyek Thar Coal di Pakistan.
Pasar batubara stabil tapi tertekan transisi ke renewables, harga diprediksi lesu kecuali ada lonjakan permintaan musim dingin.