15/04/2026
Perjalanan batin Abuya Uci Di cidahu
Waktu Abuya Sepuh (Abuya Dimyati Cilongok) masih hidup, Abah Uci dipanggil untuk melanjutkan perjalanan batinnya menuju Cidahu, waktu itu abah Uci sudah nikah. Kata Abuya Sepuh "Sekarang menuju Imam agung Abuya Dimyati cidahu, beliau nunggu kamu sudah lama. Sekarang kamu diundang, Silahkan kesana, beliau memiliki banyak mustika, minta mustikanya". Sejak itu Abah Uci setiap malam Selasa berangkat ngaji ke Abuya cidahu bersama Abah muh (Saudara abah Uci).
Pertama kali abah ngaji ke cidahu, beliau telat datang sehingga duduk di pintu majlis. Ternyata Abuya cidahu mengetahui dengan muksyafahnya bahwa abah Uci baru pertama ikut ngaji dicidahu. Seraya abuya dawuh ketika selesai ngaji "Orang yang duduk di pintu nanti kerumah, Ngaji ke saya tidak bilang dulu".
Satu waktu abah Uci dari rumah mau menanyakan ke abuya cidahu perihal memakai cincin besar yang dipakai ayahnya di tiga jari. Ketika abah Uci datang di cidahu, ternyata abuya memakai cincin di sepuluh jarinya. Padahal belum menanyakan, Masya Alloh.
Di lain waktu abah Uci dititipkan surat oleh abuya cidahu untuk diberikan Kepada ayahnya, isi surat tersebut kurang lebih "Jangan banyak Makan, jangan banyak minum dan jangan banyak tidur". Abuya dimyati Cilongok membalas surat tersebut lewat abah Uci. Ketika abah Uci ke cidahu pada hari selasa, abuya meminta kepada abah balasan surat dari ayahnya dan langsung dibaca sontak tertawa. Padahal abah Uci belum matur.
Dan cerita yang masyhur, Termasuk saksinya adalah Al-mukarrom Abah Caringin. Suatu ketika Abah Uci dipanggil oleh abuya cidahu untuk masuk kamar beliau sekitar dari jam dua belas malam sampai menjelang waktu subuh. Abah Uci keluar dari kamar langsung tertawa dengan nada yang sangat berbeda sekali. Dan paginya beliau pulang ke tangerang langsung dikarantina oleh ayahnya (membatasi ngajar dan sebagainya). Karena khawatir Terlalu tinggi dan dalam pembahasan yang disampaikan. Subhanallah.
Sumber : Voice abah iim
Semoga bermanfaat