22/05/2023
كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَانِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan,namun berat di timbangan, dan disukai oleh Yang Maha pengasih yaitu subhaanallaah wa bihamdihi subhanallaahil 'adzhiim.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, dan imam Ibnu Majah.
مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ بِهِ نَخْلَةٌ فِى الْجَنَّةِ. رواه ابن حبان والحاكم
“Siapa yang membaca Subhanallah wa bihamdih maka telah ditanam pohon kurma untuknya sebab kalimat tersebut di dalam surga.” HR Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Juwairiyah mengabarkan bahwa Nabi meninggalkan dirinya ketika usai salat Subuh kemudian kembali di waktu dhuha. Beliau mendapati dirinya masih berdzikir pada Allah.
لقد قلت بعدك أربع كلمات، لو وُزِنَتْ بما قلت منذ اليوم لَوَزَنَتْهُنَّ: سبحان الله وبحمده، عدد خلقه ورضا نفسه وَزِنَةَ عرشه و مِدَادَ كلماته
"Sungguh aku telah mengucapkan sesudahmu empat kalimat. Seandainya ia ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan sejak pagi tadi niscaya lebih berat; yakni subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridhoo nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midaada kalimaatih (Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, sejumlah makhluk-Nya, sejauh keridhaan diri-Nya, seberat 'Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-kalimat-Nya)." (HR Muslim)