Lagi Viral

Lagi Viral informasi terbaru, cerita,video berita yang lagi viral, unik, lucu, hiburan, kata bijak, kisah islami, daily vlog dll

Klik ikuti biar kita berteman, Like follow share reels postingan kami ya 😊 lagi viral, hits, fyp, trending, kuliner resep traveling, quotes, kata bijak, motivasi, tips cara cerita berita humor, hiburan info berita terkini artis dll

Peristiwa terjadi di Sragen Aksi b3jat dilakukan oleh pensiunan guru berinisial SR (61) yang berdomisili di Kecamatan/Ka...
13/06/2026

Peristiwa terjadi di Sragen
Aksi b3jat dilakukan oleh pensiunan guru berinisial SR (61) yang berdomisili di Kecamatan/Kabupaten Sragen. Dia t3ga mencab*li keponakannya sendiri yang masih di bawah um*r hingga ham!l dan melah!rkan. 😩 Bahkan saat ini k0rban telah men!nggal dunia.
Kasat Reskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno mengatakan, aksi b3jat itu dilakukan tersangka sejak Juli 2024 hingga Juli 2025. Perset*buhan itu dilakukan di kamar rumah tersangka. Kasus ini baru terkuak saat ayah k0rban membuat laporan ke pihak kepolisian pada Jumat (3/4).

Ironisnya, kasus pencab*lan ini baru dilaporkan saat k0rban sudah men!nggal dunia usai melah!rkan bayi laki-laki yang diduga hasil hubungan k0rban dengan pelakv.

K0rban sebut saja Bunga, secara memprihatinkan, k0rban men!nggal dunia pada Jumat (3/4). Pada saat k0rban meninggal umur 17 tahun 4 bulan. K0rban tinggal di Sragen, dimana k0rban saat men!nggal baru saja beberapa hari sebelumnya melahirkan bayi laki-laki pada Minggu (29/3/2026). Bayi yang dilahirkan sehat, k0rban men!nggal karena hipertensi," kata Catur dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Rabu (6/5/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Hingga akhirnya menetapkan paman k0rban, SR, sebagai tersangka.

Catur mengatakan, aksi pencab*lan itu dilakukan tersangka saat sudah pensiun. Padahal tersangka sudah memiliki istri dan 3 anak. Namun tersangka tidak tinggal bersama sang istri di Sragen.

"Pelaku SR (61). Diketahui yang bersangkutan adalah pensiunan guru yang pernah bertugas di wilayah Sragen. Pelaku merupakan saudara sepupu dari ayah kandung k0rban," ucapnya.

Tersangka mempunyai seorang istri yang tinggal di Solo bersama dua orang anaknya. Tersangka memilih tinggal di Sragen bersama anak laki-lakinya yang menurut keterangan tersangka, pisahnya dengan istri bukan karena suatu permasalahan tapi karena faktor pekerjaan tersangka yang berada di Sragen. Tapi tetap kita dalami, karena saat kejadian tersangka sudah pensiun," tambahnya.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi k0rban dengan sejumlah uang agar mau menuruti nafsv bejatnya. Selain itu, tersangka juga memanfaatkan kedekatan sebagai saudara, dan kedekatan antara rumah k0rban dengan pelakv.

"Dari hasil penyidikan, tersangka melakukan perset*buhan terhadap Bunga yang tergolong masih keponakan sendiri dilakukan berulang kali. Menurut keterangan pelakv lebih dari 3 kali. Ini jadi pendalaman penyidik kami terkait modusnya," jelasnya.

SR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia sudah ditahan sejak Sabtu (4/4). Dalam proses pendalaman, Polres Sragen melibatkan tim Labfor Polda Jateng, dan unit PPA, dan Dinsos Sragen.

"Motifnya karena nafsv yang terobsesi setelah tersangka sering menonton video porn0 ujarnya.
Akibat perbuatannya, SR terancam Pasal 81 ayat 2 Jo Pasal 76 (d) UURI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana telah diubah dengan UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun atau denda 15 miliar.


Di Desa Situ Melekar, Sukabumi, sebuah keluarga yang awalnya tampak harmonis terjerumus dalam lingkaran dosa akibat n4fs...
11/06/2026

Di Desa Situ Melekar, Sukabumi, sebuah keluarga yang awalnya tampak harmonis terjerumus dalam lingkaran dosa akibat n4fsu tak terkendali. Siswati (39), istri dari Asis (60), mulai merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan rumah tangganya karena suaminya yang sudah lanjut usia tak mampu memenuhi kebutuhan b1ol0gisnya. 😳

Keadaan ini memicu pikiran-pikiran terlar4ng dalam benaknya, yang kemudian di perparah ketika ia melihat kedua anaknya, Rafi (16) dan Reza (18), menonton film dew4sa. Alih-alih bukannya menegur, Siswati justru membiarkan bahkan terlibat dalam hubungan b4dan.

"Saya tidak tahan melihat suami sudah tidak bertenaga sedang saya butuh kasih sayang dari suami. Lalu saya gak tahan ketika melihat anak yang sudah remaja terlihat sedang olahraga tangan dan melihat singkong yang terlihat begitu mengg0da saya jadi terbawa suasana kehangatan," ucap siswati.

Perbuatan mereka di ketahui saat tetangganya mendengar suara aneh dari dalam rumahnya. Saat tetangga melihat dari cela jendela, ternyata mereka sedang berkebun. Sontak tetangga mereka memanggil warga sekitar untuk memastikan mereka benar-benar berkebun. Saat warga datang ke rumahnya, mereka sedang asik berkebun di dalam kamar. Lalu mereka di arak ke balai desa untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.


Selama Puluhan Tahun Lansia Buta ini Tinggal di Sebuah Kandang Ayam.  😢 Mbah Maruwah (85 tahun), buta selama puluhan tah...
11/06/2026

Selama Puluhan Tahun Lansia Buta ini Tinggal di Sebuah Kandang Ayam. 😢

Mbah Maruwah (85 tahun), buta selama puluhan tahun, hidup sebatang kara tanpa pasangan, anak, maupun saudara.
Tinggal di kandang ayam yang sempit, bau kot0ran, tak berventilasi, dinding lapuk bolong-bolong, dan tiangnya sudah miring nyaris rubuh.
Sering terlvka karena tak bisa melihat, misalnya kaki terinjak bara api saat memasak dan tak bisa mengobati luka sendiri.
Harus berjalan jauh meraba-raba ke sumur desa untuk mengambil air karena tak memiliki kamar mandi.
Saat hujan, harus menutupi dinding bocor sendiri dengan plastik.

Mbah Maruwah Hidup serba kekurangan, tak ada yang membantu, namun tetap berusaha bertahan hidup dengan keterbatasan yang dimilikinya.


CARI NAFKAH DI USIA Belia! Bocah 6 Th ini Jualan Popcorn Demi Rawat Kakek ButaDi sebuah kampung kecil di pinggiran kota,...
24/05/2026

CARI NAFKAH DI USIA Belia! Bocah 6 Th ini Jualan Popcorn Demi Rawat Kakek Buta
Di sebuah kampung kecil di pinggiran kota, hiduplah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun bernama Ahmad. Usianya masih sangat muda, masih duduk di bangku TK, seharusnya hari-harinya dipenuhi warna, tawa, dan bermain bersama teman-temannya. Namun kehidupan justru memberinya ujian yang jauh lebih besar dari tubuh mungilnya.
ia di terlantarkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Ia tumbuh hanya ditemani oleh kakeknya yang sudah renta. Sang kakek bernama Abah Oleh berusia 73 Tahun telah kehilangan penglihatannya sejak 10 Tahun yang lalu dan kurangnya pendengaran, sehingga tidak mampu bekerja ataupun beraktivitas di luar rumah. Satu-satunya yang menemani dan mengurusnya adalah Ahmad, cucu kecil yang begitu tabah.
dulu abah oleh adalah seorang tukang pijat namun karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat kumuh, lusuh, dan berantakan. Atap bocor, dinding kusam, lantai tanah yang dingin. Di rumah itu tidak ada kamar mandi, tidak ada WC, bahkan untuk air minum dan mandi, Ahmad harus berjalan cukup jauh menuju resapan air di ujung kampung. Kadang-kadang ia mengambil air dari masjid, atau diberi sedikit oleh tetangga yang iba melihat perjuangannya.
Meski kondisi hidupnya sungguh memprihatinkan, Ahmad tidak pernah mengeluh. Setiap pagi setelah sekolah, ia membawa kantong kecil berisi popcorn titipan orang. Dengan harga hanya Rp.3.000 hingga Rp.5.000 rupiah per porsi, ia menyusuri gang demi gang, bahkan berjalan hingga ke perkotaan hanya untuk mendapatkan sedikit uang. Penghasilannya pun tidak menentu terkadang ia membawa pulang Rp.15.000 ribu, kadang Rp.20.000 ribu, atau malah tidak terjual sama sekali.
Namun uang itu tidak sepenuhnya untuknya. Ahmad masih harus menyetor kepada orang yang menitipkan dagangan, sehingga sisa yang ia bawa pulang benar-benar sedikit sekali. Meski begitu, ia tetap berjualan setiap hari tanpa pernah mengeluh lelah. Ia hanya berpikir bagaimana caranya bisa memberi makan kakeknya dan dirinya hari itu.
Sering kali Ahmad menahan sakit perut karena lapar, sementara ia tetap berdiri menjajakan popcorn kepada orang-orang yang lewat. Rasa sakit itu ia pendam sendiri, karena ia tahu tidak ada yang bisa ia andalkan selain dirinya.
Di usia yang begitu belia, Ahmad telah menanggung beratnya kehidupan orang dewasa. Namun hatinya tetap lembut. Ia tetap tersenyum ketika menyapa pembeli, tetap sabar ketika dagangannya tidak terjual, dan tetap kuat meski malam hari ia tertidur dalam keadaan lapar.
Ahmad adalah anak kecil yang mulia. Anak kecil yang sabar, tabah, dan pemberani menghadapi pedihnya kehidupan.
Meski hidupnya begitu sulit, Ahmad memiliki mimpi yang sederhana namun amat dalam. Ia ingin sekali mempunyai rumah yang layak huni, tidak kumuh, tidak bocor, dan tidak kotor. Ia ingin mempunyai tempat tinggal yang bersih agar kakeknya bisa hidup dengan nyaman.
Ahmad juga bermimpi memiliki usaha kecil-kecilan miliknya sendiri, sehingga ia tidak perlu lagi berjalan jauh menjajakan dagangan orang lain. Ia ingin berjualan di depan rumah, sambil tetap bisa menjaga kakeknya setiap waktu.

Hidup dari Mulung Sampah, Setiap Hari Kakek Arta Tempuh 17 Km Demi Upah 10 RibuDi balik senyumnya, tersimpan lelah dalam...
19/05/2026

Hidup dari Mulung Sampah, Setiap Hari Kakek Arta Tempuh 17 Km Demi Upah 10 Ribu
Di balik senyumnya, tersimpan lelah dalam hati Kakek Arta yang sudah berusia 65 tahun.
Kakek hanyalah pemulung tua yang setiap hari berjalan 17 km mencari rongsokan demi sesuap nasi.
Ia hidup sebatang kara di rumah kecil yang sempit dan pengap. Tidak ada kasur empuk, hanya alas seadanya untuk beristirahat.
Penghasilannya sangat sedikit, tak sampai Rp10.000 per hari, bahkan sering kali ia harus berpuasa karena tak punya uang untuk makan.
Usia yang makin tua membuatnya s4k1t-s4k1tan. Pinggangnya ny3ri, langkahnya berat, tapi ia tetap berjuang.
Tak jarang, ia mengikat perutnya dengan kain untuk menahan l4p4r, karena tak setiap hari ia mendapat rezeki.
Betapa pedih melihat lansia yang masih harus berjuang di masa tuanya demi sesuap nasi.

Viralll... Hanya Punya Setengah Tubuh, Remaja ini Berjuang Jual Kerupuk  Demi Bisa Makan Dan SekolahMaulana Rizqi setiap...
17/05/2026

Viralll... Hanya Punya Setengah Tubuh, Remaja ini Berjuang Jual Kerupuk Demi Bisa Makan Dan Sekolah
Maulana Rizqi setiap hari harus menghadapi ujian hidup yang berat. Kedua kakinya tidak sempurna, namun ia tak pernah membiarkan keterbatasan fisiknya menghalangi cita-citanya. Selepas sekolah, Rizqi berjalan jauh untuk menjual kerupuk di jalanan demi bisa makan dan sekolah
Namun sayangnya, ia kerap menjadi sasaran ejekan dan dihina oleh orang-orang yang tak mengerti perjuangannya. Dengan kondisi fisik yang terbatas, Rizqi hanya bisa berharap dagangannya terjual. Ada hari-hari di mana kerupuknya hanya laku satu bungkus.
Meskipun begitu, Rizqi tak pernah menyerah. Ia menempuh perjalanan puluhan kilometer di bawah terik matahari, berharap bisa mendapatkan cukup uang untuk bisa bertahan dan melanjutkan sekolah.
Kata-kata kasar dan perlakuan buruk yang ia terima dari orang-orang di sekitarnya seringkali menyisakan trauma yang mendalam di hatinya. Namun, Rizqi tetap tegar. Baginya, setiap langkah yang diambil adalah bukti bahwa ia bisa melewati semua rintangan, sekalipun dunia terasa begitu kej4m.

Sidang TDK terbukti... Tp kok bisa tuntutan ekstrim begitu .Ganti rugi aj KLO Ng sanggup tambah 9th...JD 27th..ngeri kal...
17/05/2026

Sidang TDK terbukti...
Tp kok bisa tuntutan ekstrim begitu .
Ganti rugi aj KLO Ng sanggup tambah 9th...JD 27th..ngeri kali..


Istri Kiayi AS Diduga Mengetahui Perilaku SuaminyaPati, 8 Mei 2026 — Kasus dugaan penc4bulan yang melibatkan seorang okn...
15/05/2026

Istri Kiayi AS Diduga Mengetahui Perilaku Suaminya

Pati, 8 Mei 2026 — Kasus dugaan penc4bulan yang melibatkan seorang oknum kiai berinisial AS di Tlogowungu, Pati, semakin mem4nas dengan terungkapnya fakta baru mengenai pengetahuan istri pelaku terhadap perilaku b3jat suaminya. Berdasarkan kesaksian yang dihimpun dari para korban, istri AS sempat memergoki suaminya berduaan dengan santriwati di dalam kamar. Meski demikian, reaksi istri pelaku tidak menunjukkan kem4rahan, melainkan justru sebaliknya.

Laporan menyebutkan bahwa istri kiai sering berada di sekitar lokasi kejadian, yaitu pondok pesantren Ndholo Kusumo, saat aksi penc4bulan terjadi. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ia mungkin sudah lama mengetahui perilaku suaminya. Selain itu, doktrin "wali" yang dijalankan di pondok tersebut, di mana pelaku mengklaim memiliki kemampuan supranatural, membuat banyak pihak, termasuk istri dan para pengikutnya, seolah tidak berdaya untuk melawan atau melaporkan tindakan tersebut.

Saat ini, AS telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap di Wonogiri. Kasus penc4bulan ini, yang awalnya mencuat pada tahun 2024, kini tengah didalami oleh Polresta Pati dan diduga melibatkan hingga 50-an korban santriwati. Masyarakat luas menunggu kelanjutan proses hukum yang diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban.

Kabar soal eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang tengah menempuh pendidikan S2 dari dalam Lapas Kelas IIA Cibinong ram...
15/05/2026

Kabar soal eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang tengah menempuh pendidikan S2 dari dalam Lapas Kelas IIA Cibinong ramai diperbincangkan publik. Banyak warganet mengaku terkejut setelah foto dan informasi soal kuliahnya viral di media sosial.

“Hak untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikan itu dilindungi oleh undang-undang sebagai bagian dari hak dari warga binaan untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikannya. Ini bukan hanya terkait dengan Ferdy Sambo,” tegas Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menegaskan bahwa hak pendidikan tetap berlaku bagi seluruh warga binaan. Menurut mereka, status sebagai narapidana tidak menghapus hak seseorang untuk melanjutkan sekolah atau kuliah.

Fenomena warga binaan melanjutkan pendidikan ternyata bukan hal baru di Indonesia. Ditjen Pas menyebut sejumlah lapas bahkan sudah menyediakan fasilitas pendidikan tinggi bagi para penghuni lapas.

“Sampai saat ini masih berjalan, itu di Lapas Pemuda Tangerang, sudah dari tahun 2020-an, itu sudah ada warga binaan yang melanjutkan pendidikan S1, jadi ada kampus di dalam lapas tersebut,” ujar Rika menambahkan.

Dalam unggahan yang viral, Ferdy Sambo terlihat mengenakan seragam hijau bersama warga binaan lain dan petugas lapas. Ia disebut tercatat sebagai mahasiswa Program Magister di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia.

Unggahan itu juga menampilkan jurnal ilmiah yang ditulis Ferdy Sambo terkait kewirausahaan dan manajemen risiko. Ditjen Pas kembali menegaskan bahwa kesempatan pendidikan tersebut terbuka bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang k4sus.

Sumber: Tribun Style

rektorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) merespons kabar yang beredar di media sosial terkait eks Kadiv Propam Polr...
15/05/2026

rektorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) merespons kabar yang beredar di media sosial terkait eks Kadiv Propam Polri yang kini berstatus warga binaan, Ferdy Sambo yang menjalani program pendidikan magister (S2) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas Rika Aprianti mengatakan, hak untuk mendapatkan pendidikan bagi warga binaan dilindungi oleh aturan perundang-undangan.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/12/20555451/beredar-kabar-ferdy-sambo-kuliah-s2-dari-penjara-ini-respons-ditjen-pas.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lagi Viral posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Lagi Viral:

Share