06/01/2026
Syafiq, Kamu Dimana ?
βDi balik kabut tebal yang menyelimuti Puncak Slamet, sebuah drama kemanusiaan sedang berpacu dengan waktu. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pemuda asal Magelang, kini telah melewati sepuluh hari di tengah keganasan alam.
Segalanya bermula dari sebuah niat tulus; saat rekannya, Himawan, tak lagi mampu melangkah karena cedera di ketinggian Pos 5, Syafiq memilih turun sendirian menembus badai demi menjemput pertolongan. Sebuah aksi heroik yang kini berujung pada misteri yang menyayat hati.
βHingga Selasa, 6 Januari 2026, perjuangan tim SAR belum padam. Meski secara prosedur operasi SAR telah mencapai batas tujuh hari, cinta seorang ayah mampu menunda kepasrahan. Atas permohonan keluarga, pencarian diperpanjang dua hari lagi. Di Basecamp Dipajaya, Dhani Rusman sang ayah, tak hanya menunggu dalam doa, namun sempat terjun langsung menyisir jalur, menolak menyerah pada dingin yang menusuk.
βRatusan personel gabungan kini terkonsentrasi di wilayah-wilayah "abu-abu", ceruk tebing curam dan aliran sungai yang membelah jalur Dipajaya, Pemalang, dan Bambangan, Purbalingga.
Deteksi sinyal ponsel Syafiq sempat memberikan secercah harapan di lembahan sunyi, namun cuaca ekstrem dan kabut abadi Gunung Slamet terus menjadi penghalang tangguh. Syafiq terakhir terlihat di sekitar Pos 3 jalur Dipajaya. berjuang sendirian di bawah guyuran hujan lebat, diduga salah melangkah ke jalur buntu yang menjauhi rute pendakian resmi.
Semua titik yang menjadi kemungkinan keberadaan survivor telah ditelusuri, tapi Syafiq masih belum juga ditemukan keberadaanya. Syafiq, Kamu di mana ? Kasihan ayahmu yang hingga hari ini tetap tak putus berharap menanti kepulanganmu
β
Kini, di masa-masa kritis perpanjangan waktu ini, doa-doa dari Magelang hingga seluruh Indonesia terus mengalir. Di antara tebing-tebing terjal dan lebatnya hutan, tim SAR terus memanggil namanya, berharap ada jawaban di balik sunyinya gunung, membawa pulang sang "pahlawan bagi kawannya" tersebut ke pelukan kel