Wacana Publik

Wacana Publik Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Wacana Publik, Media/News Company, Jakarta.

Selamat datang di Wacana Publik, Kami menyajikan Berita Menarik, Objektif dan Informatif dalam empat jenis konten, yakni; Wacana Naratif, Wacana Deskriptif, Wacana Eksposisi, dan Wacana Argumentatif.

24/01/2026

Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Malam di Istana Élysée, Disambut Hangat Presiden Macron

WACANA PUBLIK – Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam privat di Istana Élysée, Paris, atas undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat, 23 Januari 2026 waktu setempat, sebagai simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara.

Presiden Prabowo disambut secara resmi dan hangat dengan prosesi kehormatan sebelum kedua pemimpin berjabat tangan, berpelukan, dan berjalan bersama menuju ruang jamuan Le Salon des Portraits.

Jamuan malam berlangsung dalam suasana akrab dan penuh dialog, dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi personal sekaligus membahas peluang penguatan kerja sama strategis Indonesia–Prancis di berbagai bidang.


--------
Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Ikuti dan Share channel Facebook Wacana Publik, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia dan Dunia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Demo Pro-Pemerintah Iran Digelar Besar-Besaran, Presiden Pezeshkian dan Menlu Araghchi Turun LangsungJAKARTA, Wacana Pub...
13/01/2026

Demo Pro-Pemerintah Iran Digelar Besar-Besaran, Presiden Pezeshkian dan Menlu Araghchi Turun Langsung

JAKARTA, Wacana Publik — Puluhan ribu warga Iran menggelar aksi pro-pemerintah di ibu kota Teheran pada Senin (12/1/2026) waktu setempat. Aksi ini digelar sebagai tandingan atas gelombang unjuk rasa antipemerintah yang mengguncang negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Iran Masoud Pezeshkian tampak hadir langsung di tengah massa, menandai dukungan terbuka pemerintah terhadap demonstrasi yang diklaim sebagai simbol persatuan nasional.

Aksi Massa Padati Jalanan Teheran

Tayangan televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilansir The Guardian, Selasa (13/1/2026), memperlihatkan lautan massa memadati sejumlah ruas jalan utama Teheran sebelum berkumpul di Alun-alun Enqelab. Aksi itu diberi nama “pemberontakan Iran melawan terorisme Amerika-Zionis”, dengan peserta membawa bendera nasional dan poster bernada anti-Barat. Dalam rekaman yang sama, para demonstran meneriakkan slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam bahasa Persia.

Narasi Perlawanan: Ekonomi, Psikologis, hingga Militer

Dalam orasinya di hadapan massa, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tengah menghadapi berbagai bentuk tekanan. “Perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini, perang melawan terorisme,” ujar Ghalibaf, sebagaimana ditayangkan media pemerintah Iran. Ia juga bersumpah militer Iran akan memberi Presiden Amerika Serikat Donald Trump “pelajaran yang tak terlupakan” jika Teheran diserang.

Presiden Pezeshkian Hadir di Tengah Massa

Kehadiran Presiden Masoud Pezeshkian terekam oleh Al Jazeera, yang diizinkan menyiarkan laporan langsung dari Iran meski internet dimatikan selama unjuk rasa. Dalam pernyataannya yang dikutip Press TV, Pezeshkian menyebut aksi pro-pemerintah ini sebagai wujud “kewaspadaan dan tanggung jawab yang tak tertandingi” dalam membela cita-cita agama dan nasional dari “musuh-musuh yang menindas dan para teroris”.

Menlu Araghchi: Situasi Sepenuhnya Terkendali

Selain presiden, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga hadir langsung di lokasi. Tayangan IRIB News memperlihatkan Araghchi berjalan di tengah kerumunan dengan pengawalan ketat. Kepada para diplomat asing di Teheran, Araghchi menegaskan bahwa “situasi telah sepenuhnya terkendali,” seraya menepis kekhawatiran akan instabilitas nasional.

Pesan Khamenei dan Klaim Jutaan Peserta

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak hadir secara fisik, namun menyampaikan pesan yang ditayangkan televisi pemerintah. “Aksi besar-besaran ini, penuh tekad, telah menggagalkan rencana musuh-musuh asing yang akan dilakukan oleh para tentara bayaran domestik,” ucapnya. Sementara itu, kantor berita Fars mengklaim sekitar 3.000.000 orang menghadiri aksi di Teheran—angka yang tidak dapat diverifikasi secara independen. Aksi ini dinilai sebagai upaya pemerintah menampilkan citra normalitas di tengah krisis yang disebut-sebut sebagai protes terbesar sejak 2009. (wp)


Simak selengkapnya hanya di wacanapublik.com
______________________________________
Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Ikuti dan Share Facebook Wacana Publik, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia dan Dunia.

Protes Iran Memanas, HRANA Catat 646 Tewas dan Lebih dari 10.700 Orang DitangkapJAKARTA, Wacana Publik — Gelombang aksi ...
13/01/2026

Protes Iran Memanas, HRANA Catat 646 Tewas dan Lebih dari 10.700 Orang Ditangkap

JAKARTA, Wacana Publik — Gelombang aksi protes di Iran terus berlanjut dan menunjukkan eskalasi serius. Jumlah korban tewas dilaporkan meningkat tajam menjadi 646 orang, sementara ribuan lainnya ditangkap aparat keamanan. Data tersebut disampaikan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (Human Rights Activists News Agency/HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Anadolu, Senin.

Lonjakan Korban Jiwa dan Penangkapan Massal

Dalam laporan terbarunya, HRANA mencatat bahwa hingga hari ke-16 aksi protes nasional, sedikitnya 10.721 orang telah ditangkap oleh otoritas Iran. Angka ini mencerminkan intensitas penindakan yang meningkat di berbagai wilayah, seiring meluasnya demonstrasi dari pusat-pusat ekonomi hingga kota-kota lain di seluruh negeri. HRANA juga melaporkan bahwa penindakan keras tersebut berkontribusi pada bertambahnya jumlah korban jiwa dari hari ke hari.

Pemadaman Internet Lebih dari 100 Jam

Selain korban jiwa dan penangkapan, HRANA menyoroti pembatasan informasi yang signifikan. Organisasi tersebut menyebut Iran telah mengalami pemadaman internet selama lebih dari 100 jam, yang menghambat arus informasi, komunikasi publik, serta pelaporan independen dari lapangan. Kondisi ini menyulitkan verifikasi data korban dan perkembangan situasi secara real time.

Akar Protes: Krisis Ekonomi dan Depresiasi Rial

Gelombang protes bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi yang awalnya berfokus pada isu ekonomi kemudian berkembang menjadi aksi yang lebih luas, menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dan tata kelola negara. Aksi tersebut lantas menyebar ke sejumlah kota lain dan berlangsung berkelanjutan.

Tuduhan Teheran terhadap AS dan Israel

Pemerintah Iran menuding keterlibatan pihak asing dalam eskalasi kekerasan. Para pejabat menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” yang dituding melakukan serangan di ruang publik. Tuduhan ini berulang kali disampaikan otoritas Teheran untuk menjelaskan meningkatnya kekerasan selama protes berlangsung.

Respons Washington dan Opsi “Sangat Kuat”

Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya memantau situasi Iran secara cermat. Pada Minggu (11/1), Trump mengatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” seiring bertambahnya jumlah korban. “Kita akan mengambil keputusan,” ujar Trump, tanpa merinci waktu maupun bentuk langkah yang akan diambil. Ia menambahkan bahwa laporan terkait Iran diterimanya setiap jam, menandakan atensi tinggi Gedung Putih terhadap perkembangan di Teheran.

Situasi Masih Dinamis

Dengan korban yang terus bertambah, penangkapan massal, serta pembatasan internet yang berkepanjangan, situasi di Iran dinilai masih sangat dinamis. Laporan HRANA dan pernyataan para pihak menunjukkan bahwa krisis ini berpotensi berlanjut, sementara respons internasional terus dipantau secara ketat oleh berbagai negara. (wp)


Simak selengkapnya hanya di wacanapublik.com
______________________________________
Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Ikuti dan Share Facebook Wacana Publik, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia dan Dunia.

Zelenskyy Beri Sinyal ke Trump: Setelah Maduro, Kini Giliran Putin?JAKARTA, Wacana Publik - Presiden Ukraina Volodymyr Z...
10/01/2026

Zelenskyy Beri Sinyal ke Trump: Setelah Maduro, Kini Giliran Putin?

JAKARTA, Wacana Publik - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan pernyataan yang menyita perhatian dunia internasional menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS). Zelenskyy secara tersirat menyebut bahwa jika AS mampu bertindak terhadap seorang pemimpin yang dianggap diktator, maka Washington diyakini mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan selanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy usai bertemu dengan para penasihat keamanan nasional Eropa di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Zelenskyy dimintai tanggapan terkait operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolás Maduro.

“Terkait Venezuela, bagaimana kami harus meresponsnya? Bagaimana kami harus menanggapi hal ini?” ujar Zelenskyy, dikutip dari Associated Press, Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang dinilai memiliki makna politik yang kuat.

“Yang bisa saya katakan, jika Anda bisa melakukan itu terhadap seorang diktator, maka Amerika Serikat tahu apa yang bisa dilakukan selanjutnya,” kata Zelenskyy, sebagaimana dilansir Associated Press, 3 Januari 2026.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan tersebut diyakini merujuk kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Sejumlah analis internasional menilai pernyataan Zelenskyy merupakan sindiran politik yang ditujukan kepada Moskow, mengingat konflik Rusia–Ukraina hingga kini masih berlangsung.

Penangkapan Maduro dan Reaksi Internasional

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro terjadi bertepatan dengan operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Peristiwa ini langsung menuai sorotan luas dari komunitas internasional.

Menurut laporan Associated Press, Sabtu, 3 Januari 2026, penangkapan tersebut dilakukan oleh pasukan AS dalam sebuah operasi keamanan yang diklaim Washington sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap Maduro.

Isu penangkapan Maduro kemudian menjadi topik utama yang disorot dalam pertemuan Zelenskyy dengan para pejabat keamanan Eropa di Kyiv pada hari yang sama.

Putin dan Perang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin hingga awal Januari 2026 belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan agresi militer ke Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Dalam berbagai kesempatan, Putin kerap disebut sebagai diktator oleh lawan-lawan politiknya di Barat akibat kebijakan represif di dalam negeri dan invasi militer ke Ukraina.

Zelenskyy secara konsisten mendorong Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengambil langkah tegas terhadap Rusia, termasuk melalui tekanan politik, ekonomi, dan militer.

Rusia Kecam Aksi Militer AS

Sementara itu, Pemerintah Rusia merespons keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan dilansir oleh sejumlah media internasional, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Presiden AS Donald Trump agar segera membebaskan Nicolás Maduro.

Rusia menegaskan bahwa Maduro merupakan kepala negara berdaulat yang terpilih secara sah melalui pemilihan umum di Venezuela.

“Kami menyerukan agar Amerika Serikat dan Venezuela menyelesaikan seluruh perbedaan melalui dialog dan menghindari eskalasi konflik,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip pada 3 Januari 2026.

Ketegangan Global Kian Menguat

Pernyataan Zelenskyy pada 3 Januari 2026 tersebut dinilai mempertegas meningkatnya ketegangan geopolitik global. Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia yang sudah memburuk akibat perang Ukraina berpotensi semakin memanas jika retorika politik semacam ini terus berkembang.

Hingga saat ini, per 3 Januari 2026, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih yang mengindikasikan rencana penindakan langsung terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dengan begitu, pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 3 Januari 2026, yang menyinggung kemungkinan langkah lanjutan Amerika Serikat setelah penangkapan Nicolás Maduro, menjadi sinyal kuat dalam dinamika politik global. Di tengah konflik Rusia–Ukraina yang belum berakhir dan respons keras Moskow terhadap aksi AS di Venezuela, situasi geopolitik dunia kian berada dalam tekanan tinggi. (wp)


Simak selengkapnya hanya di wacanapublik.com
======================
Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Ikuti dan Share Facebook Wacana Publik, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia dan Dunia.

12/11/2025

Wapres Gibran Ajak Mahasiswa Unair Berperan Aktif Bangun Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Wacana Publik – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2023 di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (06/11/2025). Dalam dialog tersebut, Gibran mengajak para mahasiswa untuk memahami arah pembangunan nasional dan berperan aktif dalam menyukseskan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan sejumlah kebijakan strategis seperti program Sekolah Rakyat dan pembangunan wilayah Papua yang bertujuan memperluas akses pendidikan serta pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.

Selain membahas program domestik, Wapres juga menyinggung tantangan global seperti resesi ekonomi, perang dagang, dan perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian nasional. Gibran menegaskan pentingnya persiapan generasi muda menghadapi era Indonesia Emas 2045 dengan menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan solutif. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan momentum bonus demografi sebagai peluang besar untuk membawa Indonesia menjadi negara maju di masa depan.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share channel YouTube Wacana Publik, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

11/11/2025

Momen Hangat Titiek Soeharto Peluk Kakak Usai Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Framing NewsTV – Keluarga Cendana menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto di Istana Negara pada Senin, 10/11/2025. Dalam momen tersebut, Titiek Soeharto yang hadir sebagai anggota DPR RI tampak memberikan pelukan hangat kepada kedua kakaknya, Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto), setelah Presiden Prabowo Subianto membacakan Keputusan Presiden mengenai gelar tersebut.

Suasana haru terlihat saat para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada keluarga pahlawan. Titiek menunjukkan ekspresi cerah dan penuh bangga sambil menepuk punggung kakaknya berkali-kali, menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan keluarga atas penghormatan negara kepada ayah mereka.



Sahabat Framing NewsTV, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Framing NewsTV terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

07/11/2025

Wapres Gibran Tinjau Proyek RTP Borarsi & Bagikan Bantuan Digital untuk Sekolah di Manokwari

Wacana Publik – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Ruang Terbuka Publik Borarsi di Manokwari, Papua Barat, pada Rabu 5 November 2025. Proyek senilai Rp67,6 miliar itu telah mencapai 80–85% dari total area 31.000 m², dan dilengkapi fasilitas seperti auditorium, ruang UMKM, mushala, serta area lanskap. Pemerintah daerah juga mengalokasikan Rp26,8 miliar untuk fasilitas tambahan. Gibran menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan dan berharap RTP Borarsi menjadi ruang publik modern sekaligus ikon baru Manokwari.

Selain itu, Wapres meninjau SMP Negeri 14 Nuni untuk menyaksikan penyerahan bantuan digital bagi 10 sekolah, berupa 10 laptop, 10 PC all in one, dan 10 unit internet satelit, serta memantau program Makan Bergizi Gratis. Kunjungan ini disambut antusias oleh siswa dan guru yang merasakan manfaat program dan dukungan digitalisasi pendidikan. Gibran juga mengecek operasional internet satelit sebagai bukti komitmen pemerintah meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah 3T.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

06/11/2025

Rocky Gerung Kritik Menkeu Purbaya: Pembuat Narasi Tidak Berpihak Rakyat

Wacana Publik – Akademisi Rocky Gerung menegaskan bahwa kritiknya kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak ditujukan secara personal, melainkan terhadap narasi yang dianggapnya tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat. Pernyataan itu disampaikan Rocky saat berbicara dalam acara Depok Literacy Fest, yang tayang melalui YouTube Pemkot Depok pada Rabu (5/11/2025).

Rocky menyoroti pernyataan Purbaya terkait kebijakan dana daerah yang mengendap di perbankan. Menurutnya, meski kepala daerah memiliki alasan teknis untuk menyimpan dana demi memperoleh bunga, dampak dari praktik tersebut tetap dirasakan oleh masyarakat. Ia menilai narasi pemerintah tidak seharusnya mengabaikan kondisi rakyat yang membutuhkan anggaran untuk pelayanan publik.

Lebih jauh, Rocky menilai kesalahan mendasar Menkeu Purbaya adalah asumsi bahwa kemampuan seluruh daerah di Indonesia sama. Padahal, kata Rocky, setiap daerah memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kapasitas anggaran yang berbeda sehingga tidak bisa dipukul rata dalam satu kebijakan tunggal.

Kritik tersebut kembali menghidupkan perdebatan soal efektivitas pengelolaan dana daerah serta komitmen pemerintah pusat dalam memastikan distribusi anggaran yang adil dan responsif terhadap kondisi masyarakat di berbagai wilayah.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

06/11/2025

Jokowi Respons Usulan Soeharto & Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional

Wacana Publik – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memberikan tanggapan atas wacana penetapan Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pahlawan nasional. Menurut Jokowi, kedua tokoh tersebut memiliki peran penting dan kontribusi nyata selama memimpin bangsa.

Jokowi menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki jasa yang tidak dapat diabaikan. Ia menilai kiprah Soeharto maupun Gus Dur membawa pengaruh besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, baik dalam bidang pemerintahan, pembangunan, maupun demokrasi.

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan bahwa setiap pemimpin pasti hadir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melihat rekam jejak para presiden secara objektif serta menghargai kontribusi mereka bagi negara.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat berada di kediamannya di Solo, Kamis (6/11/2025), menanggapi berkembangnya usulan publik mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada dua mantan presiden tersebut.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

03/11/2025

Momen Presiden Prabowo Serahkan Pesawat Airbus A400M ke TNI AU di Lanud Halim

Wacana Publik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan pesawat angkut berat Airbus A400M kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 3 November 2025. Pesawat dengan nomor registrasi A-4001 tersebut tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan selama 3 hari dari fasilitas perakitan Airbus Military di Sevilla, Spanyol. Dalam prosesi simbolis, Prabowo melakukan penyiraman air kembang ke ban pesawat sebelum menyerahkan kunci secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal M. Tonny Harjono.

Pesawat Airbus A400M memiliki kemampuan membawa muatan hingga 37 ton, mengangkut 116 personel bersenjata lengkap, dan lepas landas dari landasan pendek maupun tidak beraspal. Dilengkapi 4 mesin turboprop modern dan sistem avionik canggih, A400M juga mampu melakukan pengisian bahan bakar di udara (air refueling), baik untuk pesawat tempur maupun pesawat angkut lainnya. Kehadiran pesawat ini menjadikan TNI AU memiliki kemampuan mobilitas udara strategis yang jauh lebih kuat, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam operasi militer dan kemanusiaan.

Kementerian Pertahanan RI sebelumnya menandatangani kontrak pembelian 2 unit Airbus A400M dalam konfigurasi multirole tanker and transport pada Dubai Airshow 2021, yang mulai efektif pada 2022. Selain itu, Indonesia juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk 4 unit tambahan di masa mendatang. Penyerahan A400M ini menjadi simbol nyata komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat postur pertahanan nasional dan modernisasi alutsista berteknologi tinggi, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

01/11/2025

Prabowo Subianto Tegaskan Ekonomi Berkeadilan di KTT APEC 2025 Korea Selatan

Wacana Publik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Korea untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.

Kehadiran Prabowo dalam KTT APEC 2025 dinilai strategis, mengingat forum ini mencakup 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan 36 persen populasi global.

Pada 31 Oktober, Prabowo menghadiri pembukaan resmi KTT APEC di Hwabaek International Convention Centre, Gyeongju. Ia disambut langsung oleh Presiden Republik Korea Lee Jae Myung. Dalam sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting bertema “Towards a More Connected, Resilient Region and Beyond”, Prabowo menegaskan pentingnya konektivitas dan kolaborasi lintas kawasan untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tantangan global.
Dalam sesi pleno APEC, Prabowo menyampaikan pidato tegas mengenai bahaya ekonomi serakah yang disebutnya sebagai “Serakahnomics”. Ia menyoroti keserakahan ekonomi yang merusak keadilan dan memperlebar kesenjangan sosial. “Kami di Indonesia sedang berjuang melawan korupsi, penipuan, dan ekonomi serakah,” ujar Prabowo. Ia menyerukan agar APEC memperkuat perdagangan yang adil dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai pusatnya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif hanya akan melahirkan konflik dan ketimpangan. Ia menyerukan kerja sama global untuk memberantas kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, narkotika, dan pencucian uang yang mengancam stabilitas ekonomi dunia. “Kita tidak bisa menghadapinya sendirian,” tegasnya.

Sebagai penutup, Prabowo mengikuti sesi retret kedua KTT APEC 2025 yang menghasilkan Gyeongju Declaration.



Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

30/10/2025

Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan, Siap Bawa Visi Besar Indonesia di KTT APEC 2025

Wacana Publik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Korea Selatan pada Kamis, 30 Oktober 2025, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju. KTT tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 31 Oktober hingga 1 November 2025, dan akan dihadiri oleh para pemimpin ekonomi utama kawasan Asia-Pasifik.

Setibanya di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh pejabat tinggi Korea Selatan, termasuk Menteri Pertahanan Seok Jong Gun dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan. Penyambutan tersebut menandakan eratnya hubungan diplomatik antara kedua negara yang terus berkembang dalam berbagai bidang, terutama pertahanan dan ekonomi.

Dalam forum APEC Economic Leaders’ Meeting, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangannya mengenai penguatan kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Fokus utama pidato Prabowo adalah memperkuat sinergi antarnegara untuk menghadapi tantangan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.



Sahabat Wacana Publik, jangan lupa Like, Comment, Subscribe dan Share, serta aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan update isu-isu terkini di Indonesia.

Bagaimana menurut Sahabat Wacana Publik terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wacana Publik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Wacana Publik:

Share