13/07/2026
HIDUP UNTUK MISI LUAR NEGERI BAGIAN 1 - 14 JULI 2026
"Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada Tuhan"(Mzm. 22: 28).
Surat dari Swiss mengubah Adventisme selamanya. Orang-orang yang dulunya anti untuk menyampaikan misi ke negara asing segera menemukan diri mereka berada di jalan yang pada akhirnya akan membawa mereka ke ujung bumi.
Meskipun Erzberger gagal tiba tepat waktu untuk dapat menghadiri sesi General Conference 1869, tetapi dampak dari kunjungannya penuh dengan makna.
Sesi General Conference tersebut menjadi saksi berdirinya Lembaga Misionaris Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Seperti yang disampaikan oleh para pendirinya, “Tujuan lembaga ini adalah untuk menyebarkan kebenaran pekabaran malaikat ketiga ke negeri-negeri asing, dan ke pelosok-pelosok negeri kita sendiri, melalui para misionaris, surat kabar, buku, risalah, dsb.” Dalam pengantar resolusi tersebut, James White mencatat bahwa gereja menerima “permohonan hampir setiap hari untuk mengirimkan terbitan ke negeri-negeri lain.”
Beberapa bulan kemudian Andrews mencatat pemeliharaan Tuhan dalam pekerjaan Czechowski. Dan pada tahun 1871 sesi General Conference memutuskan untuk “melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu penyebaran kebenaran” ke negara-negara Eropa.
Sementara itu, Ellen White melakukan bagiannya untuk mendorong misi denominasi tersebut untuk jangkauan yang lebih luas. Pada bulan Desember 1871, ia mendapat penglihatan yang menunjukkan kepadanya bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki “kebenaran yang sangat penting” yang “akan menguji dunia.” Jadi, kaum muda Advent harus memperlengkapi diri mereka dalam pengetahuan “bahasa-bahasa lain, agar Tuhan dapat menggunakan mereka sebagai perantara untuk mengomunikasikan kebenaran-Nya yang menyelamatkan kepada orang-orang dari bangsa-bangsa lain” (LS 203, 204).
Denominasi itu tidak hanya harus mengirimkan terbitannya kepada orang-orang asing, tetapi juga mengirimkan “para pengkhotbah yang bersemangat”. Ditegaskan, “para misionaris diperlukan untuk pergi ke negara-negara lain untuk mengkhotbahkan kebenaran.” “Pekabaran peringatan” Advent adalah untuk “pergi ke semua bangsa” agar terang kebenarannya dapat menguji mereka. “Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu,” tulisnya. “Jika selama ini kita telah lalai dalam hal ini, maka sudah saatnya sekarang kita bersungguh-sungguh untuk memanfaatkan waktu, jangan sampai darah jiwa-jiwa ditemukan di pakaian kita.” “Ini akan membutuhkan biaya yang besar, tetapi biaya tersebut tidak boleh menghalangi pelaksanaan pekerjaan ini” (Ibid., 205, 206).
Adventisme mengalami transformasi lagi. Kali ini melibatkan pembukaan mata misi mereka. Tuhan yang selalu memimpin umat-Nya tetap menuntun mereka langkah demi langkah.