17/09/2026
BAGAIMANA WAGGONER MEMANDANG KESELAMATAN? BAGIAN 2 - 18 SEPTEMBER 2026
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan p**a secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh. 1: 12, 13).
Pada titik ketika seseorang menerima kebenaran Kristus melalui iman, Waggoner menegaskan bahwa, orang tersebut menjadi bagian dari keluarga Allah. Ia menyampaikan, "perhatikan bahwa dengan dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, kita dijadikan ahli waris .... Iman kepada Kristus Yesus menjadikan kita anak-anak Allah; oleh karena itu kita tahu bahwa siapa pun yang telah dibenarkan oleh kasih karunia Allah—telah diampuni—adalah ahli waris Allah."
Tetapi bagi Waggoner, pembenaran dan pengangkatan ke dalam keluarga Allah sama sekali bukanlah hasil dari usaha kita untuk memperoleh keselamatan. Jauh dari itu, "Allah tidak mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya karena kita baik, tetapi untuk menjadikan kita baik."
Pada saat Allah membenarkan dan mengangkat seseorang ke dalam keluarga Allah, saat itu juga Ia mengubah mereka menjadi makhluk baru. Waggoner menambahkan, bahwa orang-orang seperti itu tidak hanya tidak lagi berada di bawah kutukan, tetapi mereka "sekarang adalah ciptaan baru di dalam Kristus dan selanjutnya harus berjalan dalam hidup yang baru, tidak lagi 'di bawah hukum,' tetapi 'di bawah kasih karunia.'" Pada saat pembenaran, Allah memberikan orang berdosa yang bertobat "suatu hati yang baru." Jadi adalah "tepat untuk mengatakan bahwa ia diselamatkan."
Di sini penting untuk dicatat bahwa Waggoner sering berbicara tentang pembenaran oleh iman dan kelahiran baru dalam satu tarikan napas yang sama. Itu memang tepat, karena keduanya terjadi pada saat yang sama. Dengan kata lain, pada saat seseorang dibenarkan, saat itu juga ia dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Jadi, kedua-duanya, baik dibenarkan (dianggap benar) maupun perubahan sifat seseorang terjadi secara bersamaan.
Oleh karena itu, menurut Waggoner, dianggap benar bukanlah fiksi hukum. Seseorang yang dibenarkan akan berpikir secara berbeda dan ingin bertindak secara berbeda di bawah bimbingan Tuhan. Walaupun demikian, tentu saja, ketika mereka gagal dan mengakui kegagalan itu, kasih karunia-Nya akan mengampuni mereka lagi.
Diadopsi ke dalam keluarga Allah sebagai individu yang lahir di luar keluarga itu (lihat Efesus 2: 1–5) adalah janji yang indah.
Terima kasih, Tuhan, bahwa kami dapat menjadi bagian dari keluarga Allah.