12/12/2025
Dijuluki Rajanya Diesel, Intip Sejarah Isuzu Panther di Indonesia
Nama Isuzu Panther tampak melekat dengan keluarga Indonesia, sejak Multi Purpose Vehicle (MPV) bermesin diesel ini tampil perdana pada 1991 silam. Sesuai julukannya yakni 'Rajanya Diesel', Isuzu Panther terkenal dengan mesin yang tangguh dan asyik diajak berakselarasi di iberbagai medan jalan.
Untuk lebih lengkapnya, simak yuk sejarah Isuzu Panther di Indonesia mulai dari awal peluncurannya sampai terakhir diproduksi.
1. Periode Panther 2.3 Karoseri (1991-1993)
Sejarah Isuzu Panther di Indonesia dimulai dengan transformasi dari pikap menjadi mobil penumpang oleh karoseri PT. Pantja Motor, yang merupakan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Isuzu saat itu.
Panther generasi pertama dibekali mesin Isuzu C233 berkapasitas 2.300 cc 4 silinder indirect injection bertenaga 72 dk pada 4.300 rpm.
Pada saat itu, berbagai karoseri menghadirkan beberapa model dengan desain yang menyerupai mobil lain, seperti Suzuki Vitara. Oleh karena itu, Panther generasi pertama punya banyak bentuk bodi, misalkan saja Panther Bravo, Panther Miyabi, Panther Sparta dan sebagainya.
Saat awal meluncur, model ini dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan model lainnya, dengan kelengkapan yang lebih baik dan sistem peredaman yang bagus pada masanya.
2. Periode Panther 2.3 PPL (1993-1996)
Untuk mengimbangi Toyota Kijang yang menggunakan bodi asli Toyota, Isuzu meluncurkan Panther dengan sistem Total Assy Body yang diklaim bebas dempul.
Pada saat itu, hanya sedikit sedan yang memiliki panel bodi bebas dempul, sementara minibus yang diproduksi oleh perusahaan karoseri masih mengandalkan penggunaan dempul yang cukup banyak.
Model Panther yang dikenal dengan nama Panther PPL, diambil dari nama perusahaan perakitan milik grup Astra yang merakit minibus Isuzu ini. Panther PPL hadir dalam berbagai varian, mulai dari Standar, Deluxe, Grand Deluxe, hingga Hi-Grade yang merupakan varian paling mewah.
Untuk varian Hi-Grade, sudah dilengkapi dengan fitur-fitur seperti AC double blower, power window, serta panel instrumen lengkap dengan takometer, voltmeter, dan indikator tekanan oli. Tipe Hi-Grade juga memiliki suspensi yang lebih nyaman, sementara mesin yang digunakan masih sama dengan Panther Karoseri.
3. Periode Panther 2.5L (1996-2000)
Sebelum Toyota meluncurkan Kijang kapsul, Isuzu mengganti mesin Panther dengan mesin 2.500 cc Direct Injection. Teknologi ini membuat mesin Panther menjadi lebih efisien, bertenaga, dan tidak memerlukan pemanas busi (glow plug) saat mesin dalam kondisi dingin.
Karena itu, Isuzu Panther 2.5L dikenal dengan istilah 'wuzz-wuzz, cring-cring', yang menggambarkan performa yang cepat namun tetap irit.
Konsumsi bahan bakar Panther 2.5L di dalam kota dapat mencapai 12 km/l, yang lebih hemat dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang hanya mencapai 9-10 km/l.
Meskipun mesin Diesel Direct Injection memiliki suara yang kasar, adanya peredam khusus di sekitar blok mesin membuat Panther 2.5L lebih senyap. Isuzu Panther 2.5L masih menggunakan bodi PPL yang lebih tebal, dengan perbedaan pada desain lampu depan, grille, dan bumper.
MPV ini memiliki banyak varian, seperti Royal, Grand Royal, Sporty, Hi-Sporty, dan Hi-Grade.
4. Periode Panther Kapsul (2000-2005)
Seperti halnya Toyota Kijang kapsul EFI, Isuzu juga melakukan perubahan signifikan pada Isuzu Panther dengan meluncurkan Panther Kapsul. Panther Kapsul hadir dengan dua pilihan mesin, yaitu mesin 2.500 cc 4 silinder Direct Injection (M/T) dan mesin 2.500 cc 4 silinder Direct Injection Turbo (A/T).
Generasi baru ini dikenal dengan sebutan Panther Kapsul. Meskipun mesin yang digunakan masih sama, Panther Kapsul memiliki tampilan yang lebih rapi di bagian bodinya.
Baca selengkapnya: https://www.gridoto.com/read/223788464/dijuluki-rajanya-diesel-intip-sejarah-isuzu-panther-di-indonesia?page=all