
01/08/2025
💔 SEPI SETELAH JANJI 💔
Di kamar yang sunyi, dengan seprai putih yang kusut dan lampu temaram yang nyaris padam, Lestari duduk memeluk lututnya. Matanya sembab, tangisnya sudah tak bersuara, hanya isak tertahan yang bergetar dari dada. Di hadapannya, tergeletak sebuah baju kemeja putih—bekas milik suaminya, Andra. Di atasnya, sebuah foto pernikahan mereka yang mulai kusam di tepinya.
Hari ini seharusnya menjadi ulang tahun pernikahan mereka yang kelima.
Andra adalah rumah bagi Lestari. Senyum laki-laki itu, tawa khasnya, caranya memanggil “Sayang” setiap pagi, semua masih terukir jelas dalam ingatannya. Tapi semua berubah sejak tragedi kecelakaan itu, tiga bulan lalu. Sejak hari itu, rumah mereka hanya berisi sunyi dan kenangan.
Lestari tak pernah siap kehilangan. Ia tak tahu bagaimana cara hidup tanpa Andra. Setiap sudut rumah mengingatkan pada kebersamaan mereka: cangkir kopi Andra yang masih ia simpan di lemari, parfum favoritnya yang tak pernah ia buang, dan baju terakhir yang dipakainya sebelum kepergian itu—kemeja putih yang kini didekap Lestari seolah ingin memeluk masa lalu.
Ia meraih foto itu perlahan. Di sana, mereka tersenyum bahagia. Janji-janji di altar seakan masih menggema di telinganya. “Aku akan mencintaimu dalam s**a dan duka, sampai maut memisahkan…”
Tapi mengapa setelah maut memisahkan, yang tertinggal justru luka yang tak sembuh?
“Mas, aku kangen,” bisiknya pelan, nyaris tak terdengar. Air mata menetes di foto itu, memburamkan senyum mereka.
Lestari tahu, hidup harus berjalan. Tapi malam-malam seperti ini membuatnya ingin menyerah. Ingin ikut bersama sosok yang kini hanya hadir dalam mimpi. Tapi ia juga tahu, Andra tak akan menginginkannya hancur. Ia harus kuat, bukan untuk hari ini, tapi untuk semua kenangan yang pernah mereka bangun bersama.
Dengan napas berat, Lestari berbaring di ranjang yang terasa terlalu luas kini. Kemeja Andra ia peluk erat, seperti pelukan terakhir yang tak sempat terjadi.
Dan dalam hening malam, hanya satu harapan yang ia bisikkan…
“Temui aku di mimpi malam ini, Mas. Walau sebentar saja…”
Bersambung....