DUNIA KITA

DUNIA KITA Wes aturen sak karepmu

22/10/2024

hai selamat malam

11/12/2015

Hy.... Met malaem sob...

04/01/2014

SELAMAT SIANG

16/04/2013

PEREMPUAN YANG SELALU MANDI JUNUB DAN SHALAT TOBAT

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim ...

SUARA orang yang mandi kramas setiap 02.00 pagi di Wisma Rosa Kompleks Warakas -di sana dan bukan di tempat kosku- itu suara istriku bersuci.

Selalu, bahkan berpuluh tahun kemudian seakan mengingatkan semua orang. Meski aku sadar, ada yang diam-diam menganggap itu berlebihan, karena selama ini banyak yang masih menganggap Manu -pelacur- jauh dari fakta sudah jadi istri.

Tapi apakah membunuhnya itu kewajaran hanya karena ada anggapan bahwa si Manu pelacur, dan sebagai pelacur ia tidak berhak menolak ajakan kencan siapa pun selama ada imbalan?

Aku tahu, ada yang beranggapan Manu itu masih siap menjadi pelacur dengan pendekatan yang tepat dan imbalan yang pas.

Mereka mempercayai adagium itu sebagai norma 'tahu sama tahu' (TST) tanpa pernah melakukan refleksi bagaimana kalau anggapan itu merupakan cacat bersikap yang dimurkai ALLAH Subhaanahu wa ta'ala. Sikap suudzan, cara berburuk sangka, yang saat diaplikasikan terbukti membahayakan yang lain.

Dan Manu bukan pelacur, bukan pelacur lagi. Setidak-tidakny­a bagiku. Setidak-tidakny­a setelah kami bersepakat menikah, meninggalkan Wisma Rosa dan pindah ke kamar kontrakan, di sepanjang hari tinggal di kamar dengan rutin rumah tangga seperti istri tetangga kos lain.

Hidup kami memang tak berkecukupan. Karena aku cuma sopir angkot yang terpaksa berbagi giliran dengan Tahir, kadang kegiliran pagi sampai siang, lain kali kebagian siang sampai sore. Hasilnya dicabik oleh beli bensin, uang setoran, dan bayar calo di terminal bayangan ketika menunggu penumpang.

"Aku tidak akan bisa membahagiakan kamu, Dik," kataku, berselonjor. Manu tersenyum. Dengan sederhana ia bicara tentang kebahagiaan, yang hanya rasa lega bersembahyang tanpa harus menangis dulu karena dihantui dosa.

"Kak, sekarang aku mandi kramas tanpa gemetar, tanpa takut akan dicuci api, dijerang api dan disetrika api di neraka karena mencari uang dari zinah. Aku kini junub dengan riang karena telah menyelesaikan kewajiban istri. Beribadah!’’ katanya.

***
KADANG-KADANG aku berpikir hidup berumah tangga selama 3 bulan ini cuma mimpi, sebuah tirai yang diangkat ketika aku terlelap dan kemudian sandiwara hidup dimainkan dalam impian, dan ketika aku benar-benar terjaga untuk mencucup semua kebahagiaan itu dalam keyakinan itu kurnia ALLAH, maka Manu pun ada yang merenggut dari sisiku.

Dan orang itu adalah Tahir—temanku berbagi rezeki dan bertukar kebutuhan saat kesulitan dengan pengkhianatan yang berselimut pengakuan tak enak badan dan meminta agar aku meneruskan jatah narik.

"Penuhi setorannya!" kata Tahir sambil mengembuskan rokok berlatar ruap alkohol dari lambung, sambil mengambil selembar uang Rp 5.000,- di dashboard. "Aku minta rokok saja."

Aku bungkam. Mengawasinya sempoyongan menjauh. Aku menarik napas lega, barangkali aku bisa membawa p**ang Rp 40.000,- dan mengajak Manu makan sangu wuduk Tirohat.

Sebuah impian yang tak pernah kesampaian, yang membuat aku ingin menangis karena selama 3 bulan menikah aku hanya sekali mengajaknya makan di Warung Tirohat. Saat kami baru p**ang dari menikah di Karang Lara di orang tuanya Manu, datang dengan tas berisi pakaian dan sekresek oleh-oleh. Meregang di trotoar dan mengajaknya ke Warung Tirohat, menjamunya sebagai pesta nikah, dengan nadar sesekali mengajaknya makan di sana. Sebagai ungkapan syukur telah resmi menikah, Manu tak lagi mencari makan dengan melacur dan aku tak perlu pergi ke pelacur.

Dan aku tidak mengerti, ketika aku sungguh-sungguh­ mencari penumpang dan berkonsentrasi mencari penumpang, batin sebenarnya gelisah, ada terbersit keinginan p**ang berbilang pada Manu: ia ada dalam ancaman maut.

Tapi hari itu penumpang amat bagus dan karenanya aku berpikir selepas maghrib, aku akan mengambil magrib di rumah bos, akan bergegas p**ang, mandi dan mengajak Manu ke Warung Tirohat.

Dan tak pernah tahu kalau saat itu Tahir menyelinap ke kamar kos, merayu Manu, dan ketika ditolak ia pitam, di dalam mabuk dan oleh kemabukannya, dan liar menyergap Manu.

Menyobek blus setelah meninju rahang Manu. Merenggut rok, dan ketika Manu menggerinjal dan berteriak, ia kalap menghajar Manu.
Menginjak-nginj­ak dada, perut dan leher Manu sambil berteriak-teria­k: "ublag, ublag, ublag!"

Dan orang sekampung menangkapnya di momen itu, setelah Isti di sebelah berteriak minta tolong kepada para lelaki kampung, setelah Johan, Kleise dan J***m -anak-anak yang mengintai dari kaca nako- memperkuat laporan Isti.

Massa menyerbu. Massa menghajar Tahir. Tapi Manu sudah tak terselamatkan. Rahangnya pecah, 4 rusuknya patah, dan kerongkongannya­ memar. Tidak tertolong lagi. Dan polisi yang menemukan aku di jalan, menghentikan mobil dan mengoper penumpang ke angkot lain, dan mengajak aku ke rumah sakit untuk menemukan Manu sudah meninggal.

Sudah sempurna di jalan ALLAH, tak lagi bersusah payah meniti jalan bercela maksiat, meraba-raba ridha-NYA sambil menangis, karena tiap langkahnya diselimuti dosa.

Tapi haruskah ia mati begitu menyedihkan?
Aku tak tahu.

Dokter mengatakan tak terjadi perkosaan meski ada indikasi ke arah itu.

Pak Ustaz di Masjid kampung itu bilang kalau Manu mati syahid membela kehormatan. "Berdoalah, agar dapat keringanan dalam kubur, agar terang alam kuburnya," katanya.
Aku menelan ludah!

***
AKU sendiri yang memandikan Manu. Memangku tubuh telanjang yang hanya 1,53 cm itu di pangkal paha, tangan kiri menahan leher dan tangan kanan menahan kedua tungkai.

Bersabar, bertawakkal, membiarkan ibu-ibu mengguyurkan air dan ikut membasahi tubuh.

Ikut melihat seluruh luka dan memar di tubuhnya. Ikut tersabuni ketika para ibu itu perlahan menyabuni, melekat padaku ketika didudukkan agar bisa dikramasi dan punggung disabuni, lalu kaki, pangkal kaki dan pinggul.

Aku menangis! Aku nanar teringat akan wangi sabun dan sampoo tubuhnya di subuh itu, pada saat aku terjaga, lilir di pembaringan.
Kehilangan! Tersentak ketika melihatnya bersimpuh zikir setelah shalat subuh dengan air mata di seluruh kelopak mata.

Aku tercekat! Mengawasi! Memaknai pelacur yang shalat di lokalisasi pelacuran ini dan jauh di dini hari pasti mandi junub diam-diam.

Menelan ludah! Diam! Menontonnya melipat mukena dan tertib menyimpannya.

Aku termangu, ingat masa kecil di kampung, yang setiap sore diisi dengan mengaji dan shalat berjamaah di masjid kampung. Ke mana semua itu setelah jadi sopir di Jakarta?

Dan dengan berdaster tanpa dalaman ia bersisir, lantas berbalik ke pembaringan, ragu-ragu memberikan lagi tubuh kepada yang mem-booking. Aku mencium wangi sabun dan terutama sampoo dari rambut yang dipotong pendek. Mungkin, terpikir kini, supaya gampang berkramas dan bukan demi mode semata.

"Kau shalat?" tanyaku.

Manu melengos. Lirih bilang, ia tetap shalat karena ia Islam, agar bisa minta ampunan karena ia tidak sreg jadi pelacur.

Mengeluhkan ingin ke luar dari sini ini dan jadi apa saja, agar tidak merasa jijik dengan tubuh yang dirasanya selalu saja menggerutu menyesali pembiaran sehingga dirinya dihidupkan aku dengan berzinah.

"Menikahlah denganku..."
"Hhhmmm..."

"Jadilah kau muhrim-ku. Mari kita tegakkan shalat bersama. Dan..."
"Dan...?"

"Dan jangan berharap memiliki apa-apa, memimpikan kenikmatan hidup, karena aku hanya mengajak menegakkan shalat, sekuatnya melangkahi Shiratal Mustaqim."

Seminggu kemudian kami menikah -siri. Tanpa pesta, tanpa upacara meriah, tanpa basa-basi dan hanya dengan mas kawin berupa mukena. Mukena dan sajadah -sarung plekat- yang akan jadi alat kami akan sungguh-sungguh­ menegakkan shalat.

Lagi p**a apa yang bisa diberikan seorang sopir angkot yang hampir tiap hari paling membawa uang -sisa bensin dan setoran- sekitar Rp 20.000,- dan sering tak sampai Rp 10.000,-. Ihwal yang terkadang membuat aku malu, menitikkan air mata ketika akan memberikannya pada Manu. Tapi Manu cuma tersenyum. Bilang, ada air putih buat minum, ada nasi dengan garam dan cengek, atau krupuk, untuk dimakan.

"Cita-cita kita menegakkan shalat, Kak," katanya.

Dan sekarang, saat ibu-ibu mengucurkan air membersihkan tubuhnya sebelum diwudhukan, aku mendengar suaranya lagi.

***
KADANG-KADANG aku mengunjungi makamnya dan berziarah. Menangis, kini aku kembali sendirian menegakkan shalat dan berpuasa menahan godaan zinah, atau sekadar mabuk.

Sering aku hanya bersuntuk di kamar -masih ke masjid tapi aku lebih sering bertekun di kamar kos-, berzikir dan meminta ampunan bagi dosa-dosa ketika dulu Manu terpaksa menjadi pelacur, saat seluruh batinnya menangis saat ia melacur, terutama seusai melacur, bersuci dan serius mengambil shalat tobat dalam tangis sunyi yang pilu.

"Kini kamu bebas, Manu. Kamu kini telah dibebaskan, Manu," kataku. "Meski jalan dan cara pembebasan itu amat menyakitkan. Terima itu sebagai api suci yang mengembalikanmu­ ke dalam kefitrian."

Dan aku menangis diam-diam. Menangisi kesempatan bertobatnya Manu yang cuma sebentar itu.

Tapi apa pertobatan itu harus bersifat kekal selamanya atau cukup sebentar saja, tapi dengan kesungguhan?

Tapi kenapa orang tak memberi kesempatan baginya bertobat dan menunjukkan kesungguhannya bertobat?

Ataukah ALLAH Subhaanahu wa ta'ala -lewat orang suudzan itu- telah mengujinya dan ia lulus sebagai yang tak tergoyahkan, dan karena ia syahid dalam keteraniayaanny­a?

Aku menarik napas. Aku istigfar dan minta agar tidak diuji dengan cobaan yang sulit dan menyakitkan.

Sekaligus berharap mendapat kemudahan dalam mencari nafkah dan membina hidup baru dalam kubah keluarga sakinah.

Selalu.
Senantiasa.

Sumber : http://­suaramerdeka,com­/v1/index.php/­read/­entertainmen/­2009/07/26/1381/­Perempuan-yang-S­elalu-Mandi-Jun­ub-dan-Shalat-T­obat

- Cerpen Beni Setia -
.. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..n jgn lah mlihat org dr luarny sj..mkarna blum tentu qita lebih baik darinya.

"FF"

26/03/2013

...BERGETAR HATI MEMBACA INI...

Suatu hari, anak seorang lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu menemukan bahwa kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi, anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, dia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar. Oleh karena itu, dia membawakan segelas susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat.

Kemudian, dia bertanya, “ Berapa aku harus membayar untuk segelas susu ini?” Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu bayar apa pun. Ibu kami mengajarkan tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.

Kemudian, anak lelaki itu menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku, aku sangat berterima kasih kepada Anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.

Akhirnya, mereka mengirimnya ke kota besar tempat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langkanya tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Saat dia mendengar kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Kelly. Dia segera bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran, dia menemui si wanitaitu. Dia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Kemudian, dia kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, dia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita tersebut.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. Wanita itu sembuh! Kemudian ­, Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan wanita itu kepadanya... Dr. Kelly melihatnyadan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, lalu mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut. Dia sangat yakin bahwa dia tak akan mampu membayar tagihan tersebut, walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya, dia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Dia membaca tulisan yang berbunyi...
“Telah dibayar lunas dengan segelas susu!”
Tertanda,
Dr. Howard Kelly

Air mata kebahagiaan membanjiri mata wanita itu. Dia berdoa, “Ya Allah, terima kasih… bahwa cinta-Mu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

Terkadang, Sedekah dan Kebaikan dimasa lalu dapat menyelesaikan masalah kita di masa yang akan datang.

"FAnHy"

23/03/2013

keesokan harinya ada berita di sebuah koran sebuah motor menabrak gedung dikarnakan rem-nya BLONG.
ada dua orang diatas motor itu tapi hanya satu orang yang selamat.
--------------------------
YANG TERJADI SEBENARNYA ADALAH
----------------------------

bahwa ditengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha mengerem untuk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, dan dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. :(
-
dia meminta kekasih nya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karna dia tau itu untuk terakhir kali baginya.
-
lalu dia menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati.
-
-
kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ?
ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli ,menelepon atau mengirimkan sms hanya untuk membuatnya bahagia ?

*renungan yang berisikan nasehat yaitu :
-jangan ngebut-ngebut
-jangan lupa pake helm
-dan jangan lupa service motor secara rutin

semoga bermanfaat :)

21/03/2013

Coba sambungkan :)

Warna Baju yang kamu pake. . .
Ungu =Diajak main
Pink =Diajak Dinner
Merah =Dipukul
Hijau =Dipeluk
Putih =Dimakan :D
Dll =DiKasih surat cinta

Rambut kamu. . .
Keriting =Sama Greyson Chance
Lurus =sama Justin Bieber
Gelombang =sama Zayn Malik
Dll =sama Pegawai Restoran :D

Kamu sekarang lagi OL sambil. . .
Nonton TV = 10 menit lagi
Makan =1 jam lagi
Mandi =1 tahun lagi
Tiduran =3 hari lagi
Dll = 30 menit lagi

Tanggal lahir kamu. . .
1-5 =Di taman
6-12 =Di Rumah
13-21 =Di Restoran
22-25 =Di mobil
26-31 =Di Pasar

"FaNhy"

10/03/2013

Saat akad nikah : "aku terima nikah nya si dia binti
ayah si dia dgn Mas kawin......."
Singkat, padat, dan jelas.

Tapi tahukah makna dalam "perjanjian/­-ikrar"
tersebut?

>> "Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia dari
orang tua nya, dosa apa saja yg telah dia lakukan
dari tidak menutup aurat hingga meninggalkan
sholat. Semua yg berhubungan dengan si dia, aku
tanggung dan bukan lagi orang tua nya yang
menanggung, serta akan aku tanggung semua
dosa calon anak-anakku".
Jika aku GAGAL?
"Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar, dan
rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku
hingga hancur tubuhku'' (HR. Muslim).

------------

Duhai para istri,
Begitu berat nya pengorbanan suami mu
terhadapmu..
Karena saat Ijab terucap,
Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian
yg dibuat oleh manusia di depan RABB nya,
Dengan disaksikan para malaikat dan manusia,
maka andai saja kau menghisap darah dan nanah
dari hidung suamimu,
maka itu pun belum cukup untuk menebus semua
pengorbanan suami kepadamu.

"FF"

10/03/2013

Tahukah Kamu Mengapa Percobaan
Medis Sering Memakai Tikus?
Ternyata tikus
berperan sangat penting dalam
percobaan medis. Mulai dari
perumusan obat kanker baru hingga
pengujian suplemen makanan, tikus
berperan penting dalam keajaiban
medis baru.
Bahkan, menurut Foundation for
Biomedical Research (FBR), 95%
hewan laboratorium adalah tikus.
Ilmuwan dan peneliti bergantung
pada tikus karena beberapa alasan.
Salah satunya, pengerat ini kecil,
mudah disimpan dan dipelihara serta
bisa beradaptasi baik dengan
lingkungan baru.
Hewan ini berkembang biak dengan
cepat dan berumur pendek (2-3
tahun) sehingga beberapa generasi
tikus dapat diamati dalam waktu
singkat.
Selain itu, tikus relatif murah dan
dapat dibeli dalam jumlah besar dari
produsen komersial yang
mengembang biakkan pengerat
khusus untuk penelitian. Umumnya,
tikus patuh dan hewan ini mudah
ditangani peneliti, meski ada
beberapa jenis sulit ditangani.
Sebagian besar tikus percobaan
medis hampir identik secara genetis,
kecuali jenis kelamin. Menurut
National Human Genome Research
Institute, hal ini membantu
menyeragamkan hasil percobaan
medis. Sebagai syarat minimum,
tikus memiliki ras sama.
Alasan lain tikus digunakan sebagai
model uji medis adalah genetik
mereka, karakteristik biologi dan
perilakunya sangat mirip manusia,
dan banyak gejala kondisi manusia
dapat direplikasi pada tikus.
“Tikus merupakan mamalia yang
memiliki banyak proses seperti
manusia dan bisa digunakan
menjawab pertanyaan banyak
penelitian,” kata perwakilan National
Institutes of Health (NIH) Office of
Laboratory Welfare Jenny Haliski.
Selama dua dekade terakhir,
kesamaan itu makin kuat. Kini,
ilmuwan dapat mengembangkan
‘tikus transgenik’ yang membawa
gen mirip penyebab penyakit
manusia. Tikus juga membuat
penelitian efisien karena anatomi,
fisiologi dan genetikanya dipahami
dengan baik oleh peneliti.
Beberapa tikus SCID (severe
combined immune deficiency) secara
alami terlahir tanpa sistem
kekebalan tubuh dan dapat menjadi
model penelitian jaringan normal dan
ganas manusia. Berikut contoh
gangguan manusia dimana tikus
digunakan sebagai modelnya.
Hipertensi, diabetes, katarak,
obesitas, kejang, masalah
pernapasan, ketulian, parkinson,
alzheimer, kanker, cystic fibrosis,
HIV dan AIDS, penyakit jantung,
muscular dystrophy, cedera kabel
spinal.
Tikus juga digunakan untuk
pengujian obat anti-kecanduan yang
berpotensi mengakhiri kecanduan
narkoba.
“Menggunakan hewan penting untuk
pemahaman ilmiah sistem biomedis
yang mengarah ke obat, terapi dan
penyembuhan yang berguna,” kata
Haliski.
kasian yah si tikus selalu jd bahan
percobaan
aries.

06/03/2013

PRIA SEJATI bukanlah dia yang punya banyak WANITA dalam kehidupannya,tetapi dia yang mampu MENOLAK banyak wanita HANYA DEMI SEORANG WANITA yang DICINTAInya ..

~ Malam Kawan Gimana Hari Rabunya Apakah Menyenangkan ?? ~

06/03/2013

JANGAN MENUNGGU

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.

Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.

Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.

Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,

Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…

Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.

Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.

Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.

Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.

Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.

Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.

Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.

Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

" FF "

05/03/2013

7 BACAAN PEMBUKA PINTU REZEKI

①. Memperbanyak Membaca "Lahawla Wala Quwwata Illa billah" Barang siapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan "La hawla Wala Quwwata Illa billah." (HR. At-Tabrani)

②. Membaca "La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin" Barang siapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)

③. Melanggengkan Ber-Istighfar "Barang siapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah SWT akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezki dari arah yang tidak diduga²." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

④. Membaca Surat Al-Ikhlas "Barangsiapa mmbaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya." (HR. At-Tabrani)

⑤. Membaca Surat Al-Waqiah "Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman)

⑥. Memperbanyak Shalawat Ata Nabi "Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaih­ iwassalam berdiri seraya bersabda: "Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya."

⑦. "Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu." (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

"FF"

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DUNIA KITA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share