Curve Magz

Curve Magz CURVEmagz adalah Media komunikasi untuk menampung Aspirasi,Creatifitas dan memberikan Informasi bagi pelajar generasi muda penerus bangsa

CURVE adalah garis yang melengkung naik turun dan bergerak yang kami sebut dengan grafik kehidupan yang menuntun para remaja dalam menyatukan aspirasi , Kreatifitas dan memberikan informasi yang diharapkan dapat mengarahkan remaja dalam membangun potensi diri untuk menjadi generasi muda penerus bangsa yang cinta akan Negaranya.

A hungry man can’t see right or wrong. He just sees food.
29/06/2019

A hungry man can’t see right or wrong. He just sees food.

10/09/2015

Brother and sista
Yoi kita datang lagi,
Admin mau nawarin pomade,
Tau pomade kan?
Itu loh minyak rambut jaman dulu yang ngetrend lagi
Bikin rambut klimis mengkilap dan tahan lama gaya nya
Nah itu dia, partner kita punya berbagai macam pomade baik lokal maupun import
Ada banyak promo loh
Yuk di like fanapage nya
Pomadefvck Store

10/09/2015

Pomadefvck Store

cerpen dan humor
26/10/2014

cerpen dan humor

apa kata zodiak kamu di bulan oktober 2014 yuuk kita simak
26/10/2014

apa kata zodiak kamu di bulan oktober 2014
yuuk kita simak

belum banyak yang kita ketahui tentang makna tanggal di bulan oktober 2014yuykk kita simak
26/10/2014

belum banyak yang kita ketahui tentang makna tanggal di bulan oktober 2014
yuykk kita simak

15/10/2014

:: Selamatkan 30 Bayi, Pemulung Ini Bergelar `Pahlawan’::

Lou Xiaoying kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit akibat penyakit gagal ginjal. Usianya yang sudah 88 tahun membuatnya makin tak berdaya. Namun di masa senjanya yang sakit-sakitan, Lou yang berprofesi sebagai pemulung itu justru dipuja-puji.

Dia dianggap pahlawan, setelah apa yang dilakukannya selama ini terungkap ke publik. Baru kini terkuak, Lou yang tiap hari berkeliaran mencari sampah telah menyelamatkan dan membesarkan lebih dari 30 bayi terbuang di jalanan Jinhua, di bagian timur Provinsi Zhejiang.

Bayi-bayi malang itu dirawat hingga montok dan menggemaskan. Lou dan suaminya, Li Zin, yang meninggal dunia 17 tahun lalu, hanya mempertahankan empat anak di rumah mereka.

Sementara, 26 anak lainnya telah diambil rekan atau keluarga asuh untuk memulai hidup baru. Bahkan di masa tuanya, Lou tak berhenti memungut bayi terlantar. Yang terakhir adalah Zhang Qilin, bocah berusia 7 tahun yang dia temukan di tempat sampah saat Lou berusia 82 tahun.

_"Meskipun saya telah tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi itu dan membiarkannya mati di tempat sampah. Dia tampak begitu manis dan begitu membutuhkan kasih sayang. Saya merasa harus membawanya pulang bersama saya, " _kata dia seperti dimuat Daily Mail.

Bayi merah itu dibawa ke rumah sangat sederhana dan kecil di pedesaan untuk dirawat.

"Bayi itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang ceria dan sehat." "Anak-anak saya yang lebih tua semua membantu merawat Zhang Qilin, dia sangat istimewa bagi kami semua. Saya beri dia nama yang berarti 'langka dan berharga'."

Kegiatannya mengasuh anak terlantar dimulai tahun 1972. Saat itu, dia yang sedang memulung menemukan bayi perempuan di atas tumpukan sampah dan terbuang. Jika tak ada yang mengambilnya, niscaya ia akan mati. "Melihatnya tumbuh dan menjadi kuat membuat kami kebahagiaan.

Aku memiliki cinta yang nyata dari merawat anak-anak itu." Kemiskinan dan hidup kekurangan bagi Lou bukan penghalang. "Jika kita punya cukup tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa tidak kita juga mendaur ulang sesuatu yang seberharga nyawa manusia."

"Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka semua adalah nyawa yang berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang tega meninggalkan bayi yang rentan dan tak berdaya di jalanan." Lou, yang memiliki satu putri biologis, Zhang Caiying (49), bertekad mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi yang ditelantarkan orang tua mereka sendiri, hingga ia tak lagi berdaya.

Meski berbuat tanpa pamrih, kebaikan hati Lou kini menyebar di China dari mulut ke mulut, di negara di mana ribuan bayi ditinggalkan di jalanan oleh orangtua yang terjerat kemiskinan.

Seorang pengagumnya mengatakan tindakan Lou telah menampar muka pemerintah, sekolah, dan orang-orang yang sejatinya lebih mampu namun tak mau bertindak. "Ia tak punya uang ataupun kekuatan, tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian." Di komunitasnya, Lou dianggap pahlawan dan dihormati atas pengorbanannya.

"Ia telah melakukan yang terbaik, dia seorang pahlawan. Tapi sayangnya terlalu banyak bayi yang terlantar di China yang tak punya harapan untuk selamat."

Misalnya, minggu lalu, ada berita seorang bayi beruntung yang masih bertahan hidup setelah digorok tenggorokannya, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan dibuang di tempat sampah di Kota Anshan, di timur laut Provinsi Liaoning. Bayi itu lahir prematur.

Usianya mungkin antara 32 dan 34 minggu. Beratnya hanya 1,4 kg. Paramedis mengatakan jika luka di tenggorokannya satu milimeter lebih dalam, niscaya ia akan mati. Bayi perempuan itu diduga menjadi korban kebijakan satu anak di China yang diterapkan sejak tahun 1978. Orang tua yang hanya punya kesempatan memiliki satu anak, lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan

Like & share!
Sumber : imampriestian.blogspot

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD)Hotel Grand Kemang Jakarta  GARDU HOUSE Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Indon...
05/10/2014

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD)
Hotel Grand Kemang Jakarta GARDU HOUSE Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Indonesia

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menyelenggarakan kolabolarasi desain dan seni kontemporer kelima bertajuk "A...
29/09/2014

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menyelenggarakan kolabolarasi desain dan seni kontemporer kelima bertajuk "Ayatana on Stage, Collaborative Cultural Performance: Art and Soul of Minang" di Hotel Grand Kemang, Jakarta.

Pertunjukan yang digelar hingga 7 November 2014 itu mengangkat kisah antara manusia dengan alam yang dikemas dalam latar budaya Minang.

"Pertunjukan yang memadukan antara seni dan desain ini mengedepankan kearifan lokal. Tahun 2013 yang kami gunakan adalah budaya Jawa, dan sekarang Minang," kata sutradara pertunjukan ICAD Dinda Kanyadewi dalam konferensi pers di Hotel Grand Kemang Jakarta, Rabu.

Ayatana, menurut dia, memiliki arti indera kemanusiaan, yang dipandang sebagai dasar dalam menjalani kehidupan. Bila dikaitkan dengan seni dan desain, maka Ayatana memiliki hubungan yang erat dengan alam.

Dari filosofi itu, Ayatama lebih dekat dengan falsafah Minang yang dikenal "alam takambang jadi guru", yang berarti alam akan selalu memberikan contoh.

"Alam adalah guru manusia, yang merekam seluruh aktivitas manusia. Alam harus dijaga," katanya.

"Setiap tahun ICAD menghadirkan tren terkini di dunia desain dan seni tanpa meninggalkan kekayaan nilai budaya Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana ICAD Diana Nasir mengatakan, ICAD ingin melebur dinding yang memisahkan antara seni dan desain.

"Kalau dulu pameran seni selalu dipisah dengan pameran desain, tetapi sekarang keduanya bisa dipadu menjadi sesuatu yang indah," katanya.

Selama enam pekan, ICAD akan menampilkan 34 seniman terdepan dari lintas generasi dan latar belakang beragam, seperti desainer, arsitek, perupa, fotografer, dan sineas.

Semua karya ditampilkan setelah melalui proses kuratorial.

"Sesuai dengan konsep ICAD, semua karya tampil dengan merespons area publik hotel. Ini sebuah pesta yang merayakan 'the power of creativity and expression,"

Dan foto berikut yang menarik salah satu pengunjung pameran
Sani mahasiswa Trisakti semester 5 yang hoby dengan photography

26/09/2014

"SEKILAS INFO"
Books For The Blind

L'Occitane en Provence Indonesia & Fency (fellowship of netra community) mengajak sahabat untuk menjadi relawan pengetikan ulang buku bagi tunanetra, pada:

Hari/tgl :
1. Kamis, 9 Okt'14 (14.00-22.00)
2.Jum'at,10 okt'14
(10.00-22.00)
3. Sabtu,11 Okt'14 (10.00-22.00)
4. Minggu,12 Okt'14 (10.00-18.00)

Tempat : Mall Kota Kasablanka
Jl.Casablanca Raya Kav. 88 Kuningan, Jakarta Pusat.
Mozaic Atrium-Depan pull And Bear.

Dengan teknis:
1⃣Relawan mendaftarkan diri dengan ketik (nama hari jam)

Contoh: Luna #082114021551 .com #15.00.

2⃣ Pengetikan hanya 1 jam untuk min. 2 lembar/buku (relawan silahkan pilih hari dan jam sesuai waktu luang teman2).

3⃣ Fasilitas untuk relawan:
✅laptop, buku sudah disediakan oleh panitia
✅air mineral & snack
✅sertifikat sesuai nama lengkap relawan dari L'Occitane en Provence Indonesia
✅3 sample produk Dari L'Occitane
✅Hand massage dari L'Occitane

4⃣Registrasi ulang di lokasi sesuai hari & jam relawan dan diharapkan hadir sebelum jadwal yang disepakati untuk pengaturan penggunaan laptop.

5⃣Pengetikan di mulai dari lembar awal buku (judul,pengarang,penerbit,thn terbit,kata pengantar,daftar isi dan isi buku)
Huruf : times new roman,Ukuran 12
Nama file (nama relawan, judul buku, hal buku yg d ketik)

6⃣1 buku di ketik oleh 40 relawan secara bergantian selama 4 hari.

Info lebih lanjut dan pendaftaran via sms/WA ke :
Tarini (082114021551)/
Laysa (085691379900)

Pendaftaran paling lambat sampai tgl 27 Sept'14

Terima kasih atas partisipasi sahabat.

NB: mohon bantuannya untuk share info ke teman2 lainny

Salah satu reporter Curve Magz mewacancarai peserta BODYGROOVE cover dance yang ternyata peserta masih duduk di bangku S...
22/09/2014

Salah satu reporter Curve Magz mewacancarai peserta BODYGROOVE cover dance yang ternyata peserta masih duduk di bangku SMP Providentia di daerah kedoya jakarta barat,
Yang menujukan kreatifitas tumbuh tidak berdasarkan usia yang matang

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Curve Magz posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share