12/04/2016
UNDANGAN FORUM DIALOG HIPMI SESI KE 38
Target pemasukan pajak pemerintah dari tahun ke tahun terus meningkat. Sayangnya, peningkatan target yang terlalu berambisi itu selalu meleset jauh dari target perolehan pajaknya. Tercatat realisasi pajak tahun 2015 saja, hanya mampu meraih sebesar Rp 1.055 triliun yang setara 81,5 persen dari target Rp 1.294,25 triliun yang ditetapkan. Persoalan klasik dengan target ambisius dan bombastis pun berlanjut pada tahun 2016 dengan mematok target Rp 1.360 triliun. Belum lagi, beberapa saat yang lalu dunia digegerkan oleh fenomena mega skandal “Panama Papers dan Offshore Leaks”. Bahkan dari bocoran dokumen itu memunculkan sejumlah nama pengusaha besar atau nama penting lainnya asal Indonesia, sehingga membuat masyarakat kian geram. Tentu beragam strategi yang dilakukan oleh pengemplang pajak bukan hal yang baru dan tanpa alasan. Tax amnesty juga demikian, pembahasan masih terlalu berlarut-larut. Terlepas dari hal itu, harusnya ini dijadikan momentum untuk perbaikan sistem perpajakan nasional. Lantas, bagaimana pemerintah berupaya mencapai target pemasukan pajak 2016? Apakah tax amnesty dapat menjadi momentum dan solusi, agar tak berlarut larut dipusaran DPR? Bagaimana keadilan dan potensi tax amnesty jika diterapkan? Bagaimana peran intelejen pajak sehingga dirasa kecolongan dan dinilai kurang maksimal?
Untuk itu, Forum Dialog HIPMI kembali mengadakan diskusi dengan tema
“Repatriasi Nasional vs Keadilan Publik” pada pukul pukul 13.00 WIB –15.30 WIB.
Acara tersebut akan turut dihadiri p**a oleh pembicara ternama dan berkompeten dari berbagai lintas sektor, yaitu
1. Ketua Umum BPP HIPMI (Bahlil Lahadalia)
2. Dirjen Pajak Kementrian Keuangan RI (Bpk. Ken Dwijugiasteadi)
3. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Finansial dan Pasar Modal (Bpk. Emirsyah Satar)
4. Anggota Komisi XI DPR RI (Bpk. Maruarar Sirait)
5. Panelis, Ketua HIPMI Tax Center (Bpk Ajib Hamdani)
6. Moderator, Presenter TV (Brigita Manohara)
Tempat: HIPMI Center, Menara Bid