Nahdliyincom

Nahdliyincom Informasi seputar warga nahdliyin Media Publik Nusantara

Flores Belum Sepenuhnya Pulih, NU Peduli Terus BergerakGempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur ...
10/09/2026

Flores Belum Sepenuhnya Pulih, NU Peduli Terus Bergerak

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih diikuti ribuan gempa susulan. Hingga 10 September 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 14.236 gempa susulan, dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sebanyak 38 gempa berkekuatan di atas M5 dan 184 gempa dirasakan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, NU Peduli NTT terus hadir dan bergerak. Bantuan kemanusiaan disalurkan ke 7 kabupaten terdampak, berupa sembako, kebutuhan lansia dan balita, terpal, selimut, hingga pakaian layak pakai.

Distribusi bantuan telah menjangkau sekitar 100 titik lokasi dan diberikan langsung kepada para pengungsi. Untuk memperluas jangkauan pelayanan, dua posko tambahan juga akan dibuka di Manggarai Raya dan Nagekeo.

Memasuki pertengahan September 2026, NU Peduli mulai menyiapkan agenda pemulihan. Rumah ibadah dan rumah warga yang rusak akan menjadi sasaran pemulihan, disertai pembersihan lokasi yang masih digunakan sebagai tempat pengungsian.

Puluhan tahun tinggal dan menempuh pendidikan di Jakarta, Abdul Latif Yelipele memilih pulang ke tanah kelahirannya di P...
09/09/2026

Puluhan tahun tinggal dan menempuh pendidikan di Jakarta, Abdul Latif Yelipele memilih pulang ke tanah kelahirannya di Papua Pegunungan.

Kini, Ketua PCNU Kabupaten Mamberamo Tengah itu mengabdikan diri berdakwah di tengah masyarakat yang mayoritas bukan Muslim. Ia membangun empat mushala sekaligus membimbing lebih dari 300 warga masuk Islam.

Bagi Abdul Latif, dakwah bukan sekadar mengajak bersyahadat, tetapi juga hadir, memahami bahasa dan budaya lokal, serta mendampingi para mualaf dalam menjalankan ajaran Islam.

08/09/2026

Pidato perdana Ketua Umum PBNU yang baru, KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin, dalam acara Grebeg Minggir 2026 membawa pesan penting: NU membutuhkan kesadaran bersama untuk membangun kembali organisasi agar semakin kuat, bermartabat, dan disegani.

Membangun NU bukan tugas satu-dua orang. Dibutuhkan kebersamaan, ketulusan, serta komitmen seluruh warga NU untuk mengembalikan marwah organisasi dan menghadirkan NU yang mampu memberi manfaat lebih luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Saatnya bersama-sama membangun kembali NU agar menjadi organisasi yang semakin disegani.

07/09/2026

Dubes Arab Saudi: Hubungan dengan NU Sangat Baik, Siap Perkuat Kerja Sama

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat baik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, hubungan yang telah terjalin erat tersebut akan terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama antara Arab Saudi dan NU.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal Abdullah H. Amodi juga menyampaikan doa dan harapannya kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang kini dipercaya memimpin PBNU masa khidmah 2026–2031.

Ia mendoakan agar Gus Kikin diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

Hubungan baik Arab Saudi dan NU diharapkan tidak hanya terus terjaga, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama yang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi umat.

Semoga kepemimpinan Gus Kikin membawa PBNU semakin maju, solid, dan mampu memperkuat peran NU di tingkat nasional maupun internasional.

07/09/2026

Kenapa Haul Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari Tak Pernah Digelar? Gus Baha Ungkap Alasannya

Dalam acara Tahlil dan Doa untuk memperingati Haul KH Mahfudh Salam, KH MA Sahal Mahfudh, Nyai Hj. Nafisah Sahal, serta para Muassis Pesantren Maslakul Huda, Gus Baha menyampaikan kisah menarik tentang tradisi haul Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Menurut Gus Baha, haul KH Hasyim Asy’ari ternyata tidak pernah lagi digelar. Bukan karena tidak menghormati jasa Mbah Hasyim, tetapi ada cerita tersendiri yang melatarbelakanginya.

Gus Baha menuturkan, pada suatu waktu pernah digelar haul untuk Mbah Hasyim. Namun, secara tiba-tiba terop tempat acara diterpa angin hingga mengalami masalah.

Sejak kejadian tersebut, menurut Gus Baha, haul Mbah Hasyim tidak lagi diadakan.

Gus Fahmi: Gus Kikin Sosok Humble, Teduh, dan Mampu Merangkul Semua KalanganKetua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik...
07/09/2026

Gus Fahmi: Gus Kikin Sosok Humble, Teduh, dan Mampu Merangkul Semua Kalangan

Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi, menilai Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sebagai sosok pemimpin yang humble, akrab, dan entengan dalam membantu orang lain.

Penilaian tersebut disampaikan Gus Fahmi berdasarkan kedekatannya dengan Gus Kikin yang telah terjalin sekitar satu dekade. Keduanya sama-sama aktif mengabdi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, ketika Gus Kikin mendampingi almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng.

Menurut Gus Fahmi, kedekatan tersebut membuat dirinya cukup mengenal karakter Gus Kikin, baik dalam keseharian maupun ketika berinteraksi dengan pengurus dan warga pesantren.

“Beliau ini memang sosok yang akrab dan humble. Beberapa kali saya dan beliau sarapan bareng, bicara tentang pondok, tentang NU, dan orang yang entengan kalau saya melihat beliau.”

Selain dikenal ringan tangan, Gus Fahmi melihat Gus Kikin memiliki pembawaan yang teduh. Cara Gus Kikin berkomunikasi dinilai santun, tenang, dan tidak meledak-ledak ketika menyampaikan gagasan.

Bagi Gus Fahmi, karakter tersebut menjadi modal penting dalam memimpin PBNU. Ia berharap gaya kepemimpinan yang tenang dan merangkul dapat membawa suasana baru di tubuh NU setelah dinamika dan kontestasi Muktamar Ke-35 NU.

“Gaya beliau kalau bicara tidak meledak-ledak, tapi teduh. Maka kita berharap NU ini menjadi NU yang teduh dan bukan NU yang gaduh.”

Gus Fahmi juga berharap keteduhan tersebut menjadi energi untuk merangkul seluruh elemen NU, termasuk mereka yang sebelumnya berada dalam kubu yang berbeda saat kontestasi Ketua Umum PBNU.

Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Memasuki periode kepengurusan baru, Gus Fahmi berharap PBNU membangun kabinet yang inklusif, terbuka, dan tidak meninggalkan siapa pun.

“Kami berharap kabinet PBNU yang akan datang menjadi kabinet yang inklusif. Merangkul semua kalangan,"

04/09/2026

Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mulai mempersiapkan susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031.

Dalam kunjungan perdananya sebagai Ketua Umum PBNU ke Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026), Gus Kikin menyampaikan bahwa KH Gudfan Arif Ghofur (Gus Gudfan) telah ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PBNU.

Sementara itu, untuk posisi dan struktur kepengurusan lainnya, Gus Kikin mengatakan prosesnya masih berjalan. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap berpegang pada salah satu tradisi penting dalam NU, yakni istikharah.

“Tradisi NU itu adalah istikharah. Jadi itu yang kita lakukan supaya kita mendapatkan petunjuk siapa-siapa yang cocok, siapa-siapa yang ke depan memberikan manfaat kepada masyarakat.”
Bagi Gus Kikin, penyusunan kepengurusan bukan sekadar menentukan siapa yang mengisi posisi, tetapi juga mencari orang-orang yang mampu memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan NU.

“Tradisi yang kita pegang di NU, agar semua mendapat ridha dari Allah SWT,” tegasnya.
Kini, satu posisi penting telah dipastikan. Selebihnya, Gus Kikin masih menunggu petunjuk melalui istikharah.

Gus Kikin mulai menyiapkan langkah awal PBNU masa khidmah 2026–2031. Setelah dikukuhkan sebagai Ketua Umum PBNU, KH Abdu...
04/09/2026

Gus Kikin mulai menyiapkan langkah awal PBNU masa khidmah 2026–2031. Setelah dikukuhkan sebagai Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz mulai mempersiapkan susunan kepengurusan agar roda organisasi dapat segera berjalan dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Dalam prosesnya, Gus Kikin tetap berpegang pada tradisi NU, yaitu istikharah, sekaligus mulai membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Syariah Indonesia. Semoga kepengurusan baru membawa PBNU semakin kuat dalam berkhidmah untuk umat dan masyarakat.

03/09/2026
REFLEKSI GUS IM TENTANG PESANTRENPesantren tidak hanya dituntut mencetak santri yang alim dan berilmu, tetapi juga gener...
03/09/2026

REFLEKSI GUS IM TENTANG PESANTREN

Pesantren tidak hanya dituntut mencetak santri yang alim dan berilmu, tetapi juga generasi yang tahan banting, tidak takut miskin, mandiri, dan tidak galau menghadapi masa depan.

Gus Im menyoroti pentingnya pola pendidikan dan pengkaderan yang tidak membuat anak-anak terlalu dimanjakan. Sebab, ketika sejak kecil terbiasa diurus dan dilayani, mereka bisa kesulitan belajar mandiri dan mengurus orang lain ketika dewasa.

“Hampir semua Gus dan Ning di NU jadinya cemen-cemen, tidak bisa mengurus orang kalau dia dewasa, karena dia terbiasa diurus sejak kecil di lingkungan pesantrennya.”

— Gus Im/KH. Hasyim Wahid

Sebuah refleksi tentang pentingnya pesantren melahirkan generasi yang kuat mentalnya, mandiri hidupnya, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Address

Jakarta
10640

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282114643485

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nahdliyincom posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nahdliyincom:

Shortcuts

Share