Info Film

Info Film Referensi Film & Series Terupdate
Business: [email protected]
(7)

Fenomena perfilman regional mencetak sejarah baru ketika film Indonesia Agak Laen: Menyala Pantiku! meraih lebih dari 1 ...
28/12/2025

Fenomena perfilman regional mencetak sejarah baru ketika film Indonesia Agak Laen: Menyala Pantiku! meraih lebih dari 1 juta penonton di Malaysia hanya dalam pekan pertama penayangan.

Capaian ini menjadikannya film Indonesia terlaris sepanjang masa di Malaysia, memecahkan rekor lama dalam waktu sembilan hari sejak tayang. Antusiasme penonton Malaysia menegaskan kuatnya daya tarik film Indonesia di pasar regional.

Via : GNFI

Avatar: Fire and Ash tampaknya tidak bisa menyamakan persepsi kritikus dan penggemar. Kedua pihak memiliki penilaian yan...
28/12/2025

Avatar: Fire and Ash tampaknya tidak bisa menyamakan persepsi kritikus dan penggemar. Kedua pihak memiliki penilaian yang jauh berbeda akan saga ketiga Avatar milik James Cameron ini.

Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes pada Jumat (26/12), film yang masih digarap oleh James Cameron ini gagal mendapatkan status Certified Fresh dalam Tomatometer dari para kritikus.

Dari 307 ulasan kritikus yang dikumpulkan, Avatar Fire and Ash mendapatkan nilai rating 66 persen, jadi yang terendah dari tiga saga Avatar. Avatar (2009) memiliki nilai tertinggi, yakni 81 persen, dan diikuti film keduanya dengan 76 persen.

Sebagian kritikus menilai Avatar: Fire and Ash dinilai cuma mengandalkan kemegahan visual tanpa kedalaman cerita yang mendalam. Visi James Cameron yang dulu dianggap inovatif kini terasa usang dan repetitif, lebih seperti nostalgia masa lalu daripada langkah ke depan.

"Visi Cameron tidak lagi terasa sebagai masa depan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia, bentuk deja vu yang sangat mahal," kata Stephanie Zacharek dari TIME Magazine.

"Keajaiban film bisa hadir dalam banyak wujud, tetapi jarang sekali ia terasa sekalkulatif ini, mencampuradukkan rasa kagum dengan kebingungan yang membuat penonton terpaku," lanjutnya.

"Avatar tetap sama besarnya dalam ketidakmenarikan dan sama kolosalnya dalam ketahanan terhadap kritik seperti sebelumnya: sebuah bangunan besar yang kosong, yang dengan tenang menolak segala keberatan," kata Peter Bradshaw dari media Inggris, Guardian.

"197 menit grafis seperti screensaver, dialog kaku, alur cerita yang menggelembung dan longgar, serta spiritualitas new-age ala hippie. Sungguh mengerikan membayangkan bahwa Cameron masih memiliki dua sekuel lagi yang sudah dijadwalkan. " kata Nicholas Barber dari BBC.com.

Meskipun begitu, beberapa kritikus tetap mengakui kehebatan James Cameron terhadap penggarapan film itu. Cameron tetap mampu menghadirkan momen-momen yang segar dan menarik, serta menunjukkan minat yang mendalam terhadap keahlian teknis.

"Ini tetap merupakan epik dalam hal keterampilan dan keyakinan. Anda bisa merasakan pengabdian mendalam Cameron pada dinamika karakter-karakter utamanya, bahkan ketika minatnya melampaui minat kita sendiri. Hal itu terutama terasa dalam Fire and Ash," kata Jake Coyle dari Associated Press.

"[Ekspektasi] tidak mempersiapkan saya pada kenyataan menyaksikan salah satu penjelajah terbesar sinema berjalan berputar-putar selama tiga jam, meskipun Cameron-karena dia adalah Cameron-secara alami tetap menemukan cara untuk membuat perjalanan itu terasa baru dan menyegarkan pada beberapa saat," kata David Ehrlich dari IndieWire.

Meski menuai kritik dari kritikus, Avatar: Fire and Ash tetap disukai penonton dengan mengantongi skor 91 persen Popcornmeter berdasarkan lebih dari 5.000 verified ratings yang diberikan.

Salah satu penonton membela karya James Cameron ini. Menurutnya, kemiripan cerita Avatar: Fire and Ash dengan film sebelumnya wajar karena hal itu merupakan sekuel atau lanjutan.

Beberapa penonton juga ikut membela karya James Cameron ini dengan menilai bahwa James berhasil mengembangkan karakter Avatar dengan kuat dan bagaimana ia secara kreatif membangun film ini, meski alur ceritanya dinilai beberapa kritikus sederhana.

Avatar: Fire and Ash mengisahkan konflik internal keluarga Jake Sully setelah peristiwa dalam The Way of Water, sekaligus saat mereka menghadapi suku Mangkwan yang bekerja sama dengan musuh bebuyutan keluarga tersebut.

Pada saat ini lah, keluarga Jake Sully akan menghadapi ujian kesetiaan dan kepercayaan satu sama lain. Avatar: Fire and Ash tayang sejak 17 Desember 2025 di bioskop Indonesia.

Via : The Guardian

Rachel Summers bukan sekadar mutan biasa, dia adalah jembatan multiverse dengan implikasi kekuatan yang serius 🤯Dia seca...
28/12/2025

Rachel Summers bukan sekadar mutan biasa, dia adalah jembatan multiverse dengan implikasi kekuatan yang serius 🤯

Dia secara resmi masuk dalam daftar pemain film Tom Holland berikutnya, yang akan tayang pada 31 Juli 2026. Rachel adalah putri Cyclops dan Jean Grey dari masa depan distopia.

Sampai Marvel mengumumkan namanya secara resmi, anggap saja ini sebagai rumor cerdas dengan potensi besar.

Via : Wealth

Robert Downey Jr. membagikan foto Natal baru yang menampilkan Doctor Doom dan Iron Man.🎄Via : IG/robertdowneyjr         ...
28/12/2025

Robert Downey Jr. membagikan foto Natal baru yang menampilkan Doctor Doom dan Iron Man.🎄

Via : IG/robertdowneyjr

Hideo Kojima Tertarik Untuk Mengubah Predator: Badlands Menjadi Gim video.Dalam sebuah wawancara dengan Wired, Hideo Koj...
28/12/2025

Hideo Kojima Tertarik Untuk Mengubah Predator: Badlands Menjadi Gim video.

Dalam sebuah wawancara dengan Wired, Hideo Kojima mengatakan bahwa ia tertarik untuk mengubah Predator: Badlands menjadi gim video. 🎮

Via : Wired

Dalam sebuah wawancara dengan People, Ralph Macchio mengatakan bahwa ia ingin Reboot waralaba Karate Kid.“Dan kemudian m...
28/12/2025

Dalam sebuah wawancara dengan People, Ralph Macchio mengatakan bahwa ia ingin Reboot waralaba Karate Kid.

“Dan kemudian menemukan cara yang sempurna untuk meluncurkannya, karena basis penggemarnya—tidak pernah hilang. Belum hilang sejak tahun 1984.”

Via : People

Adaptasi live-action Assassin’s Creed yang telah lama dinantikan akhirnya mendapat pembaruan besar. Netflix resmi menunj...
28/12/2025

Adaptasi live-action Assassin’s Creed yang telah lama dinantikan akhirnya mendapat pembaruan besar. Netflix resmi menunjuk sutradara pemenang Emmy untuk mengarahkan musim pertama serial yang diadaptasi dari franchise video game legendaris milik Ubisoft tersebut.

Menurut laporan Variety, Netflix telah merekrut Johan Renck sebagai sutradara utama Assassin’s Creed. Renck dikenal sebagai sineas berpengalaman di dunia televisi, dengan rekam jejak mengesankan lewat serial-serial besar seperti Breaking Bad, The Walking Dead, dan terutama Chernobyl. Lewat miniseri HBO tersebut, Renck berhasil meraih dua penghargaan Emmy, berkat penyutradaraan yang dipuji luas oleh kritikus. Ia juga baru-baru ini mengarahkan film fiksi ilmiah Netflix Spaceman (2024) yang dibintangi Adam Sandler.

Menariknya, meski jumlah episode belum diumumkan secara resmi, laporan tersebut menyebutkan bahwa Renck akan menjadi satu-satunya sutradara yang menangani seluruh musim pertama serial Assassin’s Creed—sebuah indikasi bahwa Netflix menginginkan visi yang konsisten dan kuat sejak awal.

Pengumuman ini menyusul konfirmasi jajaran pemeran utama yang terdiri dari Toby Wallace, Lola Petticrew, Zachary Hart, dan Laura Marcus. Seperti dalam gamenya, serial ini akan berpusat pada konflik rahasia yang telah berlangsung selama berabad-abad antara Ordo Templar dan Assassin Brotherhood.

Dalam semesta Assassin’s Creed, konflik tersebut terungkap melalui teknologi bernama Animus, yang memungkinkan seseorang mengakses ingatan leluhurnya dan hidup di era sejarah tertentu. Lewat mekanisme inilah, rahasia masa lalu dan pertarungan dua organisasi bayangan itu perlahan terungkap.

Netflix sendiri merilis sinopsis resmi yang menggambarkan serial ini sebagai:

Thriller beroktan tinggi tentang perang rahasia antara dua faksi bayangan yang satu berusaha menentukan masa depan umat manusia melalui kontrol dan manipulasi, sementara yang lain berjuang mempertahankan kehendak bebas. Kisah ini mengikuti karakter-karakternya melintasi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah demi menentukan nasib umat manusia.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa musim pertama akan berlatar Roma Kuno pada tahun 54–68 Masehi, sebuah periode yang belum pernah dieksplorasi oleh Assassin’s Creed dalam bentuk apa pun. Serial ini juga dikabarkan akan menampilkan tokoh sejarah nyata seperti Kaisar Nero dan Seneca the Younger, menambah nuansa historis yang kuat.

Meski belum dipastikan apakah serial ini berada dalam satu timeline dengan game, banyak indikasi bahwa Netflix akan menghadirkan cerita orisinal sepenuhnya, alih-alih mengadaptasi langsung salah satu judul game.

Sebagai catatan, franchise Assassin’s Creed memang dikenal sebagai seri antologi, dengan latar waktu yang terus berganti—mulai dari Yunani Kuno, Mesir Ptolemaik, hingga Amerika kolonial abad ke-18. Karena itu, tidak mengejutkan jika versi serial Netflix nantinya juga mengusung pendekatan serupa, menghadirkan karakter dan era baru di setiap musim.

Namun, para penggemar tentu masih berharap suatu saat Netflix akan mengadaptasi kisah ikonik dari game, seperti Ezio Auditore (Assassin’s Creed II) atau Edward Kenway (Assassin’s Creed IV: Black Flag), yang hingga kini tetap menjadi favorit sepanjang masa.

Dengan Johan Renck sebagai nakhoda dan latar sejarah yang segar, serial Assassin’s Creed Netflix kini tampak semakin menjanjikan sebagai salah satu adaptasi video game paling ambisius di layar kaca.

Via : Variety

Avatar telah merilis film ketiganya secara global pada pertengahan Desember 2025. James Cameron selaku sutradara dan pen...
28/12/2025

Avatar telah merilis film ketiganya secara global pada pertengahan Desember 2025. James Cameron selaku sutradara dan penulis memberikan film ketiganya itu judul Fire and Ash, setelah yang kedua The Way of Water.

Avatar: Fire and Ash kembali menampilkan Sam Worthington hingga Zoe Saldaña dan melanjutkan kisah keluarga Jake Sully setelah mengalami kehilangan besar. Mereka juga menghadapi ancaman baru di Pandora, yakni Suku Ash yang dipimpin Varang dan dikenal sangat agresif.

James Cameron mengungkapkan Fire and Ash menjadi judul yang dipilih karena merepresentasikan situasi yang dialami Jake, Neytiri, dan keluarga Sully dalam film ketiga.

"Fire merepresentasikan kebencian, kekerasan, trauma, dan mungkin penyalahgunaan kekuasaan. Ada banyak hal-hal bertema seperti itu," penjelasan James Cameron seperti diberitakan ScreenRant pada 2024.

"Kemudian apa arti dari ash? Dalam pikiran saya, itu merepresentasikan situasi setelah semua energi diberikan, apa itu rasa kehilangan dan menjalani kehidupan dengan yang sudah kamu lakukan."

James Cameron juga menyinggung kematian Neteyam pada Avatar: The Way of Water benar-benar memengaruhi kehidupan Jake dan Neytiri, termasuk anak-anak mereka yang lain. Situasi itu memantik rasa bersalah dan amarah keluar.

Permasalahan personal yang dialami karakter utama Avatar turut diperhadapkan dengan situasi Pandora dan klan baru Na'vi yang berbahaya.

"Film ini menguak lebih dalam karakter-karakternya dan dampak emosional yang mendalam atas hal-hal yang mengancam serta menguji ikatan mereka," ungkap James Cameron.

Tak lama setelah keluarga Sully resmi menetap bersama klan Metkayina, suasana duka masih terasa akibat kematian Neteyam. Rasa duka itu dihadapi berbeda-beda oleh setiap anggota keluarga Sully.

Namun, kebencian Neytiri terhadap Spider tidak bisa dibendung lagi. Sehingga, Jake memutuskan memindahkan Spider. Mereka akan gabung klan Tlalim alias wind traders yang kerap berdagang ke berbagai desa dengan kendaraan terbang.

Di tengah perjalanan, mereka diserang Mangkwan yang dipimpin oleh tsahik atau dukun bernama Varang yang menjadi ahli api. Kekacauan terjadi, upaya keluarga Sully melawan Mangkwan tak sebanding.

Hingga kemudian, keluarga Sully terpencar. Di tengah usaha keluarga Sully untuk kembali bersama dan melawan, Varang mendapatkan bantuan dari musuh bebuyutan Jake yang menggenapi obsesinya akan api dan kehancuran.

James Cameron masih bertindak sebagai sutradara, penulis bersama Rick Jaffa dan Amanda Silver, serta di kursi produser bersama mendiang Jon Landau yang meninggal pada Juli 2024.

Film ini masih dibintangi dengan para pemeran utama Avatar, di antaranya Sam Worthington, Zoe Saldaña, Stephen Lang, Sigourney Weaver, Joel David Moore, CCH Pounder, Giovanni Ribisi, Dileep Rao, Matt Gerald, Kate Winslet, dan Cliff Curtis. Sementara itu, film ini akan mengenalkan karakter baru yang diperankan oleh Oona Chaplin dan David Thewlis.

Avatar: Fire and Ash sudah tayang di bioskop sejak 17 Desember 2025. Film ini berating R13+.

Via : ScreenRant

Trailer teaser pertama untuk ‘Avengers: Doomsday’ mendapatkan 167,5 juta tayangan di semua platform media sosial hanya d...
28/12/2025

Trailer teaser pertama untuk ‘Avengers: Doomsday’ mendapatkan 167,5 juta tayangan di semua platform media sosial hanya dalam 24 jam.

Trailer ini juga menerima lebih banyak like di Twitter/X dalam 2 jam pertama dibandingkan trailer pertama untuk ‘Avengers: Infinity War’ dan ‘Avengers: Endgame’.

Via : Marvel Studio

Setelah penantian panjang sejak serialnya berakhir pada 2022, Cillian Murphy akhirnya kembali mengenakan mantel ikonik T...
28/12/2025

Setelah penantian panjang sejak serialnya berakhir pada 2022, Cillian Murphy akhirnya kembali mengenakan mantel ikonik Tommy Shelby dalam trailer perdana Peaky Blinders: The Immortal Man. Film lanjutan dari serial fenomenal ini siap membawa kisah keluarga Shelby ke level yang lebih gelap, lebih besar, dan lebih berbahaya, dengan latar Perang Dunia II.

Menariknya, The Immortal Man tidak langsung tayang eksklusif di Netflix. Film ini akan lebih dulu dirilis di bioskop pada 6 Maret 2026, sebelum akhirnya tersedia di Netflix pada 20 Maret 2026 — sebuah langkah yang menegaskan skala sinematik ambisius dari proyek ini.

Berlatar Birmingham tahun 1940, film ini menampilkan Tommy Shelby yang kembali dari pengasingan demi menghadapi konflik paling menghancurkan sepanjang hidupnya. Di tengah kekacauan perang global, masa depan keluarga Shelby bahkan negaranya berada di ujung tanduk.

Netflix merangkum kisahnya sebagai berikut:

Tommy dipaksa menghadapi iblis masa lalunya dan menentukan apakah ia akan menghadapi warisan yang telah ia bangun, atau justru menghancurkannya dengan tangannya sendiri. Seperti biasa, setiap keputusan datang dengan harga darah.

Trailer perdana menampilkan semua elemen khas Peaky Blinders yang dicintai penggemar: jalanan industri yang muram, ketegangan yang membara perlahan, serta aura dingin dan berbahaya dari Tommy Shelby yang kini terlihat lebih kelam dan tak terduga dari sebelumnya.

Selain Cillian Murphy, film ini diperkuat oleh jajaran aktor papan atas. Rebecca Ferguson, Tim Roth, Stephen Graham, Barry Keoghan, hingga Sophie Rundle turut bergabung, bersama beberapa wajah lama yang kembali ke dunia Shelby. Kombinasi ini menjanjikan dinamika karakter yang intens dan konflik yang semakin brutal.

The Immortal Man bukanlah akhir dari segalanya. Netflix juga telah mengonfirmasi serial lanjutan berlatar tahun 1953, yang akan mengeksplorasi perebutan kekuasaan dalam proyek rekonstruksi besar-besaran Birmingham pasca perang. Steven Knight kembali sebagai kreator, sementara Cillian Murphy berperan sebagai produser eksekutif.

Ini menandakan bahwa meski kisah utama Tommy Shelby mendekati titik klimaks, dunia Peaky Blinders masih jauh dari kata selesai.

Trailer ini tidak hanya menandai kembalinya salah satu karakter televisi paling ikonik dalam satu dekade terakhir, tetapi juga menegaskan satu pertanyaan besar.

Via : Netflix

Dalam sebuah wawancara dengan ScreenRant, salah satu pencipta ‘Welcome to Derry’, Barbara Muschietti, mengisyaratkan bah...
28/12/2025

Dalam sebuah wawancara dengan ScreenRant, salah satu pencipta ‘Welcome to Derry’, Barbara Muschietti, mengisyaratkan bahwa ‘IT: Chapter Three’ bisa jadi sangat mungkin terjadi.

“Masih ada beberapa celah. Ketika Stephen King yang hebat menulis buku itu, saya pikir dia sengaja meninggalkan celah-celah itu… Saya rasa ini bukan akhir.”

Via : ScreenRant

Menurut Variety, ‘Stranger Things’ telah menjadi serial yang paling banyak ditonton di Netflix dengan 1,2 miliar penayan...
28/12/2025

Menurut Variety, ‘Stranger Things’ telah menjadi serial yang paling banyak ditonton di Netflix dengan 1,2 miliar penayangan di semua musimnya.

Netflix memperkirakan serial ini memberikan dampak ekonomi sekitar $1,4 miliar (Rp22 triliun) bagi AS, mulai dari pengeluaran produksi hingga pariwisata dan lapangan kerja.

Via : Variety

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Film posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Info Film:

Share