03/01/2026
Komunitas Negeri Elok () melalui buku Telusuri Jalanan Kami Bersama Sambal, mengajak kita melihat sambal bukan sekadar saus pedas, melainkan sebuah manifestasi budaya dan identitas.
Sambal telah melampaui fungsinya sebagai sekadar kondimen. Ia menjadi penanda selera, bahkan identitas sosial dan kultural. Seperti ungkapan Murdijati Gardjito, Guru Besar Teknologi Pangan UGM, “Manusia Indonesia, secara indera pengecap alaminya, s**a dan merasa nyaman kalau ada cita rasa pedas.”
Seperti Indonesia itu sendiri, sambal hadir dengan perpaduan cara serta bahan yang berbeda-beda, namun saling terhubung oleh api kecil yang sama: keberanian untuk memberi rasa, apa adanya. [MAR]