04/09/2026
Ada wewangian yang sekadar harum, ada p**a yang menjadi kenangan. Seperti kencan pertama, CHANEL (Chanel Bonin) COCO MADEMOISELLE hadir pada 2001 dengan daya pikat yang seketika terasa. Citrus yang segar berpadu dengan rose dan jasmine, kemudian meninggalkan jejak khas patchouli dan vetiver. Dua puluh lima tahun berlalu, pesonanya tetap lekat dalam ingatan, menjadi salah satu ikon wewangian CHANEL.
Kini, kisah itu menemukan babak baru melalui COCO MADEMOISELLE CRUSH ABSOLU. Diracik Olivier Polge, interpretasi terbaru ini tidak sekadar mengulang DNA pendahulunya, melainkan membawanya ke arah yang lebih intens dan sensual. Grapefruit dan lychee membuka perjumpaan dengan kesegaran buah yang juicy, rose dan jasmine menghidupkan daya pikat floral, sementara patchouli, vanilla, amber, dan vetiver meninggalkan jejak yang lebih hangat dan dalam. Jika OG adalah pertemuan citrus dan patchouli, CRUSH ABSOLU adalah pertemuan fruit dan amber.
Dan seperti kencan pertama yang membuat kita ingin bertemu kembali, CRUSH ABSOLU hadir dengan rasa ingin tahu yang baru. Dari sebuah ikon yang telah menemani seperempat abad, lahir interpretasi yang lebih berani, lebih intens, dan lebih memikat. Kini, kisah tersebut tiba di Indonesia, membawa satu pertanyaan sederhana yang selalu menyertai sebuah perjumpaan pertama: akankah kita jatuh hati lagi?
Time International