Diari Kota

Diari Kota Cerita tentang Kota dan Seisinya

Diari 2 (Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.)Dengan keberagaman etnis dan modernitas yang ...
06/04/2017

Diari 2

(Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.)

Dengan keberagaman etnis dan modernitas yang dimiliki Jakarta saat ini, kemungkinan masyarakat kota untuk memiliki pasangan dengan latar belakang etnis yang berbeda tentu sangat mungkin terjadi. Namun apakah anak muda di Jakarta sendiri masih mempertimbangkan persoalan perbedaan latar belakang etnis dalam berpacaran?

Diary 2

(Notice: The term 'Jakarta' here refers to the Greater Jakarta.)

Considering the ethnic diversity and the modernizing Jakarta, it's somewhat inevitable that some of the citizens will have mixed ethnicity relationships. In this video, we would like to know whether young people in Jakarta are still considering ethnic differences in their romantic relationships.

https://www.youtube.com/watch?v=9rn7G56t3zY

Diari 2 (Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.) Dengan keberagaman etnis dan modernitas yang dimiliki Jakarta saat ini, kemungkin...

“Di tubuh subkultur punk sendiri terdapat spektrum yang menggambarkan apa yang dapat dianggap sebagai punk dan apa yang ...
06/04/2017

“Di tubuh subkultur punk sendiri terdapat spektrum yang menggambarkan apa yang dapat dianggap sebagai punk dan apa yang tidak. Saya sendiri lebih setuju untuk melihat punk secara garis besar sebagai bentuk penolakan terhadap sistem dan kemapanan.”

“The punk subculture spans a spectrum that defines what is punk and what is not. I personally prefer to see punk generally as a form of resistance against system and establishment.”

http://www.diarikota.com/esai/punk-di-jakarta-bukan-sekadar-pernyataan-fashion

Anak punk itu katanya pembuat onar, tapi coba lihatlah markas mereka; mereka kreatif. Oleh Alwiyah Shahbanu

Diari 1 (Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.)Penglaju dapat dipahami sebagai individu yang...
14/01/2017

Diari 1

(Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.)

Penglaju dapat dipahami sebagai individu yang dalam kesehariannya melakukan aktivitas di kota lain yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kata ‘penglaju’ mungkin bagi beberapa orang di Jakarta merupakan kata yang cukup asing terdengar di telinga. Padahal, jika menilik ke belakang, penglaju merupakan bagian integral yang kehadirannya senantiasa mengisi dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta. Menimbang arti penting keberadaannya, para penglaju berhak menyuarakan aspirasinya kepada pihak yang berwenang. Tentu, pertama-tama dengan menyadari keberadaannya, bahwa mereka adalah penglaju.

Diary 1

(Notice: The term 'Jakarta' here refers to the Greater Jakarta.)

Commuters are those who travel back and forth from one to another distant city. For some people in Jakarta, the term ‘commuter’ might not be so familiar. That is notwithstanding the fact that commuters have always existed and become part of Jakarta's urban life. Considering their significance, commuters have the very right to voice their own aspirations to the authority. First, by being aware of their existence, that they are the commuter.

https://www.youtube.com/watch?v=AK2jJovsFF0&t=50s

Diari 1 (Catatan: Term 'Jakarta' di sini merujuk pada wilayah Jabodetabek.) Penglaju dapat dipahami sebagai individu yang dalam kesehariannya melakukan aktiv...

Mengapa saya atau kamu harus bersusah-susah bekerja jauh ke kota sebelah? Mengapa mesti menjadi penglaju?Why do we have ...
13/01/2017

Mengapa saya atau kamu harus bersusah-susah bekerja jauh ke kota sebelah? Mengapa mesti menjadi penglaju?

Why do we have to take the hassle of working to the distant neighboring city? Why commute?

http://www.diarikota.com/galeri/infografis-penglaju-di-jabodetabek

Sedikit gambaran tentang penglaju di Jabodetabek, berikut masalah yang mereka hadapi. Oleh Puspa Citra Anjani

“Saya tidak mengatakan bahwa setiap kota harus menyediakan tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja, tapi setidak-t...
11/01/2017

“Saya tidak mengatakan bahwa setiap kota harus menyediakan tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja, tapi setidak-tidaknya pilihan itu seharusnya tersedia,” jelas Marco.

"I'm not saying that every city should provide housing adjacent to workplaces, but at least there should be alternatives to it," Marco explained.

http://www.diarikota.com/esai/tentang-mereka-yang-bekerja-di-kota-sebelah

Satu-dua penjelasan tentang mengapa hari-hari kerja saya ke kota sebelah menjadi begitu melelahkan. Oleh Aldrin Rocky Sampeliling

'Lebih Enak untuk Bersepeda.' Iseng membuka foto-foto lama, saya menemukan foto ini. Sekitar enam tahun yang lalu, suasa...
10/01/2017

'Lebih Enak untuk Bersepeda.' Iseng membuka foto-foto lama, saya menemukan foto ini. Sekitar enam tahun yang lalu, suasana Hari Bebas Kendaraan tidak seramai sekarang, seperti lengangnya kawasan Thamrin di foto ini. Foto oleh Nindya Natasasmita (Instagram: ) untuk Diari Kota.

'It's Better for Cycling.' While leisurely looking through my old photos, I stumbled upon this one. The Car Free Day six years ago was not as crowded as now, just like what is seen from this lonely Thamrin area. Photo by Nindya Natasasmita (Instagram: ) for Diari Kota.

Ini rasanya seperti berjalan-jalan di pusat bisnis Malaysia. Pasar Baru, pasar yang mungkin seluas lapangan sepak bola i...
04/01/2017

Ini rasanya seperti berjalan-jalan di pusat bisnis Malaysia. Pasar Baru, pasar yang mungkin seluas lapangan sepak bola ini menjadi pusat bisnis masyarakat multietnis. Etnis India yang berjualan kain, etnis Tionghoa yang menyediakan berbagai macam pilihan pakaian, dan juga etnis Melayu yang menawarkan jasa. Siang itu, semua tampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Foto oleh Nindya Natasasmita (Instagram: ) untuk Diari Kota.

It felt like we were walking in the downtown of Malaysian cities. Pasar Baru, a market which may have the size of a football field, here a multi-ethnic society engages in business activities: Indians selling textiles, Chinese providing numbers of habiliments preferences, and Malays offering services. On that day, everyone seemed busy doing their activities. Photo by Nindya Natasasmita (Instagram: ) for Diari Kota.

Keuntungan dari belanja langsung, ya, coba lihat senyuman Bapak itu! Foto oleh Nindya Natasasmita (Instagram: ) untuk Di...
30/12/2016

Keuntungan dari belanja langsung, ya, coba lihat senyuman Bapak itu! Foto oleh Nindya Natasasmita (Instagram: ) untuk Diari Kota.

The perk of traditional shopping, well, can't you see that smile of him? Photo by Nindya Natasasmita (Instagram: ) for Diari Kota.

Masih dalam hangatnya perdebatan publik terkait demo-demo besar yang diadakan beberapa waktu lalu, sekelompok kecil oran...
18/12/2016

Masih dalam hangatnya perdebatan publik terkait demo-demo besar yang diadakan beberapa waktu lalu, sekelompok kecil orang yang berjumlah hanya sekira ratusan berpawai melalui jalan-jalan di sekitar daerah Menteng, Jakarta. Mereka adalah individu-individu yang memiliki sikap dalam memperjuangkan keadilan sosial; datang berkumpul untuk merayakan Hari HAM Internasional. Dari situasi di sana, tampak jelas mereka menyuarakan apa yang lebih dari sekadar harapan. Foto oleh Aldrin Sampeliling (Instagram: ) untuk Diari Kota.

Against the backdrop of heated public debates over the recent large-scale demonstrations, a small group consisted of merely hundreds of people marched through the streets around Menteng area, Jakarta. They who were individuals aimed to promote social justice joined together and celebrated the annual International Human Rights Day. From the sight and ambience, it’s obvious they voiced more than just a hope. Photo by Aldrin Sampeliling (Instagram: ) for Diari Kota.

Akrabnya warga Jakarta dengan tren mode terbaru umumnya akan selalu diikuti dengan kemunculan barang-barang tiruan. Bara...
16/12/2016

Akrabnya warga Jakarta dengan tren mode terbaru umumnya akan selalu diikuti dengan kemunculan barang-barang tiruan. Barang tiruan atau yang biasa dikenal sebagai barang 'KW' (kwalitas) memiliki tingkat-tingkat kualitasnya tersendiri, seringkali dilabeli dengan penomoran: semakin kecil angkanya berarti semakin bagus kualitas barangnya, dan akan semakin mahal juga harganya. Ya, ingin gaya di Jakarta memang banyak pilihannya, tinggal pilih saja yang sesuai kantong dan selera mata. Foto oleh Nindya Natasasmita (Instagram: ) untuk Diari Kota.

As Jakartans deal with the latest mode of fashion, the trend is usually followed by the arrival of faux products. The faux products, or as well known as 'KW' (read: 'kawe; it stands for 'kwalitas,' which may literally translate as 'quality') have its own levels of quality, oftentimes labeled with numbers: the lower the number means the better the quality, and the pricier it will become. Jakarta provides many for those who wish to be stylish; you may choose which suits your budget and taste. Photo by Nindya Natasasmita (Instagram: ) for Diari Kota.

Sekelompok remaja bergerak menuju stadion sambil menyorakkan yel-yel tim sepak bola kebanggaannya. Kami pikir mereka ada...
12/12/2016

Sekelompok remaja bergerak menuju stadion sambil menyorakkan yel-yel tim sepak bola kebanggaannya. Kami pikir mereka adalah bagian dari 'Parade Bela Demokrasi Bela Rakyat' yang diadakan tidak jauh dari tempat kami berdiri, tapi ternyata tidak. Atau, haruskah mereka ikut bergabung? Foto oleh Aldrin Sampeliling (Instagram: ) untuk Diari Kota.

A group of youngsters made their way to a stadium while shouting their favorite football team's famed chant. We thought the group was part of the 'Parade for Democracy and for the People' held not so far from where we stood, but they were not. Or, should they? Photo by Aldrin Sampeliling (Instagram: ) for Diari Kota.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Diari Kota posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share