15/09/2026
Seruan “Free Palestine” dari atas panggung berujung pada keluarnya rapper Macklemore dari sisa rangkaian tur “Loop Tour” Ed Sheeran di Amerika Serikat.
Saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey, 4 September lalu, Macklemore menyampaikan dukungannya untuk Palestina. Ia mengatakan ingin warga Gaza dan Tepi Barat tahu bahwa mereka tidak dilupakan.
Pernyataan itu kemudian memicu kontroversi dan petisi agar Macklemore dicoret dari tur. Sejumlah venue juga disebut menolak menggelar konser jika Macklemore masih menjadi bagian dari lineup.
Promotor akhirnya mengumumkan Macklemore tak akan tampil di sisa rangkaian tur AS Ed Sheeran.
Melalui pernyataan tertulis di akun Instagram miliknya, Macklemore mengonfirmasi pencoretan dirinya setelah menjalani pembicaraan intensif selama sepekan dengan Ed Sheeran yang berakhir tanpa titik temu.
“Korban sebenarnya adalah rakyat Palestina. Para pria, wanita, dan anak-anak yang telah terbunuh, dibuat kelaparan, terusir dari tempat tinggalnya, dan dipaksa menjalani kekerasan yang tak terbayangkan,” tulisnya.
“Lebih dari 20.000 orang terbunuh di Gaza. Orang-orang terbunuh hari ini, dan orang-orang akan terbunuh besok. Saya ingin memastikan bahwa saat saya menceritakan kisah ini, kita tidak melupakan fakta tersebut,” tambahnya.
Macklemore dikenal sebagai figur yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial dan politik sepanjang karier musiknya. Pada 2024, ia merilis lagu bertajuk “Hind’s Hall” sebagai bentuk dukungan terhadap aksi protes mahasiswa di Universitas Columbia yang menentang agresi militer di Gaza.
“Mengambil sikap bisa membuat Anda kehilangan banyak hal. Uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, pertunjukan pribadi, hubungan, hingga akses. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun tidak ada posisi netral di antara penindas dan yang tertindas,” tegasnya.
| Narasi