Kanigorodotcom

Kanigorodotcom Opini dan Analisis Berita Kantor Berita Politik Islam Indonesia

Diskusi Ketahanan Keluarga dan Ketahanan Pangan digelar di Jakarta, Selasa (17/6) lalu diikuti sekitar 70 orang pengusah...
24/06/2025

Diskusi Ketahanan Keluarga dan Ketahanan Pangan digelar di Jakarta, Selasa (17/6) lalu diikuti sekitar 70 orang pengusaha dan calon pengusaha dari kawasan Jabodetabek.

Sekolah Bisnis KBPII menggelar diskusi bisnis bertajuk 'Ketahanan Keluarga dan Ketahanan Pangan' untuk berbagi info tantangan dan peluang.

23/06/2025
Pengajian Jumat Pagi KBPII  #72Hari: Jum'at, 30 Desember 2022 Jam: 06.00-07.00 WibNarasumber:KH. Abdullah Yazid(Wakil Ke...
26/12/2022

Pengajian Jumat Pagi KBPII #72

Hari: Jum'at, 30 Desember 2022
Jam: 06.00-07.00 Wib

Narasumber:
KH. Abdullah Yazid
(Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat dan Pemilik BMT BUS)

Tema:
الاموال في الاسلام
Kedudukan Harta dalam Syari'ah Islam.

Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/93538764409?pwd=S295QkFSMnNnOXN1d0NyYU41MktiZz09

Meeting ID: 935 3876 4409
Passcode: jumatpagi

Jangan biarkan informasi menarik dan berharga ini hanya berhenti pada Anda

sebarkan agar jadi amal shalih.

Salat Jumat Dulu  Baru Ada Pembagian Paket BTS LAZISKU
04/09/2022

Salat Jumat Dulu Baru Ada Pembagian Paket BTS LAZISKU

Tim LAZISKU KBPII melaksanakan kegiatan Berbagi Tuk Sesama (BTS) usai Salat Jumat, di Masjid Al Falaah, Gandaria Utara, Kebayoran Baru.

02/09/2022

Khutbah Jumat, ada 3 bentuk kegiatan di jalan Allah yang bisa dilakukan seperti bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu sholat jamaah

Disamping menawarkan keindahan Taman Wisata Posong Temanggung, tempat Shooting film Filosofi Kopi, Anda yang ikut pelati...
11/08/2022

Disamping menawarkan keindahan Taman Wisata Posong Temanggung, tempat Shooting film Filosofi Kopi, Anda yang ikut pelatihan ini juga bisa dapat jaminan kerja bagi lulusan terbaik

Tunggu apa lagi..

Pelatihan Kopi KBPII yang akan digelar di kawasan Taman Wisata Posong Jawa Tengah memberikan pelatihan dan merasakan indahnya kawasan ini

06/06/2022

LAZISKU.ID – LEMBAGA Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) KBPII menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk melaksanakan Program Pembiayaan Usaha Mikro Berbasis Masjid (PPUMBM). […]

Pengajian Jumat Pagi KBPII  #40Tanggal: 20 Mei 2022Pukul: 06.00-07.00 WIBNarasumber: Dr. H. Adi Suryadi Culla, MAKB PII ...
19/05/2022

Pengajian Jumat Pagi KBPII #40

Tanggal: 20 Mei 2022
Pukul: 06.00-07.00 WIB

Narasumber: Dr. H. Adi Suryadi Culla, MA
KB PII Sulawesi Selatan
Dosen FISIP Universitas Hasanuddin
Ketua Dewan Pendidikan Sulsel

Tema: "ISLAM, Demokrasi dan Masyarakat Madani"

Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/99127995734

Meeting ID: 991 2799 5734

Program bagus
19/05/2022

Program bagus

LAZISKU KBPII Sumber bantu pedagang ikan segar keliling melalui Program Pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan keuntungan yang didapat.

14/05/2022

Presiden Bongbong

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Filipina baru saja melaksanakan perhelatan pemilihan presiden Senin (9/5), dan melahirkan presiden baru Ferdinand Marcos Junior atau lebih dikenal dengan nama panggilan Bongbong. Perhitungan suara formal oleh komisi pemilihan umum belum diumumkan, tetapi hasil perhitungan cepat menunjukkan perolehan suara Bongbong dua kali lipat lebih banyak dari pesaing terdekatnya, mantan wakil presiden Leni Robredo, dan mantan petinju Manny Pacquiao yang juga mencalonkan diri.

Bongbong ialah putra mantan presiden Filipina Ferdinand Marcos (1917-1989) yang dikenal sebagai diktator Filipina yang berkuasa selama 21 tahun. Marcos memimpin dengan kekuasaan mutlak dan menerapkan politik tangan besi untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Di bawah kepemimpinan Marcos Filipina korupsi merajalela dan kemiskinan meluas dimana-mana. Marcos dan istrinya Imelda dikenal sangat korup dan menyimpan kekayaan yang sangat besar di dalam dan luar negeri.

Pada 1986 Filipina diguncang oleh demonstrasi besar di seluruh negeri memprotes kepemimpinan Marcos yang dianggap bobrok. Rakyat Filipina kehilangan ketakutannya terhadap kekejaman Marcos, mereka berduyun-duyun turun ke jalan melakukan protes yang melumpuhkan aktivitas pemerintahan.

Gerakan rakyat ini kemudian terkenal dengan sebutan ‘’People Power’’, gerakan demonstrasi rakyat secara damai yang berhasil menumbangkan rezim yang sangat otoriter dan represif. Ferninand Marcos yang terdesak tidak mempunyai pilihan lain selain melarikan diri ke Amerika Serikat ketimbang menghadapi pengadilan rakyat.

Dengan pesawat khusus Marcos dan keluarganya melarikan diri ke Hawaii. Ketika itu ia membawa semua harta yang bisa dia boyong, ada ribuan batangan emas, berlian, dan batu-batu berharga. Ada ratusan koper berisi uang kontan dalam pecahan dolar dan peso Filipina.

Bersama Ferdinand Marcos Senior ikut p**a istrinya Imelda Marcos yang terkenal sebagai first lady, ibu negara, pesolek yang membawa serta ratusan pasang koleksi sepatunya bersamaan dengan ratusan koleksi perhiasan dari emas, intan, dan berlian. Sebuah laporan menyebutkan jumlah koleksi sepatu Imelda 2.000 pasang.

Bersama keluarga itu ikut p**a si bungsu Ferdinand Marcos Junior. Ketika itu si bungsu yang biasa dipanggil Bongbong itu masih seorang anak muda berusia 27 tahun yang belum pernah secara langsung bersinggungan dengan politik. Marcos Senior juga tidak mempersiapkan anaknya yang masih dianggap terlalu muda itu untuk menjadi suksesornya.

Tetapi, takdir politik berbicara lain. Bongbong--yang menjadi saksi masa-masa kekuasaan bapaknya dan kemudian menyaksikan p**a kejatuhan yang menyakitkan—diam-diam belajar banyak mengenai politik. Bapaknya meninggal dalam pengasingan dalam konidisi menderita pada 1989. Bongbong bersumpah untuk kembali ke Filipina dan akan meneruskan kepemimpinan dinasti Marcos.

Saat ini Filipina mengalami transisi dan transformasi nasional setelah People Power berhasil mengusir Marcos. Marcos yang sangat otoriter digantikan oleh seorang presiden baru yang sama sekali tidak dikenal kiprah politiknya dan lebih dikenal sebagai ibu rumah tangga.

Dialah Corazon ‘’Corry’’ Aquiono istri mendiang Benigno ‘’Ninoy’’ Aquino. Semasa hidup Ninoy dikenal sebagai musuh bebuyutan Marcos. Ninoy menjadi politisi yang dengan gagah berani menentang otoritarianisme Marcos. Ninoy yang lahir dari keluarga tuan tanah kaya raya rela membagi-bagikan tanahnya untuk para petani miskin yang menjadi korban salah urus oleh rezim Marcos.

Ninoy semakin populer dan pendukungnya semakin meluas. Marcos tidak senang dengan keberadaan Ninoy dan memenjarakannya atas tuduhan subversi. Pada 1980 Ninoy diizinkan berangkat ke Amerika untuk mengobati sakit jantung. Ninoy kemudian tetap tinggal di Amerika sebagai eksil. Ia tetap menyuarakan perlawanan terhadap Marcos dari tempat pengasingan.

Pada 1983 Ninoy memutuskan untuk kembali ke Filipina untuk memimpin pelawanan langsung terhadap Marcos. Teman-temannya sudah mengingatkan akan bahaya yang mengadangnya. Marcos tidak akan segan-segan membunuh Ninoy begitu tiba di Filipina. Ninoy bersikeras untuk tetap p**ang.

Benar saja. Begitu pesawatnya berhenti di Bandara Manila, Ninoy dijemput oleh beberapa tentara. Ketika Ninoy menuruni tangga terdengar letusan senjata beberapa kali. Ninoy tersungkur bermandikan darah dan tewas seketika di atas tarmac bandara. Marcos mengklaim pembunuh Ninoy adalah aktivis komunis yang langsung ditembak mati oleh tentara di tempat kejadian perkara.

Rakyat tidak percaya. Kematian Ninoy justru menyulut gerakan rakyat yang makin meluas. Pop**aritas Ninoy yang sangat tinggi dan pembunuhannya yang brutal membuat rakyat kehilangan rasa takutnya. Demonstrasi menentang Marcos mulai bermunculan secara sporadis.

Puncaknya terjadi pada 1986. Rakyat sudah semakin bernyali. Puluhan ribu orang melakukan demonstrasi yang kemudian dikenal sebagai Revolusi EDSA singkatan dari Epifanio de los Santos Avenue, sebuah jalan di Metro Manila yang menjadi pusat demonstrasi.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Filipina Kardinal Sin merestui dan mendukung gerakan rakyat. Rakyat Filipina yang mayoritas Katolik semakin berani turun ke jalan. Ratusan ribu orang tiap hari memenuhi EDSA untuk melakukan protes damai. Puncaknya terjadi ketika ratusan ribu orang bergerak mengepung Istana Malacanang tempat Marcos dan Imelda bersemayam.

Pemimpin tertinggi militer Jenderal Fidel Ramos melihat situasi yang tidak terkendali dan memutuskan untuk mendukung gerakan rakyat. Marcos harus menghadapi risiko pengadilan rakyat. Ia tidak punya pilihan lain kecuali melarikan diri ke Amerika.

Sebuah pemerintahan paling brutal dalam sejarah Filipina akhirnya tumbang oleh People Power. Rakyat Filipina--yang masih mengenang Ninoy--akhirnya memilih Corry Aquino sebagai presiden baru. Seorang ibu rumah tangga yang tidak punya pengalaman politik dipilih menjadi presiden karena menjadi simbol perlawanan yang tidak kenal takut selama revolusi.

Tradisi politik Filipina yang elitis selalu melahirkan dinasti. Sejak era Macapagal sampai era Duterte sekarang dinasti politik bermunculan. Setelah Corry Aquino selesai menjadi presiden giliran Jenderal Fidel Ramos yang kemudian menjadi presiden. Tradisi politik keluarga Aquino kemudian dilanjutkan oleh anak kandung Ninoy dan Corry yaitu Benigno Aquino Junior (1960-2021) yang menjadi presiden Filipina pada 2010 sampai 2016.

Sepeninggalan Aquino Jr muncullah Rodrigo Duterte yang dikenal sebagai politisi garis keras yang tidak segan mempergunakan kekerasan untuk menjalankan kepemimpinannya. Kemenangan Duterte disebut sebagai kembalinya era otoritarian ala Marcos.

Satu dekade terakhir, Rodrigo Duterte yang dikenal karena perangnya terhadap narkoba, sangat besar pengaruhnya di Filipina. Duterte juga mempunyai pengaruh besar dalam dalam kemengan Bongbong Marcos dan Sara Duterte, anak kandung Duterte. Terulangnya kejayaan keluarga Marcos, serta masih berjayanya keluarga Duterte adalah simbol kemenangan sayap kanan Filipina.

Perkembangan politik di Filipina ada resonansi dengan kondisi di Indonesia. Bongbong banyak didukung oleh pemilih milenial yang tidak merasakan era otoriter di bawah Marcos Senior. Generasi muda Filipina masa kini tidak mengalami kesengsaraan era Marcos yang otoriter. Bongbong Marcos lebih serius berkampanye di sosial media ketimbang ikut debat calon presiden untuk mengadu gagasan. Keberhasilan kampanye medsos inilah yang sukses menarik suara milenial.

Pemilih muda di Indonesia, banyak yang lahir setelah kejatuhan Soeharto pada 1998 dan tidak merasakan dampak pemerintahan Soeharto yang otoriter. Ada paralelisme dalam pemilu presiden Filipina tahun ini dengan pemilihan presiden Indonesia 2024.

Sebuah artikel di The Washington Post menyebut fenomena Bongbong ada kemiripan dengan fenomena kemunculan Prabowo Subianto di Indonesia. Keduanya dianggap mempunyai warisan kepemimpinan orangtuanya dan metuanya yang otoriter.

Jika Prabowo bisa menang pada pilpres 2024, hal itu dianggap sebagai fenomena yang sama dengan kemenangan Bongbong di Filipina sekarang ini. (*)

Pengajian Jumat Pagi KBPII  #39Tanggal: 13 Mei 2022Pukul: 06.00-07.00 WIBSambutan Pembuka:Nasrullah Larada, S.IP., M.Si....
12/05/2022

Pengajian Jumat Pagi KBPII #39

Tanggal: 13 Mei 2022
Pukul: 06.00-07.00 WIB

Sambutan Pembuka:
Nasrullah Larada, S.IP., M.Si.
Ketua Umum PP KBPII

Narasumber: Drs. H. Ahmad Yani
Wakil Ketua Umum PP KBPII
Penulis 55 Buku

Tema: "Orang Kuat Dihadapan Syaitan"

Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/99127995734

Meeting ID: 991 2799 5734

06/05/2022

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) Sumatra Utara (Sumut) menyalurkan donasi untuk warga pinggiran kota Medan

Address

Jakarta
12130

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kanigorodotcom posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kanigorodotcom:

Share