10/07/2026
Hari ini, di bawah langit yang sama-sama kita perjuangkan, sebuah kabar duka memukul dada kita begitu telak. Kawan Andie Peci (Sekretaris Jenderal KASBI) telah mendahului kita pulang, melintasi batas fana menuju keabadian.
Kita tahu, di dalam sistem yang menghisap ini, mencintai rakyat miskin dan kaum buruh adalah keputusan yang berbahaya. Namun Kawan Andie memilih jalan sunyi itu dengan gagah berani. Beliau mengajari kita bahwa revolusi tidak pernah lahir dari kebencian yang murni, melainkan dari rasa cinta yang teramat besar kepada kemanusiaan, yang bertransformasi menjadi amarah yang terorganisir di jalanan.
Bagi kita, kehilangan ini adalah luka yang menganga. Beliau adalah kawan yang menolak tunduk pada kenyamanan, pejuang yang memilih kepalan tangan kiri di atas mobil komando ketimbang meja-meja kompromi kelas penguasa.
Selamat jalan, Kawan. Beristirahatlah dalam damai yang paling sunyi.
Tubuhmu boleh lelap dipeluk bumi, namun cinta dan api revolusioner yang kau semai di dada kaum buruh dan kaum muda akan terus hidup, berlipat ganda, dan bergerak menyongsong fajar pembebasan. Cintamu pada kelas pekerja kini menjadi tanggung jawab sejarah kami dan kaum muda. Hormat Diberi!
Rakyat Berkuasa, Buruh Sejahtera! π©βπ½