Ala Santri

Ala Santri Berbagi inspirasi, humor dan nostalgia ala santri

08/04/2026

Assalamu'alaikum sahabat Ala Santri
Mohon maaf akhir-akhir ini kurang aktif karena aktivitas dunia nyata

Musim kembalian santri ke pondok jadi agak jarang online.. Apa kabar sahabat   semua?
03/04/2026

Musim kembalian santri ke pondok jadi agak jarang online.. Apa kabar sahabat semua?

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝘆𝗮 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶 𝟭𝟰𝟰𝟳 𝗛Alhamdulillah atas anugerah kesempatanMenikmati kesempurnaan bulan RamadhanDosa luruh...
20/03/2026

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝘆𝗮 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶 𝟭𝟰𝟰𝟳 𝗛

Alhamdulillah atas anugerah kesempatan
Menikmati kesempurnaan bulan Ramadhan
Dosa luruh bersama takbir yang menggema,
Mengukir damai dalam jiwa yang senantiasa setia.

Maaf bukan hanya sekadar kata,
Tapi jembatan hati yang menyatukan rasa.
Di hari kemenangan yang penuh cahaya,
Mari kita sucikan diri dengan kasih dan doa.

𝗧𝗮𝗾𝗮𝗯𝗯𝗮𝗹𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂 𝗺𝗶𝗻𝗻𝗮 𝘄𝗮 𝗺𝗶𝗻𝗸𝘂𝗺,
Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga berkah, kebahagiaan, dan cinta senantiasa menyertai langkah kita.

𝘜𝘩𝘪𝘣𝘣𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘧𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩
𝗔𝗹𝗮 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗿𝗶

Assalamu'alaikum sahabat semua.. Sudah persiapan apa saja untuk menu lebaran?
19/03/2026

Assalamu'alaikum sahabat semua.. Sudah persiapan apa saja untuk menu lebaran?

15/03/2026

Lafazh niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Assalamu'alaikum.. Sudah pada mudik belum nih.. Siapa saja yang gak mudik lebaran tahun ini?
15/03/2026

Assalamu'alaikum.. Sudah pada mudik belum nih.. Siapa saja yang gak mudik lebaran tahun ini?

Waktunya sahur.. Berkah makanannya, berkah waktunyaSemoga do'a sahabat   semua diijabah
14/03/2026

Waktunya sahur.. Berkah makanannya, berkah waktunya
Semoga do'a sahabat semua diijabah

14/03/2026

Malam 25 Ramadhan
Semoga bertepatan dengan lailatul qadar

FIQIH  ZAKAT FITRAHOleh: KH. MUHIBUL AMAN bin Ali Bakir bin Subadar PP BESUK PASURUAN1. Amil adalah orang orang yang dia...
13/03/2026

FIQIH ZAKAT FITRAH

Oleh: KH. MUHIBUL AMAN bin Ali Bakir bin Subadar
PP BESUK PASURUAN

1. Amil adalah orang orang yang diangkat oleh imam (pemerintah) untuk mengelola penarikan dan penyaluran zakat. Praktiknya adalah BAZ dan turunannya.

2. Pengurus masjid, sekolah, RT yang mengangkat diri sendiri menjadi panitia zakat tidak bisa disebut amil, sehingga status mereka hanya menjadi wakil dari muzakki (pembayar zakat)

3. Zakat yang dibayarkan kepada amil hukumnya sudah sah karena amil termasuk salah satu ashnaf delapan sehingga muzakki sudah lepas kewajiban.

4. Sedangkan zakat yang diserahkan kepada panitia belum dikatakan sah sampai panitia mewakili muzakki menyerahkannya kepada mustahiq ashnaf delapan.

5. Jika sampai maghrib hari idul fitri, zakat yang terkumpul di panitia (bukan amil) belum tersalurkan maka hukumnya haram karena mengulur zakat fitri melampaui batas waktunya.

6. Jika panitia menyalurkan zakat tidak sesuai sasaran mustahiq, misalnya diserahkan kepada ustadz kaya, dijual untuk biaya penyaluran, beli pembungkus, pembangunan sarana umum, ongkos panitia, maka panitia wajib mengganti dan menyalurkan sebagaimana mestinya.

7. Jika pada poin 5 dan 6 panitia tidak mau bertanggungjawab, maka muzakki tetap wajib membayar zakat ulang. Berbeda jika poin 5 dan 6 dilakukan oleh amil, maka muzakki tidak perlu mengganti lagi.

8. Karena status panitia hanyalah wakil muzakki, maka tidak boleh ada zakat yang disalurkan kembali kepada muzakki atau kepada orang yang menjadi tanggungjawab nafkah muzakki. Misalnya Andrew membayar zakat di sekolah lalu oleh pantia sekolah zakat itu disalurkan kepada wali murid dan kebetulan zakat Andrew (meskipun sebagian) diterima oleh Prayitno ayah Andrew. Sama saja belum bayar zakat

9. Zakat fitrah adalah ibadah yang aturannya sudah ditentukan. Sebagaimana ibadah Qurban dan Aqiqah tidak bisa digantikan dengan bagi bagi uang tunai, zakat fitrah juga harus berupa bahan makan, tidak bisa digantikan dengan membayar uang tunai.

10. Bagi bagi uang tunai adalah sedekah yang mungkin lebih bernilai manfaat dari pada beras, akan tetapi ia tetap tidak bisa menggugurkan kewajiban zakat fitrah menurut 3 madzhab, kecuali Hanafiyah.

11. Solusi bagi yang kesulitan membayar zakat dengan bahan makan, bisa membayar dengan uang tunai dengan mengikuti ketentuan madzhab Hanafiyah yaitu uang tunai senilai 3.8Kg kurma, anggur, gandum atau 1.9kg gandum. Ingat, bukan senilai 2.7kg beras.

12. Solusi lain yaitu panitia menyediakan beras untuk dijual kepada muzakki yang hendak membayar dengan uang. Catatan, beras yang sudah dibeli dan dibayarkan sebagai zakat, tidak boleh dijual lagi oleh panitia kepada muzakki yang lain. Harus disalurkan ke mustahiq.

13. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang nafkahnya sudah ditanggung, meskipun dia miskin. Misalnya istri dan anak kecil yang sudah dicukupi nafkah oleh suami dan orang tuanya. Jika suami atau orang tuanya miskin maka berikan saja kepadanya bukan kepada anak istrinya.

14. Anak yatim tidak berhak menerima zakat. Jika dia punya banyak warisan maka dia termasuk kaya, jika dia tidak punya warisan maka nafkahnya harus ditanggung baitul mal atau umat Islam, bukan dari zakat. Kecuali jika benar benar tidak ada yang memberinya nafkah, boleh zakat diberikan melalui pengasuhnya.

15. Boleh memberikan zakat kepada keluarga dan kerabat bahkan lebih utama daripada diberikan kepada orang lain yang bukan kerabat. Asal mereka tergolong orang yang berhak (fakir miskin) dan bukan orang yang menjadi beban nafkah muzakki, misalnya anak, orang tua, dan istri.

16. Boleh juga diberikan kepada anak sendiri yang sudah dewasa, yang miskin, yang sudah tidak menjadi kewajiban nafkah bagi orang tuanya. Tidak boleh diberikan kepada anaknya yang masih kecil, dewasa tapi cacat, dan anak perempuan meskipun dewasa (karena selama belum bersuami masih wajib difkahi ayahnya dan ketika bersuami sudah ditanggung nafkah suaminya)

17. Kyai atau ustadz yang kaya, madrasah, pesantren, pembangunan masjid, tidak sah menjadi penerima zakat fitrah atas nama fakir miskin mapun sabilillah (lihat video yai Muhib)

18. Silahkan ditambahkan atau direvisi dengan kitab rujukan

19. Tidak tertutup adanya perbedaan pendapat ulama akan tetapi untuk mengamalkan harus jelas dulu sumbernya sehingga bisa niat taqlid.

NB,
(Kalo mau tau lebih lanjut soal zakat kepada madrasah dan guru ngaji lihat hasil BM di postingan saya no 《314》)

Referensi
----------------
١- (البيجوري على فتح القريب ٢/٣٠١)
قوله العامل من استعمله الإمام إلخ أي كساع يجبيها وكاتب يكتب ما أعطاه أرباب الأموال وقاسم يقسمها على المستحقين وحاشر يجمعها

٢-٣- (كفاية الاخيار ١/١٩٢)
اﻟﺼﻨﻒ اﻟﺜﺎﻟﺚ اﻟﻌﺎﻣﻞ ﻭﻫﻮ اﻟﺬﻱ اﺳﺘﻌﻤﻠﻪ اﻹﻣﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺃﺧﺬ اﻟﺰﻛﻮاﺕ ﻟﻴﺪﻓﻌﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﻣﺴﺘﺤﻘﻴﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﺃﻣﺮﻩ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﻟﻪ ﺃﺧﺬ اﻟﺰﻛﺎﺓ ﺑﺸﺮﻃﻪ ﻷﻧﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻠﺔ اﻷﺻﻨﺎﻑ ﻓﻲ اﻵﻳﺔ

٤- الأم الجزء الثاني ص 84
ولا يجوز لك إذا كانت الزكاة فرضا عليك أن يعود إليك منها شئ فإن أديت ما كان عليك أن تؤديه وإلا كنت عاصيا لو منعته فإن قال فإن وليتها غيرى؟ قيل إذا كنت لا تكون عاملا على غيرك لم يكن غيرك عاملا إذا استعملته أنت ولا يكون وكيلك فيها إلا في معناك أو أقل لان عليك تفريقها (1) فإذا تحقق منك فليس لك الانتقاص منها لما تحققت بقيامه بها (قال) ولا أحب لاحد من الناس يولى زكاة ماله غيره لان المحاسب بها المسئول عنها هو فهو أولى بالاجتهاد في وضعها مواضعها من غيره وأنه على يقين من فعل نفسه في أدائها وفى شك من فعل غيره لا يدرى أداها عنه أو لم يؤدها فإن قال أخاف حبائى فهو يخاف من غيره مثل ما يخاف من نفسه ويستيقن فعل نفسه في الاداء ويشك في فعل غيره

٥- فتح الوهاب ١٣٢
ﻭﺳﻦ ﺇﺧﺮاﺟﻬﺎ ﻗﺒﻞ ﺻﻼﺓ ﻋﻴﺪ ﻭﺣﺮﻡ ﺗﺄﺧﻴﺮﻩ ﻋﻦ ﻳﻮمه

٦- معلوم مما تقدم
٧- معلوم

٨- الأم الجزء الثاني ص ٨٤
ولا يجوز لك إذا كانت الزكاة فرضا عليك أن يعود إليك منها شئ فإن أديت ما كان عليك أن تؤديه وإلا كنت عاصيا لو منعته فإن قال فإن وليتها غيرى؟ قيل إذا كنت لا تكون عاملا على غيرك لم يكن غيرك عاملا إذا استعملته أنت ولا يكون وكيلك فيها إلا في معناك أو أقل لان عليك تفريقها

٩- فتح العلام (٣/٣٠٢)
اتفق الائمة انه لايجوز اخراج القيمة في الفطرة الا ابا حنيفة فقال يجوز بل هو الافضل في السعة اما في الشدة فدفع العين افضل

١٠- المجموع شرح المهذب (٥/٤٢٩)
(ﻓﺮﻉ) ﻗﺪ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﺧﺮاﺝ اﻟﻘﻴﻤﺔ ﻓﻲ ﺷﺊ ﻣﻦ اﻟﺰﻛﻮاﺕ ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﺩاﻭﺩ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻣﺎﻟﻜﺎ ﺟﻮﺯ اﻟﺪﺭاﻫﻢ ﻋﻦ اﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ ﻭﻋﻜﺴﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻳﺠﻮﺯ ﻓﺈﺫا ﻟﺰﻣﻪ ﺷﺎﺓ ﻓﺄﺧﺮﺝ ﻋﻨﻬﺎ ﺩﺭاﻫﻢ ﺑﻘﻴﻤﺘﻬﺎ ﺃﻭ اﺧﺮﺝ ﻋﻨﻬﺎ ﻣﺎﻟﻪ ﻗﻴﻤﺔ ﻋﻨﺪﻩ ﻛﺎﻟﻜﻠﺐ ﻭاﻟﺜﻴﺎﺏ

١١- الموسوعة الفقهية الكويتية (23/ 3)
ثُمَّ قَال الْحَنَفِيَّةُ : مَا سِوَى هَذِهِ الأْشْيَاءِ الأْرْبَعَةِ الْمَنْصُوصِ عَلَيْهَا مِنَ الْحُبُوبِ كَالْعَدَسِ وَالأرُزِّ ، أَوْ غَيْرِ الْحُبُوبِ كَاللَّبَنِ وَالْجُبْنِ وَاللَّحْمِ وَالْعُرُوضِ ، فَتُعْتَبَرُ قِيمَتُهُ بِقِيمَةِ الأْشْيَاءِ الْمَنْصُوصِ عَلَيْهَا ، فَإِذَا أَرَادَ الْمُتَصَدِّقُ أَنْ يُخْرِجَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ مِنَ الْعَدَسِ مَثَلاً ، فَيُقَوِّمُ نِصْفَ صَاعٍ مِنْ بُرٍّ ، فَإِذَا كَانَتْ قِيمَةُ نِصْفِ الصَّاعِ ثَمَانِيَةَ قُرُوشٍ مَثَلاً ، أَخْرَجَ مِنَ الْعَدَسِ مَا قِيمَتُهُ ثَمَانِيَةُ قُرُوشٍ مَثَلاً ، وَمِنَ الأرزِ وَاللَّبَنِ وَالْجُبْنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الأْشْيَاءِ الَّتِي لَمْ يَنُصَّ عَلَيْهَا الشَّارِعُ ، يُخْرِجُ مِنَ الْعَدَسِ مَا يُعَادِل قِيمَتَهُ

١٢-المجموع الجزء 2 صحـ : 156 وَلاَ يَجُوْزُ لِلسَّاعِيْ وَلاَ لِْلإِمَامِ أَنْ يَتَصَرَّفَ فِيْمَا يَحْصُلُ عِنْدَهُ مِنَ الْفَرَائِضِ حَتَّى يُوْصِلَهَا إلَى أَهْلِهَا ِلأَنَّ الْفُقَرَاءَ أَهْلُ رُشْدٍ لاَ يُوَلَّى عَلَيْهِمْ فَلاَ يَجُوْزُ التَّصَرُّفُ فِيْ مَالِهِمْ بِغَيْرِ إذْنِهِمْ فَإِنْ أَخَذَ نِصْفَ شَاةٍ أَوْ وُقِفَ عَلَيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْمَوَاشِيْ وَخَافَ هَلاَكَهُ أَوْ خَافَ أَنْ يُؤْخَذَ فِي الطَّرِيْقِ جَازَ لَهُ بَيْعُهُ ِلأَنَّهُ مَوْضِعُ ضَرُوْرَةٍ اهـ

١٣- كفاية الاخيار (١/١٩٠)
ﻭاﻋﻠﻢ ﺃﻥ اﻟﻔﻘﻴﺮ اﻟﻤﻜﻔﻲ ﺑﻨﻔﻘﺔ ﻣﻦ ﺗﻠﺰﻣﻪ ﻧﻔﻘﺘﻪ ﻭﻛﺬا اﻟﺰﻭﺟﺔ اﻟﻤﻜﻔﻴﺔ ﺑﻨﻔﻘﺔ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻻ ﻳﻌﻄﻴﺎﻥ ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﻭﻗﻒ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻘﺮاء ﺃﻭ ﺃﻭﺻﻰ ﻟﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻄﻴﺎﻥ ﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻭﻣﺤﻞ اﻟﺨﻼﻑ ﻓﻲ ﻣﺴﺄﻟﺔ اﻟﻘﺮﻳﺐ ﺇﺫا ﺃﻋﻄﺎﻩ ﻏﻴﺮ ﻣﻦ ﺗﻠﺰﻣﻪ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﻣﻦ ﺳﻬﻢ اﻟﻔﻘﺮاء ﺃﻭ اﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ ﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺗﻠﺰﻣﻪ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻪ ﺩﻓﻌﻬﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﻗﻄﻌﺎ ﻷﻧﻪ ﺑﺬﻟﻚ ﻳﺪﻓﻊ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﻓﺘﺮﺟﻊ ﻓﺎﺋﺪﺓ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻴﻪ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

١٤-كفاية الاخيار (١/١٩٠)
اﻟﺼﻐﻴﺮ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻳﻨﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﻴﻞ ﻻ ﻳﻌﻄﻰ ﻻﺳﺘﻐﻨﺎﺋﻪ ﺑﻤﺎﻝ اﻟﻴﺘﺎﻣﻰ ﻣﻦ اﻟﻐﻨﻴﻤﺔ ﻭاﻷﺻﺢ ﺃﻧﻪ ﻳﻌﻄﻰ ﻓﻴﺪﻓﻊ ﺇﻟﻰ ﻗﻴﻤﻪ ﻷﻧﻪ ﻗﺪ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻧﻔﻘﺘﻪ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻻ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺳﻬﻢ اﻟﻴﺘﺎﻣﻰ ﻷﻥ ﺃﺑﺎﻩ ﻓﻘﻴﺮ ﻗﻠﺖ ﺃﻣﺮ اﻟﻐﻨﻴﻤﺔ ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻧﻨﺎ ﻫﺬا ﻗﺪ ﺗﻌﻄﻞ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻟﻨﻮاﺣﻲ ﻟﺠﻮﺭ اﻟﺤﻜﺎﻡ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ اﻟﻘﻄﻊ ﺑﺠﻮاﺯ ﺇﻋﻄﺎء اﻟﻴﺘﻴﻢ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺷﺮﻳﻔﺎ ﻓﻼ ﻳﻌﻄﻰ ﻭﺇﻥ ﻣﻨﻊ ﻣﻦ ﺧﻤﺲ اﻟﺨﻤﺲ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

١٥- المجموع شرح المهذب (٦/٢١٩)
ﻓﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ اﻷﺻﻨﺎﻑ ﺃﻗﺎﺭﺏ ﻟﻪ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻧﻔﻘﺘﻬﻢ ﻓﺎﻟﻤﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺨﺺ
اﻻﻗﺮﺏ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﺕ ﺃﻡ ﻛﻠﺜﻮﻡ ﺑﻨﺖ ﻋﻘﺒﺔ ﺑﻦ ﺃﺑﻰ ﻣﻌﻴﻂ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ " ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﻋﻠﻲ اﻟﻤﺴﻜﻴﻦ ﺻﺪﻗﺔ ﻭﻫﻰ ﻋﻠﻲ ﺫﻯ اﻟﻘﺮاﺑﺔ ﺻﺪﻗﺔ ﻭﺻﻠﺔ ")

١٦- فتح العلام (٣/٣٣٣)
ان لا يكون ممونا للمزكي فلا يجوز دفعها للوالدين وان علوا ولا للمولودين وان سفلوا لاستغنائهم بالنفقة الواجبة وتقدم عن الشبراملسي انه يجوز للولد الفقير ان يأخذ من زكاة ابيه ما زاد على نفقته ليصرفه على زوجته لان نفقتها لا تلزم الاب

١٧- شمس المنيرة (٢/٢٥٦)
يجوز لشخص دفع زكاته لولده المكلف بشرطه اذ لاتلزمه نفقته

Do'a yang diperbanyak menjelang berbuka, saat sahur di 10 hari terakhir Ramadhan . Semoga kita semua di anugrahi Lailatu...
12/03/2026

Do'a yang diperbanyak menjelang berbuka, saat sahur di 10 hari terakhir Ramadhan .
Semoga kita semua di anugrahi Lailatul Qadar

Assalamu'alaikum.. Mau masak ayam, enaknya diapain ya bun? Balado, rica-rica atau kari?
11/03/2026

Assalamu'alaikum.. Mau masak ayam, enaknya diapain ya bun? Balado, rica-rica atau kari?

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ala Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share