Arsitekturpedia

Arsitekturpedia Arsitektur Indonesia bertujuan sebagai media informasi seputar dunia arsitektur di Indonesia.

Arsitekturpedia.

Bertujuan sebagai media informasi seputar dunia arsitektur di Indonesia.

Semua berita/sayembara/lomba/acara dapat di infokan disini guna membantu menyebar luaskan informasi arsitektur di Indonesia.

Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman arsitek semua.

Apakah bisa membuat area komersial yang indah di tengah alam, tanpa mengorbankan ekosistem itu sendiri? Jawabannya ditun...
24/05/2026

Apakah bisa membuat area komersial yang indah di tengah alam, tanpa mengorbankan ekosistem itu sendiri? Jawabannya ditunjukkan secara elegan oleh proyek SADA Pavilion karya firma Pranala Associates (.associates).

Terletak di perbatasan hutan pinus dan hutan sekunder seluas 5,8 hektar di kaki Gunung Tangkuban Parahu, bangunan ini mengusung gagasan Tropical Contemporary yang sangat sensitif terhadap tapak aslinya. Dipimpin oleh arsitek Darius Tanujoyo, tim desain mengambil keputusan krusial: Membangun paviliun murni di lahan clearing yang sudah ada, sehingga tidak ada penebangan pohon sama sekali.

Untuk menyiasati tanah miring, mereka menggunakan sistem Elevated Platform. Kontur tanah tidak disentuh, resapan air tetap aman. Kombinasi material lantainya juga menarik. Mereka menggunakan Polished Concrete yang pengerjaannya tanpa alat berat, dipadukan dengan Galvanized Steel Grating yang tembus pandang, membuat pengunjung bisa melihat lantai hutan di bawah kaki mereka. Ditambah Ceiling kayu daur ulang, susunan Massing bersistem Open Plan tanpa Facade tertutup ini seolah bernapas bersama hutan itu sendiri lewat sistem Cross-ventilation yang terbentuk alami.

Hasil dari desain yang menyatu pada alam ini bukan sekadar estetika belaka. Proyek ini sukses melenggang sebagai finalis (Shortlist) di ajang World Architecture Festival 2024. Sebuah bukti bahwa Sustainable Architecture dari Indonesia mampu diakui di level dunia.

Pernah merasa lelah dengan deretan gedung beton di Jakarta Selatan yang seolah berlomba menjadi yang paling kaku? Di kaw...
23/05/2026

Pernah merasa lelah dengan deretan gedung beton di Jakarta Selatan yang seolah berlomba menjadi yang paling kaku? Di kawasan Simatupang, ada sebuah karya memukau dari Denton Corker Marshall () Jakarta yang meredefinisi cara kita tinggal di bangunan tinggi.

Dirancang oleh arsitek senior Budiman Hendropurnomo (.dcmjakarta) dan timnya, RA Suites () menjawab keresahan masyarakat urban pasca-pandemi yang sangat rindu akan ruang terbuka. Mengusung konsep Green Architecture dan inovasi Vertical Habitation, bangunan ini secara berani membungkus dirinya dengan Facade dari tanaman merambat Passiflora hidup. Lapisan hijau ini bukan sekadar hiasan, melainkan berfungsi sebagai insulasi termal alami yang sangat krusial untuk bertahan di iklim Tropical seperti Jakarta.

Dipadukan dengan bukaan Void besar untuk mengoptimalkan Cross-ventilation dan cahaya alami, proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana arsitektur komersial tetap bisa berempati penuh pada kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan sekitarnya.

Mendesain ruang ritel di area sub-urban yang memiliki topografi menantang membutuhkan kepekaan ekstra. Di Sentul Markt L...
16/05/2026

Mendesain ruang ritel di area sub-urban yang memiliki topografi menantang membutuhkan kepekaan ekstra. Di Sentul Markt Lane (.lane), RSP Architects Planners & Engineers () membuktikan bahwa pendekatan desain tidak melulu tentang meratakan tanah.

Dengan mengadopsi konsep desa perbukitan di Italia, mereka menggunakan teknik Terraced Architecture untuk memecah Massing bangunan, memastikan setiap lantai merespons kontur secara natural.

Hasilnya? Sebuah pusat komersial dengan sirkulasi Cross-ventilation yang optimal dan pemandangan tanpa batas ke arah alam. Gaya Industrial pada struktur bangunan secara cerdas diseimbangkan dengan elemen lanskap yang kuat, menciptakan ruang yang bernapas.

Membedah rencana desain Sunter Promenade di Jakarta Utara. Proyek ini jauh lebih dari sekadar perbaikan fasilitas olahra...
14/05/2026

Membedah rencana desain Sunter Promenade di Jakarta Utara. Proyek ini jauh lebih dari sekadar perbaikan fasilitas olahraga, melainkan sebuah usaha konkret untuk merajut kembali ruang kota yang selama ini terpecah.

Inisiatif dari Jakarta Asset Management Centre ini mencoba menghadirkan sebuah Urban Masterplan yang menggabungkan area olahraga, residensial, perhotelan, dan danau menjadi satu ekosistem Mixed-Use yang hidup dan saling terhubung. Menariknya, pendekatan Green and Blue Infrastructure yang diterapkan di sini sangat relevan untuk merespons kerasnya iklim pesisir utara Jakarta.

Mulai dari pemanfaatan danau secara cerdas sebagai Retention Basin dan pengatur Microclimate, hingga strategi Placemaking yang benar-benar memanusiakan ruang publik.

Membangun pusat komersial di kawasan perbatasan Jakarta tentu selalu memberikan tantangan yang kompleks. Di proyek Binta...
12/05/2026

Membangun pusat komersial di kawasan perbatasan Jakarta tentu selalu memberikan tantangan yang kompleks. Di proyek Bintaro Jaya Xchange () Fase 2, Lead8 () sebagai arsitek utama bersama dengan biro arsitektur Arkonin () membuktikan kalau desain bangunan mall tidak melulu harus menjadi kotak beton masif yang egois dan tertutup dari lingkungan sekitarnya.

Dengan membawa pendekatan rancang kota Transit-Oriented Development pada skala lahan Superblock, mereka berhasil menyatukan akses transportasi umum secara rapi lewat keberadaan jalur Basement links yang langsung menuju stasiun KRL. Namun hal yang paling patut diapresiasi dari desain ini adalah pemecahan Massing bangunannya yang diundak layaknya visualisasi sistem Terasering sawah. Manuver arsitektural ini menghasilkan Multi-level landscaped environment yang mengoptimalkan aliran udara pasif atau Cross-ventilation serta saling memeluk kehadiran area Central Park di poros utama tapaknya.

Tentu bukan pekerjaan gampang untuk menjahit ruang hijau berskala besar, fasilitas ritel, akuarium tertutup, sampai rute pejalan kaki nyaman di dalam satu kanvas Masterplan terpadu. Berkat visi konseptual yang solid dan tingkat kepresisian integrasi sistem MEP, ruang komersial padat ini berhasil menaikkan standarnya menjadi area publik transit yang sangat memanjakan kenyamanan langkah manusia.

Pernah merasa deg-degan bawa anak balita ke bioskop karena takut mereka rewel dan mengganggu penonton lain? Kekhawatiran...
01/05/2026

Pernah merasa deg-degan bawa anak balita ke bioskop karena takut mereka rewel dan mengganggu penonton lain? Kekhawatiran inilah yang ditangkap dan dipecahkan dengan brilian oleh firma arsitektur ternama, DP Architects (), melalui rancangan Cinemaxx Junior.

Bioskop konvensional memiliki Typology yang sangat membatasi pergerakan. Tapi melalui kepekaan psikologi ruang, Mike Lim dan tim dari DP Design meracik ulang aturan tersebut. Mereka menghadirkan konsep Hybrid Space pertama di Asia yang secara radikal menggabungkan elemen Indoor Playground ke dalam layar sinema. Dari penerapan Non-linear Circulation yang membebaskan anak bergerak secara acak, hingga pemilihan pencahayaan presisi dengan Cove Lighting yang tidak membuat silau layar, semuanya diperhitungkan demi Spatial Experience keluarga yang utuh dan tanpa batas.

Arsitektur tidak selamanya tentang membangun tembok baru, terkadang arsitektur yang hebat justru lahir dari keberanian meruntuhkan batasan sosial.

Pernah membayangkan bagaimana cara merancang ruang istirahat yang sangat tenang di atas salah satu pusat perbelanjaan te...
30/04/2026

Pernah membayangkan bagaimana cara merancang ruang istirahat yang sangat tenang di atas salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan tersibuk?

Proyek The Westin Surabaya () adalah contoh cemerlang bagaimana ilmu arsitektur bekerja memecahkan kerumitan keruangan tersebut. Alih-alih membiarkan tamu terpapar kebisingan kota, DP Architects () dan Airmas Asri () sukses merespons tantangan tersebut dengan menyulap atap Podium komersial menjadi ruang hening lewat pendekatan Mixed-Use Development yang cerdas.

Mulai dari penempatan Sky Lobby sebagai koridor transisi psikologis, hingga lekukan Facade yang memanfaatkan teknologi Curtain Wall untuk menyajikan panorama sejauh 270 derajat tanpa hambatan pandangan. Seluruh elemen bangunan ini dirancang sangat presisi untuk merangkul konsep ketenangan absolut bagi para tamunya. Sama sekali tidak mengherankan jika arsitektur Superblock ini diganjar penghargaan bergengsi tingkat Asia.

Membahas fasilitas umum sering kali identik dengan deretan ruang utilitas yang kaku dan minim estetika. Tapi RGE Communi...
29/04/2026

Membahas fasilitas umum sering kali identik dengan deretan ruang utilitas yang kaku dan minim estetika. Tapi RGE Community Center di Pangkalan Kerinci, Riau, mematahkan stereotip tersebut. Dirancang oleh biro arsitektur ONG&ONG (), kompleks seluas 11.930 meter persegi ini tampil sebagai wujud nyata Civic Architecture yang inklusif sekaligus sangat peka terhadap ekologi sekitarnya.

Berlandaskan prinsip Tropical Architecture, rancangan ini memaksimalkan Passive cooling dan Cross-ventilation melalui koridor tanpa sekat dan Secondary-skin yang terinspirasi dari ombak Bono. Secara spatial, penataan Massing disebar rapi untuk mengelilingi area Open-air amphitheatre yang difungsikan sebagai ruang napas sosial.

Nihi Sumba () kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi kelas dunia dengan berhasil masuk dalam daftar 10 Hotel Te...
28/04/2026

Nihi Sumba () kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi kelas dunia dengan berhasil masuk dalam daftar 10 Hotel Terbaik di Dunia tahun 2025. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pihak pengelola, tetapi juga merupakan katalis positif bagi industri pariwisata Indonesia di mata internasional. Didesain oleh arsitek dari Walter Wagner dengan interior desainer oleh Susan Colley () dan Marco Scarani ().

Terletak di Pulau Sumba, resort ini dikenal dengan konsep "Luxury Untamed" yang memadukan kemewahan mutakhir dengan pelestarian budaya lokal. Poin utama yang menonjol adalah desain arsitekturalnya yang mengadopsi rumah tradisional Sumba (atap kerucut tinggi khas Marapu) yang dibangun menggunakan material alami, menciptakan harmoni yang sempurna antara estetika modern dan warisan leluhur.

Sebuah bukti nyata bahwa Innovative material karya anak bangsa mampu menjawab tantangan Biophilic Design hingga panggung...
27/04/2026

Sebuah bukti nyata bahwa Innovative material karya anak bangsa mampu menjawab tantangan Biophilic Design hingga panggung arsitektur dunia, sekaligus membuka pintu yang lebih luas bagi proses Digital fabrication di masa depan.

At ARCH:ID 2026, the special showcase TenuNYamaN brings together multiple brands and collaborators to explore how materials, craftsmanship, and architectural thinking can come together in new ways.

One of the highlights of this collaborative showcase is the introduction of a Prefab Modular System, demonstrating how prefabricated design can support efficiency, adaptability, and contemporary living.

Discover how different ideas, expertise, and innovations are woven together in this collective presentation.

Experience TenuNYamaN directly at:
📅 23–26 April 2026
📍 Indonesia Convention Exhibition BSD City
Hall 5–8 | Booth 7-171

Collaborators of TenuNYamaN
Design by Grain & Green Architecture
Principal architect: Jeffrey Budiman
Architect in charge: Fei Efendy

Main contractor: PT Tritunggal Prima
Hardware furniture fittings & interior lighting:
Furniture:
Finishing & adhesives: .id
Sanitary:
Door:
Plants: HUBU

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Arsitekturpedia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share