Mabar Racing Indonesia

Mabar Racing Indonesia Konten Ekslusif bisa bergabung disini: https://www.facebook.com/61557056470142/subscribe/

Mabar Racing Indonesia adalah Portal Edukasi untuk para pengusaha
Otomotif,terutama Ekspedisi truck,Logistic,PO Bus,Rental Mobil,Rental Bus,Tour & Travel Umroh dll.

Jasa Pembuatan Legalitas Usaha.Bagi teman-teman yang sedang atau akan kerjasama dengan Instansi Resmi atau perusahaan be...
19/08/2026

Jasa Pembuatan Legalitas Usaha.
Bagi teman-teman yang sedang atau akan kerjasama dengan Instansi Resmi atau perusahaan besar, terkendala legalitas & perizinan bisa kami bantu ya.
Proses cepat,Murah & Anti ribet.

Hubungi admin: O82I-5III-29O9

Re**rd ignition ( mundur nya waktu pengapian ) Beberap waktu lalu saat bahas soal korelasi slugde oil dengan bbm banyak ...
18/08/2026

Re**rd ignition ( mundur nya waktu pengapian )

Beberap waktu lalu saat bahas soal korelasi slugde oil dengan bbm banyak yang menyanggah dengan opjni oli palsu dan mengesampingkan opsi mengenai penyebab lain berupa re**rd igniton

Jadi dibuatlah artikel re**rd ignition sebagai lanjutan dari slugde oil dan korelasi nya..

Kenapa rasio kompresi sebagai alat pembenaran mengunakan Ron 90?
Ga salah dan memang benar di rasio tersebut bisa digunakan Ron 90 tapi semenjak berlakunya emisi gas buang ketat, tahu kah anda jika semua sistem manajemen software mesin sudah di set up untuk ROn 92? Walau rasio kompresi mya sangat mendukung untuk Ron 90
Jadi apa negatif effeck jangka panjang nya?

Salah satu nya di aktifkan nya mode re**rd ignition pada mapping pengapian,

Cara nya ?
Memundur kan percikan busi untuk meyalakan bensin yang sudah di semprotkan ke ruang bakar

Pada kondisi normal dengan mapping ron 92
ECU menerapkan Advance Ignition.

Busi diperintahkan memercik sebelum piston mencapai TMA (umum nya 10° sampai 15° Sebelum TMA / Before Top Dead Center). Hal ini dilakukan karena bensin butuh waktu sekian milidetik untuk merambat dan menghasilkan tekanan puncak tepat saat piston baru mulai bergerak turun (sekitar 10° Setelah TMA).

“TMA itu apa? Titik mati atas atau posisi piston tepat di titik tertinggi nya sebelum kembali ke bawah dengan istilah TMB atau titik mati bawah sebelum kembali lagi ke atas”

Lalu bagaimana dengan re**rd ignition atau pembakaran mundur?

Ketika diisi bensin RON rendah (misalnya RON 90), sifat bensin RON rendah
tidak kuat menahan tekanan kompresi.
Bahkan sebelum busi memercik, bensin sudah meledak sendiri di sisi lain ruang bakar.

Dua gelombang ledakan (dari busi dan dari ledakan prematur) saling bertabrakan dengan kecepatan ultrasonik. Tabrakan ini menghasilkan getaran frekuensi tinggi yang spesifik (biasanya di kisaran 5 kHz sampai 8 kHz).

Dan getaran ini diterima oleh knock sensor, yang merupakan komponen piezoelectric
Sensor mengubah getaran mekanis menjadi sinyal tegangan listrik AC dan mengirimkannya ke ECU

Menerima sinyal dari knock sensor, prosesor di dalam ECU langsung melakukan filter frekuensi untuk memastikan itu benar-benar suara knocking, bukan suara gesekan rantai keteng atau klep biasa. Setelah terkonfirmasi, ECU langsung memodifikasi Ignition Map di memorinya
Dan memundur kan secara bertahap 3 sampai 9 derajat sampai sinyal dari knock sensor tidak lagi menangkap getaran di mesin

Ya ini salah satu smart nya mobil masa kini,. Sehingga user merasa mesin nya tidak mengalami perubahan apapun walau turun ROn ke 90

Real nya ada ecu yang kerja keras untuk monitoring ruang bakar agar selalu dalam kondisi normal..secara teknis ini disebut fase ecu loop

Dalam jangka panjang apa yang akan terjadi?

Penumpukan Kerak Karbon Ekstrem:
Karena busi memercik terlalu lambat, waktu pembakaran menjadi sangat singkat. Akibatnya, bensin tidak terbakar dengan sempurna dan menyisakan banyak jelaga (kerak karbon) di atas piston dan payung klep.

Korelasi dengan fuel dilution dan slugde?

Walau ecu sudah berhasil berdaptasi dengan meundurkan pengalian untuk mencegah knocking belum tentu lolos dari efek negatif lain nya, salah satu nya fuel dilution
Pertanyaan bedar nya masuk dari mana bbm mentah ke bak bawah?
Melalui ring piston

Lah ngobos d**g klo bisa lolos kebawah?

😌 boring dilumasi oli mesin oli ditembak dari jet oli di bagian bawah di tepat di bawah piston untuk melumasi dinding boring,

Ketika bensin RON 90 mengalami pre-ignition atau meledak prematur akibat kompresi yang terlalu tinggi, ECU merespons dengan melakukan re**rd ignition. Busi memercik terlambat, sehingga proses pembakaran menjadi lambat dan tidak tuntas.

Sisa bensin mentah yang gagal terbakar ini berubah menjadi uap pekat dan butiran cair (droplets) yang terlempar ke dinding silinder (boring). Di titik inilah bensin mentah langsung bercampur dan melarutkan lapisan oli tipis (oil film) yang sedang melumasi dinding tersebut.

Piston silinder tidak menutup rapat 100% dengan dinding mesin karena logam akan memuai saat panas. Agar kompresi tidak bocor, dipasanglah ring piston. Namun, setiap ring piston memiliki sambungan berupa celah kecil (sekitar 0,2 mm - 0,5 mm) yang disebut ring gap.Saat piston bergerak turun setelah proses pembakaran yang buruk tadi, terjadi tekanan gas yang sangat tinggi di ruang bakar. Tekanan ini memaksa uap bensin mentah menyelinap melewati Celah di belakang badan ring piston.Celah sambungan (ring gap) pada ring kompresi 1, ring kompresi 2, hingga menembus ring oli.Fenomena gas ruang bakar yang lolos ke bawah melewati ring piston ini secara teknis disebut Blow-by Gas

Dah ah pegel lanjut ntar lagi…
Mau nenen dulu

🫡 adios amigos elcontole

Source: Hikmah Ginanjar

Bupati Indramayu Tiadakan Tenda Pejabat Saat Upacara 17-an, Rela Panas-panasan Bareng Warga. Setuju Nggak Lur Konsep Beg...
18/08/2026

Bupati Indramayu Tiadakan Tenda Pejabat Saat Upacara 17-an, Rela Panas-panasan Bareng Warga. Setuju Nggak Lur Konsep Begini⁉️

Pemandangan berbeda dan menginspirasi mewarnai jalannya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Indramayu, Senin (17/8/2026). Jika biasanya para pejabat daerah duduk nyaman di bawah naungan tenda VIP, kali ini perlakuan istimewa tersebut resmi dihapus.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, seperti yang kami langsir dari laman IG mengambil langkah berani dengan sengaja meniadakan tenda khusus bagi dirinya maupun jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Alhasil, seluruh pejabat yang hadir harus ikut berdiri di bawah terik matahari, melebur bersama para peserta upacara lainnya dari awal hingga akhir acara.

Keputusan tak biasa ini bukan tanpa alasan. Menurut Lucky Hakim, langkah ini murni tentang nilai kesetaraan dan solidaritas antara pemimpin dan rakyatnya.

“Agar kita sama-sama panas, kita sama-sama pegal,” ungkap Lucky menanggapi ketiadaan fasilitas tenda tersebut.

Pesan Menohok untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

Bagi Lucky, tidak perlu ada pejabat yang mendapatkan perlakuan istimewa di momen sakral kemerdekaan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat pada hakikatnya berdiri di tanah yang sama dan memiliki beban perjuangan yang sama untuk memajukan Kabupaten Indramayu.

Momen upacara di bawah terik matahari ini juga dimanfaatkan Lucky untuk memberikan pesan menohok sekaligus pengingat keras kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Ia menekankan kembali esensi dari pekerjaan seorang abdi negara yang sering kali terlupakan saat seseorang sudah menduduki jabatan tertentu.

“Kita itu dibayar oleh rakyat, maka kita harus layani rakyat sebaik mungkin,” tegas Lucky.

18/08/2026
Faizah (36) tidak menyangka hasil pengecekan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang iseng dilakukan justr...
18/08/2026

Faizah (36) tidak menyangka hasil pengecekan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang iseng dilakukan justru membuatnya bingung. Ketika mengecek statusnya di laman resmi DTSEN, perempuan yang berprofesi sebagai karyawan di salah satu perusahaan multinasional tersebut mendapati dirinya masuk desil 10.

“Nggak nyangka banget. Aku pikir desil 10 itu buat orang-orang yang beneran kaya banget. Iseng ikutan yang lagi rame di X kan, lah kok aku masuk (desil 10),” katanya sambil terkekeh, saat dihubungi Tirto, Kamis (13/8/2026).

Faizah mengaku, penghasilan per bulan memang sudah lebih dari Rp10 juta per bulan. Namun, sebagai sandwich generation, dia harus membiayai dua adiknya yang masih menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi berbeda. Di kampung juga masih ada ayahnya yang hanya pensiunan guru SD negeri dan ibunya yang cuma membuka warung kelontong. Dia juga harus membayar cicilan rumah di pinggiran ibu kota.

“Kalau dibilang hidup susah mungkin enggak ya. Tapi, kalau dibilang kaya, juga aku merasa belum. Tanpa pemasukan tambahan, aku juga masih harus ngitung pengeluaranku sendiri sama keluarga biar gajiku cukup sampai gajian selanjutnya,” jelas dia.

Faizah sendiri bukan warga golongan atas. Keluarga Faizah hanya memiliki rumah sederhana dengan sedikit halaman, empat sepeda motor yang masing-masing dikendarai ayahnya dan dua adiknya, serta satu unit mobil yang baru dibelinya tiga tahun lalu dari hasil patungan dengan ayahnya.

Dia mengaku bingung bisa masuk kelompok desil 10. Namun, Faizah tidak serta-merta menyebut data DTSEN keliru. Dia hanya ingin mengetahui landasan apa yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyusun pengelompokan desil 1-10, padahal hidup masih harus mengirit.

Faizah tidak mempermasalahkan jika dia atau keluarganya dianulir dari penerima bantuan sosial (bansos), termasuk subsidi Pertalite yang kabarnya akan segera dibatasi. Namun, dengan masuk ke desil 10, Faizah khawatir hal itu akan mempengaruhi biaya pelayanan publik yang harus ditanggungnya, misalnya layanan kesehatan akan menjadi semakin mahal.

Dihubungi terpisah, Rian (32), awalnya tidak terlalu memedulikan istilah desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia mengaku baru mengetahui adanya penggolongan desil setelah pemerintah mewacanakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Sama seperti Faizah, namanya muncul dalam DTSEN dengan status desil 10.

Bagi Rian, hasil tersebut justru menimbulkan pertanyaan. Ia merasa kondisi ekonomi keluarganya tidak mencerminkan gambaran kelompok masyarakat paling sejahtera yang selama ini ia pahami sebagai desil 10.

“Karena enggak ada kejelasan soal klasifikasi itu, jadi bingung sesuai apa enggak. Tapi, kalau lihat dari range desil 1-10, masa sih bisa masuk ke desil 10? Aneh aja, harusnya kan yang di kategori itu kelompok super kaya,” katanya kepada Tirto.

Source : tirto(.)id

Ada seorang pengemudi ojek online bernama Tama yang menunjukkan kejujuran luar biasa setelah menemukan uang tunai Rp80 j...
18/08/2026

Ada seorang pengemudi ojek online bernama Tama yang menunjukkan kejujuran luar biasa setelah menemukan uang tunai Rp80 juta milik penumpangnya.

Kisah ini terjadi pada 2021 di Bandar Lampung. Saat itu, Tama mendapat penumpang perempuan yang hendak menuju rumah sakit. Sebelum berangkat, penumpang tersebut menitipkan sebuah kantong plastik untuk disimpan di bagasi motornya.

Setelah mengantarkan penumpang, Tama kembali mencari order. Sekitar 30 menit kemudian, saat hendak memasukkan helm ke bagasi, ia baru menyadari bahwa barang milik penumpang tadi masih tertinggal.

Ketika dibuka, Tama terkejut melihat tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Totalnya mencapai Rp80 juta. Ia bahkan mengaku tubuhnya sampai gemetar melihat uang sebanyak itu.

Alih-alih mengambil kesempatan, Tama justru kembali ke rumah sakit untuk mencari pemiliknya. Karena order tersebut dipesan oleh orang lain dan tidak memiliki nomor yang bisa dihubungi, Tama hanya mengandalkan ingatannya terhadap pakaian perempuan tersebut.

Ia berkeliling hampir dua jam hingga akhirnya berhasil menemukan penumpang yang dimaksud.

Sebelum menyerahkan uang, Tama memastikan terlebih dahulu bahwa perempuan tersebut benar-benar pemiliknya dengan menanyakan isi dan jumlah uang. Setelah jawabannya sesuai, Rp80 juta itu dikembalikan utuh tanpa diambil sedikit pun.

Sebagai tanda terima kasih, pemilik uang kemudian memberikan Tama Rp500 ribu. Namun Tama hanya mengambil Rp50 ribu dan meminta agar Rp450 ribu sisanya digunakan untuk membantu biaya keluarga pemilik uang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Bagi Tama, uang yang bukan haknya bukanlah sesuatu yang boleh diambil.

“Yang bukan hak kita, jangan kita ambil.”

Di saat kesempatan untuk mengambil begitu besar terbuka di depan mata, Tama memilih untuk tetap jujur. Sebuah kisah sederhana, tetapi mengingatkan kita bahwa integritas justru terlihat ketika tidak ada yang memaksa kita untuk berbuat benar.

NIATNYA MENEGUR DEMI KESELAMATAN, EH MALAH BERUJUNG PEMUKULAN! 😳Sebuah video yang beredar merekam keributan di area SPBU...
18/08/2026

NIATNYA MENEGUR DEMI KESELAMATAN, EH MALAH BERUJUNG PEMUKULAN! 😳

Sebuah video yang beredar merekam keributan di area SPBU. Kejadian bermula ketika seorang pria yang terlihat mengenakan pakaian loreng disebut membuang puntung rokok sembarangan saat berada di area pengisian BBM.

Petugas SPBU kemudian memberikan teguran. Wajar, karena area SPBU jelas bukan tempat buat merokok sembarangan apalagi membuang puntung rokok. Risikonya bukan cuma soal sampah, tapi menyangkut keselamatan banyak orang.

Namun, teguran tersebut disebut justru membuat pria itu tidak terima. Situasi yang awalnya cuma soal puntung rokok kemudian memanas hingga petugas SPBU diduga menjadi korban pemukulan.

Nah, ini yang bikin geleng-geleng kepala.

Ditegur karena aturan keselamatan, kok responsnya malah main tangan? 😐

Kalau merasa keberatan dengan teguran, ya bisa dibicarakan baik-baik. Jangan sampai persoalan kecil berubah menjadi masalah yang jauh lebih besar.

Ketika Rakyat Membunyikan Klakson, Apa yang Sebenarnya Mereka Protes?Klakson panjang yang dibunyikan serentak oleh para ...
17/08/2026

Ketika Rakyat Membunyikan Klakson, Apa yang Sebenarnya Mereka Protes?

Klakson panjang yang dibunyikan serentak oleh para pengendara saat rombongan Presiden Prabowo Subianto melintas di Jakarta seharusnya tidak buru-buru dianggap sekadar tindakan tidak sopan kepada kepala negara.

Justru sebaliknya, suara klakson itu layak dibaca sebagai alarm sosial.

Memang, presiden membutuhkan pengamanan. Rombongan kepresidenan tidak mungkin dibiarkan melintas tanpa sterilisasi jalur. Ada prosedur, ada protokol, dan ada pertimbangan keselamatan yang tidak bisa disepelekan.

Tetapi persoalannya bukan semata-mata soal boleh atau tidaknya jalan ditutup.

Persoalannya adalah: seberapa besar rakyat harus membayar harga dari sebuah protokol kenegaraan?

Bagi pejabat, mungkin penutupan jalan hanya berlangsung beberapa menit.

Tetapi bagi masyarakat yang sedang mengejar masuk kerja, mengantar anak sekolah, mengejar jadwal, mencari penumpang, atau sekadar ingin p**ang, beberapa menit di tengah kemacetan Jakarta bisa berubah menjadi puluhan menit, bahkan lebih.

Dan ketika hal semacam ini terjadi berulang kali, frustrasi masyarakat tentu akan menumpuk.

Maka ketika ratusan pengendara kemudian membunyikan klakson panjang secara bersamaan, jangan hanya bertanya:

"Kok rakyat berani membunyikan klakson ketika presiden lewat?"

Pertanyaan yang lebih penting justru:

"Mengapa sampai rakyat merasa perlu membunyikan klakson?"

Di situlah letak persoalannya.

Klakson itu mungkin bukan penghinaan kepada presiden.

Bisa jadi itu adalah bentuk spontan dari masyarakat yang merasa ruang publik terlalu mudah dikorbankan demi kepentingan rombongan pejabat.

Negara tentu punya aturan.

Tetapi negara juga seharusnya punya kepekaan.

Jangan sampai hukum dan protokol hanya dipahami sebagai alasan untuk mengatakan kepada rakyat, "Tunggu dulu, karena pejabat lewat."

Sebab pada akhirnya, presiden juga bekerja untuk rakyat yang sedang menunggu di balik barikade jalan itu.

Ironisnya, ketika rombongan kepala negara melintas dengan pengawalan dan jalan yang disterilkan, rakyat justru berhenti total di belakangnya.

Di sinilah pemerintah perlu melakukan evaluasi.

Bukan dengan mencari siapa yang membunyikan klakson.

Bukan p**a dengan menganggap masyarakat tidak menghormati kepala negara.

Tetapi dengan bertanya:

Apakah pengamanan pejabat negara sudah dirancang dengan tetap menghormati waktu dan kepentingan jutaan masyarakat yang menggunakan jalan yang sama?

Karena ukuran kewibawaan negara bukan hanya seberapa cepat mobil presiden bisa melintas.

Ukuran kewibawaan negara juga terlihat dari seberapa jauh negara mampu menjaga agar rakyat tidak merasa menjadi pihak yang selalu harus mengalah.

Dan mungkin, suara klakson panjang pagi itu bukan sekadar suara kendaraan.

Itu suara rakyat yang sedang berkata: kami juga punya urusan, kami juga punya waktu, dan jalan ini juga milik kami. (Awesome)

PERJALANAN KARIR VEDA PRATAMATak ada yang diraih dengan instan, Veda pratama juga memulai karirnya di dunia balap dari b...
14/08/2026

PERJALANAN KARIR VEDA PRATAMA
Tak ada yang diraih dengan instan, Veda pratama juga memulai karirnya di dunia balap dari bawah sampai sekarang menjadi pembalap moto3.

Diperkirakan 5 tahun kedepan Veda pratama sudah bisa tembus kelas utama motoGP.

Tetap dukung pembalap Indonesia mengharumkan nama negara di level internasional.

Berawal dari tawaran pekerjaan di Cilacap, seorang bapak memberanikan diri membawa istri dan anaknya merantau dengan har...
14/08/2026

Berawal dari tawaran pekerjaan di Cilacap, seorang bapak memberanikan diri membawa istri dan anaknya merantau dengan harapan bisa memperbaiki kehidupan keluarga.

Namun, harapan itu berubah menjadi cobaan. Di tengah perjalanan, mereka diduga menjadi korban penipuan. Keluarga ini diturunkan dari kendaraan, sementara HP, uang, dan sejumlah barang penting mereka dibawa pergi.

Kini, sudah lebih dari satu bulan bapak tersebut bersama keluarganya berusaha p**ang ke Batam dengan berjalan kaki.

Semoga kisah ini mendapat perhatian orang-orang baik. Semoga ada pertolongan untuk keluarga ini agar bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga mereka.

Semoga pihak yang tega menipu dan mer4mpas hak keluarga ini mendapatkan balasan yang setimpal.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mabar Racing Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share