17/09/2026
Seberapa sering kita menghakimi alam saat kenyamanan kita tiba-tiba terusik?
Ketika Gunung yang terbangun. Hutan yang terbakar. Sungai yang meluap. Langit yang berubah warna. Ketika alam bergolak, roda aktivitas kita pun dipaksa melambat. Kita pun riuh karena dunia yang kita bangun berhenti dan tak lagi berjalan seperti biasa.
Padahal mungkin, bukan dunia yang sedang berhenti. Mungkin berbagai rentetan bencana ekologis adalah cara alam mengingatkan kita untuk berhenti, menoleh, dan menata ulang arah. Sebuah tanda bahwa kita telah mengambil terlalu banyak dari apa yang alam bisa berikan.
Sudahkah kita benar-benar mendengarkan?
Sahabat, simak monolog selengkapnya pada unggahan ini!
video: Muhammad Zulfikar Muin , Ricky Martin
Takarir: Didi Kasim | Socio Eco Journalist