National Geographic Magazine Indonesia

National Geographic Magazine Indonesia Halaman Facebook resmi National Geographic Indonesia. Untuk informasi editorial: [email protected]
(1044)

Piala Dunia 2026 jadi Turnamen Paling Mencemari Lingkungan dalam Sejarah?Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Ser...
11/06/2026

Piala Dunia 2026 jadi Turnamen Paling Mencemari Lingkungan dalam Sejarah?

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kini tengah memicu sorotan tajam.

Di balik antusiasme pencinta sepak bola, ajang ini membawa beban persoalan serius mulai dari lonjakan harga tiket, polemik keikutsertaan Iran di tengah ancaman kejahatan perang, hingga peran US Immigration and Customs Enforcement dalam pengamanan.

Namun, isu yang dinilai membawa dampak buruk jangka panjang justru datang dari sektor lingkungan. Format baru turnamen diproyeksikan memicu polusi tertinggi sepanjang sejarah kompetisi sepak bola.

Lantas, bagaimana ajang olahraga terbesar di bumi ini bisa berubah menjadi ancaman nyata bagi krisis iklim global?

Sahabat, simak kisah selengkapnya pada unggahan ini!

Kisah oleh
Desain oleh

Pada 323 SM, Alexander Agung telah menaklukkan sebagian besar dunia kuno yang dikenal. Meskipun ini menjadikannya seoran...
11/06/2026

Pada 323 SM, Alexander Agung telah menaklukkan sebagian besar dunia kuno yang dikenal. Meskipun ini menjadikannya seorang pemenang besar, hal itu juga menempatkannya dalam posisi yang genting. Ia berusaha mengelola dan mempertahankan kekaisaran multikultural yang luas yang dilanda konflik dan korupsi.

Ada juga banyak orang yang menginginkan kekuasaannya. Dan ia menambah bahan bakar ke api dengan tidak menetapkan rencana suksesi yang jelas. Sang penakluk dari Makedonia itu meninggal setelah sakit mendadak pada usia 32 tahun. Melihat ke belakang, tampaknya wajar jika banyak yang mencurigai adanya permainan kotor, khususnya racun.

Tetapi apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa Alexander diracuni?

https://nationalgeographic.grid.id/read/134386419/sejarah-dunia-apakah-alexander-agung-diracuni-oleh-musuhnya

The future of sustainability is not only discussed. It is shaped, measured, scaled, and lived. 🌱  Now in its third year,...
11/06/2026

The future of sustainability is not only discussed. It is shaped, measured, scaled, and lived. 🌱

Now in its third year, Lestari Summit 2026 returns as Indonesia's cross-sector platform for real sustainability action. From national policy direction and ESG accountability, to nature-based economy and everyday mindful choices, this is where real impact turn into inspirations.

For the first time, we're introducing Early Bird tickets. Secure your seat before June 30 and be part of the inspirative conversations!

🎟️ booking.tribunnews.com/festival/lestari-summit-2026

Early Bird: 10–30 June 2026 | IDR 175,000

Ketika Hutan Hilang, Hudoq Kehilangan WajahnyaDi pedalaman Kutai Timur, masyarakat adat Dayak B**g Min Wehea masih menar...
11/06/2026

Ketika Hutan Hilang, Hudoq Kehilangan Wajahnya

Di pedalaman Kutai Timur, masyarakat adat Dayak B**g Min Wehea masih menari Hudoq dalam ritual Mbob Jengea—sebuah pesta syukur pascapanen yang diwariskan leluhur selama generasi. Di balik topeng kayu, daun pisang hutan, dan bulu rangkong, tersimpan hubungan yang jauh lebih dalam: ikatan spiritual antara manusia, hutan, dan seluruh kehidupan yang menopang mereka. Bagi Wehea, hutan bukan sekadar sumber daya, melainkan ruang hidup tempat budaya, pengetahuan, dan identitas bertumbuh bersama.

Namun, relasi itu kini berada dalam tekanan. Deforestasi, ekspansi sawit, pertambangan batu bara, hingga berbagai kebijakan yang membatasi praktik berladang tradisional perlahan menggerus fondasi yang selama ini menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pohon-pohon yang menjadi bahan topeng ritual semakin sulit ditemukan. Flora dan fauna yang dibutuhkan dalam upacara adat kian terancam. Ketika hutan berubah, bukan hanya bentang alam yang hilang, tetapi juga bahasa, ingatan, dan warisan budaya yang hidup di dalamnya.

Ironinya, masyarakat yang selama berpuluh generasi menjaga hutan justru sering menjadi pihak yang paling sedikit dilibatkan dalam menentukan masa depan wilayahnya sendiri. Padahal, pengetahuan ekologis yang mereka miliki telah membentuk sistem pengelolaan hutan yang terbukti mampu menjaga keberlanjutan lanskap. Bagi Dayak Wehea, konservasi bukanlah konsep baru; ia telah hidup dalam ritual, aturan adat, dan hubungan hormat kepada semesta jauh sebelum istilah itu dikenal dunia modern.

Jika suatu hari Hudoq tak lagi bisa menari karena hutannya telah tiada, yang hilang bukan hanya sebuah tarian. Yang hilang adalah satu cara manusia memahami bahwa alam bukan warisan dari leluhur, melainkan titipan untuk generasi yang belum lahir.

Simak kisahnya di sini...
https://nationalgeographic.grid.id/read/134386107/tari-hudoq-dayak-bung-min-wehea-ironi-ekologis-di-bumi-kalimantan

Anakonda hijau merupakan ular terberat di dunia. Anakonda hijau dapat tumbuh hingga lebih dari 8,8 meter, memiliki berat...
11/06/2026

Anakonda hijau merupakan ular terberat di dunia. Anakonda hijau dapat tumbuh hingga lebih dari 8,8 meter, memiliki berat lebih dari 250 kilogram, dan diameter tubuh lebih dari 30 sentimeter. Ular betina umumnya berukuran jauh lebih besar daripada ular jantan.

Anakonda hidup di rawa-rawa, lahan basah, dan sungai yang mengalir lambat, terutama di hutan hujan tropis yang berada di wilayah cekungan Amazon Basin dan Orinoco Basin di bagian utara Amerika Selatan.

Di hutan hujan Amazon, anakonda merupakan tokoh sentral dalam kehidupan mitologi di wilayah tersebut. Berbagai kisah mitologi tentang anakonda hijau dapat ditemukan di berbagai lokasi di hutan hujan Amazon. Masyarakat adat telah mengaitkan aliran Sungai Amazon yang berkelok-kelok dengan tubuh anakonda yang melengkung.

Dalam kisah-kisah mitologi, anakonda telah dikaitkan dengan penciptaan dunia dan umat manusia, fenomena langit, dan kehidupan budaya yang berkaitan dengan air di hutan hujan tropis.

Lantas, bagaimana ular anakonda ini menjadi tokoh mitos yang dianggap penting bagi masyarakat adat hutan Amazon?

https://nationalgeographic.grid.id/read/134386172/bagaimana-ular-anakonda-hijau-menjadi-tokoh-mitos-penting-bagi-hutan-amazon

SCREENING & DISKUSIMENCARI KASUARIFilm dokumenter kehidupan Kasuari yang selama ini jarang terlihat oleh manusia. Film i...
10/06/2026

SCREENING & DISKUSI
MENCARI KASUARI

Film dokumenter kehidupan Kasuari yang selama ini jarang terlihat oleh manusia.

Film ini tidak hanya memperlihatkan keunikan satwa tersebut, tetapi juga menyoroti hubungan dengan masyarakat lokal, hutan hujan Papua, dan juga upaya konservasi yang berlangsung di dalamnya.

Sabtu, 13 Juni 2026.
Pukul 14.00-16.30 WIB

Lokasi : Cafe Diurus Geura
Jl. Selang No 25, Babakan, Bogor Tengah

Segera daftar di QR Code.

Tempat terbatas! *)



*)
- Gratis kopi bagi 40 pendaftar pertama
- Akan mendapatkan hadiah merchandise menarik

Plastik Makanan dan Minuman Mendominasi Sampah Laut di IndonesiaSebuah studi baru mengungkapkan bahwa kemasan plastik ma...
10/06/2026

Plastik Makanan dan Minuman Mendominasi Sampah Laut di Indonesia

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kemasan plastik makanan, tutup wadah/botol plastik, serta botol plastik adalah barang-barang sampah laut yang paling dominan di planet ini.

Studi baru ini mengumpulkan dan mengevaluasi lebih dari 5.000 survei sampah pantai untuk mengungkap barang-barang sampah laut yang dominan di ketujuh benua, sembilan sistem samudra, 13 laut regional, dan 112 negara, area gabungan yang mewakili 86% populasi global.

Analisis menunjukkan bahwa sampah plastik yang terkait dengan makanan dan minuman mendominasi sampah pantai secara global, dengan peringkat di antara tiga jenis penggunaan yang paling melimpah di 93% negara. Termasuk di lima negara terpadat di dunia, yaitun India, Tiongkok, AS, Indonesia, dan Pakistan.

Secara spesifik, kemasan plastik makanan, tutup wadah/botol plastik, dan botol plastik termasuk di antara barang-barang individual yang paling banyak ditemukan di lebih dari setengah negara, diikuti oleh kantong plastik dan puntung rokok sebagai barang yang paling umum berikutnya.

Studi yang diterbitkan di jurnal One Earth ini dipimpin oleh tim peneliti dari Universitas Plymouth bersama dengan kolega dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Brunel University of London, dan Plymouth Marine Laboratory.

Simak kisah pemaparan peneliti di sini https://nationalgeographic.grid.id/read/134381112/plastik-makanan-dan-minuman-mendominasi-sampah-laut-di-indonesia

Prostitusi adalah salah satu pekerjaan tertua dalam sejarah manusia. Bagaimana bisnis ini berkembang pada awal berkemban...
10/06/2026

Prostitusi adalah salah satu pekerjaan tertua dalam sejarah manusia. Bagaimana bisnis ini berkembang pada awal berkembangnya Kota Batavia?

Kisah bermula ketika Jan Pieterszoon Coen awalnya berupaya menciptakan kota yang ia anggap “beradab” dengan mendatangkan perempuan dari Belanda dan melarang perzinahan, namun kebijakan tersebut gagal membendung krisis sosial yang muncul.

Arsip sejarah mengungkap berbagai praktik prostitusi, mulai dari jalanan hingga rumah bordil ternama seperti “De Berebijt” di Jacatraweg.

Sahabat, simak kisah selengkapnya pada unggahan ini!

Kisah oleh

Address

Gedung Grid Network Perkantoran Kompas Gramedia Jalan Gelora VII RT. 2/RW. 2 Kelurahan Gelora Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat
Central Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when National Geographic Magazine Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to National Geographic Magazine Indonesia:

Share