25/06/2014
Di antara kelebihan
Rasulullah Saw adalah dapat
melihat Iblis dan berdialog
dengannya, karena ini termasuk
diantara mukjizat yang beliau
miliki. Adapun kisahnya adalah
sebagai berikut :
Sewaktu Rasulullah Saw
datang ke masjid beliau melihat
Iblis berdiri di depan pintu masjid.
Maka Rasulullah Saw langsung
menegurnya: “Wahai Iblis , apa
yang kamu lakukan di sini?.” Iblis
menjawab, “Aku hendak masuk ke
masjid untuk merusak shalatnya
orang yang sedang shalat itu, akan
tetapi aku takut terhadap orang
yang sedang tidur ini”. Rasulullah
saw kemudian bertanya : “Wahai
Iblis, kenapa kamu tidak takut
terhadap orang yang sedang
shalat,
beribadah dan bermunajah
kepada
Allah, malah engkau takut
terhadap
orang yang sedang tidur ini yang
dalam keadaan kelupaan?.” Iblis
menjawab: “Orang yang sedang
shalat itu adalah orang bodoh
(tidak mengerti tentang syarat
rukunnya shalat, thuma’ninah,
serta
konsentrasinya didalam shalat)
untuk merusak shalatnya sangat
mudah bagiku, sedangkan orang
yang sedang tidur ini adalah orang
yang alim, jika aku merusak
shalatnya orang yang bodoh itu
akan khawatir nanti ia
membangunkan orang alim yang
sedang tidur ini, kemudian ia
mengajari serta membetulkan
shalatnya orang yang bodoh
tersebut.
Oleh karena itu, Rasulullah
saw bersabda : “Tidurnya orang
alim lebih baik dibandingkan dari
ibadahnya orang yang bodoh”.
Ada keterangan lain yang
bersumber dari Ibnu Abbas ra, ia
berkata : Pada suatu hari
Rasulullah
saw keluar menuju masjid , tiba-
tiba beliau bertemu Iblis, lalu
Rasulullah Saw bertanya kepada
Iblis “apa yang menyebabkan
kamu
datang ke pintu masjid ini ? Iblis
menjawab “Wahai Muhammad,
Allah telah mendatangkan aku ke
sini”. Rasulullah Saw kemudian
bertanya : “Untuk apa kamu
datang
ke sini?” Iblis menjawab , “Aku ke
sini agar engkau bertanya
kepadaku tentang perkara yang
engkau kehendaki “
Ibnu Abbas melanjutkan
perkataannya : Adapun sesuatu
yang pertama kali ditanyakan oleh
Rasulullah Saw kepada Iblis adalah
shalat berjama’ah “Wahai Iblis,
kenapa kamu menghalangi
umatku
untuk menunaikan shalat
berjama’ah? Iblis menjawab
“Wahai
Muhammad, ketika umatmu keluar
untuk menunaikan shalat , maka
diriku dilempari bara api yang
panas, dan ini berlangsung terus
sampai mereka berpisah (dari
shalat berjamaah). Rasulullah Saw
lalu bertanya “Wahai Iblis, kenapa
kamu menghalangi umatku untuk
umembaca Al-Qur’an?” Iblis
menjawab : “Ketika umatmu
membaca Al-Qur’an, maka
melelehlah tubuhku seperti
timah”
Rasulullah Saw bertanya, “Wahai
iblis kenapa kamu mencegah
umatku untuk berjihad?” Iblis
menjawab : “Ketika mereka pergi
berjihad, maka kedua kakiku ini
terikat sampai mereka kembali
(dari berjihad). Selanjutnya
Rasullah saw bertanya : “kenapa
kamu menghalangi umatku dari
pergi haji? Iblis menjawab :
“Ketika
mereka keluar pergi haji, maka
tubuhku ini di rantai dan di
belenggu, dan ketika mereka
hendak bersedekah, maka
diletakakn diatas kepalaku gergaji,
lalu gergaji itu meggergaji
kepalaku sebagaimana ia
menggergaji kayu “
Itulah pengakuan iblis
ketika ia ditanya oleh Rasulullah
Saw tentang motif penyesatan
yang ia dilakukan terhadap umat
Muhammad. Disamping itu juga
untuk mencari teman sebanyak-
banyaknya untuk di ajak tinggal di
dalam neraka. Karenanya kita
banyak belajar tentang berbagai
hal, termasuk tentang makhluk
Allah yang bernama setan ini.
Karena kalau kita tidak tahu
dimana
musuh berada, kekalahan pasti
akan menimpa kita. Naudzubillah.
“Dan janganlah kamu mengikuti
apa yang kamu tidak tahu
tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan, dan
hati ; semuanya itu akan diminta
pertanggungjawabannya” (Qs Al
Isra : 36)
Pelajaran yang dapat
diambil dari kisah di atas : Dari
kedua kisah diatas, maka dapat
diambil beberapa poin sebagai
pembelajaran, diantaranya
adalah :
a. Tidurnya orang alim lebih baik
daripada shalatnya orang
bodoh, yang tidak mengerti
syarat rukunnya shalat.
b. Ibadah tanpa didasari oleh
ilmu itu sia-sia belaka, artinya
tidak memperoleh pahala
dari Allah ta’ala kecuali bila
ada udzur syar’iy.
c. Menurut Iblis menggoda dan
menjerumuskan orang alim
itu lebih berat daripada
menyesatkan orang bodoh.
Bahkan didalam kitab
Ta’limul muta’allim di
sebutkan bagi Iblis
menggoda satu orang ahli
fiqih yang wira’i itu lebih
berat daripada menggoda
1000 orang ahli ibadah
d. Rasululah Saw itu dapat
mengetahui Iblis dan bisa
berdialog dengannya, karena
ini merupakan bagian dari
mukjizat Rasulullah Saw.
e. Setiap kali ada orang yang
menjalankan kebaikan atau
perintah agama, tubuh Iblis
terasa disiksa. Meskipun
demikian ia tidak akan mati-
mati sampai terjadinya hari
kiamat karena ia adalah
termasuk yang mendapat
penangguhan.
f. Iblis itu dapat merubah
bentuknya menurut yang ia
kehendaki.