Satu Nusantara News

Satu Nusantara News Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Satu Nusantara News, Media/News Company, Jalan kelapa puan no. 11 Jagakarsa jakarta selatan, Jakarta.

satunusantaranews.com merupakan media informasi terpercaya di nusantara yang dapat diakses oleh siapapun untuk berbagi informasi, pengetahuan, opini, pemikiran, ide, persepsi dan lain sebagainya. Satu Nusantara News terdiri dari beberapa kategori dan topik seperti seperti Nusantara News, Nasional, Internasional, Ekonomi, Politik, Peristiwa, Kuliner, Peluang Usaha dan iklan

Sambut Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2017. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasion...
02/08/2017

Sambut Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2017. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/sambut-puncak-peringatan-hari-konservasi-alam-nasional-2017/, satunusantaranews – Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin, 31 Juli 2017. Menyambut puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada tanggal 10 Agustus mendatang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertema “Konservasi Alam – Konservasi Kita” di Taman Nasional (TN) Baluran, dan Festival TN/Taman Wisata Alam (TWA) di Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur selama tanggal 8-13 Agustus 2017.
Peringatan HKAN merupakan kampanye gerakan konservasi alam untuk meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi alam, dan menumbuhkan peran publik dalam menyelamatkan keanekaragamanan hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup. Hal ini disampaikan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Koservasi (PJLHK), Is Mugiono, saat mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dalam Workshop Pemulihan Ekosistem “Pengendalian Jenis Asing Invasif (Invasive Alien Species) Acacia nilotica di TN Baluran”di Jakarta (31/07/2017).
“HKAN 2017 bermakna bahwa konservasi alam itu pada hakikatnya adalah untuk kehidupan umat manusia serta mahluk hidup lainnya, sehingga diharapkan konservasi alam dapat menjadi budaya bangsa Indonesia”, ujar Is Mugiono. Peringatan HKAN 2017 juga akan diperingati oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal KSDAE di seluruh Indonesia.
Terkait penentuan lokasi puncak HKAN 2017 di TN Baluran, menurut Is Mugiono dikarenakan TN Baluran merupakan salah satu dari lima TN pertama yang dibentuk di Indonesia, dan memiliki ekosistem savana dan satwa yang khas, sehingga dijuluki “little africa van java”.
“Di TN Baluran terdapat permasalahan krusial pada ekosistem savanna, yaitu ancaman invasi jenis asing Acacia nilotica, yang dapat berdampak pada penggeseran dan ancaman kepunahan keberadaan ekosistem asli kawasan. Hal ini memerlukan aksi nyata pemulihan ekosistem bersama. Dengan adanya HKAN 2017 di TN ini, diharapkan dapat menjadi pemicu dan semangat dalam upaya pemulihan ekosistem di kawasan konservasi”, terang Is Mugiono.
Sejak ditetapkannya HKAN oleh Presiden RI melalui Keputusan Presiden Nomor. 22 Tahun 2009. KLHK telah rutin menyelenggarakan dan mengembangkan peringatan HKAN. Pada tahun 2014, HKAN mulai dilaksanakan di alam terbuka yaitu di TN Gunung Halimun-Salak, selanjutnya tahun 2015 di TN Ujung Kulon, dan terakhir tahun lalu di TN Bali Barat.
Selain Workshop di Jakarta, peringatan HKAN 2017 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat dan pelajar antara lain, pemberian penghargaan kepada para penggiat konservasi alam, Pameran Konservasi Alam, Jambore Nasional Konservasi Alam, Buyan Jungle Run, Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove, Nonton Bareng Film “Bumiku”, serta Sepeda Jelajah Nusantara.(Ray/Md:Foto ist)
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Buen Festival 2017 Bakal Digelar di Desa Bangun Mulya. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/kebudayaan/b...
02/08/2017

Buen Festival 2017 Bakal Digelar di Desa Bangun Mulya. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/kebudayaan/buen-festival-2017-bakal-digelar-di-desa-bangun-mulya/, satunusantaranews – Jakarta. Perhelatan Budaya yang menjadi Program Tahunan Besar Penajam Paser Utara (PPU) dalam pelaksanaan Buen Festival 2017, bakal digelar di Desa Bangun Mulya kecamatan Waru, pada tanggal 4 Agustus sampai dengan 6 Agustus 2017.
“Dalam mempersiapkan kegiatan yang menjadi agenda tahunan Kab PPU dan sekaligus kegiatan yang sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat dan penggiat budaya baik lokal maupun mancanegara seperti pada tahun sebelumnya dan kini sudah memasuki persiapan pembentukan kepanitiaan dan untuk selanjutnya akan dilaksanakan persiapan teknis kerja bersama jajaran seksi-seksi dalam kepanitiaan.” Ujar Gunawan Selaku Ketua Panitian Pelaksana Kegiatan Buen Fesival.
Beliau juga menyampaikan bahwa Pegelaran Buen Festival yang akan dilaksanakan di tahun kedua ini akan menyuguhkan kegiatan seni dan budaya seperti tahun lalu serta akan turut hadir para budayawan lokal maupun mancanegara dalam kegiatan ini seperti Jaringan Kampung Nusantara, (Japung) serta budayawan lokal lainnya yang sudah memberikan konfirmasi kepada panitia untuk turut hadir dalam perhelatan budaya yang menjadi salah satu agenda besar yang ditunggu para masyarakat baik di Kab PPU maupun diluar PPU.
Gunawan menambahkan, selain budayawan lokal yang turut hadir dalam pelaksanaan tersebut akan hadir juga para budayawan mancanegara yang hingga saat ini sudah dikonfirmasi melalui seksi acara akan turut hadir empat budayawan mancanegara seperti Spanyol, Prancis, Japan, Rusia dan masih satu lagi menunggu konfirmasi untuk budayawan dari California.
Rangkaian kegiatan yang saat ini dalam tahap persiapan akan terus dilakukan koordinasi dan pematangan bersama seksi-seksi lainya baik teknis kerja maupun pada pelaksanaan langsung, adapun yang menjadi pembeda dalam Buen Festival tahun 2017 ini akan diresmikannya Rumah Buen yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian Buen Festival yang memasuki tahun kedua dalam pelaksanaannya.
“Selain pembukaan dan kegiatan workshop, talkshow, dan Sarah Sehan terkait seni budaya akan dilaksanakan juga beberapa pawai budaya yang menjadi rangkai acara selama berlangsungnya kegiatan, baik pawai rumah adat, pawai adat nikahan yang ini semua masih dalam tahap persiapan bersama dengan para seksi kepanitian lainnya, dan segela persiapan akan terus dilakukan sebelum mendekati hari pelaksanaannya,“ Tutupnya. (Zi/Md:Foto Dok PK)

Rayakan Persaudaraan Selama 30 Tahun di Setu Babakan. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/peristiwa/ray...
31/07/2017

Rayakan Persaudaraan Selama 30 Tahun di Setu Babakan. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/peristiwa/rayakan-persaudaraan-selama-30-tahun-di-setu-babakan/, satunusantaranews – Jakarta. Halal Bi Halal bertemakan “Silaturahmi dan Persaudaraan” ini menjadi sangat berharga dan istimewa bagi sahabat-sahabat yang selama ini jarang berkomunikasi sehingga tali persahabatan tersambung kembali. Acara Halal Bi Halal (HBH) diselenggarakan oleh 40 Alumni SMP Negeri 175 Jakarta Selatan terutama angkatan 1987, yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan di Setu Babakan 22, Area Perkampungan Betawi, Jagakarsa, pada hari Minggu (30/7/17).

“Kegiatan ini agak istimewa, karena bertepatan 30 tahun yang lalu semasa masih di SMPN 175 atau yang biasa populer kita sebut STL kita tercinta dengan penyelenggaraan yang jatuh pada tanggal 30 bulan Juli ini,” ucap Arif Rahman selaku Ketua Panitia Acara.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti ini yang dilakukan oleh alumni angkatan 87 dapat menjadi satu keinginan untuk merajut kekeluargaan dan silaturahmi antara kita dalam ikatan keluarga besar STL 87. Kita pupuk terus tali silaturahmi ini,” ujar Arif yang didampingi Ketua II, H. Ramli Umar saat memberi sambutan.

Ketua Panitia II, H. Ramli Umar ikut menyampaikan dalam pesan singkatnya, atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama panitia dan seluruh teman-teman yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya HBH STL 87. “Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga Allah SWT meridhoi segala aktivitas kita semua,” ungkapnya.

Diwaktu yang sama, Ustadz Mustaqim dalam tausiyah Halal Bi Halal menyampaikan, dirinya percaya alumni ini mempunyai semangat luar biasa dan memiliki kebersamaan dan kekeluargaan, hal itu merupakan satu kekuatan.

“Dengan kegiatan ini p**a bisa dimanfaatkan untuk saling memaafkan satu sama lain, bila ada kesalahan dalam tutur kata atau saling menyakiti bisa menjadi pengalaman untuk lebih membangun kebersamaan ini,” ujar Ustadz yang juga alumni STL 87.

Kegiatan Halal Bi Halal diisi dengan hiburan musik dari Group Organ Tunggal kolaborasi pimpinan Saman dan salah satu alumnus 175 Jakarta Selatan, angkatan 1987, Alwi. Tidak hanya itu, dalam acara ini juga terdapat beberapa games dan doorprize sehingga suasana semakin meriah dan bersahabat. (Ray/Md:Foto Ray)

LSM Asing Lakukan Black Campaign Terhadap Ulayat Papua.. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/l...
25/07/2017

LSM Asing Lakukan Black Campaign Terhadap Ulayat Papua.. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/lsm-asing-lakukan-black-campaign-terhadap-ulayat-papua/, satunusantaranews – Jakarta. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asing melakukan Black Campaign (Kampanye Hitam) sehingga para pemilik lahan ulayat Papua menjadi khawatir atas perilaku tersebut, terutama bagi masyarakat Adat di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Beberapa perwakilan pemilik hak ulayat melaksanakan kunjungan kehormatan di Kantor LSM Asing Aidenvironment Asia untuk menanggapi hal tersebut, yang berlangsung di Jln. Burangrang No. 18 Babakan, Bogor Tengah, Jawa Barat (25/7/2017).

Poin yang diinginkan Para pemilik hak Ulayat kepada LSM agar tidak turut mencampuri perkara orang lain, teristimewa LSM yang menyoroti pembukaan lahan perkebunan sawit masyarakat.

“Kami tegaskan, agar untuk menghentikan campur tangan di tanah hak ulayat masyarakat, karena kami yang merasakan dampaknya, bukan dari pihak luar,” ujar Simon Kumbu Walinaulik sebagai perwakilan masyarakat hak ulayat kepada wartawan usai diterima pihak LSM Aidenvironment, Selasa (25/7/17).

Beliau juga meminta agar LSM lokal maupun luar negeri yang menyuarakan pembatalan pembukaan lahan dalam areal PT. Dongin Prabhawa agar jangan membatasi usaha dalam koperasi, karena pihak perusahaan telah membantu masyarakat kabupaten Merauke dalam hal Kesehatan, Pendidikan dan bantuan Ekonomi.

Mereka menegaskan, bahwa dari marga yang tergabung dalam PT. Dongin Prabhawa sudah pernah ikut studi banding di Sumatera Barat. “Kami mau perubahan seperti saudara-saudara kami diluar Papua. Jadi sekali lagi, saya sebagai Ketua Marga Gebse Dinaulik sangat mengharapkan mohon jangan nganggu kami. Sebab yang selama ini yang bantu kami PT. Dongin Prabhawa, bukan LSM. Kami mau maju,” ujarnya lagi.

“Kami dari 9 (sembilan) marga yang tergabung dalam areal PT Dongin Prabhawa sangat mengharapkan pembukaan lahan itu. Apalagi kami sudah melakukan diskusi dengan pemerintah daerah, anggota DPR RI serta dengan para stakeholder kemarin (Senin, 24/7/17, red) di Jakarta dalam rangka membahas hal tersebut agar segera membuka lahan kami yang akan dibantu oleh pihak perusahaan,” ucapnya. (Ray/Md:Foto Ray)

Perwakilan 15 Negara di Dunia Dalam Konferensi INAFOR. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/ekonomi/perw...
25/07/2017

Perwakilan 15 Negara di Dunia Dalam Konferensi INAFOR. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/ekonomi/perwakilan-15-negara-di-dunia-dalam-konferensi-inafor/, satunusantaranews – Jakarta. Dunia internasional sepakat bahwa pengelolaan hutan secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya perwakilan 15 negara di dunia dari berbagai stakeholder, dalam konferensi International Conference of Indonesian Forestry Researchers (INAFOR) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Yogyakarta (24/07/2017).

Mewakili Menteri LHK, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK, Dr. Henry Bastaman menyampaikan, dalam mengelola hutan lestari perlu pendekatan pengelolaan hutan tanaman dalam menyeimbangkan produksi dan keberlanjutan.
“Pengelolaan hutan tanaman perlu menyeimbangkan tuntutan baru dan pertumbuhan dengan kebutuhan berbasis tradisional dan berbasis masyarakat”, ujar Henry.

Salah satu upaya yang tengah digiatkan BLI KLHK saat ini, disampaikan Henry, yaitu pengembangan tanaman bioenergi melalui penanaman di lahan bekas kebakaran, khususnya di kawasan gambut. Hal ini sekaligus mendukung upaya restorasi kawasan ekosistem gambut.

Acara yang berlangsung dari tanggal 24-27 Juli ini, dihadiri oleh para peneliti dan ilmuwan yang tergabung dalam International Union of Forest Research Organization (IUFRO). Adapun tema kali ini adalah “Promoting Sustainable Resources from Plantations for Economic Growth and Community Benefits” (Mempromosikan Sumberdaya Berkelanjutan dari Hutan Tanaman untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Manfaat Masyarakat).

Terkait hal ini, Henry menyampaikan terdapat empat hal perlu dilakukan, yaitu mengendalikan penyalahgunaan hutan tanaman dan mempromosikan pengelolaan berkelanjutan; mempromosikan pembangunan ekonomi lokal melalui keberlanjutan hutan tanaman; mendorong kepemimpinan lokal dan desentralisasi tata kelola kehutanan ke tingkat masyarakat; dan dukungan dari instansi pemerintah secara kontinu bagi masyarakat lokal.

Turut hadir dalam acara ini mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Sulistyo. Beliau berpesan kepada para ilmuwan agar dapat belajar secara langsung, bukti sejarah dan upaya restorasi ekosistem di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), sehingga dapat menghasilkan penelitian-penelitian yang aplikatif.

Selain presentasi ilmiah, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara KLHK dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Tidak ketinggalan, dilakukan kegiatan penanaman tanaman endemik di kawasan TNGM oleh Kepala BLI, Duta Besar Finlandia, Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY, dan beberapa peserta IUFRO-INAFOR Tahun 2017. Jenis-jenis yang ditanam antara lain adalah Puspa, Nogosari, Pronojiwo, Tesek, dan Berasan. Kegiatan ini sekaligus merupakan upaya restorasi kawasan TNGM yang terkena dampak erupsi tahun 2010.

IUFRO-INAFOR Tahun 2017 merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan sejak tahun 2011, dan bertujuan untuk memperoleh rekomendasi kebijakan strategis dan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam pengelolaan hutan tanaman untuk kesejahteraan masyarakat. Terdapat enamtopik utama konferensi ini, yaitu Plantation management for sustainable protection, Diseases and pests, Genetics and breeding, Risk and mitigation, Forest based products for greener future, dan Forests for community benefits.

Implementasi IPTEK BLI ini menjadi ruang lingkup beberapa kerjasama antara BLI KLHK dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, antara lain yaitu pengembangan tanaman bioenergi dan bioethanol, serta pengembangan inovasi pengolahan aren menjadi bioethanol.(Ray/Md:Foto ist)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Stakeholder Meeting Pembangunan Industri Kelapa Sawit Papua. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/keperi...
25/07/2017

Stakeholder Meeting Pembangunan Industri Kelapa Sawit Papua. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/keperintahan/stakeholder-meeting-pembangunan-industri-kelapa-sawit-papua/, satunusantaranews – Jakarta (24/7). Para pemangku kepentingan (stakeholders) berkumpul di Jakarta pada Senin (24/7) guna membahas tantangan dan hambatan industri perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Propinsi Papua. Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si, Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop, S.STP, H.Hamdhani (Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem) DR. Nyoto Santoso (Bioref IPB), dan beberapa orang perwakilan masyarakat pemilik hak ulayat di Merauke dan Boven Digoel.
LSM asing (Mighty Earth dari Amerika dan AidEnvironment dari Belanda) yang kerap melakukan kampanye negatif tentang industri kelapa sawit nasional tidak hadir dalam pertemuan, meski sudah menerima undangan dan disinyalir sedang berada di Jakarta. Berdasarkan dari hasil penelusuran, LSM Mighty Earth ini merupakan campaign arm ataupun bagian kampanye dari Waxman Strategies, sebuah perusahaan lobby dari Amerika Serikat.

Dalam pertemuan, para stakeholders (pemangku kepentingan) menyepakati empat point yaitu: Pertama, pemerintah daerah dan masyarakat Merauke serta Boven Digoel merupakan stakeholder utama dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di kedua daerah tersebut; Kedua, dibutuhkannya investor untuk ikut berpartisipasi aktif membangun daerah; Ketiga, kebun masyarakat di kedua daerah tersebut harus segera direalisasikan sebagai wujud amanah perundang-undangan yang berlaku dan bagian dari pembangunan daerah dan; Keempat, Forum stakeholder ini adalah wadah urun rembug persoalan-persoalan pembangunan Kelapa Sawit di kedua wilayah tersebut.
Pertemuan ini digagas untuk merespon keluhan masyarakat atas maraknya kampanye negatif dari NGO asing (Mighty Earth dan AidEnvironment) yang membuat perusahaan sawit di Merauke dan Boven Digoel belum juga membuka kebun masyarakat.

Terkait butir pertama, para stakeholders yang hadir menyayangkan adanya kampanye negatif NGO asing seperti Mighty Earth dan AidEnvironment. Perwakilan masyarakat yang merupakan para pemilik hak ulayat (tanah adat) tidak terima atas ikut campur tangannya NGO atas urusan tanah adat milik mereka.
Seperti dipaparkan masyarakat adat, masyarakat pemilik ulayat di pertengahan Juli 2017 lalu telah melayangkan surat kepada Mighty Environment dan juga AidEnvironment.
Dalam suratnya, mereka menegaskan kedua NGO ini untuk menghentikan campur tangan di tanah hak ulayat masyarakat karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri, bukan dari pihak luar.
Di suratnya tersebut, masyarakat juga meminta NGO untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk membuka lahan menjadi kebun masyarakat sebagai usaha meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Tolong jangan halangi kami untuk maju dengan berbagai alasan lingkungan,” tulis Demianus Blamen, Tuan Dusun Nakias di suratnya tertanggal 10 Juli 2017.
Pada point lainnya, kehadiran investor yang melakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit diapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat. Sejak hadirnya perusahaan sawit telah nampak perubahan yang terjadi seperti telah dibangunnya sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan pembangunan infrastruktur.
Seperti diungkapkan Bupati Merauke, areal APL (Area Penggunaan Lain) di Propinsi Papua hanya 6% dan semua kebun kelapa sawit di bangun di dalam areal itu. Namun kebanyakan areal APL belum direalisasikan. Situasi Papua pada saat ini, masih butuh pembangunan dan pemerintah daerah tetap menjaga alam di luar APL 6%.
Untuk diketahui, luas APL di Papua totalnya hanya 6%. Seluruh Kebun Sawit di Papua berada di areal APL, bukan di kawasan hutan dan bukan deforestasi. Saat ini kondisi di Papua tidak semua areal APL telah direalisasikan. Disisi lain Pemda Papua terus berkomitmen untuk menjaga areal Kawasan Hutan diluar areal APL.

Perwakilan tokoh masyarakat Merauke ikut bersuara. Pastor Felix Amias MSC yang juga merupakan anggota Missionariorum Sacratissimi Cordis (MSC) di depan seluruh peserta meeting mengkisahkan pengalaman waktu kecilnya yang serba sulit. Namun semenjak kehadiran perkebunan sawit di Merauke dan Boven Digoel kondisi saat ini semakin membaik. “Kini anak-anak tidak perlu lagi seperti saya sewaktu kecil yang ketika itu harus mendayung perahu dua malam hanya untuk mencari SMP.
Mengenai kebun masyarakat (plasma), dilaporkan oleh masyarakat bahwa saat ini realisasi pembangunannya terhambat karena berbagai tuntutan dan tekanan NGO asing seperti Mighty Earth dan AidEnvironment melalui isu lingkungan.
“Kami sudah menunggu perusahaan membuka kebun untuk pemilik hak ulayat tersebut, tapi sampai sekarang perusahaan belum juga bersihkan lahan untuk bisa kami tanam kelapa sawit,” ujar kata Abraham Yolmen Ketua Koperasi Serba Usaha Merauke.
“Awalnya kami pikir mungkin perusahaan sengaja ulur-ulur waktu,’’ katanya. Namun dalam beberapa minggu terakhir pihaknya baru mengetahui alasan perusahaan belum membuka kebun bagi masyarakat pemilik hak ulayat tersebut. Karena pihak perusahaan mendapat tekanan dari LSM seperti Mighty Earth dari Amerika dan AidEnvironment dari Belanda.
Mewakili masyarakat pemilik hak ulayat di Kab. Merauke, Simon Walinaulik menegaskan pihaknya tidak mau LSM itu ikut campur dan melarang perusahaan. Karena yang akan dibuka ini adalah lahan milik masyarakat sendiri yang sudah masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) yang telah mendapatkan izin dari pemerintah.
Atas dasar itu, para stakeholders di meeting ini mengambil kesepakatan bersama agar kebun masyarakat ini segera direalisasikan.
Dalam point terakhir juga dicapai kesepakatan bahwa forum stakeholders ini terbuka bagi semua pihak termasuk LSM yang ingin memberikan masukan. Apabila ada pihak yang ingin menyampaikan pendapat agar disampaikan melalui wadah forum seperti ini di daerah agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Ray:Foto Achong)

Forum Pemangku Kepentingan Pembangunan Industri Kelapa Sawit Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Papua;

Frederikus Gebze, Bupati Merauke
Benediktus Tambonop, Bupati Boven Digoel
Pastor Felix Amias, Tokoh Masyarakat Merauke dan Boven Digoel
Richard Nosai Koula, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Florentunus Mahuze, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Matheus Mahuze, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Emanuel Walinaulik, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Simon Walinaulik, Emanuel Walinaulik, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Abraham Yolmen, Emanuel Walinaulik, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Hendrikus Mahuze, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Petrus Boryemu, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke
Theodorus Erro, Perwakilan masyarakat hak ulayat di Boven Digoel

Menteri LHK Beri Pesan Khusus Pada Peringatan Hari Anak. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/m...
24/07/2017

Menteri LHK Beri Pesan Khusus Pada Peringatan Hari Anak. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/menteri-lhk-beri-pesan-khusus-pada-peringatan-hari-anak/, satunusantaranews – Jakarta. Setiap tanggal 23 Juli, diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, turut menyampaikan ucapan sekaligus pesan khusus dalam peringatan Hari Anak tahun ini.
“Mari tanamkan rasa cinta alam dan lingkungan dimulai dari lingkup keluarga,” kata Menteri Siti dalam rilis pada media, Minggu (23/7) di Jakarta.
Peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan kepedulian pada diri anak-anak akan lingkungannya. Secara khusus Menteri Siti juga menegaskan tentang pentingnya kerja keras dan keseriusan semua pihak menjaga kekayaan alam sebagai warisan untuk masa depan kehidupan yang baik bagi anak-anak Indonesia.
Menjaga alam dan lingkungan merupakan tanggungjawab besar yang harus diemban oleh generasi saat ini, di tengah banyaknya ancaman terhadap perubahan iklim seperti kerusakan lahan gambut, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Harus berani mempertaruhkan segalanya untuk kebaikan hutan dan gambut Indonesia, agar kita mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari anak-anak nantinya tentang apa yang telah, sedang dan akan diperbuat terhadap hutan dan gambut yang akan menjadi warisan untuk anak-anak kita, anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Dengan mewariskan alam dan lingkungan yang lebih terjaga dengan baik, diharapkan dapat memberi masa depan yang sehat, ceria dan berkualitas bagi generasi Indonesia nantinya.
“Selamat Hari Anak Nasional, 23 Juli 2017. Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga,” ucap Menteri Siti.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun ini digelar di Pekanbaru, Riau dan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo. (Ray/Md:Foto ist)

Satgas Karhutla Kerja Keras, Titik Api Turun. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/satgas-karhu...
24/07/2017

Satgas Karhutla Kerja Keras, Titik Api Turun. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/nasional/satgas-karhutla-kerja-keras-titik-api-turun/, satunusantaranews – Jakarta. Biro Humas Kementerian LHK, Minggu, 23 Juli 2017. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berhasil melakukan operasi terpadu pemadaman kebakaran lahan di kawasan rawan Karhutla.
Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni (KLHK) bersama TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim terpadu lainnya berjibaku mengantisipasi meluasnya areal karhutla. Selain pemadaman, Satgas Karhutla juga terus melakukan pemantauan terhadap munculnya titik api (groundcheck hotspot) yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

Dari laporan titik api berdasarkan satelit NOAA dan TERRA AQUA (NASA), berbagai upaya pemadaman baik di darat dan udara, Satgas Karhutla berhasil menurunkan jumlah titik api secara signifikan. Bahkan pada beberapa Provinsi dilaporkan pemadaman berhasil dilakukan dan tidak ada titik api.
Berdasarkan laporan per tanggal 22 Juli 2017 pukul 20.00 WIB, satelit NOAA memantau terdapat 24 titik api di seluruh Indonesia. Seluruh titik api langsung dilakukan groundcheck hotspot ke lapangan oleh tim Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api.
Adapun total titik api berdasarkan satelit NOAA per 1 Januari – 21 Juli 2017 dilaporkan sebanyak 783 titik. Jumlah ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, dimana terpantau jumlah titik api sebanyak 1.086 titik di tahun 2016. Berarti terdapat penurunan jumlah titik api sebanyak 303 titik atau 27,90 persen.

Sementara informasi titik api dari satelit TERRA AQUA (NASA), per jam 20.00 WIB, dilaporkan seluruh kawasan di Indonesia bebas titik api. Dengan total titik api per 1 Januari – 22 Juli 2017 sebanyak 157 titik. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah titik api terpantau sebanyak 2.078 titik di tahun 2016.
“Artinya terdapat penurunan jumlah titik api sebanyak 1.921 titik atau 92,44 persen,” ungkap Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono Hadi, Sabtu (22/7/2017).
Berdasarkan laporan Kepala Daerah Operasional (Daops) Karhutla KLHK di lapangan, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh tim Manggala Agni sampai dengan tanggal 22 Juli 2017, adalah seluas 2.062,02 hektar.
Untuk pemadaman Karhutla tidak hanya dilakukan di darat dengan melibatkan tim terpadu, namun juga dengan dukungan helikopter milik KLHK dan Satgas Provinsi untuk melakukan water bombing dan hujan buatan.

Dengan menggunakan helikopter milik KLHK, water bombing dilaksanakan di Provinsi Riau pada tanggal 14 – 24 Februari 2017 dengan rincian 5 sorti dan 48.000 liter air yang dijatuhkan di Kabupaten Rohil dan Pelalawan.
Sementara dengan menggunakan helikopter BPBD, kegiatan water bombing dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni – 16 Juli 2017. Sebanyak 2.596 sorti dan 10.232.200 liter air di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.
Sedangkan di Provinsi Kalimantan Barat, dengan menggunakan helikopter KLHK telah dilakukan kegiatan water bombing pada tanggal 2 – 24 Juni 2017, berupa 35 sorti serta 42.000 liter air di Kabupaten Kubu Raya.
Sementara di Kabupaten Sumatera Selatan menggunakan helikopter BPBD, telah dilakukan kegiatan water bombing pada tanggal 8 Juni – 22 Juli 2017. Rincian 157 sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 792.300 liter di Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.
Untuk kegiatan hujan buatan atau TMC, telah dilakukan di Provinsi Riau, dari tanggal 5 – 12 Juli 2017 sebanyak 10 penerbangan dan telah disemai garam sebanyak 15,2 ton di wilayah Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.
Sedangkan di Provinsi Sumatera Selatan, dari tanggal 8 Juni – 22 Juli 2017 telah dilakukan 36 penerbangan dan telah disemai garam sebanyak 36,6 ton di wilayah Kabupaten Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.
“Satgas Karhutla juga terus melakukan patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat di lokasi rawan Karhutla,” kata Djati.
Adapun jumlah desa sasaran patroli terpadu meliputi Provinsi Sumatera Utara 15 desa, Riau 65 desa, Jambi 20 desa, Sumatera Selatan 50 desa, Kalimantan Barat 60 desa, Kalimantan Tengah 55 desa, Kalimantan Selatan 20 desa dan Kalimantan Timur 15 desa.
Hingga saat ini tambah Djati, berkat penanganan intensif seluruh Tim Terpadu baik darat dan udara, dilaporkan tidak ada indikasi asap lintas batas. Data asap lintas negara dan informasi partikulat (PM10) untuk beberapa provinsi rawan karhutla tergolong normal, yang ditunjukkan dengan tidak adanya indikasi asap dan nilai PM10 sama dengan 0 (baik).
Kualitas udara di berbagai daerah rawan Karhutla, terutama di p**au Sumatera dan Kalimantan, juga dilaporkan dalam kondisi baik. Beberapa Provinsi rawan Karhutla juga sudah menetapkan status siaga darurat hingga akhir tahun 2017, seiring dengan mulai masuknya musim kering. (Ray/Md:Foto ist)
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Delegasi AIPA Memerangi Penyelundupan Hewan dan Tumbuhan. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/peristiwa...
21/07/2017

Delegasi AIPA Memerangi Penyelundupan Hewan dan Tumbuhan. Yukk...simak bareng di https://satunusantaranews.com/peristiwa/delegasi-aipa-memerangi-penyelundupan-hewan-dan-tumbuhan/, satunusantaranews – Jakarta. Delegasi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus Meeting diminta serius memerangi penyelundupan hewan dan tumbuhan yang dilindungi. Mereka diajak proaktif menyikapi masalah itu, seperti tertuang dalam resolusi grup kerja Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) di Sumatera Utara.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Hamdhani, mengemukakan hal itu, saat berpidato di hadapan delegasi 10 negara ASEAN, pada hari ketiga AIPA, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (19/7/2017). Sidang AIPA IX, yang dibuka Senin (17/7/2019) ini berlangsung hingga Kamis (20/7/2017). Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, setelah sebelumnya AIPA Caucus Meeting berlangsung di Laos.
Hamdhani mengungkapkan, penyelundupan hewan dan tumbuhan dilindungi memiliki jaringan internasional yang kompleks dan melibatkan banyak pihak berpengaruh. Tren penyelundupan akhir-akhir ini merambah ke saluran komunikasi dalam jaringan (daring) atau online, yang membuat aparat keamanan kesulitan memberantasnya.
Menurut Hamdhani, isu penyelundupan hewan dan tumbuhan dilindungi termasuk trans national criminal. Isu serius ini, kata anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah itu, dilakukan aparat nakal atau para penyelundup lokal dan internasional yang mempunyai jaringan luas.
Di Indonesia, hewan liar seperti gajah, trenggiling, kepiting belangka, lobster larvae, lobster karang, tapir, beruang, burung hantu, burung nuri, elang jawa, harimau, dan orangutan, jenis hewan dilindungi yang rawan diselundupkan.
Sejalan dengan hasil konferensi CITES, Hamdhani menyadari perlindungan hewan dan tumbuhan dilindungi harus diperkuat negara anggota ASEAN. Melalui berbagai forum, termasuk Rapat Kaukus 9, di Jakarta, AIPA, harus menarik pemerintah negara masing-masing serius dan konsisten menerapkan semua resolusi CITES.
Menurut Hamdhani, ada kebutuhan mendesak bagi negara-negara anggota AIPA melalui Rapat Kaukus ke-9 ini, untuk bersama mengatasinya. “Ada kebutuhan mendesak bagi para pemimpin ASEAN dan AIPA mengintensifkan upaya bersama dalam menghentikan kejahatan tersebut.”
Mengutip data yang ada, Hamdhani menyebutkan, dalam kurun waktu setahun terakhir, pemerintah dan polisi menggagalkan penyelundupan 200 ribu anakan lobster senilai US$2,4 juta. Pemerintah melarang ekspor anakan lobster melalui peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah ini ditempuh, untuk melindungi ketersediaan lobster dalam negeri, selain untuk meningkatkan nilai jual lobster di dalam negeri.
Yang tak kalah pentingnya dicermati, aktivitas babat hutan secara ilegal, juga berimplikasi pada memburuknya kondisi habitat flora dan fauna. Dampaknya bisa dilihat dari mulai menyusutnya jumlah beruang merah dan orangutan di pedalaman hutan. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari pembalakan liar, kebakaran hutan, sampai alihfungsi hutan untuk tujuan komersil. Semua itu, membutuhkan perhatian karena alasan perlindungan, pelestarian dan konservasi. (Ray/Md:Foto Dok BN).

Address

Jalan Kelapa Puan No. 11 Jagakarsa Jakarta Selatan
Jakarta
12620

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Satu Nusantara News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Satu Nusantara News:

Share