06/08/2026
Qualcomm akan menaikkan harga produknya mulai 1 September 2026 setelah menghadapi peningkatan biaya di seluruh rantai produksi semikonduktor.
Bloomberg sebelumnya melaporkan Qualcomm telah mengirim surat kepada pelanggan yang menyebut kenaikan harga dalam persentase dua digit untuk produk yang dikirim setelah tanggal tersebut.
CEO Qualcomm Cristiano Amon kemudian mengonfirmasi rencana kenaikan harga setelah laporan keuangan perusahaan pada akhir Juli.
Qualcomm menyebut biaya produksi meningkat pada sejumlah bagian rantai pasok, termasuk wafer fabrication, assembly, testing, packaging dan memory.
Perusahaan mengatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat sepenuhnya diserap sehingga sebagian akan diteruskan kepada pelanggan melalui harga chip yang lebih tinggi.
Kenaikan ini berpotensi menambah tekanan pada produsen smartphone Android yang menggunakan platform Snapdragon, terutama perangkat baru yang mulai diproduksi setelah September.
Samsung, Xiaomi, OnePlus, Honor, Motorola dan sejumlah produsen lainnya menggunakan chipset Qualcomm pada berbagai kelas perangkat. Namun kenaikan harga chipset tidak otomatis membuat harga smartphone naik dengan persentase yang sama karena produsen masih dapat menyerap biaya, menggunakan chipset lama atau menyesuaikan spesifikasi perangkat.
Dampaknya diperkirakan mulai lebih terasa pada smartphone yang meluncur pada akhir 2026 dan sepanjang 2027, bersamaan dengan tingginya harga RAM dan storage. Qualcomm juga mengakui konsumen kelas premium mulai beralih ke smartphone premium yang lebih murah atau memilih model generasi sebelumnya akibat kenaikan harga komponen.
Sumber: Qualcomm, Bloomberg, Reuters, CNBC