28/08/2026
Momen Bongkahan Batu Sebesar Rumah Terbawa Arus Banjir Dahsyat Nepal Banjir bandang yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet, China membawa berbagai material mulai dari bongkahan bebatuan, lumpur, hingga batang pepohonan.
Bencana yang terjadi pada Rabu 26 Agustus 2026 pagi tersebut, setidaknya telah merenggut 157 korban jiwa, dan ratusan orang lainnya masih hilang. Dalam sejumlah rekaman di lokasi kejadian, bencana banjir ini telah menghancurkan permukiman di area lembah.
Sementara itu, rekaman drone memperlihatkan jalan-jalan yang hancur serta bangunan-bangunan yang tertimbun oleh derasnya aliran air bercampur lumpur. Salah satunya bangunan di area distrik Nuwakot, Nepal yang menjadi wilayah terdampak paling parah.
Area permukiman tampak tertutup lumpur tebal. Puing-puing juga tersangkut di dahan pohon dan kabel-kabel, hingga kendaraan tertimbun material. Adapun bencana ini dipicu runtuhnya gletser di Himalaya yang kemudian jatuh ke dasar lembah.
Longsoran es dan batuan selanjutnya meluncur deras menyusuri Sungai Lhende Khola, yang mengalir di sepanjang perbatasan pegunungan antara Nepal dan Tibet. Longsoran lumpur tersebut menghantam pelabuhan Gyirong di Tibet serta wilayah Nepal, memicu banjir bandang berkecepatan tinggi yang menghanyutkan apa pun yang dilaluinya.
Menurut para ahli, dampak benturan longsoran tersebut sangat masif hingga tercatat setara gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada seismograf global. Sedangkan ketinggian air diperkirakan mencapai 40 hingga 50 meter dengan kecepatan arus hingga 70 kilometer per jam