02/09/2026
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan anggaran Rp1,54 triliun untuk sewa 12 helikopter bukan bersifat cadangan dan tidak hanya dipakai saat kebakaran hutan. "Sewa heli dan pesawat ini sekaligus berfungsi untuk patroli dan pencegahan," ujarnya dalam rapat Komisi IV DPR RI di Senayan, Selasa (1/9/2026).
Raja Juli menjelaskan armada akan digunakan untuk patroli, pemetaan, hingga identifikasi illegal logging dan illegal mining. Helikopter juga bisa dipakai untuk rewetting lahan gambut dan operasi modifikasi cuaca.
Usulan tambahan anggaran Kemenhut mencapai Rp4,68 triliun untuk TA 2027, termasuk penguatan kelembagaan hutan, penanggulangan karhutla, pemulihan bencana, dan penambahan polisi kehutanan.
Armada yang disewa terdiri dari 6 helikopter (Bell 412, Sikorsky S-70i, Mil Mi-8/Mi-171, Sikorsky S4 Air Crane) dan 6 pesawat water bomber Canadair CL-415. Operasional direncanakan 8 bulan di periode normal dan 4 bulan di periode rawan karhutla, dengan total 856 jam terbang per tahun.
Raja Juli menegaskan skema sewa lebih efisien dibanding pembelian aset karena tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan dan risiko teknis.
Apakah menurut Anda penggunaan helikopter untuk patroli dan mitigasi di luar karhutla bisa menjadi strategi efektif menjaga hutan, atau justru berisiko jadi pemborosan anggaran negara?