21/01/2021
.
HOHENZOLLERNBRÜCKE
BY : Abiyasa
Tahun Rilis : May 2012
-
-
-
Bagian 9
Jantungku rasanya berdegup lebih kencang hanya mendengar Fabian mengatakan hal itu. Bukan cara Fabian mengucapkannya namun bagian kami harus berciuman disini yang membuatku gugup. Ini akan jadi pengalaman pertamaku berciuman di depan umum. Aku yakin Fabian tahu ketakutanku karena setelahnya, aku melihatnya mengerutkan keningnya.
“Ada apa, Dewa?”
“You know that this will be my first time…” Aku menelan ludahku. “…berciuman di depan umum.”
“Hanya ciuman singkat, Dewa.”
Aku memandang Fabian, berusaha untuk menyerap keyakinannya bahwa apa yang akan kami lakukan bukan sesuatu yang memiliki konsekuensi besar. Genggaman tangan Fabian semakin erat dan akhirnya, aku mengangguk karena tahu bahwa Fabian ada disini.
Kami segera merendahkan tubuh kami untuk mencari celah yang kosong dan begitu kami menemukannya, tanganku dan Fabian sama-sama memegang gembok, aku dengan tangan kiriku dan Fabian dengan tangan kanannya sementara tangan kami yang lain saling berpegangan. Ketika akhirnya kami mendengar suara “klik” yang berarti bahwa gembok itu sudah terkunci disana, Fabian mendekatkan wajahnya kepadaku dan kami berciuman. Bukan satu namun tiga ciuman singkat.
“It’s time to throw the key.”
Fabian mengulurkan tangannya untuk membantuku bangkit dan dia pun langsung menggandeng tanganku untuk menuju ke pagar pembatas yang ada di sisi lain jembatan dengan kunci di tangan kanannya.
“Kita harus melemparnya bersama-sama.”
Fabian mengangkat lengan kanannya melewati kepalanya dan akupun melakukan hal yang sama dengan lengan kiriku hingga kedua lengan kami bertemu di tengah. Kami saling berpandangan dengan senyum lebar terpasang di wajah kami sebelum Fabian menghitung mundur.
Next In Comment