Inspirasi Nabi

Inspirasi Nabi Media untuk berbagi inspirasi yang bersumber dari hadits Rasulullah SAW. Bantu Page Ini Berkembang K

Membuat anak-anak menurut semua perintah orangtua atau orang yang lebih tua boleh saja dilakukan dengan mudah mudah, tet...
23/05/2016

Membuat anak-anak menurut semua perintah orangtua atau orang yang lebih tua boleh saja dilakukan dengan mudah mudah, tetapi apakah mereka melakukannya dengan rasa hormat? Mengajarkan anak anda untuk menghormati anda, saudara yang lebih tua, adalah salah satu aspek paling penting dalam mendidik anak. Memiliki anak yang berbakti, santun dan menghormati yang lebih tua adalah dambaan setiap orang tua. Semak tips berikut ini agar kita dapat mendidik anak menghormati orang yang lebih tua dari mereka.

Rahasia turun temurun, Resep Hafal al-Qur'an
20/05/2016

Rahasia turun temurun, Resep Hafal al-Qur'an

Ngga bosan mengingatkan
19/05/2016

Ngga bosan mengingatkan

Yuu, Qt persiapkan diri dari skrang!
18/05/2016

Yuu, Qt persiapkan diri dari skrang!

Yuuu! Qt persiapkan diri dr skrang!
18/05/2016

Yuuu! Qt persiapkan diri dr skrang!

Untukmu..Para Ibu Yang LelahPekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari berantakan...rapi....tidak lama berantakan lagi.Dar...
16/05/2016

Untukmu..Para Ibu Yang Lelah
Pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari berantakan...rapi....tidak lama berantakan lagi.
Dari kotor....bersih....tidak lama kotor lagi. Anak-anak, suami, dapur, rumah dan seterusnya...dan seterusnya....
Ali bin Abi Thalib sebagai suami menuturkan betapa lelah istrinya mengurusi rumah yg tak seberapa besar itu. Tangan Fatimah putri Nabi yg mulia itu menjadi keras dan kasar karena harus menumbuk dan mengadoni sendiri dengan menggunakan roha (alat tumbuk saat itu). Hingga suatu hari mereka berdua mendengar bahwa Nabi mendapatkan budak yg bisa dijadikan pembantu.
Fatimah datang utk memohon pembantu dari ayah mulia Rasulullah. Tapi Rasul tidak ada di tempat. Fatimah hanya berjumpa Aisyah. Aisyah berjanji menyampaikannya.
Malam itu, saat Ali dan Fatimah sudah bersiap istirahat dan telah berbaring. Ayahanda Rasulullah datang...
Keduanya bersegera ingin bangun.
Rasul berkata: "Tetaplah di tempat kalian berdua."
Beliau mendekat dan duduk di antara mereka berdua hingga Ali merasakan dingin telapak kaki beliau mengenai perutnya.
Kemudian ayahanda Rasulullah berkata:
"Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua yg lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian berdua sudah hendak tidur maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertakbirlah 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua dari seorang pembantu."
Jika itu Fatimah, maka inilah ibunya Khodijah rodhiallohu anha.
Jibril pernah datang kepada Nabi. Tapi kedatangannya kali ini bukan menyampaikan ayat. Jibril datang turun dari langit yg tujuh sana hanya utk menyampaikan memberi salam. Salam untuk istri Nabi, Khodijah yg mulia.
Jibril berkata:
"Wahai Rasulullah, ini Khodijah akan datang membawa periuk ada lauk di dalamnya. Jika dia nanti datang sampaikan salam dari Robb nya dan dariku. Dan beritakan untuknya kabar gembira tentang surga yang tidak ada kegaduhan dan tidak ada kelelahan di dalamnya."
(Salam dari kami para ayah untuk para ibu yg lelah. Dua kisah istimewa dari dalam rumah nubuwwah. Untukmu para ibu.....
Selamat ibu, dengan semua kelelahan urusan rumah. Semoga salam Allah dan para malaikat untukmu dan surga balasan tertinggimu.

Kapankah Hari Terindah Hidup Ini?Jika ditanyakan kepada kita, momentum terindah dalam hidup kita, apa jawabannya. Mungki...
14/05/2016

Kapankah Hari Terindah Hidup Ini?
Jika ditanyakan kepada kita, momentum terindah dalam hidup kita, apa jawabannya. Mungkin beda-beda.
Tapi ini tentang yg terindah dari semua yg indah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yg langsung menyampaikannya. Beliau menyampaikan kepada sahabatnya Ka'ab bin Malik:
KABAR GEMBIRA UNTUK HARI TERBAIKMU SEJAK KAMU DILAHIRKAN IBUMU!!!
Kapankah itu...?
Ka'ab salah satu sahabat mulia yg dihukum Rasul dan muslimun karena absen di perang Tabuk tanpa alasan yg syar'i.
Tak diajak bicara...tak ada tegur sapa...tak ada salam yg dijawab...dan tak wajah ramah utknya...
50 hari pasti terasa sangat panjang. Menjadi orang asing tersingkir di masyarakat yg selama ini dibanggakan.
Shubuh ke-50....
Ka'ab menghitung hari tanpa tahu kapan bumi sempit ini akan meluas lagi.
Pagi itu Ka'ab sedang duduk sendirian di atas rumahnya. Tak jelas apa yg ditunggunya.
Hingga ia dikejutkan oleh teriakan suara seorang sahabat yg menaiki gunung sali':
"Wahai Ka'ab bin Malik kabar gembira untukmu."
Belum lagi kalimat itu sempurna, belum lagi orang itu sampai,
Ka'ab langsung sujud syukur, karena tahu bahwa solusi langit telah hadir.
Ia bergegas ke Masjid Nabawi menemui Rasulullah. Setiap orang yg dijumpainya mengucapkan ucapan selamat. Unik, seperti Ka'ab baru mendapatkan sebuah nikmat dan bahagia. Dan benar memang begitu.
"Selamat, atas taubat Allah untukmu," masyarakat mengucap selamat.
Ka'ab menjawab, "Sampai saya masuk ke masjid."
Karena orang pertama yg ingin dijumpainya adalah Rasulullah.
Ternyata Rasul sedang duduk dan dikelilingi para sahabat.
Saat Ka'ab masuk masjid, orang pertama yg berdiri adalah Tholhah bin Ubaidillah yg berlari kecil menuju ke Ka'ab kemudian menyalami dan mengucapkan selamat.
"Aku tak melupakan ini untuk Thalhah!" kenang Ka'ab.
Ka'ab mengucap salam ke Rasul. Rasul menjawab setelah puluhan hari tak ada jawab salam Rasul kepadanya. Kerinduan yg membuncah, pecah saat itu. Mendengar doa salam Rasulullah dan wajah bahagia beliau setelah puluhan hari beliau tak mengizinkan wajah indahnya dinikmati.
Pagi itu, wajah Nabi spt purnama. Wajah yg sangat dihapal oleh para sahabat ketika beliau sedang bahagia.
Dan Nabi mengucapkan selamat,
" KABAR GEMBIRA UNTUK HARI TERBAIKMU SEJAK KAMU DILAHIRKAN IBUMU!!!"
Bisakah anda rasakan, suasana hati Ka'ab?
Bukankah kita sepakat itu hari terbaik dan terindah dalam hidup.
Dan...
Jadilah Thalhah untuk saudaramu yg kembali, yg hadir sebagai orang pertama yg hadir mengucap selamat di hari paling indah itu.
Thalhah yg tak terlupakan....

Arab Baduwi Mendengar Al Quran Pertama Kali====Sep**ang dari sebuah masjid, Al Ashma'i salah seorang ulama besar bertemu...
13/05/2016

Arab Baduwi Mendengar Al Quran Pertama Kali
====
Sep**ang dari sebuah masjid, Al Ashma'i salah seorang ulama besar bertemu seorang arab baduwi. Arab baduwi dikenal tidak memiliki ilmu dan adab.
Arab baduwi mengucap salam dan Al Ashma'i menjawabnya.
Arab baduwi: "Dari suku mana anda?"
Al Ashma'i: "Dari suku Ashma'."
Arab Baduwi: "Oh, kamu Al Ashma'i?"
Al Ashma'i: "Benar."
Arab Baduwi: "Anda baru datang dari mana?"
Al Ashma'i: "Dari tempat yang dibacakan di dalamnya kalam (ucapan) Ar Rahman."
Arab Baduwi: "Apakah Allah punya kalam yang dibaca oleh makhluk?"
(Sampai sebegitunya, Arab baduwi tidak tahu adanya Al Quran)
Al Ashma'i: "Benar."
Arab Baduwi: "Bacakan untukku ucapan-Nya!"
Al Ashma'i membacakan surat Adz dzariyat hingga sampai ayat:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
Dan di langit terdapat rezekimu dan terdapat (p**a) apa yang dijanjikan kepadamu.
Arab Baduwi: "Benarkah seperti itu kalam Allah?"
Al Ashma'i: "Benar."
Arab Baduwi itu kemudian menghunus pedangnya, menyembelih untanya, mengulitinya dan membagikannya kepada orang-orang yang lewat.
Al Ashma'i ikut membantu membagikan sambil terheran-heran.
Arab baduwi pergi sambil terus membaca ayat tersebut.
Al Ashma'i merenung dan menghardik dirinya sendiri: "Kemana kau wahai Al Ashma'i yg sudah 30 tahun membaca Al Quran. Ini Arab Baduwi baru sekarang mendengar ayat..."
Setelah sekian lama, Al Ashma'i haji bersama Khalifah Harun Ar Rasyid.
"Al Ashma'i....Al Ashma'i...," suara lirih memanggilnya.
Al Ashma'i menengok dan dijumpainya Arab Baduwi yang pernah ditemuinya itu.
Arab Baduwi: "Bacakan untukku ucapan Ar Rahman yang waktu itu."
Al Ashma'i kembali membaca surat Adz Dzariyat.
Arab Baduwi: "Apakah Ar Rahman mempunyai ucapan lain?"
Al Ashma'i: "Iya."
Arab Baduwi: "Bacakan untukku."
Al Ashma'i melanjutkan ayat tersebut:
فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
Arab Baduwi langsung berkata:
"Siapa yang membuat Allah yang Maha Agung marah, sampai Dia harus bersumpah?"
Beberapa kali diucapkannya ayat itu dan Arab baduwi meninggal.
Bacalah ulang kalimat terakhir arab baduwi di atas. Pahamkah cara berpikirnya?
Kalau tidak, maka pemahaman kita terhadap Al Quran lebih rendah dari Arab Baduwi yang baru pertama mendengar ayat...
Sudah sejak kapan kita membaca Al Quran...?
Sudahkah bisa menggerakkan akal dan hati kita?
Lebih rendah dari arab baduwi...???
Astaghfirullah....ampuni ya Robb..

Laa tansa..
12/05/2016

Laa tansa..

....وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ..dan ribath-lah kalian, dan bertaqwalah kepada Allah agar kal...
11/05/2016

....وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ..dan ribath-lah kalian, dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian bahagia.
QS Ali-Imraan: 200
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah kalian untuk aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyempurnakan wudlu pada sesuatu yang dibenci (seperti keadaan yang sangat dingin pent), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath." HR Muslim

Address

Jakarta

Telephone

089661933890

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Nabi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Inspirasi Nabi:

Share