20/12/2025
Renungan Natal (RENA) Warga Kerajaan Allah
Sabtu, 20 Desember 2025
Gembala Yang Terabaikan Memberitakan Berita Sukacita
Bacaan Alkitab: Lukas 2:8-20
"Di daerah itu ada gembala-gembala yang hidup di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba seorang malaikat dari Tuhan berdiri di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar di sekeliling mereka, sehingga mereka sangat takut. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 'Jangan takut, sebab aku membawa kabar baik kepada kamu, yaitu s**acita besar bagi seluruh bangsa, bahwa hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota David. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menemukan bayi itu dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.' Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara langit yang menyanyikan puji-pujian kepada Allah, katanya: 'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya
Dalam kisah Natal, gembala-gembala di padang rumput Betlehem adalah orang-orang yang pertama kali menerima berita tentang kelahiran Yesus. Mereka adalah orang-orang yang sederhana, yang tidak memiliki status atau kekuasaan, tetapi mereka dipilih oleh Allah untuk menjadi pembawa berita s**acita.
Apa yang dapat kita pelajari dari gembala-gembala ini?
1. Kesederhanaan: Gembala-gembala ini adalah orang-orang yang sederhana, tetapi mereka dipilih oleh Allah untuk menjadi pembawa berita s**acita.
2. Ketaatan: Gembala-gembala ini taat kepada perintah Allah, mereka segera pergi ke Betlehem untuk melihat Bayi Yesus.
3. Kesaksian: Gembala-gembala ini menjadi saksi mata kelahiran Yesus, dan mereka memberitakan berita s**acita kepada orang lain.
Tapi, bagaimana dengan kita di masa kini?
Banyak orang percaya tahu tentang Natal, bers**acita, tapi tidak memberitakan. Lebih s**a memberitakan perkara duniawi dan berita bohong, gosip. Kita sering kali lebih tertarik dengan berita yang tidak penting, daripada berita s**acita tentang Yesus.
Apa yang salah?
1. Kita lupa: Kita lupa bahwa kita dipanggil untuk menjadi pembawa berita s**acita, bukan pembawa gosip atau berita bohong.
2. Kita takut: Kita takut untuk memberitakan tentang Yesus, karena kita tidak ingin dianggap aneh atau tidak populer.
3. Kita tidak peduli: Kita tidak peduli dengan orang lain yang belum mengenal Yesus, kita lebih peduli dengan diri sendiri.
Bagaimana kita dapat berubah?
1. Jadilah sederhana: Kita dapat menjadi sederhana dan rendah hati, seperti gembala-gembala di Betlehem.
2. Taati perintah Allah: Kita dapat taat kepada perintah Allah, dan melakukan apa yang Dia kehendaki.
3. Jadilah saksi: Kita dapat menjadi saksi mata kasih Allah, dan memberitakan berita s**acita kepada orang lain.
Doa:
Ya Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang besar. Berikan kami kemampuan untuk menjadi orang yang sederhana, taat, dan menjadi saksi mata kasih-Mu. Amin.
Selamat berakhir pekan dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.