10/09/2026
10 SEPTEMBER
IMAM BESAR YANG KITA BUTUHKAN
“Jadi, karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berpegang teguh pada pengakuan iman kita. … Sebab itu, marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah, supaya kita menerima rahmat dan menemukan anugerah untuk mendapat pertolongan pada waktunya.” IBRANI 4:14-16
Perjanjian Lama berulang kali menekankan beratnya tanggung jawab para imam besar di Israel (lihat, misalnya, Keluaran 29 dan Imamat 16). Menjadi imam besar bukanlah tugas yang bisa dianggap enteng. Hanya dia yang dapat memasuki Tempat Mahakudus, ruang dalam bait suci Yahudi. Hanya dialah yang dapat mempersembahkan kurban darah “karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dilakukan oleh umatnya tanpa sadar” (Ibrani 9:7). Meskipun ia tidak tanpa dosa, ia melayani sebagai pembela bagi komunitasnya di hadapan Allah.
Namun, seperti yang ditunjukkan oleh penulis Ibrani, ada satu Imam Besar Agung—yaitu Yesus—yang melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh imam lain dan memikul tanggung jawab yang bebannya tidak dapat ditanggung oleh manusia lain.
Yesus tidak masuk ke Tempat Mahakudus di bait suci Yerusalem melalui tirai. Sebaliknya, sebagai Anak Allah, Ia telah melintasi langit, sehingga Ia sekarang tampil di hadapan takhta Bapa untuk kita. Kita tidak perlu meratapi ketidakhadiran-Nya secara fisik di bumi, bukan hanya karena Ia hadir bersama kita melalui Roh Kudus, tetapi juga karena ketidakhadiran-Nya berarti bahwa bahkan sekarang Ia berbicara langsung kepada Allah Bapa sebagai Pengantara kita (Ibrani 7:25).
Itulah sebabnya dalam Perjanjian Baru, pelayanan tidak dikhususkan untuk golongan imam yang mempersembahkan kurban darah. Mereka yang dipanggil oleh Allah dan diberi hak istimewa dan tanggung jawab untuk memimpin dan mengajar umat Allah tidak perlu membela umat-Nya di hadapan Allah seperti yang dilakukan oleh imam-imam Perjanjian Lama. Karena Imam Besar Agung kita telah mempersembahkan satu kurban besar untuk dosa, tidak perlu ada pembela lain. Sesungguhnya, imamat-Nya tidak memberi ruang bagi persembahan lain untuk dosa, baik di surga maupun di bumi. Hanya Dia yang dapat mati untuk kita dan berbicara untuk kita, dan hanya Dia yang telah melakukannya.
Keagungan imamat Kristus terletak pada kenyataan bahwa Ia telah mempersembahkan diri-Nya untuk dosa-dosa kita sekali untuk selamanya. Kita tidak perlu lebih dari sekadar menyadari bahwa “karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.” (Ibrani 7:24). Yesus belaka yang mampu menyelamatkan kita yang datang kepada Allah berdasarkan jasa-Nya. Ia selalu hidup untuk menjadi Pengantara bagi umat-Nya. Ia sedang melakukannya, tepat pada saat ini, untuk Anda. Jadi Anda dapat hidup dengan yakin akan akses ke ruang takhta surgawi setiap kali Anda berdoa, dan akses untuk jiwa Anda pada hari Anda meninggal. Hari ini, yang perlu Anda lakukan hanyalah berpegang teguh pada pengakuan iman Anda kepada Imam Besar Agung, yang telah melakukan semua yang diperlukan.
💭❤️🤚
Untuk lebih mendalami bacalah: Ibrani 7:23-28
Bacaan Alkitab Sepanjang Tahun: Hakim-hakim 9-10; Yohanes 4:1-30
TRUTH FOR LIFE (Kebenaran bagi Kehidupan) oleh Alistair Begg