Renungan Kristen

Renungan Kristen Renungan Kristen sebagai penyejuk jiwa (Maleakhi 3:10) (TB). https://alkitab.app/v/e6dfd7bb6b03

Apabila anda diberkati dengan Renungan Firman Tuhan dan ingin memberkati Pelayan Tuhan melalui BNI: 1460137863

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

28/11/2025

REPA Warga Kerajaan Allah
Jumat, 28 November 2025

Peduli kepada Sesama yang Kesusahan

Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Peduli kepada Sesama

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk peduli kepada sesama yang kesusahan. Kita harus menjadi terang kasih dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita peduli kepada sesama, kita tidak hanya membantu mereka, tetapi juga menunjukkan kasih Allah kepada mereka.

Mengapa Kita Harus Peduli?

1. Allah Peduli kepada Kita: Allah sangat peduli kepada kita, maka kita juga harus peduli kepada sesama.
2. Kita Semua Adalah Saudara: Kita semua adalah saudara dalam Kristus, maka kita harus peduli kepada satu sama lain.
3. Kasih Allah Terwujud dalam Kita: Kasih Allah terwujud dalam kita ketika kita peduli kepada sesama.

Bagaimana Kita Dapat Peduli?

1. Doa: Berdoa untuk mereka yang kesusahan.
2. Bantuan: Memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
3. Perhatian: Memberikan perhatian dan kasih kepada mereka yang kesusahan.
4. Mengunjungi: Mengunjungi mereka yang sakit atau kesusahan.

Peduli Kasih kepada Korban Bencana Alam di Tapanuli Tengah dan sekitarnya

Kita semua berduka atas bencana alam banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Mari kita tunjukkan kasih Allah kepada mereka yang terkena dampak dengan:

- Doa: Berdoa untuk mereka yang kesusahan dan kehilangan.
- Donasi: Memberikan donasi untuk membantu mereka yang membutuhkan.
- Bantuan: Memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak.

Doa

Tuhan, aku berterima kasih atas kasih-Mu yang besar. Aku ingin peduli kepada sesama yang kesusahan dan menunjukkan kasih-Mu kepada mereka. Aku meminta Engkau untuk membantu aku menjadi telang kasih dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Aku berdoa untuk korban bencana alam di Tapanuli Tengah dan sekitarnya, semoga mereka dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal. Amin.

Selamat beraktivitas dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

27/11/2025

REPA Warga Kerajaan Allah
Kamis, 27 November 2025

Pencobaan Tidak Melebihi Kekuatan Manusia

Nats Alkitab: 1 Korintus 10:13

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Pendahuluan

Bencana alam banjir bandang yang melanda saudara saudara kita di Tapanuli Tengah dan sekitarnya telah meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat yang terkena dampak. Hujan deras yang terus-menerus menyebabkan sungai-sungai meluap, menghancurkan rumah-rumah, dan bahkan merenggut nyawa orang.

Kita semua berduka atas bencana alam yang dialami oleh saudara-saudari kita di Tapanuli Tengah. Semoga mereka yang terkena dampak dapat segera mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan untuk memulihkan saudara-saudara kita mengalaminya.
Bagaimana kita menyikapi pencobaan ini?

Pencobaan adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Setiap orang pasti akan mengalami pencobaan, baik itu dalam bentuk kesulitan, kesedihan, kehilangan, termasuk bencana alam yang tidak kita inginkan terjadi. Namun, sebagai orang Kristen, kita memiliki harapan yang kuat dan iman yang teguh yang dapat membantu kita menghadapi pencobaan. Dalam 2 Korintus 10:13, dikatakan bahwa Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita.

1. Allah Tidak Akan Membiarkan Kamu Dicobai Melampaui Kekuatanmu: Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Ini berarti bahwa kita tidak akan menghadapi pencobaan yang tidak dapat kita tanggung. Allah akan selalu menyediakan jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya.

2. Kekuatan Allah Bekerja Dalam Kita: Allah menyediakan kekuatan-Nya untuk kita, sehingga kita dapat menghadapi pencobaan dengan iman dan keberanian. Kekuatan Allah bekerja dalam kita, sehingga kita dapat menanggung pencobaan dan keluar sebagai pemenang.

3. Jalan Keluar dari Pencobaan: Allah menyediakan jalan keluar dari pencobaan, yaitu kekuatan Allah, penghiburan Allah, dan jalan yang baru yang Allah sediakan untuk kita.

Bagaimana kita dapat menghadapi pencobaan?

1. Percaya pada Allah : Percaya bahwa Allah memiliki rencana yang baik untuk kita, bahkan dalam pencobaan.
2. Doa: Berdoa kepada Allah dan meminta bantuan-Nya.
3. Membaca Alkitab: Membaca Alkitab dan mengingat janji-janji Allah.
4. Bersyukur: Bersyukur atas segala sesuatu, bahkan dalam pencobaan.

Kesimpulan

Pencobaan adalah bagian dari kehidupan, tetapi Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Allah menyediakan kekuatan-Nya, penghiburan-Nya, dan jalan keluar dari pencobaan. Kita dapat menghadapi pencobaan dengan iman dan keberanian, karena Allah bekerja dalam kita.

Doa

Tuhan, aku berterima kasih atas kebenaran-Mu. Aku ingin percaya bahwa Engkau tidak akan membiarkan aku dicobai melampaui kekuatan aku. Aku meminta Engkau untuk membantu aku untuk menghadapi pencobaan dengan iman dan keberanian. Amin.

26/11/2025

REPA Warga Kerajaan Allah
Rabu, 26 November 2025

Pengharapan dalam Kesusahan

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana-Nya." (Roma 8:28)

Pendahuluan

Bencana alam seperti banjir dapat terjadi secara tiba-tiba dan meninggalkan dampak yang sangat besar bagi mereka yang terkena. Kehilangan keluarga, harta, dan kekayaan dapat membuat kita merasa hancur dan tidak tahu bagaimana melanjutkan hidup. Namun, sebagai orang Kristen, kita memiliki harapan yang kuat dan iman yang teguh yang dapat membantu kita menghadapi kesusahan ini.

Dalam situasi seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, "Mengapa ini terjadi pada saya?" atau "Apa yang salah dengan saya?" Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa Allah memiliki rencana yang baik untuk kita, bahkan dalam kesusahan (Roma 8:28). Dalam renungan ini, menuntun bagaimana kita dapat menghadapi bencana alam dengan iman dan menemukan harapan dalam kesusahan.

Apa itu Pengharapan?

Pengharapan adalah keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah memiliki rencana yang baik untuk kita, bahkan dalam kesusahan dan kesulitan.

Mengapa Kita Harus Memiliki Pengharapan?

Kita harus memiliki pengharapan karena:
- Allah memiliki rencana yang baik untuk kita (Roma 8:28)
- Allah adalah Allah yang setia dan tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5b)
- Allah memiliki kekuatan untuk mengubah kesusahan menjadi kebaikan (2 Korintus 1:3-4)

Bagaimana Kita Dapat Memiliki Pengharapan dalam Kesusahan?

1. Percaya pada Allah: Percaya bahwa Allah memiliki rencana yang baik untuk kita
2. Doa: Berdoa kepada Allah dan meminta bantuan-Nya
3. Membaca Alkitab: Membaca Alkitab dan mengingat janji-janji Allah
4. Bersyukur: Bersyukur atas segala sesuatu, bahkan dalam kesusahan

Apa yang Akan Terjadi Jika Kita Memiliki Pengharapan?

Jika kita memiliki pengharapan, maka kita akan:
- Dapat menghadapi kesusahan dengan keberanian dan kekuatan
- Dapat melihat kebaikan Allah dalam segala sesuatu
- Dapat mengalami kedamaian dan ketenangan dalam hati

Doa

Tuhan, aku berterima kasih atas kebenaran-Mu. Aku ingin memiliki pengharapan dalam kesusahan dan percaya bahwa Engkau memiliki rencana yang baik untuk aku. Aku meminta Engkau untuk membantu aku untuk memiliki pengharapan dan keberanian dalam menghadapi kesusahan. Amin.

Selamat beraktivitas dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tetap semangat dalam menjalani kehidupan.

24/11/2025

Shalom
Selamat pagi 🌻

"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16)

Jika Anda mengaku sebagai pengikut Yesus, maka Anda adalah pilihan Tuhan. Jelas Yesus berkata, buka kita yang memilih Dia, tetapi Yesuslah yang memilih kita. Kebenaran ini mungkin sering tidak disadari banyak orang Kristen, sehingga tidak menyadari kekhususannya sebagai umat pilihan Tuhan.

Ingat, Anda adalah pribadi yang dikhususkan Tuhan.

Selanjutnya yang sangat penting, apakah hidup Anda menghasilkan buah? Sebab Tuhan Yesus berkata, "Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah..." Apakah buah yang dimaksudkan Yesus? Dipastikan, buah yang dimaksud disana adalah, kita pergi memberitakan Injil dan menghasilkan jiwa-jiwa yang bertobat.

Mari dukung dalam doa dan dana pemberitaan Injil, dimanapun Anda berada. Dengan demikian hidup Anda berbuah.

Selamat beraktifitas

22/11/2025

REPA Warga Kerajaan Allah
Sabtu, 22 November 2025

Perkataan Selaras dengan Perbuatan

Karena itu, buanglah perkataan dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah anggota-anggota yang satu sama lain." (Efesus 4:25)

Masih banyak orang Kristen yang pintar bicara kebenaran, tapi tidak menghidupinya. Mereka adalah perencana yang baik, konseptor yang baik, tapi tidak melakukannya. Mereka memiliki banyak ide dan visi, tapi tidak ada tindakan nyata. Mereka seperti pohon yang tidak berbuah, hanya memiliki daun yang lebat tapi tidak ada hasil.

Mengapa Perkataan Harus Selaras dengan Perbuatan?

Perkataan dan perbuatan adalah dua hal yang berbeda, tetapi keduanya harus selaras. Jika perkataan kita tidak selaras dengan perbuatan, maka kita akan dianggap sebagai orang yang tidak jujur dan tidak dapat dipercaya.

Apa yang Terjadi Jika Perkataan Tidak Selaras dengan Perbuatan?

Jika perkataan kita tidak selaras dengan perbuatan, maka kita akan kehilangan kepercayaan orang lain. Orang lain tidak akan percaya pada kita dan tidak akan menghargai kita.

Bagaimana Membuat Perkataan Selaras dengan Perbuatan?

1. Jujur: Jujur dalam perkataan dan perbuatan kita.
2. Konsisten: Konsisten dalam perkataan dan perbuatan kita.
3. Bertanggung Jawab: Bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatan kita.
4. Minta Maaf: Minta maaf jika kita salah dan berjanji untuk berubah.

Apa yang Tuhan Inginkan dari Kita?

Tuhan ingin kita menjadi orang yang jujur dan dapat dipercaya. Tuhan ingin kita memiliki perkataan yang selaras dengan perbuatan kita.

Doa

Tuhan, aku berterima kasih atas kebenaran-Mu. Aku mengakui bahwa aku telah memiliki perkataan yang tidak selaras dengan perbuatan. Aku meminta Engkau untuk membantu aku untuk memiliki perkataan yang selaras dengan perbuatan dan untuk menjadi orang yang jujur dan dapat dipercaya. Amin.

Selamat berakhir pekan dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

21/11/2025

21 NOVEMBER

Pakaian Asing.

“Pada hari kurban sembelihan dari TUHAN itu Aku akan menghukum para pemuka, putra-putra raja, dan semua orang yang mengenakan pakaian yang asing" (Zefanya 1:8).

Kejahatan tersebut adalah “mengenakan pakaian yang asing." Septuaginta menerjemahkannya sebagai "pakaian eksotis dan asing." Pakaian seperti itu datang dari jauh, dan sangat mahal harganya, tetapi mereka akan membayar jauh lebih mahal dalam hukuman mereka, ketika keadilan memanggil mereka untuk mempertanggungjawabkannya. Pakaian asing (baik buatan lokal maupun impor) dapat merujuk pada bahan atau potongannya. Pikiran dangkal, yang konsisten hanya dalam ketidakkonsistenan, selalu mengubah baik bahan maupun bentuknya, gaya maupun hiasannya. Membuat mantel untuk tinggal di bulan, sama mudahnya dengan menyesuaikan selera yang berubah-ubah dari generasi yang tidak stabil itu.

Hukuman dinyatakan secara tidak terbatas: “Aku akan menghukum"; namun bagaimana, atau dengan cara, tingkat, atau ukuran apa Dia akan menghukum, Dia simpan untuk diri-Nya sendiri.

Kita harus menjaga jarak dari gaya pakaian asing yang dikenakan pada masa kita hidup! Berikut adalah beberapa panduan:

Kasih memberikan kita satu aturan yang aman—bahwa kita harus menerapkan hukum yang lebih ketat pada diri kita sendiri, dan memberikan kelonggaran yang lebih besar kepada orang lain.

Dalam kasus yang meragukan, kita harus memilih sisi yang lebih aman; kita tidak boleh mengambil risiko terlalu dekat dengan tepi jurang, ketika kita memiliki cukup ruang untuk berjalan dengan aman pada jarak yang lebih jauh.

Hati yang rendah hati, telah disalibkan dari dunia, dan dengan penuh kesadaran menjaga perjanjian baptisnya untuk meninggalkan kemegahan dan kesia-siaan dunia yang jahat, akan menjadi jalan terbaik.

Vincent Alsop [1630-1703], Puritan Sermons (Kotbah-kotbah Kaum Puritan), Vol. 3, hlm. 488-491

20/11/2025

20 NOVEMBER

Lebih Buruk dari Orang Kafir.

“Tetapi, Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu" (Matius 11:22).

Saya meragukan apakah pernah ada, atau dapat ada di dunia, sebuah penolakan terus-menerus dan sepenuhnya di dalam hati tentang keberadaan Allah, atau bahwa manusia (kecuali kita menganggap hati nurani benar-benar mati) dapat mencapai tingkat kefasikan seperti itu; karena sebelum mereka dapat memadamkan perasaan seperti itu dalam diri mereka, mereka harus sepenuhnya asing terhadap konsep-konsep umum tentang akal, dan menghilangkan kemanusiaan mereka sendiri.

Bukankah mereka tidak lebih buruk daripada orang kafir? Orang kafir menyembah banyak dewa, sedangkan mereka ini tidak menyembah satu pun; orang kafir mempertahankan gagasan tentang Allah di balik kedok berhala, sedangkan mereka ini ingin mengusir-Nya dari bumi dan surga, serta menghancurkan hukum-hukum-Nya di dalam hati nurani mereka sendiri. Orang kafir merendahkan-Nya, sedangkan mereka ini ingin menghancurkan-Nya. Orang kafir menambahkan atau menyetarakan makhluk dengan pencipta-Nya (Roma 1:25), “Yang menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya …" (seperti yang dapat diterjemahkan dengan lebih tepat), sedangkan mereka ini membuat-Nya lebih rendah daripada makhluk, hanya sebagai sesuatu yang tidak ada.

Dengan cara ini, bumi menjadi lebih buruk daripada neraka. Ateisme adalah keyakinan yang tidak memiliki pijakan di mana pun. Neraka, yang menerima orang-orang seperti itu, dalam hal ini justru mereformasi mereka: mereka tidak pernah bisa menyangkal atau meragukan keberadaan-Nya, saat mereka merasakan pukulan-Nya. Ateisme secara langsung bertentangan dengan seluruh kemuliaan Allah dalam penciptaan, dan seluruh kemuliaan Allah dalam penebusan, serta dengan satu tarikan napas menyatakan bahwa Sang Pencipta, semua tindakan agama, dan institusi ilahi tidak berguna dan tidak berarti.

19/11/2025

19 NOVEMBER

Dua Pertanyaan untuk Memotong Sayap Kesombongan.

“Jika kamu tidak mau mendengarkannya, aku akan menangis di tempat tersembunyi karena kesombonganmu..." (Yeremia 13:17).

Seorang Kristen, jika tidak berhati-hati, bisa menjadi bangga atas kerendahan hatinya sendiri. Sulit untuk terbebas dari dosa ini karena dosa ini bisa hidup nyaris tanpa apa pun.

Banyak-banyaklah merenungkan kematian dan penghakiman. Renungan yang serius dan sering tentang kematian akan menjadi sarana untuk membunuh kesombongan. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah manusia itu, selain sedikit gumpalan tanah liat yang hidup? Dan apakah hidupnya itu, selain “uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap?" [Yak 4:14]. Agustinus ragu-ragu apakah menyebutnya "hidup yang mati, atau kematian yang hidup." Sekarang Anda mungkin berbeda dari orang lain, dan lebih unggul dari mereka dalam kekayaan dan kebesaran, dalam bagian dan hak istimewa; tapi dua pertanyaan berikut bisa memotong sayap yang membuat Anda congkak.

Siapa yang membuat Anda berbeda? Saya rasa tidak ada di antara Anda yang akan mengatakan (seperti yang pernah dikatakan seseorang) bahwa Anda menciptakan diri Anda sendiri untuk berbeda: saya harap Anda akan mengakui, bahwa Anda tidak memiliki apa pun selain apa yang Anda terima; dan oleh karena itu tidak ada ruang untuk kecongkakan atau memegahkan diri. Jika Anda unggul dalam karunia atau anugerah tertentu, Anda harus mengatakan tentang hal itu, seperti yang dikatakan tentang kapak [yang dibuat terapung], “Celaka, Tuanku! Itu barang pinjaman" (2 Raja-raja 6:5).

Kedua, berapa lama perbedaan ini akan terus ada? Kematian sudah dekat; ia berdiri di depan pintu; dan itu akan menyamakan Anda dengan mereka yang paling rendah. Di dalam kubur, ke mana kita semua sedang bergegas, tidak ada perbedaan tengkorak; di sana orang kaya dan orang miskin, orang terpelajar dan orang tidak terpelajar, semua bertemu bersama (Amsal 22:2).

15/11/2025

REPA Warga Kerjaan Allah
Sabtu, 15 November 2025

Topik : Orang Kristen “Lipsing” dan “Copas”
Nats Bacaan : Markus 7:6

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”

Pendahuluan
Di era digital, banyak orang s**a membuat konten lipsing dan copas: bibir bergerak tapi suara bukan miliknya; tulisan terlihat indah tapi bukan hasil hatinya sendiri. Fenomena ini sebenarnya menggambarkan kondisi rohani sebagian orang percaya — mengucapkan sesuatu yang tidak benar-benar berasal dari hati, atau menampilkan kehidupan rohani yang bukan miliknya sendiri.
Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi “orang Kristen lipsing” atau “orang Kristen copas,” tetapi menjadi pribadi yang tulus, otentik, dan hidup sesuai firman.

1. Orang Kristen “Lipsing”
Di dunia hiburan, lipsing berarti seseorang tampak bernyanyi di atas panggung, tapi sebenarnya suaranya bukan dari mulutnya — hanya meniru gerakan bibir.
Sayangnya, banyak orang Kristen hidup seperti itu secara rohani. Di gereja, mereka menyanyikan lagu rohani, mengangkat tangan, bahkan mengucapkan kata-kata indah seperti, “Puji Tuhan,” atau “Haleluya.” Tapi kehidupan sehari-hari mereka tidak menyuarakan apa yang mereka nyanyikan.
Mereka “menyanyi” dengan bibir, tetapi hati mereka tidak ikut bernyanyi.
Itulah orang Kristen “lipsing” — tampak rohani, tapi tanpa suara hati.
Tuhan Yesus menegur orang-orang Farisi yang seperti ini. Mereka tahu berkata-kata manis tentang Allah, tapi kehidupan mereka tidak menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan ketaatan. Allah tidak mencari suara indah dari mulut kita, tetapi kejujuran dari hati kita.
“Sebab Tuhan melihat hati, bukan penampilan luar.” (1 Samuel 16:7)

2. Orang Kristen “Copas”
“Copas” alias copy-paste berarti menyalin sesuatu dari orang lain tanpa pemahaman pribadi. Banyak orang Kristen juga hidup seperti ini. Mereka menyalin ucapan iman orang lain, meniru gaya rohani orang lain, bahkan mencomot ayat tanpa mengerti maknanya.
Mereka berkata, “Tuhan baik!” karena orang lain berkata demikian — bukan karena mereka sungguh mengalami kebaikan Tuhan.
Mereka berdoa seperti template, tanpa hati yang sungguh berbicara kepada Tuhan.

Itulah orang Kristen “copas” — punya kata-kata iman, tapi tanpa pengalaman pribadi.
Padahal, iman yang sejati tidak bisa dicopy-paste. Iman harus lahir dari perjumpaan pribadi dengan Kristus. Seperti kata Paulus:“Sebab aku tahu kepada siapa aku percaya.” (2 Timotius 1:12)

3. Hidup yang Asli, Bukan Palsu
Tuhan tidak mencari performer rohani, melainkan penyembah sejati (Yohanes 4:23).
Ia ingin kita:
• Bernyanyi dengan hati, bukan sekadar bibir.
• Berdoa dengan iman yang nyata, bukan hasil copas.
• Menghidupi firman, bukan hanya mengutipnya.
Kekristenan sejati bukan tampilan luar, tapi transformasi dalam. Dunia tidak butuh lebih banyak “aktor rohani,” tetapi saksi Kristus yang hidupnya asli dan jujur di hadapan Allah.

Doa:
Tuhan, ampuni kami jika selama ini kami sering “lipsing” dan “copas” dalam hidup iman kami. Ajarlah kami untuk menyembah-Mu dengan hati yang tulus, berbicara tentang Engkau dari pengalaman nyata, dan hidup sesuai dengan firman-Mu. Jadikan kami saksi yang asli, bukan peniru rohani. Amin.

14/11/2025

14 NOVEMBER

Senjata Terakhir dari Perlengkapan Kristen.

“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah ... dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:13,17).

Perhatikan urutan dan posisi di mana perlengkapan senjata ini (pedang) berada. Rasul pertama-tama memberikan kepada orang Kristen semua bagian perlengkapan senjata sebelumnya, dan setelah bagian-bagian itu dikenakan, barulah ia mengikatkan pedang ini padanya. Roh Allah, dalam tulisan suci, saya akui, tidak selalu mengikuti metode tertentu; namun menurut saya, tidaklah terlalu berlebihan jika saya mencoba memberikan petunjuk tentang adanya dua makna dari posisi dan urutan di mana pedang ini ditempatkan.

Pertama, pedang ini dimasukkan dalam daftar setelah semua perlengkapan lainnya mungkin untuk memberi tahu kita betapa pentingnya anugerah atau kasih karunia Roh Allah dalam menggunakan Firman dengan benar. Tidak ada yang lebih sering disalahgunakan ketimbang Firman. Mengapa? Karena banyak orang mendekatinya dengan hati yang tidak tulus dan tidak dikuduskan. Bidat mengutip Firman untuk membuktikan ajaran sesatnya, bahkan dengan begitu lancangnya berani mengutip Firman untuk mendukungnya. Tapi bagaimana mungkin mereka yang bagaikan ayah dari anak-anak berbisa, mengeluarkan [membuahkan] Firman Tuhan yang suci dan murni ? Pasti karena mereka mendekati Firman dan berbicara dengan itu, tapi tidak membawa sabuk ketulusan pada kebenaran, dan karena tidak ditopang sabuk ini, maka tidak diberkati.... Sebuah pedang di tangan orang gila, dan Firman Allah di mulut orang jahat, digunakan dengan cara yang sangat mirip—hanya untuk melukai diri mereka sendiri dan teman-teman terbaik mereka.

Kedua, pedang ini mungkin disarankan setelah semua perlengkapan lainnya, untuk memberi tahu kita bahwa seorang Kristen, ketika mencapai tingkat tertinggi dari anugerah yang dimungkinkan dalam hidup ini, tetap tidak berada di atas/melampaui penggunaan Firman [tidak dibebaskan dari kegunaan Firman]; tidak, ia tidak dapat aman tanpa Firman Allah.

Firman bukan hanya berguna untuk menjadikan seseorang Kristen melalui pertobatan, tetapi juga untuk menyempurnakannya. Firman itu seperti aturan dan garis arsitek untuk meletakkan batu puncak bangunan di akhir kehidupannya yang sama pentingnya seperti meletakkan dasar pada saat pertobatannya.

William Gurnall [1617-1679], The Christian in Complete Armour (Orang Kristen Bersenjata Lengkap), Vol. 2, hlm. 195-196

13/11/2025

13 NOVEMBER

Perang Kehendak

“Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:34).

Kita tidak bisa membuat ketentuan bagaimana Allah harus diagungkan.... Betapa manusia telah menipu dirinya sendiri dan tidak menghormati Allah dalam hal ibadah! Mereka menciptakan dan menentukan bentuk dan cara, padahal mereka tidak memiliki dasar untuk yakin bahwa Allah akan menerimanya. Tidak ada yang menyenangkan Allah selain kehendak-Nya sendiri.

Kita tidak boleh menentukan sendiri hal-hal ini yaitu tentang bagaimana, kapan, di mana, atau siapa yang kita kehendaki—karena ini akan lebih merendahkan ketimbang memuliakan maksud Allah, sebab hal ini sepenuhnya bergantung pada kehendak-Nya. Allah telah menetapkan seluruh rencana dan desain dalam nasihat serta tujuan-Nya sendiri; dan di dalamnya, berbagai aspek misteri itu saling melengkapi dan menambah keindahan satu sama lain. Segala sesuatu dari kehendak kita akan merusak bagian yang lain, dan mengurangi keselarasan serta keharmonisan ilahi yang meliputi hikmat, kekudusan, kuasa, dan anugerah berdaulat Allah. Sama saja halnya jika kita mencoba mengajarkan kepada-Nya bagaimana seharusnya Ia memerintah dunia, seperti bagaimana Ia seharusnya mengatur kita. Apakah itu akan jadi kehormatan bagi Allah jika kita yang memutuskan kapan harus hujan, kapan harus cerah; kapan ada badai, dan kapan ada ketenangan? Manusia yang tidak memahami seluruh rencana Allah, tidak dapat mengarahkan bagian terkecil pun dari hal tersebut: “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?" Tidak, bukankah sangat tidak menghormati jika makhluk ciptaan-Nya memberikan nasihat kepada-Nya? Bahwa debu dan abu mencoba memperbaiki kehendak-Nya (Yes. 45:9-10).

Allah tidak dimuliakan kecuali dengan cara-Nya sendiri. Karenanya kehendak kita harus tunduk kepada dan larut dalam kehendak-Nya.

Adalah sia-sia jika berpikir untuk memuliakan Allah sambil melakukan kehendak kita sendiri: seandainya kita memberikan kepada-Nya segalanya namun tidak melakukan kehendak-Nya, akan ternyata bahwa kita tidak memberikan apa-apa kepada-Nya.

John Singleton, Puritan Sermons (Kotbah-kotbah Kaum Puritan), Vol. 4, hlm. 67, 71

12/11/2025

REPA Warga Kerajaan Allah
Rabu, 12 November 2025

Dipilih Untuk Melayani Tuhan

"Karena kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain untuk dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13)

Pendahuluan

Sebagai orang Kristen, kita telah dipilih oleh Tuhan untuk melayani-Nya dan menjadi garam dunia. Ini adalah tanggung jawab besar, tetapi juga kesempatan untuk membuat perbedaan dalam hidup orang lain. Seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 2:9-10, "Tetapi kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat yang dikhususkan, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang ajaib dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."

Dipilih Untuk Melayani

Tuhan telah memilih kita untuk melayani-Nya karena kita adalah anak-anak-Nya yang dikasihani. Kita telah dipanggil untuk menjadi garam dunia, memberikan rasa dan warna pada hidup orang lain. Ini berarti kita harus hidup dengan integritas, kasih, dan kebenaran. Seperti yang dikatakan dalam 2 Timotius 1:9, "yang telah menyelamatkan kita dan telah memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukan karena perbuatan-perbuatan kita, melainkan karena kehendak-Nya sendiri dan kasih karunia yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman."

Tanggung Jawab Besar

Melalui kita, Tuhan ingin menunjukkan kasih-Nya kepada dunia. Kita harus menjadi contoh Kristus, menunjukkan kebaikan dan kasih-Nya kepada orang lain. Ini adalah tanggung jawab besar, tetapi kita tidak sendirian. Tuhan ada bersama kita, membimbing dan memberkati kita. Seperti yang dikatakan dalam Filipi 4:13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi aku kekuatan."

Jangan Menjadi Tawar

Jika kita tidak hidup sesuai dengan panggilan kita, kita akan menjadi tawar dan tidak berguna. Kita harus menjaga diri kita agar tetap segar dan berbuah, sehingga kita dapat menjadi garam yang efektif bagi dunia. Seperti yang dikatakan dalam Wahyu 3:15-16, "Aku mengenal perbuatanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."

Doa

Tuhan, aku berterima kasih atas panggilan-Mu untuk melayani-Mu. Aku meminta Engkau untuk membantu aku untuk hidup dengan integritas, kasih, dan kebenaran. Aku ingin menjadi garam yang efektif bagi dunia, menunjukkan kasih-Mu kepada orang lain. Amin.

Selamat beraktivitas dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Kristen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category