01/06/2022
HALLO EVERYONE
*** Berbagi ilmu pengetahuan umum Indonesia & Dunia ***
Code : @+[571473736331625:5] { Hilangkan
HALLO EVERYONE
*** Kabar Gembira , Mulai 2021 Pangkat Terendah TNI Bakal Trima Gaji Minimal 7 Juta ***
Jakarta,ZonaOke.Id
Sepertinya ini bisa disebut kabar gembira buat Prajurit TNI kita . Sebab Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, meminta anggaran sebesar Rp 11,42 triliun khusus untuk kesejahteraan Prajurit TNI
Anggaran itu p**a sudah disahkan dalam rapat paripurna UU APBD 2021. Prajurit TNI bakal menerima lonjakan tunjangan kinerja (tukin) hingga 80 persen pada tahun 2021. Tunjangan kinerja merupakan 1 dari 11 tunjangan yang diterima anggota TNI selain Gaji Pokok yang sifatnya tetap.
Namun Tunjangan kinerja merupakan komponen terbesar dalam pendapatan prajurit hingga jenderal TNI.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, besaran tukin prajurit terendah (Kelas Jabatan 1): Rp 1.968.000 dan yang paling tinggi KSAD, KSAL, KSAU sebesar Rp 37.810.500.
Jika besaran tukin naik 80 persen, maka tukin prajurit terendah (Kelas Jabatan 1): Rp 3.542.400 dan paling tinggi KSAD, KSAL, KSAU sebesar Rp 68.058.900.
Ini di luar gaji pokok Kopral Kepala: Rp 1.917.100 hingga Rp 2.960.700 dan Jenderal, Laksamana, Marsekal (Bintang 4): Rp 5.238.200 hingga Rp 5.930.800.
Artinya prajurit terendah TNI bakal mengantongi pendapatan minimal Rp 7 jutaan per bulan. (Lihat dalam daftar tunjangan TNI dan daftar gaji pokok TNI di bawah berita ini)
Sebelumnya Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapatkan pagu anggaran tahun 2021 dari pemerintah sebesar Rp 136,995 triliun. Pagu anggaran Kemenhan tersebut naik dibandingkan tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp 117,909 triliun.
Dikutip Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021 dari Kementerian Keuangan, Sabtu (22/8/2020), pagu anggaran Kemenhan tersebut digunakan salah satunya untuk pengadaan dan peremajaan alat utama sistem persenjataan ( alutsista) TNI.
Di tahun 2021, Kemenhan juga akan melanjutkan kegiatan prioritas dan strategis dalam rangka mendukung terwujudnya pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) untuk menjamin tegaknya kedaulatan, terjaganya keutuhan wilayah NKRI.
Beberapa output terkait pengadaan, modernisasi, serta perawatan dan pemeliharaan (harwat) persenjataan TNI yang akan dicapai Kemenhan di tahun anggaran 2021 antara lain:
TNI AD sebesar Rp 2,651 triliun untuk pengadaan material dan alutsita strategis, dan untuk perawatan alutsista Arhanud, overhaul pesawat terbang, dan heli angkut sebesar Rp 1,236 triliun
TNI AL sebesar Rp 3,751 triliun antara lain pengadaan kapal patroli cepat, dan peningkatan pesawat udara matra laut, serta Rp 4,281 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista dan komponen pendukung alutsista.
TNI AU sebesar Rp 1,193 triliun antara lain pengadaan Penangkal Serangan Udara (PSU) dan material pendukung, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat tempur sebesar Rp 7,004 triliun.
Dalam perencanaan anggaran tahun 2021, output lain yang direncanakan kementerian yang dipimpin Menhan Prabowo Subianto ini yakni dukungan pengadaan alutsista sebesar Rp 9,305 triliun.
Lalu pembangunan Jalan Inspeksi Pengamanan Perbatasan (JIPP) sepanjang 375 km sebesar Rp 321 miliar.
Dari pagu anggaran yang akan didapatkan Kemenhan pada tahun depan tersebut, belanja akan diprioritaskan untuk mendukung stimulus ekonomi, kontrak multiyears, carry over dari kegiatan tahun 2020, biaya operasional, dan dukungan operasional pertahanan.
Salah satu prioritas yakni menaikkan kesejahteraan prajurit TNI dengan meningkatkan tunjangan kinerja atau tukin sebesar 80 persen di tahun 2021.
“Pagu anggaran tersebut telah memperhitungkan antara lain alokasi untuk belanja pegawai karena ada rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen sesuai janji Presiden RI (Joko Widodo) saat pidato di acara HUT TNI ke-74,” bunyi Buku III Himpunan RKA/KL Tahun Anggaran 2021.
Selain untuk kenaikan tukin prajurit TNI, alokasi lain yakni belanja barang karena kenaikan anggaran untuk pemenuhan pemeliharaan dan perawatan alutsista kesiapan sampai dengan 70 persen dan pemenuhan kebutuhan BMP sebesar Rp 6,112 triliun.
Lalu penyelesaian pekerjaan yang ditunda tahun anggaran 2020 dan dialokasikan di tahun anggaran 2021 sebesar Rp 11,132 triliun.
Anggaran Kesehatan sebesar Rp 2,941 triliun yang digunakan untuk pelayanan rumkit militer, yang bersumber dari RM, PNBP dan BLU sebesar Rp 1,870 triliun serta rencana upgrade peralatan kesehatan melalui pinjaman luar negeri sebesar Rp 1,071 triliun.
Kesejahteraan prajurit TNI juga ditingkatkan dengan pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana utang negara prinsip syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan anggaran kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut merupakan yang terbesar kedua setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Anggaran KemenPUPR pada tahun 2021 mendatang direncanakan sebesar Rp 149,81 triliun.
“Anggaran Kemenhan Rp 137 triliun, kedua terbesar,” ujar Sri Mulyani ketika memberikan keterangan usai rapat paripurna terkait pengesahan UU APBN 2021, Selasa (29/9/2020).
Bendahara Negara itu berharap, dengan jumlah anggaran tersebut, Kemenhan diharapkan tidak hanya menggunakannya untuk belanja alutsista, namun juga untuk memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan prajurit.
“Kita berharap tentu tak hanya untuk alutsista tapi juga untuk kebutuhan dan kesejahteraan prajurit akan semakin diperhatikan dan membaik,” jelas Sri Mulyani.
Dalam RAPBN tahun 2021 juga disebutkan pendapatan BLU Kementerian Pertahanan ditargetkan sebesar Rp 3,09 triliun, turun 2,6 persen dari proyeksi tahun 2020 sebesar Rp 3,17 triliun.
Adapun secara keseluruhan, tahun depan pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp 2.750,02 triliun.
Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.954,54 triliun, serta belanja trasfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 795,47 trilliun.
11 TUNJANGAN ANGGOTA TNI
Sekadar diketahui anggota TNI menerima 11 tunjangan selain gaji pokok yang bersifat tetap. Daftar lengkap tunjangan TNI beserta potongannya diatur dalam Parturan Menteri Pertahanan Nomor 33 Tahun 2017 (Permenhan 33/2017) tentang Penghasilan Prajurit TNI.
Berikut daftar 11 tunjangan yang diterima anggota TNI di luar pendapatan dari gaji pokok:
1. Tunjangan suami/istri
Tunjangan suami/istri diberikan sebesar 10 persen dari gaji pokok.
Tunjangan ini baru bisa diberikan untuk 1 orang suami/istri dari anggota TNI.
Tunjangan ini mulai diberikan terhitung sejak bulan berikutnya setelah pernikahan prajurit TNI yang dibuktikan dengan surat keterangan untuk mendapatkan tunjangan keluarga dan akta perkawinan.
Tunjangan isteri/suami diberhentikan pada bulan berikutnya setelah terjadi perceraian atau isteri/suami meninggal dunia yang dibuktikan dengan akta perceraian dari pengadilan atau surat keterangan kematian.
Jika suami dan isteri berstatus sebagai prajurit TNI/anggota Polri/PNS/CPNS, maka tunjangan isteri/suami hanya diberikan kepada salah satu suami atau isteri.
2. Tunjangan anak
Tunjangan anak diberikan untuk masing-masing anak sebesar 2 persen dari gaji pokok.
Tunjangan anak diberikan kepada Prajurit TNI yang mempunyai anak kandung/anak tiri/anak angkat.
Syarat anak yang mendapatkan tunjangan yakni belum pernah menikah dan berusia maksimal 21 tahun.
Batas usia tanggungan bisa naik menjadi 25 tahun apabila anak anggota TNI masih bersekolah atau berkuliah yang dibuktikan dengan surat keterangan.
Tunjangan anak diberikan kepada Prajurit TNI paling banyak untuk 2 orang anak.
Tunjangan anak diberikan pada bulan berikutnya sejak kelahiran anak/pengangkatan anak.
3. Tunjangan beras
Tunjangan pangan/beras diberikan dalam bentuk uang atau beras (natura) kepada Prajurit TNI beserta keluarganya yang berhak mendapatkan tunjangan.
Tunjangan pangan/beras dalam bentuk beras (natura) diberikan sebanyak 18 kg/jiwa/bulan untuk Prajurit TNI dan sebanyak 10 kg/jiwa/bulan untuk anggota.
Keluarga yang berhak mendapatkan tunjangan.
Tunjangan ini bisa juga diberikan dalam bentuk uang sesuai dengan harga beras.
Dalam aturan terbaru, seorang anggota TNI setiap bulan mendapatkan 18 kg beras selama sebulan dengan harga Rp 8.047 per kg, dan tambahan 10 kg beras per bulan untuk istri dan dua orang anak.
4. Uang lauk pauk
Uang lauk pauk hanya diberikan kepada Prajurit TNI tidak termasuk anggota keluarganya dan dihitung berdasarkan jumlah hari kalender dalam bulan berkenaan.
Besarannya yakni Rp 60.000 per hari. Uang lauk pauk ini diatur SE Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Kementerian Keuangan Nomor 25 Tahun 2018 tentang Uang Lauk Pauk Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Mulai Tahun Anggaran 2018.
5. Tunjangan umum
Tunjangan umum diberikan setiap bulan kepada prajurit TNI yang tidak menerima tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, atau tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan.
Tunjangan umum besarannya ditetapkan sebesar Rp 75.000 per bulan yang diatur dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2006.
6. Tunjangan tugas di Papua dan Papua Barat
Prajurit TNI yang bekerja/bertugas pada daerah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat diberikan Tunjangan Khusus Provinsi Papua setiap bulan yang besarannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Besaran tunjangan penempatan di Papua dan Papua Barat ini diatur dalam Kepres Nomor 68 Tahun 2002 tentang Tunjangan Khusus Provinsi Papua.
Besarannya tergantung pangkat TNI.
Paling kecil untuk tamtama pangkat prajurit dua (prada) sebesar Rp 225.000 per bulan, lalu tertinggi yakni Rp 850.000 per bulan untuk pangkat jenderal/laksamana/marsekal.
7. Tunjangan jabatan struktural
Tunjangan jabatan struktural diberikan setiap bulan kepada Prajurit TNI yang menduduki jabatan struktural sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ditetapkan dengan keputusan dari pejabat yang berwenang.
Tunjangan jabatan ini diatur dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2007.
Besarannya berbeda-beda bagi anggota TNI yang menyesuaikan dengan jabatan yang diemban.
Sebut saja jabatan Kepala Staf TNI, tunjangan strukturalnya sebesar Rp 9 juta per bulan.
Untuk jabatan di luar Kepala Staf TNI, tunjangan jabatan struktural berkisar Rp 360.000 sampai Rp 5,5 juta per bulan.
8. Tunjangan jabatan fungsional
Tunjangan jabatan fungsional diberikan kepada prajurit TNI yang menduduki jabatan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ditetapkan dengan keputusan dari pejabat yang berwenang.
Penjelasan mengenai pembagian jabatan fungsional diatur dalam Pepres Nomor 37 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional TNI.
9. Tunjangan wilayah dan p**au terpencil
Prajurit TNI yang bekerja dan bertempat tinggal di wilayah terpencil diberikan tunjangan pengabdian wilayah terpencil setiap bulan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Besaran tunjangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 10 Tahun 2010.
Besarannya yakni:
Sebesar 150 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah p**au-p**au kecil terluar tanpa penduduk.
Sebesar 100 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah p**au-p**au kecil terluar berpenduduk.
Sebesar 75 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah perbatasan
Sebesar 50 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas secara sesaat di wilayah udara dan laut perbatasan dan p**au-p**au kecil terluar
10. Tunjangan kinerja (tukin)
Tunjangan kinerja atau tukin prajurit TNI besarannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Besaran tunjangan TNI ini berlaku sama di tiga matra.
Untuk formula besaran tunjangan di tubuh TNI diatur sesuai dengan kelas jabatan yang ditentukan dari pangkat prajurit.
Berikut daftar tunjangan kinerja prajurit TNI:
KSAD, KSAL, KSAU: Rp 37.810.500
Kasum, Wakil KSAD, Wakil KSAL, Wakil KSAU: Rp 34.902.000
Kelas Jabatan 17: Rp 29.085.000
Kelas Jabatan 16: Rp 20.695.000
Kelas Jabatan 15: Rp 14.721.000
Kelas Jabatan 14: Rp 11.670.000
Kelas Jabatan 13: Rp 8.562.000
Kelas Jabatan 12: Rp 7.271.000
Kelas Jabatan 11: Rp 5.183.000
Kelas Jabatan 10: Rp 4.551.000
Kelas Jabatan 9: Rp 3.781.000
Kelas Jabatan 8: Rp 3.319.000
Kelas Jabatan 7: Rp 2.928.000
Kelas Jabatan 6: Rp 2.702.000
Kelas Jabatan 5: Rp 2.493.000
Kelas Jabatan 4: Rp 2.350.000
Kelas Jabatan 3: Rp 2.216.000
Kelas Jabatan 2: Rp 2.089.000
Kelas Jabatan 1: Rp 1.968.000
Sebagai simulasi kelas jabatan, jika seorang baru diterima sebagai prajurit TNI dari jalur tamtama dengan pangkat Prajurit Dua masa kerja 0 tahun, maka otomatis masuk golongan kelas jabatan
Kasus lain, seorang perwira dengan pangkat Kapten dan telah mengabdi selama 4 tahun maka masuk golongan kelas jabatan 8.
11. Tunjangan Babinsa
Tunjangan bintara pembina desa (Babinsa) merupakan tunjangan yang diberikan untuk anggota TNI yang bertugas menjadi babinsa di desa-desa.
Tunjangan Babinsa berkisar mulai dari Rp 900.000 per bulan.
GAJI POKOK TNI
Gaji TNI Besaran gaji prajurit TNI telah beberapa kali mengalami kenaikan.
Gaji terbaru TNI diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.
Berikut besaran gaji TNI berdasarkan golongan dari pangkat tamtama hingga perwira tinggi ( gaji TNI 2020):
1. Golongan I (Tamtama)
Kopral Kepala: Rp 1.917.100 hingga Rp 2.960.700.
Kopral Satu: Rp 1.858.900 hingga Rp 2.870.900.
Kopral Dua: Rp 1.802.600 hingga Rp 2.783.900.
Prajurit Kepala dan Kelasi Kepala: Rp 1.747.900 hingga Rp 2.699.400.
Prajurit Satu dan Kelasi Dua: Rp 1.694.900 hingga Rp 2.617.500.
Prajurit Dua dan Kelasi Dua: Rp 1.643.500 hingga Rp 2.538.100.
2. Golongan II (Bintara)
Pembantu Letnan Satu: Rp 2.454.000 hingga Rp 4.032.600.
Pembantu Letnan Dua: Rp 2.379.500 hingga Rp 3.910.300.
Sersan Mayor: Rp 2.307.400 hingga Rp 3.791.700.
Sersan Kepala: Rp 2.237.400 hingga Rp 3.676.700.
Sersan Satu: Rp 2.169.500 hingga Rp 3.565.200.
Sersan Dua: Rp 2.103.700 hingga Rp 3.457.100. 3.
Golongan III (Perwira Pertama atau Pama)
Kapten: Rp 2.909.100 hingga Rp 4.780.600.
Letnan Satu: Rp 2.820.800 hingga Rp 4.635.600.
Letnan Dua: Rp 2.735.300 hingga Rp 4.425.200.
4. Golongan IV (Perwira Menengah dan Perwira Tinggi)
Perwira Menengah atau Pamen Kolonel: Rp 3.190.700 hingga Rp 5.243.400.
Letnan Kolonel: Rp 3.093.900 hingga Rp 5.084.300.
Mayor: Rp 3.000.100 hingga Rp 4.930.100.
Perwira Tinggi atau Pati (jenderal)
Jenderal, Laksamana, Marsekal (Bintang 4): Rp 5.238.200 hingga Rp 5.930.800.
Letnan Jenderal, Laksamana Madya, dan Marsekal Madya (Bintang 3): Rp 5.079.300 hingga Rp 5.930.800.
Mayor Jenderal, Laksamana Muda, dan Marsekal Muda (Bintang 2): Rp 3.290.500 hingga Rp 5.576.500.
Brigadir Jenderal, Laksamana Pertama, dan Marsekal Pertama (Bintang 1): Rp 3.290.500 hingga Rp 5.407.400.
Dan Mehan Bapak Pruna Jenderal Praboyo Subiyanto Mengucapkan Teruslah berjuang, mengabdi dan berbakti di bawah panji Merah Putih.
Sebagai seorang prajurit, pegang kuat sumpah, tanggung jawab dan kesetiaanmu hanya untuk membela bangsa dan rakyat Indonesia.
=======================================
*** INTERNET ***
Apa itu Internet? Ini Pengertian, Sejarah, dan Cara Kerjanya
Berawal dari sebuah penelitian akademik di tahun 1969, Internet menjadi salah satu inovasi terbesar di abad ini, bahkan mungkin sepanjang sejarah manusia.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 tahun sejak pertama kali diciptakan, Internet berkembang menjadi sebuah jaringan komputer dengan potensi komersialisasi luar biasa besar.
Dibalik semua kemudahan transaksi, penyebaran informasi, dan kemajuan teknologi digital yang dipacu oleh Internet, ada satu nilai atau fungsi penting yang sering kita hiraukan yaitu nilai desentralisasi. Saat ini ada sekitar 2 miliar orang dari seluruh dunia yang terhubung ke Internet.
Tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa dia memiliki Internet. Tidak ada p**a yang bisa mengontrol siapa saja yang bisa mengakses teknologi ini. Internet bukan sebuah benda atau properti yang bisa dibeli. Justru sebaliknya, ribuan organisasi, perusahaan besar, dan agensi pemerintah bekerjasama untuk menyediakan akses bagi pengguna dimana saja.
Hampir semua orang terhubung ke Internet melalui web browser. Mungkin karena istilah ‘web browser’ inilah banyak pengguna beranggapan bahwa Internet dan Website adalah dua hal yang sama. Sebenarnya Website hanyalah berupa file, sementara Internet adalah sebuah sistem, sebuah jaringan, dan tidak bisa disamakan dengan sebuah file.
Dimana letak Internet?
Tidak ada jawaban pasti, karena Internet tidak dibangun dari mesin yang terkumpul di satu area, atau memiliki kantor pusat operasi. Ada tiga bagian penting dalam jaringan Internet:
1. Infrastruktur konsumen
Sering disebut dengan istilah the last mile, bagian ini menghubungkan konsumen dengan Internet. Di negara-negara maju, penyedia koneksi Internet sebagian besar masih didominasi oleh perusahaan TV kabel, misalnya Time Warner dan Comcast. Di Indonesia, penyedia layanan internet (ISP) yang paling dominan adalah Telkom Indonesia.
Di area yang belum terpasang sambungan telepon landline (dengan kabel), pengguna Internet lebih sering memakai jaringan WiFi, modem, atau akses dengan smartphone. Tower sinyal dan Internet nirkabel juga termasuk dalam kategori infrastruktur konsumen.
2. Pusat Data
Pusat data biasanya berupa area luas, dengan gudang raksasa yang berisi ribuan mesin server. Di mesin-mesin server inilah banyak website disimpan, dan ketika anda ingin mengakses sebuah website yang disimpan disana, anda perlu internet untuk terhubung dengan server tersebut.
ruangan server
Sebagian pusat data dimiliki oleh perusahaan swasta seperti Google dan Facebook, sedangkan sebagian lain dimiliki oleh bisnis kelas menengah untuk berbagai kebutuhan misalnya membangun website dan cloud storage.
Tidak seperti koneksi Internet kelas rumah tangga, kecepatan Internet di pusat data jauh di atas rata-rata karena memang harus menyesuaikan dengan fungsinya sebagai penyedia layanan. Hampir setiap saat, jutaan orang mengakses pusat data secara bersamaan, jadi dibutuhkan koneksi yang stabil dan kuat agar layanan tidak tersendat.
Pusat data ada di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia, tapi seringkali lokasinya cukup terpencil atau setidaknya jauh dari pemukiman penduduk karena alsan keamanan, suhu, kestabilan tenaga listrik, dan lain lain.
Google, Facebook, dan Microsoft memiliki pusat data di negara bagian Iowa, Amerika Serikat karena harga lahan dan listrik di sana lebih terjangkau.
3. Tulang punggung (Backbone)
Lebih dikenal dengan istilah backbone, bagian ini terbentuk dari sambungan fiber optik jarak jauh yang menghubungkan pusat data dengan pengguna. Beberapa penyedia backbone menghubungkan kabel fiber optik mereka, dan masing-masing mendapat kesempatan untuk mendapat pelanggan baru.
Cara Kerja Internet
Cara kerja internet
Untuk memahami proses koneksi Internet dengan mudah, mari kita ambil contoh aktivitas online yang sering dilakukan setiap hari: membuka Facebook.
Saat ingin membuka facebook lewat ponsel, anda mengetik URL facebook.com di browser. Ketika menekan enter, browser akan berkomunikasi dengan server Facebook di Amerika Serikat, dan meminta file homepage supaya bisa ditampilkan di browser anda.
Prosesnya? Melalui serangkaian kabel bawah tanah dan satelit, permintaan dari ponsel anda akan sampai ke server facebook di Amerika Serikat. Ketika server facebook menerima permintaan homepage dari anda, ia akan menyiapkan file yang diminta, dalam kasus ini file halaman utama (homepage).
File ini dikirimkan kembali ke ponsel anda melalui serangkaian kabel bawah tanah dan satelit, yang pada akhirnya sampai di ponsel anda dan ditampilkan di browser sebagai halaman utama facebook, lengkap dengan form email dan password untuk login.
Hal ini juga berlaku ketika setelah anda mengetikkan email dan password lalu menekan enter. Ponsel anda akan mengirim data ke server facebook melalui kabel dan satelit, kemudian server facebook membalasnya dan diterima lagi di handphone anda.
Memang prosesnya terdengar bertele-tele dan lama, tapi semuanya bisa dilakukan hanya dalam waktu sepersekian detik saja, hampir secara instan. Semakin besar file yang perlu dikirim (misalnya gambar berukuran besar), semakin lama p**a waktu yang dibutuhkan. Inilah kenapa website perlu mengoptimasi ukuran file supaya tidak lambat ketika diakses.
Siapa Penemu Internet?
Bentuk awal Internet adalah ARPANET, sebuah organisasi penelitian akademis yang disponsori oleh militer Amerika Serikat, khususnya Advanced Research Projects Agency (ARPA) yang sekarang berganti nama menjadi Defense Advanced Research Projects Agency atau DARPA.
Penelitian teknologi Internet dipimpin oleh seorang administrator bernama Robert ‘Bob’ Taylor. Jaringan Internet pertama dibangun oleh firma konsultasi Bolt, Beranek and Newman Inc. (sekarang menjadi Raytheon BBN Technologies). Jaringan ini mulai beroperasi tahun 1969.
Robert William Taylor
Perubahan besar terjadi pada tahun 1973 ketika Vint Cerf dan Bob Kahn mulai bekerja mengembangkan dan memperbarui jaringan Internet ARPANET yang sudah dibangun sebelumnya. Hasilnya adalah TCP/IP, yang sampai sekarang masih menjadi standar koneksi Internet. ARPANET resmi menggunakan teknologi kreasi Vint Cerf dan Bob Kahn pada tanggal 1 Januari 1983.
Sepanjang tahun 1980an, pembiayaan jaringan Internet berpindah tangan dari pihak militer ke National Science Foundation (Yayasan Sains Nasional), salah satu agensi pemerintah Amerika Serikat.
NSF membiayai pembuatan dan operasi jaringan jarak-jauh yang menjadi tulang punggung Internet dari tahun 1981 sampai tahun 1994. Pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, pembiayaan dialihkan ke sektor swasta, dan tetap bertahan hingga sekarang.
Di berbagai publikasi, mungkin Anda pernah membaca bahwa Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore yang dianggap sebagai pencipta Internet. Pada wawancara di tahun 1999 dengan CNN, Al Gore memang pernah mengatakan bahwa beliau mengambil inisiatif untuk membangun Internet.
Klaim ini tidak akurat. Al Gore menjadi bahan cemoohan pada saat itu. Tapi Vint Cerf dan Bob Kahn (dua ilmuwan pencipta Internet) justru membela Al Gore. Mereka berpendapat bahwa Al Gore adalah pemimpin politik pertama yang mengakui pentingnya Internet dan mendukung pengembangan teknologi ini lebih jauh.
World Wide Web
Internet pada awalnya memiliki antarmuka pengguna yang rumit, sampai akhirnya Timothy Berners-Lee, seorang programmer di CERN (organisasi penelitian ilmiah Eropa) membangun web pertama.
User Interface lebih mudah karena web mendukung fungsi hyperlink, jadi Anda bisa klik saja dan terhubung ke sebuah halaman. Tidak perlu mengetik alamat situs setiap kali mau berpindah halaman.
World Wide Web pada dasarnya adalah aplikasi untuk berbagi konten melalui Internet. Dua istilah ini memiliki makna berbeda, jadi tidak boleh digunakan untuk maksud yang sama. Web sudah berkembang jauh dibandingkan awal pembetukannya; sekarang laman web sudah bisa menampilkan gambar, video, bahkan aplikasi game.
Itulah penjelasan padat dan lengkap mengenai Internet. Di era digital seperti sekarang dimana semuanya sudah lewat Internet, kami rasa wajib hukumnya anda paham cara kerja Internet agar bisa memanfaatkan dengan baik.
========================================
Sumber : https://ruanglaptop.com/apa-itu-internet/
𝕊𝕆𝕃𝕌𝕊𝕀 𝕂𝕆ℕ𝕂ℝ𝔼𝕋 𝔸𝕋𝔸𝕊𝕀 ℂ𝟘𝕍𝟙𝔻 (𝕀𝕟𝕥𝕚𝕤𝕒𝕣𝕚 ℙ𝕒𝕡𝕒𝕣𝕒𝕟 𝔻𝕣 𝕂𝕒𝕦𝕗𝕞𝕒𝕟 𝕕𝕚 𝕃𝕠𝕟𝕕𝕠𝕟ℝ𝕖𝕒𝕝)
Link ke Part A (awal): https://youtu.be/kodObISogq8 2 video sebelumnya sudah dibanned YouTube. Video ini mungkin tak lama akan ditakedown juga. SEGERA SHARE,...
𝐒𝐎𝐋𝐔𝐒𝐈 𝐊𝐎𝐍𝐊𝐑𝐄𝐓 𝐀𝐓𝐀𝐒𝐈 𝐂𝟎𝐕𝐈𝐃
=======
Link ke Part B (LANJUTAN): https://youtu.be/9H_wT_1qYFY 2 video sebelumnya sudah dibanned YouTube. Video ini mungkin tak lama akan ditakedown juga. SEGERA SH...
*** B.J. HABIBIE ,Nikola Tesla-nya Indonesia ***
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE adalah seorang ahli di bidang teknologi, sumbangsihnya sangat berarti bagi bangsa ini. Kemudian saat harus tiba-tiba memimpin sebuah pemerintahan, BJ Habibie berhasil memimpin NKRI ini selama 512 hari.
Berlawanan dengan "analisis" para pakar dan pengamat, yang meramal bahwa Habibie hanya akan bertahan 100 jam, kemudian "diperpanjang" menjadi 100 hari. Semua meleset dan Habibie bisa bertahan hingga 17 bulan. BJ Habibie beserta kabinetnya membidani kelahiran reformasi bagi bangsa ini.
HABIBIE adalah anak daerah yang cerdas. Ia dilahirkan di Parepare (Sulawesi Selatan), tanggal 25 Juni 1936. Anak ke-4 dari 9 putra-putri keluarga Alwi Abdul Djalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Setelah kuliah selama 1 tahun di Institut Teknologi Bandung (ITB), tahun 1955, ia dikirim oleh ibunya untuk belajar di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Aachen, Jerman.
B.J. HABIBIE menikah dengan dr. Hasri Ainun Habibie, anak ke-4 dari 8 bersaudara, keluarga Haji Mohammad Besari, pada 12 Mei 1962 dan dikaruniai 2 putra dan beberapa orang cucu.
Setelah belajar di Jerman selama 5 tahun, Habibie memperoleh 'Diplom-Ingenieur' dengan prestasi 'cum laude' dari Fakultas Teknik Mesin jurusan Desain dan Konstruksi pesawat terbang. Habibie muda memperoleh gelar 'Doctor Ingenieur' di Fakultas Teknik Mesin, jurusan Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang dengan predikat 'summa cm laude'.
HABIBIE mengawali karier di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur di 'Hamburger Flugzeugbau Gmbh', Hamburg (1965-1969) kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973), menjadi Wakil Presiden sekaligus Direktur Teknologi MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1973-1978).
Lalu, Penasihat Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978). Sebelumnya, tahun 1977, Habibie menerima gelar Profesor dari ITB dengan orasi ilmiah mengenai Konstruksi Pesawat Terbang.
B.J. HABIBIE, pada paruh 1974 kembali ke Indonesia. Dia memulai kariernya sebagai penasihat pemerintah bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Tugas ini diembannya sampai tahun 1978. Setelah itu, ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus Ketua Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT), selama 5 periode Kabinet Pembangunan yang berakhir pada tahun 1998). Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Nasional.
11 MARET 1998, BJ Habibe diangkat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-7. Krisis ekonomi dan tuntutan reformasi dari rakyat akhirnya membuat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, Habibie pun diambil sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-3.
PRESIDEN Habibie memangku jabatan selama 512 hari. Di bawah kepemimpinannya, bangsa Indonesia bukan hanya sukses melaksanakan Pemilu multipartai yang bebas dan adil pada 7 Juni 1999, tetapi juga sukses membawa perubahan signifikan pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi di Indonesia.
B.J. HABIBIE menerima lebih dari 20-an medali penghargaan dari dalam negeri dan dunia internasional, seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol. Ia juga menerima sejumlah gelar 'doktor penghargaan (Doctor of Honoris Causa, dari beberapa universitas ternama dunia. Selama kariernya, ia memegang 47 jabatan penting, baik di lembaga nasional maupun internasional.
B.J. HABIBIE terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang.
Ia telah memublikasikan sejumlah karya ilmiah dalam bidang thermodinamika, konstruksi, instalasi aerodinamika, dan mekanika fraktur pesawat terbang.
Kini, sang teknokrat yang Presiden Republik Indonesia ke-3 itu telah berp**ang ke Rahmatullah di usia 83 tahun, pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 Wib di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.
Innalillahi wa Innailaihi Radji'uun.
Foto-foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di masa lalu .
*** SUKU BUGIS ***
Suku Bugis (Lontara: ᨈᨚ ᨕᨘᨁᨗ; Jawi: اورڠ بوݢيس) merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis.[2] Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000, pop**asi orang Bugis sebanyak sekitar enam juta jiwa. Kini orang-orang Bugis menyebar p**a di berbagai provinsi Indonesia, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Kep**auan Riau. Disamping itu orang-orang Bugis juga banyak ditemukan di Malaysia dan Singapura yang telah beranak pinak dan keturunannya telah menjadi bagian dari negara tersebut. Karena jiwa perantau dari masyarakat Bugis, maka orang-orang Bugis sangat banyak yang pergi merantau ke mancanegara.
Awal mula
Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayah dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.
Perkembangan
Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan. Masyarakat ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, dan pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk suku Bugis, tetapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkajene Kep**auan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang. Kerajaan Luwu adalah kerajaan yang dianggap tertua bersama kerajaan Cina (yang kelak menjadi Pammana), Mario (kelak menjadi bagian Soppeng) dan Siang (daerah di Pangkajene Kep**auan)
Masa kerajaan
Kerajaan Bone
Di daerah Bone terjadi kekacauan selama tujuh generasi, yang kemudian muncul seorang To Manurung yang dikenal Manurungnge ri Matajang. Tujuh raja-raja kecil melantik Manurungnge ri Matajang sebagai raja mereka dengan nama Arumpone dan mereka menjadi dewan legislatif yang dikenal dengan istilah ade pitue. Manurungnge ri Matajang dikenal juga dengan nama Mata Silompoe. Adapun ade' pitue terdiri dari matoa ta, matoa tibojong, matoa tanete riattang, matoa tanete riawang, matoa macege, matoa ponceng. istilah matoa kemudian menjadi arung. setelah Manurungnge ri Matajang, kerajaan Bone dipimpin oleh putranya yaitu La Ummasa' Petta Panre Bessie. Kemudian kemanakan La Ummasa' anak dari adiknya yang menikah raja Palakka lahirlah La Saliyu Kerrempelua. pada masa Arumpone (gelar raja bone) ketiga ini, secara massif Bone semakin memperluas wilayahnya ke utara, selatan dan barat.
Kerajaan Makassar
Pada abad ke-12, 13, dan 14 berdiri kerajaan Gowa, Soppeng, Bone, dan Wajo, yang diawali dengan krisis sosial, dimana orang saling memangsa laksana ikan. Kerajaan Makassar (Gowa) kemudian mendirikan kerajaan pendamping, yaitu kerajaan Tallo. Tapi dalam perkembangannya kerajaan kembar ini (Gowa & Tallo) kembali menyatu menjadi kerajaan Makassar (Gowa).
Kerajaan Soppeng
Di saat terjadi kekacauan, di Soppeng muncul dua orang To Manurung. Pertama, seorang wanita yang dikenal dengan nama Manurungnge ri Goarie yang kemudian memerintah Soppeng ri Aja. dan kedua, seorang laki-laki yang bernama La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah di Soppeng ri Lau. Akhirnya dua kerajaan kembar ini menjadi Kerajaaan Soppeng.
Kerajaan Wajo
Sementara kerajaan Wajo berasal dari komune-komune dari berbagai arah yang berkumpul di sekitar danau Lampulungeng yang dipimpin seorang yang memiliki kemampuan supranatural yang disebut puangnge ri lampulung. Sepeninggal dia, komune tersebut berpindah ke Boli yang dipimpin oleh seseorang yang juga memiliki kemampuan supranatural. Datangnya Lapaukke seorang pangeran dari kerajaan Cina (Pammana) beberapa lama setelahnya, kemudian membangun kerajaan Cinnotabbi. Selama lima generasi, kerajaan ini bubar dan terbentuk Kerajaan Wajo.
Kerajaan pra-wajo yakni Cinnongtabi dipimpin oleh masing-masing: La Paukke Arung Cinnotabi I, We Panangngareng Arung Cinnotabi II, We Tenrisui Arung Cinnotabi III, La Patiroi Arung Cinnotabi IV. setelahnya, kedua putranya menjabat sekaligus sebagai Arung Cinnotabi V yakni La Tenribali dan La Tenritippe. Setelah mengalami masa krisis, sisa-sisa pejabat kerajaan Cinnotabi dan rakyatnya bersepakat memilih La Tenribali sebagai raja mereka dan mendirikan kerajaan baru yaitu Wajo. adapun rajanya bergelar Batara Wajo.
Wajo dipimpin oleh, La Tenribali Batara Wajo I (bekas arung cinnotabi V), kemudian La Mataesso Batara Wajo II dan La Pateddungi Batara Wajo III. Pada masanya, terjadi lagi krisis bahkan Batara Wajo III dibunuh. kekosongan kekuasaan menyebabkan lahirnya perjanjian La Paddeppa yang berisi hak-hak kemerdekaan Wajo. Setelahnya, gelar raja Wajo bukan lagi Batara Wajo akan tetapi Arung Matowa Wajo hingga adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Konflik antar kerajaan
Pada abad ke-15 ketika kerajaan Gowa dan Bone mulai menguat, dan Soppeng serta Wajo mulai muncul, maka terjadi konflik perbatasan dalam menguasai dominasi politik dan ekonomi antar kerajaan. Kerajaan Bone memperluas wilayahnya sehingga bertemu dengan wilayah Gowa di Bulukumba. Sementara, di utara, Bone bertemu Luwu di Sungai Walennae. Sedang Wajo, perlahan juga melakukan perluasan wilayah. Sementara Soppeng memperluas ke arah barat sampai di Barru. Perang antara Luwu dan Bone dimenangkan oleh Bone dan merampas payung kerajaan Luwu kemudian mempersaudarakan kerajaan mereka. Sungai Walennae adalah jalur ekonomi dari Danau Tempe dan Danau Sidenreng menuju Teluk Bone. Untuk mempertahankan posisinya, Luwu membangun aliansi dengan Wajo, dengan menyerang beberapa daerah Bone dan Sidenreng. Berikutnya wilayah Luwu semakin tergeser ke utara dan dikuasai Wajo melalui penaklukan ataupun penggabungan. Wajo kemudian bergesek dengan Bone. Invasi Gowa kemudian merebut beberapa daerah Bone serta menaklukkan Wajo dan Soppeng. Untuk menghadapi hegemoni Gowa, Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng membuat aliansi yang disebut "Tellumpoccoe".
Penyebaran Islam
Pada awal abad ke-17, datang penyiar agama Islam dari Minangkabau atas perintah Sultan Iskandar Muda dari Aceh. Mereka adalah Abdul Makmur (Datuk ri Bandang) yang mengislamkan Gowa dan Tallo, Suleiman (Datuk Patimang) menyebarkan Islam di Luwu, dan Nurdin Ariyani (Datuk ri Tiro) yang menyiarkan Islam di Bulukumba.[3]
Kolonialisme Belanda
Pertengahan abad ke-17, terjadi persaingan yang tajam antara Gowa dengan VOC hingga terjadi beberapa kali pertempuran. Sementara Arumpone ditahan di Gowa dan mengakibatkan terjadinya perlawanan yang dipimpin La Tenri Tatta Daeng Serang Arung Palakka. Arung Palakka didukung oleh Turatea, kerajaaan kecil Makassar yang berhianat pada kerajaan Gowa. Sementara Sultan Hasanuddin didukung oleh menantunya La Tenri Lai Tosengngeng Arung Matowa Wajo, Maradia Mandar, dan Datu Luwu. Perang yang dahsyat mengakibatkan banyaknya korban di pihak Gowa & sekutunya. Kekalahan ini mengakibatkan ditandatanganinya Perjanjian Bongaya yang merugikan kerajaan Gowa. Pernikahan Lapatau dengan putri Datu Luwu, Datu Soppeng, dan Somba Gowa adalah sebuah proses rekonsiliasi atas konflik di jazirah Sulawesi Selatan. Setelah itu tidak adalagi perang yang besar sampai kemudian pada tahun 1905–1906 setelah perlawanan Sultan Husain Karaeng Lembang Parang dan La Pawawoi Karaeng Segeri Arumpone dipadamkan, maka masyarakat Makassar dan Bugis baru bisa betul-betul ditaklukkan Belanda. Kosongnya kepemimpinan lokal mengakibatkan Belanda menerbitkan Korte Veklaring, yaitu perjanjian pendek tentang pengangkatan raja sebagai pemulihan kondisi kerajaan yang sempat lowong setelah penaklukan. Kerajaan tidak lagi berdaulat, tetapi hanya sekadar perpanjangan tangan kekuasaaan pemerintah kolonial Hindia Belanda, sampai kemudian muncul Jepang menggeser Belanda hingga berdirinya NKRI.
Masa kemerdekaan
Para raja-raja di Nusantara mendapat desakan oleh pemerintahan Orde Lama (Soekarno) untuk membubarkan kerajaan mereka dan melebur dalam wadah NKRI. Pada tahun 1950-1960an, Indonesia khususnya Sulawesi Selatan disibukkan dengan pemberontakan. Pemberontakan ini mengakibatkan banyak orang Bugis meninggalkan kampung halamannya. Pada zaman Orde Baru, budaya periferi seperti budaya di Sulawesi benar-benar dipinggirkan sehingga semakin terkikis. Sekarang generasi muda Makassar & Bugis adalah generasi yang lebih banyak mengonsumsi budaya material sebagai akibat modernisasi, kehilangan jati diri akibat pendidikan pola Orde Baru yang meminggirkan budaya mereka. Seiring dengan arus reformasi, munculah wacana pemekaran. Daerah Mandar membentuk provinsi baru yaitu Sulawesi Barat. Kabupaten Luwu terpecah tiga daerah tingkat dua. Sementara banyak kecamatan dan desa/kelurahan juga dimekarkan. Namun sayangnya tanah tidak bertambah luas, malah semakin sempit akibat bertambahnya pop**asi dan transmigrasi.
Mata pencarian
Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.
Perompak
Sejak Perjanjian Bongaya yang menyebabkan jatuhnya Makassar ke tangan kolonial Belanda, orang-orang Bugis dianggap sebagai sekutu bebas pemerintahan Belanda yang berpusat di Batavia. Jasa yang diberikan oleh Arung Palakka, seorang Bugis asal Bone kepada pemerintah Belanda, menyebabkan diperolehnya kebebasan bergerak lebih besar kepada masyarakat Bugis. Namun kebebasan ini disalahagunakan Bugis untuk menjadi perompak yang mengganggu jalur niaga Nusantara bagian timur.
Armada perompak Bugis merambah seluruh Kep**auan Indonesia. Mereka bercokol di dekat Samarinda dan menolong sultan-sultan Kalimantan di pantai barat dalam perang-perang internal mereka. Perompak-perompak ini menyusup ke Kesultanan Johor dan mengancam Belanda di benteng Malaka.[4]
Serdadu bayaran
Selain sebagai perompak, karena jiwa merantau dan loyalitasnya terhadap persahabatan orang-orang Bugis terkenal sebagai serdadu bayaran. Orang-orang Bugis sebelum konflik terbuka dengan Belanda mereka salah satu serdadu Belanda yang setia. Mereka banyak membantu Belanda, yakni saat pengejaran Trunojoyo di Jawa Timur, penaklukan pedalaman Minangkabau melawan pasukan Paderi, serta membantu orang-orang Eropa ketika melawan Ayuthaya di Thailand.[5] Orang-orang Bugis juga terlibat dalam perebutan kekuasaan dan menjadi serdadu bayaran Kesultanan Johor, ketika terjadi perebutan kekuasaan melawan para pengelana Minangkabau pimpinan Raja Kecil.
Kepiawaian suku Bugis dalam mengarungi samudra cukup dikenal luas, dan wilayah perantauan mereka pun hingga Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Australia, Madagaskar dan Afrika Selatan. Bahkan, di pinggiran kota Cape Town, Afrika Selatan terdapat sebuah suburb yang bernama Maccassar, sebagai tanda penduduk setempat mengingat tanah asal nenek moyang mereka[butuh rujukan].
Oleh karena itulah, pada daerah-daerah yang ditempati suku Bugis ini, dapat dijumpai mushaf Quran kuno. Biasanya di daerah pesisir, serupa Bima, Sumbawa, dan Bali. Bahkan Quran dari suku Bugis pun pernah dijumpai di Riau.[6]
Penyebab merantau
Konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad ke-16, 17, 18 dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. Selain itu budaya merantau juga didorong oleh keinginan akan kemerdekaan. Kebahagiaan dalam tradisi Bugis hanya dapat diraih melalui kemerdekaan.
Bugis di Kalimantan Timur
Sebagian orang-orang Bugis Wajo dari kerajaan Gowa yang tidak mau tunduk dan patuh terhadap isi perjanjian Bongaja, mereka tetap meneruskan perjuangan dan perlawanan secara gerilya melawan Belanda dan ada p**a yang hijrah ke p**au-p**au lainnya di antaranya ada yang hijrah ke daerah Kesultanan Kutai, yaitu rombongan yang dipimpin oleh Lamohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado yang pertama). Kedatangan orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa itu diterima dengan baik oleh Sultan Kutai.
Atas kesepakatan dan perjanjian, oleh Raja Kutai rombongan tersebut diberikan lokasi sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha Pertanian, Perikanan dan Perdagangan. Sesuai dengan perjanjian bahwa orang-orang Bugis Wajo harus membantu segala kepentingan Raja Kutai, terutama di dalam menghadapi musuh.
Semua rombongan tersebut memilih daerah sekitar muara Karang Mumus (daerah Selili seberang) tetapi daerah ini menimbulkan kesulitan di dalam pelayaran karena daerah yang berarus putar (berulak) dengan banyak kotoran sungai. Selain itu dengan latar belakang gunung-gunung (Gunung Selili).
Bugis di Jambi
Penduduk Bugis mulai merantau ke Sumatra termasuk ke Jambi pada saat daerahnya dijajah oleh pasukan Belanda. Penduduk Bugis berangsur-angsur meninggalkan daerahnya pada sekitar tahun 1950-an dan mencari daerah yang situasi nya lebih aman. Penduduk Bugis di Provinsi Jambi kebanyakan bermukim di wilayah pesisir timur Provinsi Jambi tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal, Pangkal Duri) maupun di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Mendahara, Kampung Laut, Tanjung Solok, Muara Sabak, Alang Alang, Simbur Naik, Lambur, Pemusiran, Nipah Panjang) serta bermukim di daratan seperti di Kota Jambi dan kebanyakan di Desa Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi. Selain di Provinsi Jambi, penduduk Bugis juga menyebar di daerah tetangga yaitu di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau (Pulau Kijang, Sungai Terab, Keritang, Kotabaru Reteh, Sanglar, Pebenaan, Benteng, Kuala Enok, Tanah Merah, Tembilahan, Sungai Guntung, Pulau Burung).
Bugis di Sumatra dan Semenanjung Malaysia
Setelah dikuasainya kerajaan Gowa oleh VOC pada pertengahan abad ke-17, banyak perantau Melayu dan Minangkabau yang menduduki jabatan di kerajaan Gowa bersama orang Bugis lainnya, ikut serta meninggalkan Sulawesi menuju kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Di sini mereka turut terlibat dalam perebutan politik kerajaan-kerajaan Melayu. Hingga saat ini banyak raja-raja di Johor & selangor yang merupakan keturunan Luwu.
==========================================================
PARA pemimpin sembilan negeri di sepanjang pesisir muara Sungai Jeneberang dan Tallo bermusyawarah.
Di puncak runding, mereka sepakat bersatu. Bergabung mendirikan Kerajaan Gowa. Peristiwa ini bermula pada Abad 14. Inilah hikayat sejarah kemaritiman Bugis Makassar.
Seiring kelahiran Kerajaan Gowa, para pemimpin dari sembilan negeri membentuk semacam dewan perwakilan yang disebut Bate Salapanga.
“Bate Salapanga ini dibentuk untuk mengawal kesepakatan itu. Tugasnya, antara lain, memberi nasehat kepada raja,” papar Dr. Hilmar Farid, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).
Ilmuwan yang kini menjabat Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bercerita, seiring berjalan waktu, Raja Tunatangka’ Lopi membagi kerajaan menjadi dua; Gowa dan Tallo.
Raja Gowa menjadi sultan, Raja Tallo menjadi mangkubumi atau perdana menteri.
“Wilayah kekuasaan kerajaan kembar ini terus bertambah melalui kombinasi perang dan persekutuan,” katanya.
Satu per satu, negeri lain di bagian selatan Sulawesi ditaklukkan. Mulai dari Parigi sampai Siang, dari Lembangan sampai Bulukumba.
Persekutuan para pemimpin Goa dan Tallo terjadi di Maros dan Polombangkeng. Pusat kerajaan ada di Makassar.
“Wilayahnya berlokasi di persimpangan jalur maritim yang menghubungkan bagian barat Nusantara dengan bagian timur, utara dengan selatan, pada awal abad ketujuhbelas.”
Senarai sejarah yang ini dicuplik-sarikan dari hasil kajian Hilmar Farid.
Fay--begitu alumni jurusan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia ini biasa disapa—pernah menceritakannya saat Pidato Kebudayaan di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, 10 November 2014.
Bagi yang belum pernah mendengar Pidato Kebudayaan Pak Dirjen Kebudayaan, berikut secuplik kisahnya. Judulnya Arus Balik Kebudayaan--Sejarah Sebagai Kritik.
Dikisahkan, dipimpin bersamaan oleh dua kerajaan kembar; Goa dan Tallo, Makassar menjelma jadi kota pelabuhan internasional. Lengkap dengan kantor perwakilan dagang Portugis, Belanda, Inggris, Spanyol, Denmark dan Tiongkok.
Pada masa kepemimpinan Sultan Malikussaid (1639-1653), Makassar dengan wilayah kekuasaan mencakup hampir seluruh bagian selatan Sulawesi, berbatasan dengan Luwuk dan Mandar di sebelah utara, sudah jadi kota dagang terbesar di Asia.
Armadanya berkuasa atas Selat Makassar, sebagian Laut Jawa dan Laut Flores dan Laut Aru.
Fokus pada penguasaan wilayah laut, Makassar berhasil muncul sebagai sebuah kerajaan maritim dalam arti yang sesungguhnya.
Menurut dia, pertumbuhan Makassar yang pesat tidak dapat dilepaskan dari peran para mangkubumi atau pa’bicarabutta, terutama Karaeng Matoaya dan putranya, Karaeng Pattingaloang.
Karaeng Matoaya menjadi mangkubumi di masa Sultan Alauddin.
Pemerintahan mereka kemudian diteruskan oleh kedua anak mereka Sultan Malikussaid dan Karaeng Pattingaloang.
Figur Karaeng Pattingaloang ini sangat menarik. Ia seorang polyglot yang menguasai bahasa Latin, Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, Prancis, Arab, Melayu di samping beberapa bahasa lokal yang digunakan di Makassar waktu itu.
Seorang misionaris Katolik yang tinggal di Makassar pada tahun 1646 mengaku bahwa Pattingaloang berbicara bahasa Portugis seperti seorang penutur asli.
Ia bekerja di sebuah ruangan khusus, seperti layaknya orang terpelajar Eropa di masa itu, yang dilengkapi dengan perpustakaan yang dipenuhi buku, peta dan atlas dunia.
Dari ruangan itu ia mengatur diplomasi kerajaan dengan perwakilan Raja Spanyol di Manila, Raja Portugis di Goa, dan Raja Inggris dan penguasa Mekkah.
Di masa itu mengirim surat adalah tanda adanya hubungan diplomatik yang sangat penting walau waktu untuk mengirimnya lama sekali, kadang sampai beberapa tahun bergantung pada rute perjalanan pembawa surat.
Tapi ada satu negeri yang sulit ditaklukkan, dan terletak justru di sebuah enclave kecil di wilayah kesultanan Makassar sendiri, yakni Bone.
Kesultanan Bone
Seperti Gowa-Tallo, Kesultanan Bone muncul pada akhir abad keempatbelas dari persekutuan tujuh negeri yang berdekatan dan bersepakat untuk menggabungkan kekuatan.
Sejak awal hubungan keduanya, Makassar dan Bone, diwarnai perang dan damai dari masa ke masa, terutama karena sifat dominan dari para penguasa Makassar terhadap penguasa dan rakyat Bone.
Berulangkali Bone melancarkan pemberontakan terhadap Makassar dan berulangkali p**a pemberontakan itu dipatahkan.
Salah satu tokoh pemberontakan itu adalah Aruppalakka.
Pada 1660 ia memimpin 10.000 orang dari Bone dan Soppeng untuk perang melawan Makassar. Perang berlangsung tiga bulan dan berakhir dengan kemenangan Makassar.
Setelah gagal, Aruppalakka melarikan diri ke Buton dan akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan VOC di Batavia.
Kisah yang sama berulang kembali. VOC yang sudah lama ingin menguasai Makassar bergembira menyambut kedatangan Aruppalakka dan segera saja mengatur siasat untuk melancarkan serangan.
Tiga tahun mereka menyiapkan sebuah pasukan gabungan dan akhirnya pada tanggal 21 Desember 1666 armada VOC yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jenderal Cornelis Speelman menyerang Benteng Somba Opu di Makassar.
Setelah perang selama hampir setahun lamanya yang melibatkan penguasa Buton, Ternate, Tidore, Bacan, Soppeng dan lainnya di pihak Bone dan VOC, akhirnya Sultan Hasanuddin setuju untuk melakukan perundingan damai di Bungaya.
VOC menuntut agar Makassar melepas semua daerah kekuasaannya di Sulawesi maupun daerah lainnya dan membiarkan VOC membangun benteng di kota perdagangan itu.
Perjanjian yang tidak adil membuat Sultan Hasanuddin kembali angkat senjata. Hanya saja posisinya sudah jauh lebih lemah.
Pada 12 Juni 1669 setelah satu setengah tahun berperang, akhirnya Benteng Somba Opu yang terkenal itu jatuh, dan masa kejayaan Makassar sebagai sebuah kota perdagangan maritim internasional pun berakhir.
==========================================================
Mabes Polri
Jakarta
12110
Be the first to know and let us send you an email when Jendela Dunia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.