QQJago Game Online Community

QQJago Game Online Community QQJago Community adalah komunitas pecinta sepak bola yang berbagi info, jadwal, dan obrolan santai seputar dunia bola untuk penggemar di Indonesia.

Kadang aku mikir, gimana ya rasanya jadi pemain bola yang datang ke negara baru dengan jersey baru, bahasa baru, pelatih...
21/12/2025

Kadang aku mikir, gimana ya rasanya jadi pemain bola yang datang ke negara baru dengan jersey baru, bahasa baru, pelatih baru… tapi tetap harus ngasih bukti dari menit pertama masuk lapangan?

Ada satu nama yang baru-baru ini pindah ke Widzew Łódź. Osman Bukari. Mungkin nggak terlalu banyak yang kenal di sini, tapi di beberapa tempat dia udah pernah lari, udah pernah angkat kepala, udah pernah selebrasi di depan tribun lawan.

Aku nonton dia waktu main di MLS. Nggak tiap minggu sih, tapi pernah lewat di tv malam menjelang tidur. Waktu itu dia cepat banget—bukan cuma kakinya, tapi gerak pikirnya. Kayak tahu harus lari ke mana sebelum bolanya datang.

Anehnya ya… waktu ngelihat dia diumumin pindah ke Polandia, ke Widzew, rasanya kayak puzzle yang baru dilengkapin satu keping penting.

Mereka lagi butuh sesuatu. Entah kecepatan, entah ide, entah keberanian. Dan sepertinya Bukari dateng bukan cuma bawa itu, tapi juga pengalaman di tempat-tempat yang jauh lebih keras.

Pernah tampil di Champions League. Pernah bawa negaranya ke Piala Dunia. Jalannya nggak mulus, tapi dia datang ke tim yang pengen naik ke level baru.

Dengar kabar soal tim ini yang lagi bangun strategi panjang, pelatihnya juga kelihatan percaya sama tipe pemain seperti Bukari. Bukan sekadar pelari, tapi pemain yang bisa baca celah.

Dan aku kebayang suasana stadion Widzew malam hari… dingin, tribun lama yang penuh suara, bola yang kadang melenceng jauh, kadang masuk tanpa harapan. Aura Polandia yang kaku tapi penuh semangat.

Bukari mungkin baru, tapi kayaknya dia cocok dengan ruang hening dan ketegangan kecil sebelum sepak pojok.

Yang menarik, transfer ini bisa kejadian karena seseorang di belakang layar: Robert Dobrzycki. Jarang disebut, tapi support-nya bikin klub ini bisa ambil pemain di atas rata-rata standar liga mereka.

Kadang klub kecil bisa punya arah besar, asal tau siapa yang harus ditaruh di posisi yang tepat.

Bukari udah dapat kontrak sampai 2030. Mungkin lama, mungkin terlalu panjang menurut sebagian orang. Tapi kalau dia berhasil? Bisa jadi nama ini yang nanti kita dengar lagi saat Widzew tembus ke Eropa.

Entah kenapa, aku berharap dia berhasil.
Bukan cuma buat tim.
Tapi buat cerita-cerita kecil yang jarang kita lihat di layar utama.

Kamu pernah punya pemain seperti ini? Yang datang diam-diam… tapi ternyata penting?

Dulu waktu kecil, tiap malam Minggu saya duduk di ruang tengah—TV masih pakai kotak besar, siaran bola kadang delay, kad...
21/12/2025

Dulu waktu kecil, tiap malam Minggu saya duduk di ruang tengah—TV masih pakai kotak besar, siaran bola kadang delay, kadang gelap sinyalnya. Tapi rasanya tetap aja nungguin. Kayak ada yang kurang kalau enggak nonton bareng.

Waktu itu belum ngerti taktik, belum kenal siapa striker siapa winger. Tapi kalau ada pemain yang larinya kenceng dari sayap terus nyodorin umpan silang tepat, pasti langsung bilang: “Ini pemain bagus.”

Sekarang, tiap kali lihat pemain Afrika yang main di klub Eropa, entah kenapa selalu keinget adegan kayak gitu.

Osman Bukari. Namanya enggak semua orang tahu. Tapi kalau kita ngikutin jejaknya, panjang juga langkah dia.

Mulai dari akademi Anderlecht, pindah ke Slovakia, lalu Belgia, terus sempat main di Prancis. Pernah nembus Liga Champions juga sama Red Star. Bahkan sempat ambil bagian di pertandingan lawan Manchester City.

Kencangnya lari dia masih bisa kerasa walau nonton lewat layar.

Lalu sempat pindah ke Austin FC, main cukup banyak juga di MLS. Tapi sekarang, dia balik lagi ke Eropa. Gabung tim Polandia, Widzew Lodz. Kontrak panjang sampai 2030.

Anehnya ya… setiap dengar pemain pindah ke liga yang kurang terdengar, saya enggak mikir soal naik-turun karier. Justru kepikiran soal tekad.

Soalnya di titik kayak gini, main bagus atau enggaknya enggak cuma tergantung kebintangannya. Tapi lebih ke mau nggak dia mulai ulang, di tempat yang jauh, dengan bahasa berbeda, suasana stadion yang asing.

Sedikit bisa bayangin rasanya: malam dingin di Lodz, lampu stadion putih terang tapi tribun enggak selalu penuh, dan dia berdiri di sayap lapangan, nyari celah dari pinggir.

Kadang tuh, pemain kayak gini yang lama-lama justru kita inget terus. Bukan karena trofi. Tapi karena langkahnya konsisten nembus dinding sepi.

Saya enggak tahu apakah Bukari akan jadi nama besar. Tapi rasanya, makin ke sini, yang kayak gitu juga nggak selalu penting.

Yang penting… dia tetap lari, tetap ngasi umpan, tetap main.

Tanpa banyak sorot kamera, tanpa headline.

Memangnya harus selalu terkenal?

Petang di Dormaa Ahenkro terasa pelan.  Langit pucat di atas Nana Agyemang Badu I Park,  tanpa banyak suara, namun jantu...
21/12/2025

Petang di Dormaa Ahenkro terasa pelan.
Langit pucat di atas Nana Agyemang Badu I Park,
tanpa banyak suara, namun jantung kota kecil ini berdenyut dalam ritme yang hanya dikenal oleh mereka yang tumbuh bersama sepak bola lokal.

Aduana FC berdiri di puncak,
bukan karena hingar-bingar atau sorotan besar,
tapi karena cara mereka bertahan—tenang, rapi, tahu kapan harus diam, kapan harus menggigit.
27 poin dari 14 pertandingan.
Delapan kemenangan tak pernah terlihat gegabah.
Tiga kekalahan yang tak membuat langkah mereka goyah.

Di sisi lain, Hearts of Oak datang sebagai tamu.
Dengan 24 poin, mereka tak tertinggal terlalu jauh.
Tapi dalam sepak bola Ghana,
tiga poin bisa terasa seperti selisih dunia—lebih-lebih kalau dimainkan di kandang lawan yang belum pernah kalah di sana musim ini.

Aduana bukan sekadar kuat di atas kertas.
Mereka menyusun langkah dari lini ke lini,
lini yang mengenal baik wangi rumput kandang dan suara tribun yang tak pernah terlalu riuh, tapi selalu hadir.
Mereka sudah mencetak 14 gol,
dan hanya kebobolan tujuh.
Statistik yang tidak berisik, tapi menyimpan banyak cerita tentang disiplin.

Hearts of Oak menang di laga sebelumnya,
tapi perjalanan tandang mereka tidak mulus.
Tiga kali berturut-turut mereka gagal mencetak gol di laga tandang liga.
Dan di sini, di Dormaa, cerita masa lalu tidak berpihak pada mereka.

Enam kali mereka bertemu Aduana sejak 2022
dan tak satu gol pun bisa mereka selipkan.
Enam pertandingan itu ditutup dengan lima kekalahan dan sekali imbang.
Semua berlalu tanpa satu pun celah di jala Aduana.

16 April lalu, 2-0 untuk tuan rumah.
Waktu boleh jalan, formasi bisa berubah,
tapi memori dan tekanan tersembunyi tetap ikut masuk ke lapangan.

Di Ghana Premier League, banyak hal terasa sederhana,
tapi setiap sudut punya nafasnya sendiri.
Dan malam ini, udara di Nana Agyemang Badu I Park akan kembali berbicara pelan—
tentang ketenangan, tentang dominasi yang tidak membentak,
dan tentang tim kecil yang tahu caranya menjaga rumah.

Sabtu nanti di Nana Gyeabour Park, langit Ghana mungkin terasa berat  tapi rumput tak pernah berpihak  ia hanya menjadi ...
21/12/2025

Sabtu nanti di Nana Gyeabour Park, langit Ghana mungkin terasa berat
tapi rumput tak pernah berpihak
ia hanya menjadi saksi bagi mereka yang berani bermain tanpa banyak bicara

Bechem United, setelah kemenangan tipis atas Eleven Wonders,
masih mencari arah di tengah klasemen yang tak ramah
tiga kemenangan, empat kali berbagi poin, tujuh kali tumbang
pelan-pelan mereka mencoba merangkai luka menjadi peluang

Cuma 11 gol diciptakan dari 14 pertandingan
dan 14 kali kebobolan — angka yang mengendap dalam kepala pemain
posisi ke-17 dengan 13 poin bukan tempat yang tenang
dan waktu tak selalu ingin diajak bersabar

Swedru All Blacks datang dengan langkah yang lebih stabil
tanpa kalah dalam lima laga terakhir
tiga kali menjaga gawang tetap bersih
dan dua kemenangan yang mereka petik terasa hangat di ruang ganti

14 pertandingan, 15 gol, dan 12 kemas**an
posisi ke-10 dan 18 poin bukan jaminan
tapi cukup untuk membangun keyakinan kecil bahwa musim belum tertutup

Mereka bukan klub besar Eropa dengan stadion menjulang
tak ada anthem yang dinyanyikan ribuan orang di waktu bersamaan
tapi semangatnya—di garis pangkal sampai garis akhir—tak kalah dalam

Pertandingan akhir pekan ini bukan tentang sorotan kamera
melainkan tentang diam-diam menantang diri sendiri
tentang siapa yang berani menjaga fokus lebih lama
dan tidak patah ketika hasil tak kunjung berpihak

Bechem perlu lebih dari sekadar harapan
mereka butuh kepercayaan bahwa 90 menit bisa mengubah banyak hal
sementara Swedru membawa dalam diri mereka
ritme yang mungkin akan membawa musim ini naik perlahan

Di sepakbola, ketenangan sering lahir dari kerja keras
dan tekanan selalu menjadi bagian dari permainan

Jadi, ketika peluit ditiup dan waktu mulai berjalan
semua catatan lama akan mengabur
yang tersisa hanya keberanian

dan cara tim membacanya, detik demi detik

Ada langkah-langkah dalam hidup yang terasa lebih seperti pulang daripada sekadar kembali.  Bukan soal jarak atau waktu ...
20/12/2025

Ada langkah-langkah dalam hidup yang terasa lebih seperti pulang daripada sekadar kembali.
Bukan soal jarak atau waktu yang terlewati, tapi tentang perasaan yang belum selesai.

Samuel Oppong kembali ke Wiener Sport-Club.
Bukan sebagai wajah baru, tapi sebagai seseorang yang dulu sempat tinggal, dan kini datang lagi — membawa semangat yang belum sempat ia rampungkan.

Di antara barisan pemain baru dan rencana besar yang menanti, kehadirannya terasa seperti sepotong cerita lama yang kembali menyatu.
Bukan nostalgia semata, tapi tekad yang tumbuh dari hal-hal yang belum benar-benar usai.

Kata-katanya sederhana.
Ia hanya bilang ia masih punya urusan yang belum selesai di sini.
Tetapi terkadang, kalimat seperti itu mengandung gairah yang paling murni dalam sepak bola.

Mereka yang pernah bermain tahu rasanya.
Saat satu klub tak lagi hanya soal warna jersey atau logo di dada, tapi perpanjangan dari tempat di mana diri sendiri pernah merasa hidup.

Kecepatan, tubuh yang kokoh, cara dia bergerak seakan mengingatkan pada semangat lama yang belum pudar.
Manajer dan suporter mungkin menyebutnya sebagai tambahan yang tepat.
Tapi bagi Oppong, ini lebih dalam dari sekadar "rekrutan".

Di tengah proyek stadion baru yang akan jadi rumah semua mimpi mereka, ia kembali menempatkan kakinya di tanah yang sama.
Tanah tempat ia pernah berlari, mencetak gol, dan mungkin juga kecewa.

Namun yang paling penting — ia belum selesai.

Kembalinya bukan akhir dari kisah yang lama,
tapi sepotong awal yang mungkin akhirnya bisa dituntaskan.

Sore yang tenang menjelang akhir tahun di Ghana.  Di sudut lapangan TnA Stadium, para pemain Medeama SC bersiap seperti ...
20/12/2025

Sore yang tenang menjelang akhir tahun di Ghana.
Di sudut lapangan TnA Stadium, para pemain Medeama SC bersiap seperti biasanya — latihan fisik, passing pendek, percakapan ringan sesekali terdengar di tengah semilir angin Desember.
Tapi di dalamnya, ada sesuatu yang mulai mengeras.

Hari Senin mendatang bukan sekadar pekan ke-15.
Ada nuansa serius yang mengendap dalam langkah mereka.
Tak berisik, tapi terasa.

Ibrahim Tanko, pelatih kepala yang dikenal tenang tapi penuh perhitungan, tak ingin meremehkan siapa pun.
Basake Holy Stars memang tengah berjuang, tapi semua tim di liga ini sanggup mengejutkan — itu sudah dibuktikan berkali-kali musim ini.

Medeama kini duduk di posisi kedua.
Hanya terpaut satu poin dari Aduana FC.
Tapi punya satu pertandingan lebih sedikit.

Itu berarti, segala kemungkinan masih hidup.
Termasuk peluang untuk mengambil alih puncak klasemen — jika mereka menang.

Tanko tahu betul, gelar juara tak dimenangkan hanya lewat motivasi, tapi lewat kedisiplinan dalam setiap pertandingan.
Fokus pada satu laga ke satu laga lainnya.
Itulah cara mereka bertahan.

Di ruang ganti, ia mengingatkan timnya sekali lagi.
Bahwa setiap lawan adalah tantangan yang patut dihormati.
Bahwa kerja keras bukan wacana, tapi kebiasaan.

Senin pukul 16.00, stadion akan kembali berdenyut.
Suporter lokal membawa suara mereka ke tribun.
Mungkin tidak seramai stadion di Eropa,
tapi kehangatannya punya ciri lain.

Medeama tahu, mereka tidak bermain untuk sekadar hasil.
Mereka membawa mimpi sebuah kota.
Dan semangat itu—lebih dari cukup untuk terus bertarung.

Empat bulan bukan waktu yang sebentar.Buat seorang pemain, empat bulan absen terasa seperti musim yang tak kunjung seles...
20/12/2025

Empat bulan bukan waktu yang sebentar.

Buat seorang pemain, empat bulan absen terasa seperti musim yang tak kunjung selesai.

Ada ruang kosong di dalam diri—bukan cuma kerinduan terhadap pertandingan, tapi juga ritme, peluh, suara tribun, dan sentuhan bola yang nyata di ujung sepatu.

Fatawu Sulemana tahu rasanya berjalan dalam ruang itu.

Cedera memaksanya berhenti ketika semangatnya sedang dalam laju paling hidup. Tapi sore itu, tanggal 7 Desember, langit Ghana terasa lebih lapang untuknya.

Masuk sebagai pemain pengganti, mengenakan lagi seragam ungu Medeama SC, berdiri lagi di sisi lapangan yang pernah sunyi tanpanya.

Dan ketika peluit akhir berbunyi dengan skor 2-1 untuk Medeama atas Berekum Chelsea, hati Sulemana terisi kembali.

Ia tidak hanya bermain, ia kembali hidup.

Ketika diwawancara seusai laga, tak banyak pernyataan muluk.

Ia hanya bilang rasanya hangat bisa berlaga kembali, dan bahwa kemenangan itu terasa seperti hadiah kecil yang besar.

Tak semua orang mengerti betapa menyentuhnya momen sederhana itu.

Kaki yang pernah kaku kini bergerak leluasa.

Akarnya tumbuh lagi di lapangan tempat ia paling mengakar.

Pertandingan berikutnya telah menunggu: Basake Holy Stars, Senin, pukul 4 sore, di TnA Stadium.

Keyakinannya sederhana, tapi tidak kosong: timnya siap membawa pulang tiga poin.

Tapi bagi Sulemana, mungkin kemenangan itu sudah datang lebih awal—saat ia berlari lagi tanpa takut.

Kadang bukan soal hasil, tapi bagaimana kita punya alasan untuk kembali.

Beberapa minggu terakhir terasa berat bagi Heart of Lions.  Langit mendung di Kpando seolah ikut meresapi suasana hati t...
20/12/2025

Beberapa minggu terakhir terasa berat bagi Heart of Lions.
Langit mendung di Kpando seolah ikut meresapi suasana hati tim.
Dua kekalahan beruntun—pertama musim ini—membawa angin dingin ke ruang ganti.
Dan meski satu kemenangan masih ada di sana,
dua hasil imbang membuat langkah terasa tak sepenuh itu.

Pelatih Bashir Hayford tahu betul,
kadang yang terluka bukan kaki, bukan taktik, tapi keyakinan di dalam dada.
Ia melihat sorot mata yang ragu, napas yang pendek setelah setiap peluit panjang.
Sebagai pelatih, ia tak hanya mengatur formasi.
Ia mencoba menyentuh semangat yang mulai kehilangan nyala.

"Siap secara fisik itu penting,
tapi kalau kepala dan hati tak sinkron,
lapangan terasa asing," ucapnya dalam nada tenang.

FC Samartex sudah menunggu di ujung pekan,
dan mereka tak peduli luka siapa yang belum sembuh.
Tapi sepak bola, terutama di liga Ghana,
tak selalu soal hasil terakhir.
Kadang soal cara tim bangkit dalam diam.

Hayford tahu liga masih panjang,
dan setiap laga adalah jendela kecil menuju kepercayaan diri yang utuh.

Tanggal 21 Desember nanti,
bukan hanya sekadar pertandingan.
Ini soal melihat apakah para pemain masih berani menyapa lapangan
dengan kepala tegak dan mata jernih.

Mungkin tak semua akan kembali dalam semalam,
tapi ada sesuatu yang tumbuh perlahan:
keyakinan bahwa badai ini akan lewat,
dan Lions akan kembali dengan hati yang tetap bernyala.

Kadang kalau nonton bola bareng teman, baik itu di warung kopi atau di ruang tengah rumah pas malam, selalu ada pembahas...
20/12/2025

Kadang kalau nonton bola bareng teman, baik itu di warung kopi atau di ruang tengah rumah pas malam, selalu ada pembahasan soal pemain yang “disimpen” terus di bangku cadangan. Nama-nama silih berganti tiap musim. Tapi ada satu wajah muda yang dari awal musim ini pelan-pelan bikin orang mulai bertanya: Kobbie Mainoo.

Anaknya masih muda. Bisa dibilang masih tahap belajar. Tapi yang bikin banyak orang gerah, ya karena dia nggak dikasih kesempatan lebih. Gimana mau berkembang kalau nggak dikasih menit?

Yang paling menarik malah datang dari keluarganya sendiri. Abangnya dateng nonton langsung, pakai kaos bertulisan “Free Kobbie Mainoo”. Agak kaget sih awalnya, jarang ada keluarga pemain yang sampai begitu terbuka kayak gitu. Tapi mungkin dasar sayang. Apalagi kalau ngeliat adiknya terus jadi cadangan, padahal fans dan beberapa mantan pemain senior udah mulai kasih sinyal untuk pindah aja.

Buat pelatihnya si Amorim, dia tetap tenang. Katanya ya semua soal performa. Nggak peduli siapa yang ngomong di luar. Mau keluarga sekalipun, keputusan tetap dari dalam tim.

Anehnya ya… justru makin banyak yang jadi mikir, ini benar-benar soal performa… atau ada sesuatu yang kita di luar nggak tahu?

Mainoo sendiri diem aja. Kalem. Biasa anak muda kalau fokus, ya emang gitu. Cuma bisa dilihat dari bahasa tubuhnya di bench… sedikit kecewa. Tapi tetap profesional.

Kadang tuh, keputusan pelatih memang susah dimengerti oleh kita yang cuma nonton dari layar. Tapi bukan berarti nggak boleh bertanya.

Gue sendiri jadi inget masa-masa kecil nonton Premier League di TV tabung semalam suntuk. Dulu nggak terlalu mikir soal keputusan manajer. Sekarang makin gede, makin banyak yang bikin hati campur aduk.

Paul Scholes sama Nicky Butt yang dulu jadi idola waktu masih kecil aja sampai buka suara. Mereka gak asal cuap biasanya. Kalau udah begini, pemain kayak Mainoo bisa aja mulai mikir ulang soal masa depannya di klub.

Tapi ya begitu. Kadang baju nomor punggung itu berat. Dan nama besar klub bisa bikin pemain muda ngerasa kecil sendiri.

Dan entah kenapa, pas lihat ekspresi Mainoo di bangku cadangan waktu itu… rasanya familiar. Kayak pernah ngerasa hal yang mirip. Nunggu giliran yang nggak pasti.

Pelan. Tapi nyeseknya nyata.

Apa harus sesabar itu nunggu dipercaya?

Musim berjalan, tapi nggak semua sabar nunggu proses.  Di rumah, suara TV masih s**a nyaring kalau ada pertandingan pent...
20/12/2025

Musim berjalan, tapi nggak semua sabar nunggu proses.
Di rumah, suara TV masih s**a nyaring kalau ada pertandingan penting.
Kadang malah tetangga ikut teriak.

Asante Kotoko sekarang di peringkat tiga.
14 pertandingan, 24 poin.
Nggak jelek, tapi juga belum bikin lega.

Beberapa fans mulai nyalahin pelatihnya.
Karim Zito.
Komentar-komentar mulai panas, apalagi kalau hasilnya nggak sesuai harap.

Tapi kayaknya kita sering lupa,
bikin tim kuat itu nggak kayak ganti pemain di game.
Nggak langsung jadi.
Nggak bisa instan.

Kwesi Appiah bilang gitu juga,
katanya butuh waktu.
Butuh napas panjang.
Nggak semua keputusan langsung tepat,
dan dari situ ya belajar.

Anehnya ya,
kalau tim di atas kertas kuat, ekspektasi malah makin mengguncang.
Padahal di lapangan, mental dan ritme nggak bisa ditebak.

Minggu ini lawan Eleven Wonders.
Main di University of Ghana Sports Stadium.
Stadion yang, entah kenapa, selalu ada aura tenangnya.

Kadang tuh, kita terlalu nuntut.
Padahal tim juga manusia.
Kadang capek.
Kadang turun feeling-nya.

Ingat waktu kecil s**a nonton bareng bapak?
Nggak penting siapa menang.
Yang penting duduk bareng, nunggu gol,
dan debat kecil di sela iklan.

Sekarang, semuanya kayak ngebut.
Maunya cepat.
Maunya hasil langsung.

Tapi kalau semua sabar dikit aja…
semuanya bisa jadi lebih pelan.
Dan mungkin malah lebih terasa.

Apa kita masih ingat rasanya percaya, sebelum hasil datang?

lihat Ghana masuk grup sama Inggris sama Kroasia  grup L, katanya  di Piala Dunia 2026 nanti  Brandon Thomas-Asante yaki...
20/12/2025

lihat Ghana masuk grup sama Inggris sama Kroasia
grup L, katanya
di Piala Dunia 2026 nanti

Brandon Thomas-Asante yakin bisa bersaing katanya
baru debut buat Ghana tahun lalu
kayaknya dia masih muda juga
mainnya di Coventry City

anehnya ya… aku dulu nggak terlalu ngikutin Ghana
tapi setelah Piala Dunia 2010 itu
langsung nempel di kepala
waktu Gyan gagal penalti pas lawan Uruguay

dulu nontonnya tengah malam
di ruang tamu, sendirian
gambar tipi masih burik
tapi rasanya nonton bola tuh penting banget

Ghana selalu punya spirit yang beda
nggak banyak bintang, tapi nggak gampang nyerah
rasanya mereka main bukan cuma buat menang
tapi kayak ada harga diri yang dijaga

Thomas-Asante lagi cedera sekarang
katanya pengen sembuh biar bisa ikut turnamen nanti
mudah-mudahan bisa sih
karena pemain muda kayak dia butuh panggung

kadang tuh semangat pemain yang belum terkenal
lebih kerasa nyata
karena mereka belum punya apa-apa untuk dipertahankan
cuma mimpi, dan usaha keras

aku s**a ngeliat negara-negara Afrika di Piala Dunia
selalu bawa warna
bikin Piala Dunia nggak terasa Eropa doang

dulu sempat nobar bareng anak-anak kampung
rame-rame nonton Nigeria lawan Argentina
semua pakai kaos seadanya
ketawa, teriak, meskipun tim kita nggak main

lama-lama jadi sadar
nonton bola tuh bukan soal siapa yang juara
tapi soal rasa yang muncul dalam prosesnya

entah kenapa
tim-tim kaya Ghana itu lebih gampang disayang

kamu juga ngerasa gitu nggak?

semalam lihat berita kecil soal pelatih Heart of Lions  namanya Bashir Hayford  entah kenapa nama itu kedengeran familia...
19/12/2025

semalam lihat berita kecil soal pelatih Heart of Lions
namanya Bashir Hayford
entah kenapa nama itu kedengeran familiar
mungkin karena dia pernah dapat penghargaan yang sama bulan September

bulan November timnya nggak pernah kalah
dua kali menang, tiga kali seri
cuma kebobolan tiga gol
katanya dia dapet kulkas buat hadiahnya
yang dua pintu, ada freezer di bawah

anehnya ya… kadang hadiah-hadiah kayak gitu tuh terasa membumi banget
kayak orang biasa juga bisa ngerasain hasil kerja kerasnya dalam bentuk yang nyata
bukan trofi mewah, tapi kulkas yang bisa dipakai sehari-hari

ingat dulu waktu SD, s**a nonton bola Afrika jam 2 pagi
sinyalnya jelek, kadang suaranya ilang
tapi seru aja, apalagi kalau pas gol

pernah juga ngelihatin pelatihnya lebih lama daripada mainnya
cara mereka berdiri di pinggir lapangan
teriak... lalu diam...
ada rasa hormat yang aneh dari situ

kadang tuh
nggak semua orang hebat dilihat karena sorot lampu
ada yang diam-diam ngerjain bagiannya
dan satu kota mungkin tahu, tapi dunia enggak

aku sendiri juga kadang ngerasa gitu
ngerjain hal-hal kecil yang orang lain mungkin nggak lihat
tapi tetep dilakuin karena itu bagian dari sesuatu yang lebih besar

jadi pas lihat nama Bashir Hayford
rasanya kayak semacam pengingat
kalau sepak bola itu bukan cuma soal menang kalah
tapi juga soal bertahan di jalur yang sama
meskipun orang lain udah berhenti ngelihatin

pernah nggak sih ngerasa kayak gitu juga?

Address

Kebayoran Lama
Jakarta
12210

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when QQJago Game Online Community posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to QQJago Game Online Community:

Share