Jurnal Umrah Haji

Jurnal Umrah Haji Berita serba-serbi Umrah dan Haji

03/04/2020
03/06/2019
Rindu Nabi Muhammad SAW

Rindu Nabi Muhammad SAW

Raudhah adalah taman syurga diantara rumah rasulullah dan mimbar.

Semoga kita dan keluarga kita, bisa segera berkunjung ziarah ke raudhah dan makam Rasulullah SAW, aamiin...

Timeline Photos
23/06/2016

Timeline Photos

Timeline Photos
03/03/2016

Timeline Photos

Timeline Photos
25/12/2015

Timeline Photos

Photos from Jurnal Umrah Haji's post
23/12/2015

Photos from Jurnal Umrah Haji's post

Photos from Jurnal Umrah Haji's post
16/12/2015

Photos from Jurnal Umrah Haji's post

Timeline Photos
13/12/2015

Timeline Photos

Photos from Jurnal Umrah Haji's post
09/12/2015

Photos from Jurnal Umrah Haji's post

Timeline Photos
05/12/2015

Timeline Photos

Timeline Photos
04/12/2015

Timeline Photos

Antisipasi Cuaca Ekstrem Ketika Wukuf | Republika Online
18/09/2015
Antisipasi Cuaca Ekstrem Ketika Wukuf | Republika Online

Antisipasi Cuaca Ekstrem Ketika Wukuf | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Agama yang juga Amirul Hajj Indonesia Lukman Hakim Saifuddin meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi belajar dari kejadian mobile crane terjungkal di Masjidil...

Orang Betawi ke Tanah Suci | Republika Online
10/09/2015
Orang Betawi ke Tanah Suci | Republika Online

Orang Betawi ke Tanah Suci | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mau tahu bagaimana gairahnya warga Betawi untuk menunaikan ibadah haji, datanglah ke majelis-majelis taklim Habib Ali Kwitang, Assafiiyah, dan Attahiriyah. Di pengajian yang selalu...

International Islamic Expo
08/09/2015

International Islamic Expo

اَلْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ يُعْطِيْهِمْ مَا سَـأَلُوا، وَيَسْتَـجِيـْبُ لَهُـمْ مَا دَعَوْا، وَيُخْلِفُ عَلَيْـهِمْ مَا أَنْفَقُوا، اَلدِّرْهَمَ أَلْفَ أَلْفٍ. ﴿رواه البـيهقى﴾

“Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan ‘umrah adalah tamu-tamu Allah, Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua do’a mereka; kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi sejuta dirham.” [HR. Baihaqi]

Penjelasan: orang yang mengerjakan ibadah haji dan ‘umrah sama saja dengan bertamu kepada Allah. Barangsiapa yang mengerjakannya dari hasil yang halal, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta dan memperkenankan do’anya serta menggantikan uang yang telah dibelanjakannya untuk ibadah itu dengan lipatan yang tak terhingga. [Syarah Mukhtaarrul Ahaadits, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, hal.421]
***

International Islamic Expo 2015 – the 11th Umra-Hajj & Islamic Tourism will be different from most events you've probably attended. Here, you won't find any boring panels with boring speakers pitching their own companies and pontificating about the business-side of the business.

Check out the sessions you missed!

Day 1 : Friday, November 13, 2015
Day 2 : Saturday, November 14, 2015
Day 3 : Sunday, November 15, 2015

The choice of Indonesia as the venue for International Islamic Expo 2015 – the 11th Umra-Hajj & Islamic Tourism denotes the importance of Indonesia as the Largest Moslem Populous Country in the world for Umra-Hajj as well as for Islamic Tourism generating country.

AliaGo Travel
04/09/2015

AliaGo Travel

Setelah selesai proses imigrasi di Terminal Haji Calon jamaah Haji #AliaWisata bersiap menuju Makkah Al Mukarromah dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk langsung melaksanakan Umroh dengan jalan darat yg akan ditempuh kurang lebih selama 4-5 jam.

Alhamdulillah... seluruh calon jamaah haji #AliaWisata dakam keadaan sehat walafiat setelah menempuh perjalanan panjang dari tanah air.

#UpdateHaji #Haji2015 #HajiAlia #RoadtoMecca #AliaWisata

Strategi Karet Gelang | Republika Online
01/09/2015
Strategi Karet Gelang | Republika Online

Strategi Karet Gelang | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ratna Puspita dari Tanah SuciMAKKAH -- Misful (59 tahun) memindahkan karet gelang di pergelangan tangan kirinya ke pergelangan tangan kanan ketika dia hendak melewati bukit Shafa di...

Berihram Sebelum Berkain Ihram
26/08/2015
Kain Ihram, Pengikat Iman Umat Muslim | Republika Online

Berihram Sebelum Berkain Ihram

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ulama dari Riyadh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin pernah menyampaikan ihram menjadi ikatan hati umat Islam untuk masuk dalam ibadah haji atau umrah. Maka, ketika sudah berihram,...

Madinah (Sinhat)--Suara adzan berkumandang dari sebuah masjid di Madinah, Minggu (23/08). Memang jam sudah menunjukan ti...
24/08/2015

Madinah (Sinhat)--Suara adzan berkumandang dari sebuah masjid di Madinah, Minggu (23/08). Memang jam sudah menunjukan tiba waktu salat ashar.

Kendaraan yang ditumpangi rombongan wartawan yang tergabung dala Media Center Haji (MCH) pun berputar di perempatan jalan dan masuk ke pelataran parkir masjid tersebut. Suasana tidak terlalu ramai, usai mengambil air wudhu tribun sudah tertinggal salat berjamaah sebanyak dua rakaat. Hanya ada dua shaf jemaah yang salat saat itu.

Usai salat Ashar, tribun pun beristirahat sambil memandangi rak-rak buku yang terbuat rapi dari kayu ber cat putih dengan desain gaya khas islam. Tampak usai salat berjamaah pun petugas kebersihan langsung membersikan karpet yang merah yang empuk dengan alat penyedot debu.

Itu lah Masjid Qiblatain, sebuah masjid yang berada di wilayah Madinah tepatnya di tepi Jalan Wadi Aqiq menuju kampus Universitas Madinah. Mesjid tersebut awalnya bernama Masjid Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah.

Jarak dari Masjid Nabawi ke masjid tersebut kurang lebih tujuh kilometer yang dibangun di atas masjid di atas bukit kecil di utara Harrah Wabrah. Halaman masjid tersebut cukup luas, tempat parkirnya ditumbuhi banyak pohon berdaun hijau di trotoar jalan. Di dekat masjid tersebut pun terdapat sebuah taman yang ditumbuhi rumput serta pohon-pohon yang cukup rapat meskipun berada di wilayah bersuhu tinggi.

Bangunan yang memiliki dua kubah serta dua menara tersebut terkenal dengan sejarahnya yang menjawab asal usul arah kiblat kenapa mengarah ke Baitullah di Masjidil Haram. Wartawan MCH mencoba menyusuri masjid tersebut, bila kita masuk dari jalan Wadi Aqiq kita tinggal memilih mau masuk lewat tempat wudhu pria atau naik tangga langsung ke pelataran masjid menuju ke dalam masjid.

Wartawan masuk melalui pintu dari arah pelataran parkir masjid yang berada di sebelah selatan. Sebuah pintu coklat bebahan kayu akan mengarahkan kita langsung ke sebuah lorong menuju tempat wudhu pria. Lorong tersebut tembus ke depan masjid yang berdada di sebalah utara tepatnya Jalan Wadi Aqiq.

Dari tempat wudhu kita bisa langsung ke ruang utama masjid dengan menaiki sebuah tangga yang mengarahkan kita menuju pintu utama masuk ke ruangan utama masjid. Pintu-pintu tebuat dari bahan kayu akan terlihat saat kita akan memasuki masjid. Hampir sama dengan masjid-masjid lainnya di wilayah Madinah dimana selalu desiakan rak sandal dan sepatu di dekat pintu masuk ruang utama masjid.

Sungguh sejuk saat kita masuk ke ruang utama masjid, karpet merah yang empuk pun menyambut. Tampak rak-rak buku bercat putih yang menempel ke diding tertata rapih untuk menyimpan al quran. Sebuah mimbar dari kayu terlihat ditempatkan di samping kanan tempat imam memimpin salat. Tiang-tiang penyangga bercat putih menjulang tinggi ke atas menopang atap dan lantai dua masjid yang biasa digunakan untuk kaum hawa menjalankan ibadah.

Melihat ke langit-langit tampak cekungan kubah yang dihias dengan gaya arsitek khas Islam dimana di tengah-tengah cekungan kubah menggantung lampu hias besar yang berbentuk melingkar. Melihat ke lantai dua tampak dindingnya tertutup kayu dan tepat sejajar dengan tempat imam sebuah ukiran sejadah berwarna putih di atas dinding lantai dua masjid.

Masjid ini memang tidak terlalu ramai seperti Masjid Nabawi dan Quba yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah. Biasanya bila berziarah ke wilayah Madinah, masjid ini hanya dilewati dan ditunjukan saja oleh para pemandunya.

Masjid Qiblatain menjadi fenomenal karena sejarahnya. Masjid yang didominasi cat putih tersebut menjadi awal arah qiblat mengarah ke Masjidil Haram di Mekah. Sebelumnya umat Islam bila salat kiblatnya mengarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha di Yerussalem. Tahun ke 2 Hijriyah tepat hari Senin di bulan Rajab, tepat 17 bulan, tepat setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah menjadi awal sejarah nama Masjid Qiblatain yang berarti dua kiblat. Berubahnya arah qiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram terjadi saat Nabi dan para sahabat sedang menunaikan salat dzuhur. Ketika itu, Nabi salat berjamaah bersama para sahabat tiba-tiba ketika salat dzuhur sudah berlangsung dua rakaat, Allah memerintah Nabi untuk menghadapkan wajahnya ke arah Masjidil Haram. Perintah ini ada di dalam QS Al-Baqarah:144-151.

Perintah ini turun merupakan jawaban doa Nabi saw yang mengharapkan dipindahkannya kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Masjidil Aqsa atau Al Quds ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian nabi yang berasal dari bangsa Israel. Al Quds berada disebelah Utara, sementara Baitullah di Mekah berada disebelah selatan. Adanya cemoohan dari kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-orang kafir atas arah kiblat ke Yerusalem, membuat Nabi berdoa dan meminta kepada Allah agar arah kiblat dipindahkan.

Perintah ini juga mengandung ketakwaan dan sekaligus ujian bagi umat atas kenabian Muhammad Saw. Nabi saw dan para shahabat pun langsung memindahkan arah kiblatnya dengan memutar arah badan 180 derajat. Peristiwa perpindahan kiblat tersebut dilakukan tanpa membatalkan salat yang dilakukan Rasullulah dan para shahabat dan melanjutkan salat dzuhur ke rakaat berikutnya.

Hal tersebut lah yang menjadi sejarah kenapa kiblat mengarah ke Masjidil Haram dan akhirnya Masjid Salamah pun berganti nama menjadi Masjid Qiblatain. Memang bangunan Masjid Qiblatain memiliki dua arah mihrab satu sisi menghadap ke arah Selatan yang menunjukan kiblat mengarah ke Baitullah di Makkah, sementara di sisi lain menghadap ke arah Utara yang menunjukan masjid mengarah ke Palestina.

Setelah direnovasi pemerintah Arab Saudi, masjid tersebut dibangun dengan fokus arah kiblat ke Baitullah dengan dibuatnya kubah utama di sebelah selatan.Sementara kubah kedua dibuat lebih kecil yang ditujukan hanya sebagai pengingat sejarah saja. (adi/mch/ar)

sumber: haji.kemenag.go.id

Mimpi Naik Haji Tukang Becak Asal India Ini | Republika Online
23/08/2015
Mimpi Naik Haji Tukang Becak Asal India Ini | Republika Online

Mimpi Naik Haji Tukang Becak Asal India Ini | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, AGRA -- Haji adalah impian hampir semua Muslim di dunia. Sebagian orang mewujudkan impian itu dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Seperti Jahangir Khan Abbasi (64), seorang penarik...

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang diperintahkan oleh Allah Swt. Kewajiban tersebut ditujukan bagi umat Isl...
21/08/2015

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang diperintahkan oleh Allah Swt. Kewajiban tersebut ditujukan bagi umat Islam yang mampu secara materi, fisik dan mental.

Di samping itu, dalam pelaksanaannya, jamaah haji harus memahami ilmu manasik haji. Dengan pemahaman tersebut diharapkan jamaah dapat menunaikan ibadah sesuai ketentuan syari’at Islam dan memperoleh haji mabrur.

01/08/2015

Wajib Haji

Wajib Haji ialah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji, bila tidak dikerjakan sah hajinya akan tetapi harus membayar dam; berdosa jika sengaja meninggalkan dengan tidak ada uzur syar’i.

Wajib haji adalah:



Ihram, yakni niat berhaji dari Miqat

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Mina



Melontar Jamrah Ula, Wustha dan Aqabah



Thawaf Wada’ (bagi yang akan meninggalkan Makkah).

via Manasik Haji

01/08/2015

Rukun Haji

Rukun Haji ialah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain, walaupun dengan dam. Jika ditinggalkan maka tidak sah hajinya.

Rukun Haji adalah:

Ihram (niat)
Wukuf di Arafah
Thawaf ifadhah
Sa’i
Cukur
Tertib.

via Manasik Haji

01/08/2015

Syarat Haji

Syarat Haji adalah:


Islam Baligh (dewasa) Aqil (berakal) Merdeka (bukan hamba sahaya) Istitha’ah (mampu).

Istitha’ah artinya mampu, yaitu mampu melaksanakan ibadah haji ditinjau dari segi:

a. Jasmani: Sehat dan kuat, agar tidak sulit melaksanakan ibadah haji.

b. Rohani:



Mengetahui dan memahami manasik haji.



Berakal sehat dan memiliki kesiapan mental untuk melaksankan ibadah haji dengan perjalanan yang jauh.

c. Ekonomi:



Mampu membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang ditentukan oleh pemerintah yang berasal dari usaha/harta yang halal.



BPIH bukan berasal dari satu-satunya sumber kehidupan yang apabila dijual menyebabkan kemudaratan bagi diri dan keluarganya.



Memiliki biaya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan.

d. Keamanan:



Aman dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.



Aman bagi keluarga dan harta benda serta tugas dan tanggung jawab yang ditinggalkan.



Tidak terhalang seperti pencekalan/mendapat kesempatan atau izin perjalanan haji termasuk mendapatkan kuota tahun berjalan.

via Manasik Haji

01/08/2015

Hikmah Miqat Zamani dan Miqat Makani

Miqat Zamani adalah ketentuan waktu untuk melaksanakan ibadah haji.

Miqat Makani adalah ketentuan tempat di mana seseorang harus memulai niat haji atau umrah.

Kedua miqat tersebut mengisyaratkan bahwa haji mengandung nilai ibadah yang besar dan perlunya memperhatikan waktu dan tempat dalam melaksanakan ibadah haji. Seseorang yang akan berhasil memiliki nilai kemuliaan dalam ibadah hajinya manakala dia dapat memperhatikan ketentuan waktu dan tempat, kapan dan dimana amalan ibadah haji yang rukun dan wajib dapat dimulai dan diakhiri.

via Manasik Haji

01/08/2015

Penjelasan Pelaksanaan Haji

Ibadah haji dilaksanakan pada bulan haji (Dzulhijjah), yaitu pada saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11 s.d. 13 Dzulhijjah).

via Manasik Haji

01/08/2015

Hukum Haji

Ibadah haji diwajibkan bagi kaum muslimin yang telah mencukupi syarat-syaratnya. Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup.

Selanjutnya baik yang kedua atau seterusnya hukumnya Sunnah. Akan tetapi bagi mereka yang bernazar haji menjadi wajib melaksanakannya.

via Manasik Haji

30/07/2015

Apakah yang dimaksud ibadah haji?

Ibadah haji ialah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melakukan beberapa amalan antara lain: wukuf, mabit, thawaf, sa'i dan amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi panggilan Allah Swt. dan mengharapkan ridha-Nya.

via Manasik Haji

22/07/2015

Coming soon International Islamic Expo - The Umra Hajj & Islamic Tourism 2015

International Islamic Expo

AliaGo Travel
27/06/2015

AliaGo Travel

Allah SWT memampukan hamba-Nya yang terpanggil bukan memanggil hamba-Nya yang mampu...

“Orang yang melaksanakan haji dan orang yang melaksanakan umrah adalah tetamu Allah. Allah SWT akan memberi apa yang mereka minta; akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan; akan mengganti biaya yang telah mereka keluarkan; dan akan melipat-gandakan setiap satu Dirham menjadi satu juta Dirham.”

[HR. Al-Fakihani dalam Akhbaru Makkah].

Semoga Allah SWT memampukan kita untuk segera bisa berUmroh ke Tanah Suci.

Silahkan kunjungi Pameran-pameran kami selama bulan Ramadhan :
1. Jakarta Fair Hall B3 sampai dengan 5 Juli 2015
2. Pasar Klewer La Piazza sampai dengan 26 Juni 2015
3. Sumareccon Bekasi sampai dengan 28 Juni 2015
4. Botani Square mulai tanggal 28 Juni 2015

info lebih lanjut hubungi call center kami di 1500357

Biro Umrah Diminta Hindari Maskapai Nakal | Republika Online
11/02/2015
Biro Umrah Diminta Hindari Maskapai Nakal | Republika Online

Biro Umrah Diminta Hindari Maskapai Nakal | Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, Maskapai penerbangan nakal tidak berpengalaman menerbangkan jamaah umrah.JAKARTA — Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) meminta biro perjalanan umrah agar menghindari penerbangan umrah nakal atau yang belum memiliki penerbangan...

AliaGo Travel
07/09/2014

AliaGo Travel

Assalamualikum #SahabatAlia

Jelang keberangkatan Jamaah Calon Haji Khusus #AliaWisata minggu ini, kami sampaikan bebrpa pengetahuan mengenai pelaksanaan Ibadah Haji yaitu mengenai RUKUN KA'BAH

Rukun yang dimaksudkan disini adalah rukun yang arti harfiahnya "Sudut atau Pojok". Dalam pengertian itulah keempat sudut Ka'bah diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami dan Rukun Yamani Rukun Yamani dan Rukun Aswad (Sudut Aswad) disebut juga "Dua rukun Yamani" karena kedua rukun ini menghadap ke arah negeri Yaman.

Rukun Aswad lebih dikenal dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam. Rukun ini dipandang sebagai rukun yang paling penting dan lebih dimuliakan disisi Allah SWT, karena memiliki nilai sangat istimewa. Para jama'ah haji biasanya mencium dan mengusap Hajar Aswad.

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW.

"Ma'atitu 'alaihi Qaththun illaa wa jibrillu Qaimun indahu yastaqkfiru liman yastalimuhu"

Artinya :
"saya tidak pernah mendatanginya melainkan jibril berdiri di sisinya, minta ampunkan setiap orang yang mengecupnya"

Rukun ini memiliki 4 empat keutamaan, yaitu :

1. Rukun ini dibangun persis diatas rukun aslinya atau diatas pondasi yang dibangun kembali oleh nabi Ibrahim AS.
2. Tempat diletakkannya batu Hajar Aswad
3. Tempat untuk memulai dan mengakhiri ibadah Tawaf
4. Merupakan salah satu tempat berdo'a yang paling mustazab

Rukun Iraqi dan Rukun Syami disebut juga "Dua Rukun Syamiani" karena keduanya mengarah ke negeri Syam yang sekarang meliputi semua negara yang terletak dipantai timur Laut Tengah, seperti Yordania, Palestina, Suriah dan Lebanon.

Semoga bermanfaat dan semoga kita semua yg bellum berangkat dimudahkan Allah Untuk berHaji ataupun berUmroh.

Aamiin

Address

Jl. Inspeksi Saluran Kalimalang
Jakarta
13620

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jurnal Umrah Haji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Jakarta

Show All