30/09/2025
Ayah Ibu Wafat, Bocah 9 Tahun Sudah 3 Hari Hanya Makan Singkong Rebus
Tangisannya terus terdengar sambil memeluk ibu tercinta yang terus menerus m*nt*h d*r4h. Tak berselang beberapa lama ibunya meninggal dunia karena pembuluh d*r*hnya pecah.
Pada hari itu, ibunya jatuh sakit. Sendi melihatnya dengan mata kepala sendiri, bagaimana ibu tercintanya yang selalu kuat dan tegar, kini harus terbaring lemah di tempat tidurnya sambil terus menerus m*nt*h d*r4h.
Ibu bangun buuuu.... bangun....Ayo bu bangun. - Sambil terus mengoyak-ngoyak tubuh ibu tercintanya.
Sendi hanya bisa menangis dengan sekuat tenaga, sambil membangunkan ibu tercintanya yang sudah terkulai kaku. Ibunya pergi meninggalkannya seorang diri untuk selama-lamanya. Jeritan dan tangisan Sendi pun terus terdengar yang membuat tetangga terus bermunculan.
Diusianya yang baru 9 Tahun Sendi harus hidup seorang diri dengan segala keterbatasannya. Terlebih ia terlahir sangat istimewa, atau orang memanggilnya id*ot. Air matanya terus mengalir, mengingat kenangan indah bersama ibunda tercinta.
Kurangnya kasih sayang sang ayah sejak bayi membuat perkembangan psikis Sendi semakin terganggu, apalagi kini didepan matanya terbaring ibu tercinta yang sudah terkujur kaku terbungkus kain kafan. Seorang ibu yang selalu memberikan kehangatan, kenyamanan dan perlindungan untuk dirinya.
Kini Sendi harus hidup seorang diri tanpa sosok ayah dan ibu di tengah keterbatasannya. Air matanya senantiasa membasahi p**i mungilnya tanpa henti sambil terus memanggil almarhum ibu tercinta.
Hari-harinya dijalani dengan penuh kesepian. Semuanya ditelan pahit-pahit seorang diri, sambil membawa beragam jajanan, Sendi pun terus berjalan menawarkan dagangan jajanan ke setiap anak yang ditemuinya. Dari jajanan yg ia jual berharap ia bisa makan nasi karena sudah 3 hari ia hanya makan rebusan singkok saja yang dikasih warga.
“Aku gak bisa makan kalau jualanku gak laku kak, udah 3 hari ini belum makan nasi paling makan singkong aja yang dikasih tetanggaku” ujar Sendi
Walaupun tubuhnya lelah dengan menahan rasa sakit di kaki yang tiada Tara. Ia terus berjalan menjajakan dagangannya, bahkan sampai ketiduran. Dan seringkali ia pun menghabiskan waktunya sambil keliling jajakan dagangan dengan mampir ke makam ibunya hanya sekedar untuk melepas rindu.😭