15/07/2026
Dari Sebuah Mimpi, Lahir Sebuah Perjuangan
Kisah Perjuangan M. Hadi Susandra Lubis Mendirikan AMPUH
Ada pepatah yang mengatakan, "Orang besar tidak lahir karena kemudahan, tetapi karena mampu bertahan dalam kesulitan." Kalimat itu seakan menggambarkan perjalanan panjang M. Hadi Susandra Lubis dalam membangun Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH).
Tanggal 17 Juli 2017, di Kota Padangsidimpuan, lahirlah sebuah organisasi yang tidak dibangun oleh kekuatan modal, bukan p**a oleh kekuasaan. AMPUH lahir dari keresahan melihat masih banyak masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan keadilan, dari kepedulian terhadap penyalahgunaan kewenangan, serta dari keyakinan bahwa rakyat membutuhkan wadah perjuangan yang berani menyuarakan kebenaran.
Saat itu, tidak ada karpet merah yang menyambut langkah perjuangan. Tidak ada sponsor besar, tidak ada fasilitas mewah, bahkan tidak jarang biaya operasional harus ditanggung dari kantong pribadi. Banyak malam dilalui dengan kegelisahan. Banyak perjalanan ditempuh hanya dengan bekal tekad dan doa.
Tidak sedikit yang mencibir.
"AMPUH tidak akan bertahan lama."
"Organisasi seperti ini akan segera hilang."
"Percuma melawan orang-orang yang punya kekuasaan."
Namun setiap keraguan justru menjadi bahan bakar perjuangan. Setiap hinaan menjadi cambuk untuk terus melangkah. Setiap pintu yang tertutup menjadi alasan untuk mengetuk pintu berikutnya.
M. Hadi Susandra Lubis tidak memilih berhenti. Ia memilih tetap berjalan.
Satu demi satu sahabat perjuangan mulai bergabung. Mereka datang bukan karena iming-iming jabatan ataupun materi, tetapi karena percaya bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang berani berbuat.
Perjalanan itu penuh luka. Ada pengorbanan waktu bersama keluarga, tenaga yang terkuras, bahkan pengeluaran pribadi yang tak sedikit demi menjaga roda organisasi tetap berputar. Ada masa ketika perjuangan terasa begitu sunyi. Ada saat di mana pengorbanan tidak dihargai. Bahkan ada orang-orang yang pernah dibesarkan oleh organisasi justru memilih pergi dan melupakan perjuangan yang telah dibangun bersama.
Namun semua itu tidak pernah memadamkan semangat.
Karena bagi seorang pejuang, tujuan lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Tahun demi tahun berlalu. Apa yang dahulu hanya dikenal di sudut Kota Padangsidimpuan mulai menjalar ke berbagai daerah di Indonesia.
Satu per satu DPW AMPUH berdiri di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, Papua, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Kemudian lahirlah DPC-DPC AMPUH di berbagai kabupaten dan kota. Perjuangan terus berlanjut hingga terbentuk PAC, bahkan Pimpinan Ranting (PR) sebagai ujung tombak organisasi di tengah masyarakat.
Setiap kepengurusan yang berdiri bukan sekadar nama dalam sebuah surat keputusan. Di baliknya terdapat cerita tentang perjalanan panjang, peluh yang menetes, doa yang dipanjatkan, dan keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak orang yang peduli terhadap hukum dan keadilan.
Hari ini, ketika AMPUH memasuki usia sembilan tahun, sejarah telah membuktikan bahwa organisasi yang dahulu dipandang sebelah mata justru terus tumbuh dan berkembang.
Sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Sudah banyak kader yang menemukan ruang untuk mengabdi.
Sudah banyak generasi muda yang belajar tentang keberanian, integritas, dan kepedulian.
Sudah banyak rakyat kecil yang merasa tidak lagi berjalan sendirian karena ada AMPUH yang bersedia mendengar dan memperjuangkan suara mereka.
Namun bagi M. Hadi Susandra Lubis, pencapaian terbesar bukanlah banyaknya kepengurusan yang berdiri.
Pencapaian terbesar adalah ketika AMPUH mampu menjadi rumah bagi orang-orang yang ingin berbuat baik, menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin baru, dan menjadi organisasi yang tetap berdiri tegak meski diterpa berbagai ujian.
Perjalanan sembilan tahun ini mengajarkan bahwa membangun organisasi bukan sekadar mendirikan kepengurusan. Membangun organisasi adalah membangun manusia. Menanamkan nilai, menjaga kepercayaan, serta memastikan perjuangan tetap hidup meski suatu saat para pendirinya telah tiada.
Hari ini, AMPUH bukan lagi milik satu orang.
AMPUH adalah milik seluruh kader yang setia menjaga marwah organisasi.
AMPUH adalah milik masyarakat yang percaya bahwa keadilan harus terus diperjuangkan.
AMPUH adalah warisan perjuangan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Semoga sembilan tahun ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Semoga setiap pengorbanan menjadi amal kebaikan. Semoga setiap air mata yang pernah jatuh berubah menjadi senyum keberhasilan. Dan semoga AMPUH terus menjadi cahaya harapan bagi masyarakat Indonesia.
Selamat Hari Lahir AMPUH.