27/10/2025
semua orang
Pada tahun 2024, industri cetak dan kemasan mengalami pertumbuhan yang didorong oleh tren keberlanjutan, peningkatan e-commerce, dan inovasi teknologi seperti pencetakan digital dan AI. Kertas dan karton menjadi segmen pasar yang paling kuat dalam percetakan kemasan, didukung oleh permintaan dari industri makanan dan e-commerce yang beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan.
Faktor pertumbuhan utama
Keberlanjutan: Terdapat dorongan yang kuat untuk menggunakan bahan kemasan yang dapat terurai dan dapat dikomposkan, termasuk kertas dan karton. Ini memengaruhi keputusan pemilihan bahan di seluruh industri.
E-commerce: Pertumbuhan pesat industri e-commerce meningkatkan permintaan akan solusi pengemasan yang efisien dan fungsional.
Inovasi teknologi:
Pencetakan digital: Kemudahan kustomisasi, pencetakan sesuai permintaan, dan kelincahan yang ditawarkan pencetakan digital sangat populer, terutama untuk merek makanan.
Kecerdasan Buatan (AI): AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Teknologi canggih lainnya: Tren lain termasuk pencetakan 3D untuk desain kompleks, tinta yang ramah lingkungan, pencetakan planografik berkecepatan tinggi, dan tinta berbasis nanoteknologi.
Permintaan pasar domestik (Indonesia): Sektor industri kemasan di Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar karena keterkaitannya erat dengan industri manufaktur, terutama makanan dan minuman.
Tren yang mendominasi
Pangsa pasar: Kertas dan karton merupakan segmen terbesar dalam pasar percetakan kemasan pada tahun 2024, menyumbang sekitar 37%. Namun, plastik fleksibel masih mendominasi pasar kemasan global secara keseluruhan.
Produk cetakan: Produk-produk cetakan seperti undangan fisik kembali diminati seiring dengan meningkatnya acara sosial setelah pandemi, sehingga mendorong permintaan efek khusus dan penyelesaian cetak yang mewah.