KABARdigital88NEWS

KABARdigital88NEWS � OPEN ENDORS & PROMOSI �

"Makam Raden Usman di Pelabuhan Dagang Terbengkalai, Jejak Sejarah yang Terlupakan"Pelabuhan Dagang —Sebuah makam tua ya...
10/04/2026

"Makam Raden Usman di Pelabuhan Dagang Terbengkalai, Jejak Sejarah yang Terlupakan"

Pelabuhan Dagang —
Sebuah makam tua yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Raden Usman kini tampak tidak terawat dan kurang mendapat perhatian. Berada di tengah kawasan yang dipenuhi semak dan pepohonan, kondisi makam ini terlihat memprihatinkan tanpa adanya penataan maupun perlindungan yang layak.
Makam Raden Usman bukan sekadar kuburan biasa. Ia merupakan peninggalan sejarah yang menyimpan kisah perjuangan penting di masa lalu. Raden Usman dikenal sebagai tokoh yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya di wilayah Kecamatan Tungkal Ulu dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Namun sangat disayangkan, situs bersejarah ini seakan terlupakan. Tidak terlihat adanya pagar pembatas, papan informasi, maupun upaya pelestarian dari pihak terkait. Area makam dipenuhi daun kering dan tanah yang tidak terurus, serta akses menuju lokasi yang masih terbatas.
Warga setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar makam ini dapat dirawat dan dijaga sebagaimana mestinya. Mereka menilai bahwa situs ini bukan hanya bagian dari sejarah lokal, tetapi juga warisan perjuangan yang harus dikenang oleh generasi mendatang.
“Makam ini adalah bukti sejarah perjuangan. Jangan sampai hilang dan dilupakan,” ujar salah satu warga.
Keberadaan makam Raden Usman seharusnya menjadi pengingat akan jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan. Sudah selayaknya situs ini mendapatkan perhatian, perawatan, dan perlindungan sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi makam akan semakin rusak dan akhirnya hilang, bersama nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Insiden mengejutkan kembali terjadi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di ...
09/04/2026

Insiden mengejutkan kembali terjadi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di SMP Negeri 7 Kota Jambi pada Kamis pagi (9/4/2026), yang membuat sejumlah pihak langsung siaga.
Tiga orang guru dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mencicipi menu MBG yang baru saja tiba di sekolah. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB, tepat saat makanan hendak dibagikan kepada para siswa.
Sesuai dengan prosedur yang berlaku, makanan terlebih dahulu diuji oleh pihak guru sebelum dikonsumsi oleh siswa. Namun, tak lama setelah mencicipi hidangan tersebut, ketiga guru itu merasakan mual, pusing, dan kondisi tubuh yang melemah. Situasi tersebut sontak membuat suasana sekolah menjadi panik.
Pihak sekolah dengan sigap langsung memberikan penanganan awal dan segera membawa ketiganya ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, kondisi para guru dilaporkan dalam penanganan intensif, namun dalam keadaan sadar.
Beruntung, makanan tersebut belum sempat dikonsumsi oleh para siswa, sehingga tidak ada korban dari kalangan pelajar dalam insiden ini. Kejadian ini pun menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan orang tua siswa.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Jambi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Petugas dari puskesmas setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, serta memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut.
Pihak terkait juga tengah melakukan evaluasi terhadap distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pemeriksaan laboratorium.
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan, terutama dalam program berskala besar seperti MBG, harus dilakukan secara ketat demi menjamin keamanan dan kesehatan penerima manfaat.

Air Terjun Pelang: Kehidupan Tersembunyi yang Mulai Hilang Tak Terurus dan Jejak Sejarah Tungkal UluDi balik lebatnya hu...
08/04/2026

Air Terjun Pelang: Kehidupan Tersembunyi yang Mulai Hilang Tak Terurus dan Jejak Sejarah Tungkal Ulu

Di balik lebatnya hutan dan aliran sungai di wilayah Desa Pelabuhan Dagang, berdiri sebuah keindahan alam yang telah lama dikenal oleh masyarakat setempat, yaitu Air Terjun Pelang.
Air terjun ini bukan sekadar destinasi wisata biasa. Keberadaannya telah tercatat sebagai bagian dari kawasan wisata alam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menandakan bahwa tempat ini memiliki nilai penting, baik dari sisi keindahan maupun potensi daerah.
Namun lebih dari itu, Air Terjun Pelang juga menyimpan cerita lama. Menurut penuturan dan kajian sejarah lokal, di sekitar air terjun ini terdapat batu yang menyerupai bentuk kapal. Cerita ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari identitas dan ingatan masyarakat Tungkal Ulu.
Wilayah Tungkal Ulu sendiri dikenal sebagai daerah tua yang berada di hulu aliran sungai besar. Sejak dahulu, kawasan ini telah menjadi tempat tinggal masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam—mengandalkan sungai, hutan, dan tanah sebagai sumber kehidupan.
Di tengah kondisi alam tersebut, Air Terjun Pelang terbentuk secara alami dari aliran air pegunungan yang jatuh melewati bebatuan. Suara gemuruh airnya, udara sejuk di sekitarnya, serta suasana yang masih alami menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri.
Dahulu, tempat ini lebih dikenal oleh warga sekitar sebagai lokasi alami untuk mandi, beristirahat, bahkan sebagai bagian dari perjalanan menelusuri hutan. Namun seiring waktu, Air Terjun Pelang mulai dikenal sebagai potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Sayangnya, seperti banyak wisata alam lainnya, keberadaan Air Terjun Pelang masih belum sepenuhnya mendapat perhatian serius. Akses jalan, fasilitas, dan pengelolaan masih perlu ditingkatkan agar keindahan alam ini bisa dinikmati lebih luas tanpa merusak keasliannya.
Kini, Air Terjun Pelang bukan hanya tentang air yang jatuh dari ketinggian. Ia adalah simbol keindahan alam, jejak sejarah, dan warisan budaya yang perlu dijaga bersama.
Dengan perhatian dari pemerintah dan dukungan masyarakat, bukan tidak mungkin Air Terjun Pelang akan menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Air Terjun Pelang bukan sekadar cerita atau legenda yang beredar di tengah masyarakat. Keberadaannya tercatat secara resmi sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tepatnya di Kecamatan Tungkal Ulu.
Hal ini menjadi bukti bahwa Air Terjun Pelang adalah lokasi nyata yang diakui pemerintah, sekaligus termasuk dalam kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata alam daerah.
Namun, di balik pengakuan tersebut, tersimpan kisah yang lebih dalam.
Menurut cerita dan kajian sejarah masyarakat setempat, Air Terjun Pelang memiliki keunikan tersendiri. Di sekitar lokasi, terdapat batu yang bentuknya menyerupai kapal. Cerita ini telah lama hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari identitas lokal yang tidak tertulis, namun tetap dipercaya.
Keberadaan batu tersebut seolah menjadi penanda bahwa kawasan ini telah dikenal sejak lama, bahkan sebelum berkembangnya desa seperti sekarang. Ini menunjukkan bahwa Air Terjun Pelang bukan hanya tempat wisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan legenda yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Tungkal Ulu.
Jika melihat lebih jauh, wilayah Tungkal Ulu sendiri merupakan daerah tua yang memiliki keterkaitan erat dengan aliran sungai besar, salah satunya Sungai Pengabuan. Sejak zaman dahulu, sungai menjadi jalur utama kehidupan—baik untuk transportasi, perdagangan, hingga sumber penghidupan masyarakat.
Kawasan “ulu” atau hulu sungai identik dengan bentang alam berupa perbukitan, hutan lebat, dan sumber air alami. Dari kondisi inilah, banyak air terjun terbentuk secara alami, termasuk Air Terjun Pelang yang menjadi bagian dari ekosistem lama yang masih bertahan hingga kini.
Menariknya, di bagian atas air terjun ini, masyarakat setempat menyebut adanya sebuah goa alami yang tersembunyi di balik lebatnya hutan. Goa tersebut dipercaya menjadi bagian dari keunikan Air Terjun Pelang yang belum banyak diketahui orang.
Namun dalam proses pengambilan gambar, keindahan tersebut belum dapat kami abadikan secara langsung. Medan yang sulit, hutan yang terlalu lebat, serta keterbatasan akses membuat kami tidak memungkinkan untuk menjangkau bagian atas, bahkan penggunaan drone pun tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Sehingga, visual yang dapat kami tampilkan hanya dari bagian bawah air terjun—cukup untuk menggambarkan keindahan, namun belum sepenuhnya mengungkap seluruh misteri yang tersimpan di atasnya.
Dahulu, Air Terjun Pelang bukan hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi juga bagian dari kehidupan. Warga memanfaatkannya untuk mandi, beristirahat, bahkan sebagai tempat berkumpul setelah beraktivitas di hutan dan ladang.
Namun kini, perlahan-lahan, kehidupan yang pernah tumbuh di sekitar air terjun itu mulai memudar.
Akses yang terbatas, kurangnya perhatian, serta minimnya pengelolaan membuat Air Terjun Pelang seperti terlupakan. Padahal, di balik derasnya air yang jatuh, tersimpan potensi besar yang belum tergali sepenuhnya.
Air Terjun Pelang hari ini seakan menjadi simbol—tentang keindahan yang tersembunyi, sejarah yang mulai dilupakan, dan harapan yang masih menunggu untuk dihidupkan kembali.
Sudah saatnya, perhatian bersama diberikan. Baik dari pemerintah, masyarakat, maupun generasi muda, untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan alam ini.
Karena jika dibiarkan, bukan hanya tempatnya yang hilang…
tetapi juga cerita, sejarah, dan identitas yang ikut mengalir pergi bersama waktu.
Air Terjun Pelang hari ini seakan menjadi simbol—tentang keindahan yang tersembunyi, sejarah yang mulai dilupakan, dan harapan yang masih menunggu untuk dihidupkan kembali.
Sudah saatnya, perhatian bersama diberikan. Baik dari pemerintah, masyarakat, maupun generasi muda, untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan alam ini.
Karena jika dibiarkan, bukan hanya tempatnya yang hilang…
tetapi juga cerita, sejarah, dan identitas yang ikut mengalir pergi bersama waktu.
Di balik derasnya air yang terus jatuh tanpa henti, seakan ada pesan yang ingin disampaikan—bahwa alam selalu memberi, namun juga membutuhkan perhatian.
Air Terjun Pelang bukan hanya tentang keindahan yang bisa dinikmati sesaat, tetapi tentang warisan yang harus dijaga untuk masa depan. Tempat ini menyimpan potensi besar, baik sebagai destinasi wisata, sumber kehidupan, maupun ruang belajar bagi generasi yang akan datang.
Bayangkan, jika suatu hari nanti tempat ini kembali tertata. Akses yang lebih baik, lingkungan yang tetap alami, dan masyarakat yang kembali menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan tidak mungkin, Air Terjun Pelang akan kembali hidup—lebih dikenal, lebih dijaga, dan lebih bermanfaat.
Kini, semua kembali pada kita.
Apakah Air Terjun Pelang akan tetap menjadi keindahan yang tersembunyi dan terlupakan…
atau bangkit menjadi kebanggaan daerah yang diwariskan hingga generasi berikutnya.

Bupati Belum Terima Hasil Uji Lab Dugaan Pencemaran Limbah PT. Persada Alam Jambi (P.A.J)Tanjab Barat – Bupati Kabupaten...
06/04/2026

Bupati Belum Terima Hasil Uji Lab Dugaan Pencemaran Limbah PT. Persada Alam Jambi (P.A.J)

Tanjab Barat – Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa hingga kini dirinya belum menerima hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dugaan pencemaran limbah oleh PT. Persada Alam Jambi (P.A.J) yang disebut mencemari aliran sungai di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam.

Saat dikonfirmasi pada Senin (06/04/2026), Bupati menyampaikan dengan tegas bahwa laporan resmi dari DLH belum sampai ke meja kerjanya. Ia menekankan agar DLH segera menuntaskan proses pemeriksaan dan tidak menunda penyampaian hasil uji laboratorium.

> “Saya belum menerima laporan resmi dari DLH. Saya minta mereka segera menyelesaikan pembenahan fasilitas laboratorium dan mempercepat pelaporan hasil uji. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujar Bupati dengan nada tegas.

Meski hasil uji laboratorium belum diterima, langkah penindakan administratif terhadap perusahaan tetap berjalan. Pemerintah daerah memastikan bahwa proses penjatuhan sanksi tidak akan terhenti.

Kepala DLH Tanjab Barat, Firdaus Khatab, yang juga menjabat sebagai Asisten Sekretariat Daerah, sebelumnya menyampaikan bahwa dokumen Surat Keputusan (SK) sanksi administratif telah rampung disusun dan kini tinggal menunggu proses penerbitan resmi sesuai mekanisme yang berlaku.

Kasus dugaan pencemaran ini telah memicu perhatian luas, terutama dari masyarakat Desa Suban yang merasakan dampak langsung terhadap lingkungan mereka. Warga mendesak adanya keterbukaan hasil uji laboratorium serta tindakan tegas terhadap perusahaan apabila terbukti melanggar aturan lingkungan.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal penuh proses hukum dan transparansi dalam penanganan kasus ini. Ia menutup dengan pernyataan tegas:

> “DLH harus bekerja cepat dan profesional. Jangan ada kelalaian. Kita akan tindak tegas bila terbukti ada pelanggaran.”

Address

Telanai Pura
Jambi
3###XX

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KABARdigital88NEWS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share