15/11/2020
Kesedihan yang melanda mu itu, sungguh tak bisa ku lukiskan dengan kata2, namun sungguh teman engkau adalah wanita yg kuat. Karna Allah yakin kamu bisa melewati nya. Allah tau kalau kamu benar2 mampu menghadapi semua pilu itu.
Setiap ku tatap nanar mata mu, aku merasa sangat tersakiti, hati ku sesak. Bahkan aku tak menyadari bulir air mata mengalir begitu saja. Membanyangkan menjadi diri mu, mungkin akan sangat menyayat hati.
Bagaimna tidak. Cinta yang tertanam di pandangan pertama itu telah pergi meninggal kan dunia.
Menulis rangkayan kalimat ini pun aku merasa sesak di dada, berfikir mendalam. Membuat aku berada di posisi mu. Membayangkan senyum nya, membayangkan tatapan nya, tempat2 yang di jalani bersama.
Ooohhhh Tuhan ... Sesak apa yang ku rasa ini. Kekasih halal yang pergi meninggalkan untuk selama nya.
Ku menatap dari kejauhan, kau duduk sendiri memandang pot2 bunga yang segar tersiram air. Aku tau sore itu engkau bersama dia, bercanda, bergurau menanam itu semua. Apa kau mengenang dia wahai teman?..
Apa kau diam2 menangis merindukan dia?..
Oooohhhhh Tuhan ku Allahurobbi.
Kuatkan kah teman ku, sungguh tak ada kalimat yang terucap dari bibir nya lagi. Hanya air mata yang berbicara. Sungguh sesak dada ini ya Robb.
Aku bermohon pada Mu berilah cinta kasih sayang mu pada teman ku, beri lah cahaya ke dalam qolbu nya, berilah kelapangan kubur kepada kekasih halal yang telah pergi mendahului nya. Beri lah tempat yang indah di sisi Mu. Aamiin
_______________'20_____________
.