06/12/2025
Sejak masih muda belia, saya sudah terbiasa dibenci, dijauhi, bahkan tak disukai hanya karena pilihan untuk menyampaikan pemikiran berbeda—secara terang-terangan, namun tetap dengan adab dan sopan santun.
Perbedaan pendapat itu wajar. Tapi memilih memakai logika, akal pikiran, akal budi, adab, dan etika adalah hal yang harus tetap dijunjung tinggi, apa pun zamannya.
Jangan semua hal selalu dibenarkan dengan alasan “perkembangan zaman”, “mengikuti tren”, atau “teknologi makin maju”.
Karena jika adab ikut ditinggalkan, kemajuan itu justru kehilangan maknanya.
Kita yang hari ini sudah dewasa, bahkan menua, punya tanggung jawab besar: apa adab dan etika yang ingin kita wariskan kepada generasi setelah kita?
Coba pikirkan baik-baik.
Jangan sampai suatu hari, anak-anak kita berkata:
“Beginilah yang diajarkan orang-orang tua dulu, kami hanya meneruskan.”
Ironi bukan?
Ketika generasi yang kita besarkan tidak lagi mampu membedakan mana adab yang baik dan mana etika yang benar.
Salam
Kak Mery